Senin, 22 Juni 2015

Lapor Pak, Tempat Biliar Masih Ada yang Buka!

Lapor Pak, Tempat Biliar Masih Ada yang Buka!


Lapor Pak, Tempat Biliar Masih Ada yang Buka!

Posted: 21 Jun 2015 09:34 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. pantas marah. Sebab, Surat Edaran (SE) Wali Kota No. 435/ 940/IV.39/2015 tanggal 10 Juni 2015 tentang Penutupan Hiburan Malam, Biliar, Panti Pijat, dan Kebugaran diabaikan. Buktinya, masih ada tempat permainan biliar di kota ini yang beroperasi di bulan Ramadan. Pantauan Radar Lampung kemarin, salah satu tempat biliar yang masih buka ada di kawasan Tanjungkarang Pusat. Tepatnya di Jl. Letnan Jenderal Suprapto.

Salah seorang pelayan di tempat biliar itu mengaku tidak mengetahui adanya perintah penutupan. Sebab, tak ada perintah penutupan dari atasannya. ''Ya tetap buka seperti biasa, soalnya nggak ada perintah (tutup)," ujar wanita berkulit putih tersebut.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Bandarlampung Suwandi mengatakan, tempat billiar yang diperkenankan buka selama Ramadan adalah yang telah mengantongi izin dari wali kota. Namun sejauh ini belum ada permohonan izin yang diajukan.

''Nah untuk mendapatkan izin, seharusnya ada pengajuan terlebih dahulu tentang nama atlet dan lokasinya di mana. Tetapi sejauh ini belum ada," ujarnya.

Sehingga apabila masih ditemukan tempat permainan biliar yang beroperasi di bulan Ramadan, dipastikan segera ditindak karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 16 Tahun 2008 tentang Kepariwisataan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandarlampung Yus Amri Agus mengatakan, selama bulan Ramadan pihaknya akan melakukan pemantauan ke tempat-tempat hiburan.

Dia melanjutkan, Pemkot Bandarlampung akan membentuk tim inspeksi mendadak (sidak) yang terdiri dari Badan Polisi Pamong Praja (PP), kepolisian, Disbudpar dan Dispora.

"Jika memang ada temuan, tentunya akan kami tindak sesuai aturan perda," jelasnya.

Penindakannya, lanjutnya, berupa teguran secara lisan, kemudian tertulis. Apabila tidak dihiraukan maka dikenakan sanksi administrasi berupa pencabutan izin atau penutupan badan usaha.

Senada, Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung Cik Raden mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim bersama dinas terkait seperti Disbudpar dan bagian hukum Bandarlampung.

"Kita akan pantau setiap harinya, namun jam-jam nya akan kita rahasiakan, supaya tidak bocor," ujar Cik Raden.

Dia menjelaskan, sebanyak 25 personilnya yang diturunkan, selain menggunakan pakaian Polisi Pamong Praja, juga memakai pakaian bebas.

Cik Raden menyatakan, nantinya jika ada tempat hiburan yang buka pada bulan Ramadan pihaknya akan memberikan surat peringatan. "Namun jika ketahuan kedua kalinya, maka akan segera kami segel," kata Cik Raden. (yay/p5/c1/whk)


Pemkot Harus Tegas

DPRD Bandarlampung langsung bereaksi terkait masih adanya tempat permainan biliar yang beroperasi di kota ini. Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung Muchlas E. Bastari mengatakan, jika ada tempat biliar yang masih buka selama Ramadan, maka dipastikan melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2008 tentang Kepariwisataan.

    ''Jadi jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan yang tertera dalam perda atau SE (surat edaran) wali kota, sudah dipastikan ada pelanggaran hukum," jelasnya.

    Dia menambahkan, segala tindak pelanggaran hukum pasti memiliki sanksi hukum. Namun untuk penindakan hukum, ia menyerahkan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.

    Senada, anggota Komisi III Yuhadi mendukung penjatuhan sanksi terhadap pemilik usaha tempat hiburan yang tetap beroperasi.

    "Ya, seharusnya mereka juga bisa menghormati umat muslim untuk menjalankan ibadah puasanya," katanya.

    Ketua Komisi I DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta juga meminta agar pemerintah segera melakukan pengawasan terkait hal tersebut. ''Ya harus tutup dong. Pemkot harus tegas," tandasnya. (yay/p5/c1/whk)

Siapkan 2.969 Armada Darat

Posted: 21 Jun 2015 09:33 PM PDT

BANDARLAMPUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung terus mempersiapkan infrastruktur mudik Lebaran. Salah satunya kelayakan armada angkutan darat. Menurut Kepala Dishub Lampung Idrus Effendi, uji layak jalan ditarget rampung H-15 Lebaran. ''Besok (hari ini, Red) uji layak jalan dimulai. Nanti kendaraan yang lulus uji dipasang stiker angkutan Lebaran tahun 2015/1436 H," kata dia.

    Berdasarkan data yang ada, total armada angkutan darat yang disiapkan sebanyak 2.969 unit. Rinciannya untuk armada antarkota antarprovinsi (AKAP) 533 kendaraan. Total penumpang yang bisa diangkut 21.503. Kemudian untuk antarkota dalam provinsi (AKDP) 886 armada dengan kapasitas 27.482 penumpang.

    Lalu untuk antar-jemput dalam provinsi (AJDP) sebanyak 135 armada dengan total penumpang 1.099. Kemudian untuk antar-jemput antarprovinsi (AJAP) sebanyak 137 Armada dengan kapasitas 1386 penumpang; bus pariwisata 228 armada dengan kapasitas 6.833 penumpang; dan ranmor sewa 50 Armada dengan 391 penumpang.

    Idrus menyatakan, kendala yang dihadapi tiap tahun adalah masih ditemui angkutan yang tak layak jalan ditempeli stiker mudik. Persoalan lain adalah penumpukan penumpang.  Penyebabnya, kekurangan armada saat puncak arus mudik lebaran. "Disitu, nah karena sirkulasinya begitu intens di Pelabuhan Bakauheni, maka sering kali tdiak tertampung," kata dia.

    Dishub, lanjut dia, juga menurunkan 460 personel membantu pihak kepolisian. Personel itu ditebar di beberapa titik objek vital termasuk di posko lebaran terpadu.

    Total ada tujuh titik  utama Posko terpadu. Yakni di, Pelabuhan Panjang, Bandara Raden Inten, Pelabuhan Bakauheni, Pos BMKG, Stasiun KA Tanjung Karang dan terminal induk Rajabasa. "Kemudian ditambah lagi dengan, Poskotik, seluruh terminal di kabupaten kota pos rawan kecelakaan dan kemacetan," papar dia. (abd/c1/wdi)

 

Aktivitas Miftahul Jannah Mulai Normal

Posted: 21 Jun 2015 09:27 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Aktivitas SMP dan SMA Islam Terpadu (IT) Miftahul Jannah mulai berjalan normal kemarin (21/6). Pasca pertemuan antara manajemen sekolah, wali murid, Komisi IV DPRD Bandarlampung, dan Dinas Pendidikan pada Sabtu (20/6), kegiatan di pondok pesantren tersebut berjalan seperti biasanya.

Pantauan Radar Lampung kemarin, keadaan Yayasan Miftahul Jannah tampak senggang. Terlihat beberapa anak yang bergegas menuju masjid sekolah setempat. Sebagian anak ada yang masih duduk santai dan sebagian lagi bermain ayunan.

Saat itu, Radar Lampung yang sengaja menyambangi sekolah tersebut bertemu dengan salah satu pegawai tata usaha (TU). Ditanya namanya, wanita bergamis dan berjilbab panjang cokelat ini meminta dipanggil Umi.

''Iya Mbak," sapanya lembut seolah menanti maksud kedatangan wartawan koran ini.

Dia menjelaskan, di sekolahnya sedang tidak ada kegiatan belajar-mengajar. Karena siswa program tersebut diperkenankan untuk pulang ke rumah dan libur pada Minggu.

Namun, ia membenarkan jika saat ini masih ada kegiatan untuk siswa pondok pesantren. Kegiatan yang ditujukan untuk mengisi agenda di bulan Ramadan.

Ya, aktivitas sekolah yang berada di Jl. Hi. Komarudin- Bhayangkara Gang Kutilang, Rajabasaraya, Rajabasa, ini berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan meski beberapa pekan terakhir diguncang polemik.

Sehari sebelumnya, Sabtu (20/6) berlokasi di musala milik yayasan Miftahul Jannah, diadakan pertemuan antara pihak manajemen sekolah, wali murid, perwakilan Komisi IV DPRD Bandarlampung dan perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung.

Tujuannya untuk memperoleh solusi atas permasalahan yang sedang marak diberitakan. Kasus sebelumnya, beberapa wali murid yang diduga mendapat pengusiran dari pihak sekolah mengajukan protes. Namun begitu, pertemuan itu sedikit banyak telah memberikan ruang bagi kedua pihak untuk mengemukakan pendapatnya.

Ketua Komisi IV Syarif Hidayat mengatakan, masalah tersebut hanyalah masalah komunikasi dan koordinasi. Kedua pihak seharusnya tidak perlu berseteru hingga sejauh ini. ''Lebih baik pikirkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan," sarannya. (yay/p5/c1/whk)

Giliran Banleg Kunker ke Luar Kota

Posted: 21 Jun 2015 09:26 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Kunjungan kerja (kunker) ke luar kota sepertinya menjadi kegiatan yang rutin dilakukan DPRD Bandarlampung. Setelah komisi III dan IV pada awal bulan lalu kunker ke luar kota, kemarin (21/6) giliran badan legislasi (banleg) yang melakukan kunker. Pada kunker yang dijadwalkan berakhir pada Kamis (25/6) itu, anggota banleg mengunjungi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    Ketua Banleg DPRD Bandarlampung Imam Santoso mengatakan, kunker yang mereka lakukan untuk membahas peraturan daerah (perda) inisiatif tentang antisipasi bahaya kebakaran.

    "Ya, saat ini sudah sampai, Kamis kami pulang," ujarnya melalui sambungan telepon kemarin.

    Imam  mengatakan, jadwal kunker mereka pada hari ini (22/6) akan mengungjungi Kemendagri untuk membahas Perda Bahaya Kebakaran. Kemudian, Selasa (23/6), mereka bertolak ke Karawang.

    Menurut dia, ada dua rencana perda yang akan mereka rampungkan. Yakni Perda Tentang Fasilitas Umum dan Perda Tentang Pemberdayaan Masyarakat.

Namun, karena pertimbangan di Bandarlampung seringkali terjadi bencana kebakaran, maka perda bahaya kebakaran lebih diprioritaskan.

    Disinggung pelaksanaannya yang terkesan terburu-buru di bulan Ramadan, dia mengatakan upaya tersebut bertujuan agar Perda Tentang Bahaya Kebakaran dapat segera dirampungkan.

    "Kami targetkan awal bulan depan, perda ini bisa disahkan," kata anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung ini.

    Terpisah, pengamat kebijakan publik Dr. Dedi Hermawan berharap, kunker yang dilakukan Banleg DPRD benar-benar dilaksanakan dengan baik dan benar.

    "Ya, tentunya harus dengan tujuan positif, bukan negatif. Karena kunker ini selalu menjadi sorotan. Jadi, mulailah direduksi dengan misi yang jelas," sarannya. (yay/p1/c1/whk)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar