Sabtu, 27 Februari 2016

Herman Instrusikan Tak Pakai KIS, Eh Diabaikan

Herman Instrusikan Tak Pakai KIS, Eh Diabaikan


Herman Instrusikan Tak Pakai KIS, Eh Diabaikan

Posted: 27 Feb 2016 04:19 AM PST

radarlampung.co.id - Instruksi Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. agar Elisia Santika (18), tidak lagi mengunakan kartu Indonesia sehat (KIS), belum dipatuhi bawahannya. Sampai Sabtu ini (27/2), Tika –sapaan akrabnya, masih berobat dengan KIS.

Padahal, Herman bermaksud memberikan pengobatan terbaik bagi Tika. Sebab, biasanya obat yang diberikan KIS adalah jenis generik. "Ya masih pakai KIS. Ini obatnya," ujar Tika. Salah satu obat yang ditunjukkan terdapat label asuransi kesehatan bagi penguna KIS. Yakni Cendo Mydriatil Tropicamide Sterile Eye Drops.

Disinggung bentuk tanggungjawab Puskesmas Waykandis, menurut Tika pihak Puskesmas membantu fasilitas kendaraan dan mengurus pindah berkas dari RS Graha Husada ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM). "Hanya itu sih," timpal ibu Tika, Samiah Sari (41). (nan/ade)

Pindah Rumah Sakit, Mata Masih ”Ngenyut”

Posted: 27 Feb 2016 04:05 AM PST

radarlampung.co.id - Elisia Santika (18), yang diduga menjadi korban malapraktik oknum Puskesmas Waykandis tengah menjalani perawatan intensif. Ini dilakukan untuk menyembuhkan kebutaan pada mata  kanannya karena obat telinga yang diberikan oknum Puskesmas Waykandis.

Ia baru saja menjalani terapi di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk membersihkan infeksi pada matanya. Kornea dibersihkan untuk memecah selaput putih dan bercak di tengah bola matanya. "Sampai saat ini masih ngenyut," ujar siswi SMA Negeri 13 Bandalampung itu, Sabtu (27/2).

Awalnya ia dirawat di RS Graha Husada. Namun selepas kunjungan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Edwin Rusli, pengobatannya dipindah ke RSUDAM sejak Jumat (26/2).

Tika –begitu ia akrab disapa, mengalami kebutaan lantaran oknum di Puskesmas Waykandis salah memberikan obat. Harusnya ia diberikan tetes mata, namun malah obat untuk telinga. (nan/ade)

Jumat, 26 Februari 2016

Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak

Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak


Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak

Posted: 26 Feb 2016 08:17 AM PST

radarlampung.co.id - Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. pantas marah melihat kinerja pegawai Puskesmas Waykandis yang diduga salah meresepkan obat untuk Elisia Santika (18) sehingga matanya buta. Dengan geram, ia meminta Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Edwin Rusli menyelidiki dan menindaktegas oknum yang menyebabkan hal ini terjadi.

"Kenapa bisa salah obat? Hal seperti ini harus ditindak tegas," tandas Herman ketika mengunjungi Elisia, Jumat (26/2). Dalam kunjungannya ini, Herman menyerahkan uang tunai Rp5 juta untuk keperluan pengobatan Elisia.

Ia pun meminta Diskes menanggung seluruh biaya pengobatan Elisia. "Bila tidak sanggup, biarlah saya yang akan membiayai pengobatannya dari kantong pribadi," janji Herman. (nan/ade)

Obat Telinga Diteteskan ke Mata, Gadis Cantik Ini pun Buta

Posted: 26 Feb 2016 08:06 AM PST

radarlampung.co.id - Malang nasib Elisia Santika (18). Gadis asal Labuhandalam, Bandarlampung, ini buta lantaran salah obat. Seharusnya petugas Puskesmas Waykandis memberikannya obat mata. Namun karena salah baca resep, ia malah diberikan obat telinga.Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.

Samiah (41), ibu Elisia menuturkan, setelah mendapatkan obat tetes mata dari puskesmas itu, mata kanan anaknya tidak dapat melihat lagi. "Kejadiannya sebulan lalu," ujarnya.

Ia bercerita anaknya sakit mata saat pulang bekerja di pasar malam. Keesokan harinya, Elisia dibawa berobat dan diperiksa di Puskesmas Waykandis. "Saat itu, saya tidak teliti, sehingga tanpa disadari yang diteteskan ke mata Elisia adalah obat telinga. Ketahuannya setelah tiga kali matanya diobati," kata ibu lima anak itu.

Ayah korban, Eli Mandala (43) meminta pertanggungjawaban puskesmas. Ia menyatakan sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tentu, keluarganya tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah kejadian itu, Eli mengatakan, sempat mendatangi Puskesmas Waykandis."Pihak puskesmas sudah merujuk ke RS Imanuel namun karena sudah tutup sehingga dilanjutkan ke RS Graha Husada. Tapi karena tidak memiliki biaya kami tak bisa melanjutkan pengobatan anak saya ini," ujarnya. (antara/nan/ade)

Dijamin Wakil Wali Kota, Cik Raden Lolos Jumat Keramat

Posted: 26 Feb 2016 05:45 AM PST

radarlampung.co.id - Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Cik Raden selamat dari "Jumat keramat". Penyidik Polda Lampung menangguhkan penahanan tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club itu, Jumat (26/2) malam.

Cik Raden bebas setelah mendapat jaminan dari istrinya dan Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar. "Iya, penahanannya ditangguhkan," ujar Kasubdit II Ditreskrimum AKBP Irwandi kepada radarlampung.co.id.

Seseorang ditahan karena dikhawatirkan lari, menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi perbuatannya. Tiga faktor ini dinilai penyidik tidak ada pada diri Cik Raden sehingga penahanannya dapat ditangguhkan.

Kuasa hukum Cik Raden, Nirizki Perdana Putra menerangkan, penyidik menanyai kliennya dengan 18 pertanyaan. Materi seputar standar operasional prosedur (SOP), tupoksi, dan keterkaitan jabatan Cik Raden dengan penggerebekan di City Spa. (mhz/ade)

Brak, Honda Brio Terpental ke Parit

Posted: 26 Feb 2016 04:06 AM PST

radarlampung.co.id - Sebuah kecelakaan terjadi di Jl. Soekarno-Hatta, Km 9, Kedamaian, Bandarlampung, sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (26/2).

Kecelakaan melibatkan mobil Honda Brio merah BE 1610 CC dengan sepeda motor honda Kharisma hitam plat polisi BE 6944 BH.

Mobil melaju dari arah Panjang. Tiba-tiba sepeda motor dari arah berlawanan memutar arah di u-turn, tepat di lokasi kejadian.

Akibatnya, pengendara mobil panik dan tak mampu mengendalikan kendaraannya. Mobil menyerempet sepeda motor yang berbalik arah tadi dan terlempar ke parit. sedangkan motor terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.

"Saat ini semua korban dibawa ke RS Imanuel," ujar salah satu warga setempat. (sur/ade)

Ditahan, Cik Raden Minta Penangguhan

Posted: 26 Feb 2016 02:28 AM PST

radarlampung.co.id - Hari ini (26/2), benar-benar menjadi "Jumat keramat" bagi Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Cik Raden. Seperti diperkirakan radarlampung.co.id, penyidik memutuskan untuk menahan tersangka kasus dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club itu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadir Direskrimum) Polda Lampung AKBP Anton Setiawan membenarkan hal ini. Namun, ada permintaan penangguhan penahanan dari yang bersangkutan dan tiga kuasa hukumnya. Masing-masing Nirizki Putra, Alif Bastari, dan Resmen Kadafi.

"Iya benar, Cik Raden minta penangguhan (penahanan)," kata Anton. Namun ia tidak dapat memastikan apakah upaya Cik Raden itu dikabulkan atau tidak. "Berkasnya masih sedang diajukan ke pimpinan (Kapolda Lampung). Kita tunggu saja hasilnya nanti," singkatnya.

Cik Raden sendiri sempat bertegur sapa dan berjabat tangan dengan wartawan radarlampung.co.id. Ia tersenyum ramah sebelum kembali masuk ruangan penyidik di Mapolda Lampung. Namun tak satupun kata keluar dari mulut pria baya yang masih terlihat gagah tersebut. (mhz/ade)

Ribut Soal Trayek, Sopir BRT Dibacok

Posted: 26 Feb 2016 01:30 AM PST

radarlampung.co.id- Faisal Tanjung (33) harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUDAM Jumat (26/2) siang. Sopir BRT Bandarlampung ini mengalami luka-luka akibat dibacok oleh sopir angkutan umum jurusan Tanjungkarang-Rajabasa.

Akibat luka-lukanya Faisal harus mengalami 8 jahitan. Ia terkena luka bacok dibagian kepala, tepatnya di kening sebelah kiri dan kepala bagian belakang.

Faisal mengatakan, awalnya ia dan sopir itu cekcok.  Faisal menegur sopir tersebut karena menerobos trayek BRT Bandarlampung yang masuk ke Jl. Kartini, Tanjungkarang Pusat.

"Saya menegur dia, tapi dia nggak terima," katanya.

Alhasil keributan berlanjut hingga di Terminal Rajabasa. Faisal pun dibacok ketika di berada Terminal Rajabasa.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas sopir yang membacok tersebut. (nca/adi)

Mangkir, Dua Anggota Pol PP Dijemput Paksa

Posted: 26 Feb 2016 01:30 AM PST

radarlampung.co.id - Panggilan pemeriksaan dugaan rekayasa penggerebekan City Spa sejatinya bukan hanya untuk Cik Raden, Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung. Namun juga untuk dua tersangka baru lainnya, yakni Asrin dan Budi.

Namun dua orang itu mangkir dari pemeriksaan tanpa alasan yang jelas. Wajar jika hal ini membuat Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Irwandi Kesal. "Kita akan layangkan panggilan kedua. Jika tidak datang, mereka kita jemput paksa," tandasnya, Jumat (26/2).

Diketahui, Cik Raden dan dua anak buahnya tersebut ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dimaksud. Mereka tersandung masalah hukum atas "nyanyian" Gusti Zaldi, juga anggota Banpol PP kota yang dijadikan tersangka lebih dulu. (mhz/ade)

Cik Raden Bawa Tiga Kuasa Hukum

Posted: 26 Feb 2016 01:19 AM PST

radarlampung.co.id - Sikap Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandarlampung Cik Raden patut dipuji. Ia datang memenuhi panggilan penyidik Polda Lampung untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club.

Cik Raden hadir pada pukul 14.00 WIB di Mapolda Lampung. Ia didampingi tiga kuasa hukum, Nirizki Putra, Alif Bastari, dan Resmen Kadafi. Hingga pukul 16.16 WIB, pemeriksaan masih berjalan. Hanya jeda sebentar untuk Salat Asar.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Irwandi menjelaskan, materi pemeriksaan menyangkut dugaan rekayasa kasus dimaksud. Namun sayang ia enggan membeberkan detail, seperti berapa pertanyaan yang diajukan dan apa jawaban dari tersangka. (mhz/ade)

Kamis, 25 Februari 2016

Ombudsman Beber "Dosa-Dosa" Cik Raden

Ombudsman Beber "Dosa-Dosa" Cik Raden


Ombudsman Beber "Dosa-Dosa" Cik Raden

Posted: 25 Feb 2016 06:27 AM PST

radarlampung.co.id - Tak hanya jeratan hukum, sanksi administratif juga mengancam Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Cik Raden berikut tiga anak buahnya. Adalah Perwakilan Ombudsman RI Lampung yang mendesak pemberian jera lewat sidang disiplin atau kode etik itu kepada empat tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Ombudsman RI Lampung Ahmad Saleh David Faranto mengatakan, desakan ini sudah ia sampaikan kepada pemkot secara kelembagaan. Dalam surat, tercantum sejumlah poin yang harus menjadi perhatian pemkot. Yaitu, menyelenggarakan sidang disiplin atau kode etik atas nama Cik Raden, serta meminta wali kota menonaktifkan atau menunjuk pejabat sementara selama penyelesaian kasus tersebut.

Bukan itu saja. David -sapaan akrabnya, Cik Raden yang sudah tujuh tahun menjabat telah menyalahgunakan kekuasaannya. Ini berdasarkan sejumlah temuan yang ia dapatkan. Sebagai contoh, kasus pembongkaran atau penertiban pameran lukisan milik Toko House of Grace Gallery September tahun lalu. "Tindakan itu tidak memiliki landasan kuat," urai David, Kamis (25/2).

Ia mendasarkan pendapatnya pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2000 tentang Pembinaan Umum, Ketertiban, Kemananan, Kebersihan, Kesehatan, dan Keapikan dalam Wilayah Kota Bandarlampung. Perda ini tidak mengatur larangan memasang tempat atau barang jualan di halaman depan rumah toko (ruko).

Kedua, Cik Raden mempekerjakan tenaga kontrak dalam penertiban itu, tetapi dibiarkan menggunakan atribut layaknya petugas organik dengan seragam dan kepangkatan lengkap.Penertiban pameran juga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 tahun 2011 tentang SOP Satuan Polisi Pamong Praja.

Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. mengaku belum surat dimaksud. "Surat apa? Kan sudah dibilang kita sudah siapkan tim pendamping buat kasus ini. Nggak bisa asal mecat orang lah. Kita ikuti dulu aturan hukumnya. Ini kan lagi diproses. Nggak segampang itu me-nonjob-kan orang," tegasnya. (mhz/nan/dna/ade)

Debar-Debar Sang Kepala Polisi Kota

Posted: 25 Feb 2016 05:57 AM PST

radarlampung.co.id - Jumat (26/2) ini, bakal menjadi hari yang mendebarkan bagi empat tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club. Pasalnya, penyidik Polda Lampung telah mengambil ancang-ancang untuk menahan mereka.

"Jika mangkir dari pemeriksaan, akan kami jemput paksa," tegas Kepala Sub Direktorat II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Kasubdit Ditkrimum) Polda Lampung AKBP Irwandi, Kamis (25/2). Para tersangka adalah Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung Cik Raden, berikut tiga anak buahnya, Gusti Zaldi, Budi, dan Asrin.

Gusti ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu. Karena "nyanyiannya" juga lah, akhirnya penyidik menyeret Cik Raden berikut dua anggota Banpol PP rekannya tersebut sebagai terduga kasus yang sedang menjadi perhatian publik ini. "Sebelumnya, polisi sudah memanggil dan meminta keterangan mereka. Namun saat itu statusnya saksi. Kali ini beda, Cik Raden tersangka," sambung Irwandi.

Cik Raden sendiri, sebelumnya berjanji kooperatif meski tetap menyangkal telah merekayasa kasus prostitusi di City Spa. "Prostitusi di City Spa itu benar adanya. Kami melakukan metode undercover dalam pengungkapannya," akunya. Menurut dia, tindakannya didasarkan Perda No. 15 tahun 2002 tentang larangan prostitusi dan perbuatan tuna susila di Bandarlampung. (mhz/nan/dna/ade)

Lihat Nih, Asyiknya Pak Wali Kita!

Posted: 25 Feb 2016 05:29 AM PST

radarlampung.co.id - Wali Kota Herman H.N. memang asyik! Dia memborong dagangan sejumlah pedagang seperti duku, skubal, dan lain-lain. Sejumlah masyarakat pun berebut, mendekat. Herman juga tak segan jajan kue pancong dan memakannya di tempat. Ya, Herman nampak sangat menikmati momentum itu saat memantau rekayasa lalu lintas di Jl. Kartini, Tanjungkarang Pusat, Kamis (25/2). Masyarakat pun memanfaatkannya untuk curhat. Dan, Ibu-ibu, tentu saja langsung ambil handphone: selfie! (foto-foto: rizky pancanov)








Salut Ndan! Begitu Ada Laporan, Langsung Ditangani

Posted: 24 Feb 2016 06:52 PM PST

radarlampung.co.id - Ajakan Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin agar masyarakat langsung memberitahu dirinya jika ada masalah, langsung mendapat respons. Adalah Yusirwan, warga Tanjungkarang Barat (TkB) yang menjadi pelopor dan menyampaikan curhatnya di posko Kapolda di Bambu Kuning Trade Center (BTC).

Dia mengaku menjadi korban penipuan dan penggelapan BPKB mobil pribadinya oleh temannya sendiri. Namun setelah setahun melapor di Polsek Tanjungkarang Timur‎ (TkT), kasus itu belum ada perkembangan. "Saat itu saya butuh dana, kemudian saya gadaikan BPKB ke leasing Magna. Namun tanpa sepengetahuan saya, BP‎KB ditebus oleh teman saya itu dan digadaikan lagi ke leasing Kembang 88 dengan harga tinggi," jelasnya.

Mendengar ini, Dang Ike --sapaan akrab Kapolda, seketika bertanya ke Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya. "Kenapa bisa lama seperti itu? Harusnya ini masalah mudah. Kok bisa sampai satu tahun mangkrak?" cetusnya.

Dery menjelaskan pihaknya telah melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka. Saat ini telah memasuki tahap P19. BPKB asli pun telah disita. "Nah disitu kami terkendala, pihak leasing Kembang 88 tidak kooperatif. Makanya kami kesulitan mencari barang bukti," jelasnya.

Namun penjelasan itu dimentahkan Kapolda. Dia meminta, kasus ini diselesaikan sesegera mungkin. "Ya sudah, jadikan saja tersangka juga (leasing) Kembang 88 itu. Jangan sampai lagi tertunda kasus ini," tegasnya. (yay/ade)

Di Bambu Kuning, Kapolda Ajak Warga Curhat

Posted: 24 Feb 2016 06:36 PM PST

radarlampung.co.id - Kapolda Lampung Brigjen Jenderal Ike Edwin terus menunjukkan dedikasinya dalam melayani masyarakat. Setelah ngantor di Lapangan Saburai, hari ini (24/2), dia pindah ke pelataran Bambu Kuning Trade Center (BTC). "Jadi bagi masyarakat yang ingin curhat, silahkan," katanya.

Selain masyarakat umum, Dang Ike --sapaan akrabnya, mengatakan anggota Polri, karyawan, dan pun PNS dapat mengutarakan masalah. "Masalah pekerjaan, tidak sesuai dengan atasan. Bahkan anggota saya pun, silahkan beritahu saya. Telepon atau SMS saya. Saya selalu siap," yakinnya.

Ike mengatakan langkah ini sebagai salah satu upaya pelayanan prima, untuk melaksanakan nawacita. Sesuai dengan visi-misi Presiden Joko Widodo. "Dan, terpenting ini sebagai salah satu upaya untuk memulai revolusi mental," pungkasnya. (yay/ade)

Rabu, 24 Februari 2016

Gubernur-FKPPI Saling Support

Gubernur-FKPPI Saling Support


Gubernur-FKPPI Saling Support

Posted: 24 Feb 2016 06:49 AM PST

radarlampung.co.id - Gubernur M. Ridho Ficardo mengimbau generasi muda untuk melakukan perubahan fundamental dalam diri, mulai dari perilaku, pikiran dan kultur.

''Ini sejalan dengan gerakan nasional revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,'' kata Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo saat dikukuhkan menjadi anggota kehormatan keluarga besar FKPPI Lampung, oleh Ketua Umum PP FKPPI Hi. Pontjo Sutowo, Rabu (24/2) di Hotel Horison, Bandarlampung.

Upaya tersebut harus didukung melalui tindakan konkrit, yakni berperilaku dan berpikiran positif. Sehingga generasi muda tumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak dan berkarakter baik.

''Khususnya, di Lampung yang memang multikultur. Karenanya melalui FKPPI saya berharap  organisasi ini menjadi perekat dalam mempersatukan itu semua,'' katanya.

Gayung pun bersambut, Ketua FKPPI Lampung H.Toni Eka Candra menyampaikan, tugas FKPPI adalah memberikan dukungan kepada Gubernur Lampung guna melakukan pembangunan.
''Provinsi Lampung memiliki jumlah transmigrasi TNI dan Polri terbesar di seluruh Indonesia. Di Provinsi Lampung terdapat anggota FKPPI 244.000. Oleh karenanya diminta kepada seluruh keluarga besar FKPPI untuk dapat membantu program pemerintah,'' imbau Toni Eka Candra.

Selain pelantikan pengurus FKPPI dan pengukuhan anggota kehormatan, momentum ini dibarengi dengan penyerahan piagam tanda kehormatan presiden republik Indonesia Satya Lencana Kebaktian Sosial Tahun 2016 kepada Almarhum Hidayat Manipolin, SE (Wakil Ketua PD VII KB FKPPI Lampung), yang diserahkan  Gubernur Lampung kepada keluarga almarhum.

Karo Humas dan Protokol Bayana menambahkan acara dihadiri pula Ketua DPRD Lampung, Bupati, Wakil Ketua FKPPI Pusat Titiek Soeharto, staf ahli gubernur, kepala badan, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, kapolres dan dandim se Lampung. (hms/rls/ary)  

Sepakat, Bersama Tumbuhkan Optimisme

Posted: 24 Feb 2016 12:38 AM PST

radarlampung.co.id - Bupati Pesawaran Dendi Romadhona meminta media massa memahami program kerjanya. Jika dalam implementasinya tidak sesuai harapan, maka ia berharap ada kontrol dari media, terutama yang tergabung dalam Radar Lampung grup.

Harapan itu ia sampaikan saat bersilaturahmi ke Graha Pena Lampung, Rabu (24/2) siang. Dendi datang bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Silahudin dan Kepala Bappeda Zuriadi. Rombongan diterima langsung oleh Direktur Radar Lampung Grup Ardiansyah yang didampingi beberapa petinggi media ini.

"Di hari ketiga kerja, saya sudah intruksikan untuk silaturahmi dalam rangka harmonisasi antara Pemkab Pesawaran dengan Radar Lampung Grup. Ini penting agar tercipta kesamaan persepsi antara Pemkab dan media. Dengan demikian, baru semua berjalan dengan baik dan terbangun sebuah optimisme bagi jalannya roda pemerintahan," ungkap Dendi.

Harapan itu mendapat respons positif. Ardiansyah mengatakan, Radar Lampung saat ini telah mengembangkan dan membangun konsep jurnalistik optimisme. "Misalnya, dulu jika dari 10 program terdapat tujuh yang berhasil dan tiga gagal, yang dipublikasikan adalah tiga. Nah, sekarang kita ingin mengedepankan keberhasilannya, sekalipun ternyata baru tiga yang sukses. Kenapa? Karena ini akan menumbuhkan optimisme," papar Bang Aca --sapaan akrabnya. (ozi/ade)

Selasa, 23 Februari 2016

Siap-Siap Jumat Keramat, Cik!

Siap-Siap Jumat Keramat, Cik!


Siap-Siap Jumat Keramat, Cik!

Posted: 23 Feb 2016 06:38 AM PST

radarlampung.co.id - Jumat (26/2) nanti, agaknya, bakal jadi hari yang keramat bagi empat tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa. Pasalnya, penyidik pada saat itu meminta mereka datang untuk diperiksa di Mapolda Lampung.

Informasi yang diterima radarlampung.co.id, penyidik akan langsung menahan mereka semua usai pemeriksaan. Ini diperlukan agar penyidikan tidak terhambat dan kasusnya dapat segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung.

"Surat permintaan pemeriksaan kepada Pak Wali Kota sudah kita layangkan tadi siang (Selasa, 23/2, Red)," papar Kasubdit II AKBP Irwandi. Nama tersangka adalah Kepala Satpol PP Cik Raden bersama tiga anak buahnya, Gusti, Budi, dan Asrin.

Menurut Irwandi, keputusan ini setelah pihaknya kembali melakukan gelar perkara, Selasa. Upaya mengurai benang kusut itu dipimpin langsung oleh Wadir Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Anton Setiawan. (mhz/ade)

Jempol! Keripik Pisang pun ’’Dijual’’

Posted: 23 Feb 2016 06:15 AM PST

radarlampung.co.id – Upaya Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo jemput bola ke pusat agar menyokong pengembangan industri kecil dan menengah di provinsi ini layak diacungi jempol.

Orang nomor satu di Pemprov Lampung ini Selasa (23/2) menemui Menteri Perindustrian RI Saleh Husin Kantor Kementerian Perindustrian membahas Kawasan Industri di Lampung.

Selain meminta arahan, Ridho juga membeberkan kayanya potensi industri kecil menengah di Lampung yang terus digarap dan perlu perhatain menteri perindustrian.

Lampung, kata Ridho seperti dikutip Karo Humas dan Protokol Bayana, punya potensi luar basa. Seperti batik, tenun ikat, kopi bubuk, keripik pisang, cokelat, ubi kayu dan furniture.

''Provinsi Lampung memiliki potensi lahan yang luas dan sumber daya manusia yang bernilai jual,'' kata Ridho. Ini bukti Ridho juga peduli terhadap sentra keripik pisang di Bandarlampung.

Gubernur juga menjelaskan ada dua program unggulan bidang industri di Provinsi Lampung. Diantaranya mendorong pembangunan kawasan industri di sepanjang jalur Jalan Tol Trans Sumatera dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah di Provinsi Lampung.

"Pembangunan Kawasan Industri di Provinsi Lampung diinisiasi oleh Pemerintah dan juga pihak swasta", jelasnya.

Sementara Menteri Perindustrian RI Saleh Husin menjelaskan bahwa pihaknya mendukung rencana pengembangan industri kecil menengah di Lampung. Termasuk pengembangan kawasan industri.

''Pemerintah harus melakukan perencanaan yang matang baik dari segi tata ruang sampai detail penetapan lokasi. Pemerintah Provinsi Lampung harus mengkomunikasikan ke forum koordinasi baik Vertikal maupun horizontal serta menyaring investor supaya hasilnya maksimal,'' ujarnya.

Terpisah, Kabag Humas Heriyansyah menambahkan dalam acara tersebut hadir Kepala Bappeda Taufik Hidayat, Kadis Perindustrian Tony L. Tobing, dan Kepala Bidang Industri Agro.

Lalu, Kepala SMTI Heri Purnomo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Fahrizal Darminto, Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Imam Haryono, Dirjen Industri Logam I Gusti Putu Suryawirawan dan Direktur Pengembangan Wilayah Industri II Busharmaidi. (hms/rls/ary)

Gusti Sukses Seret Cik Raden Tersangka

Posted: 23 Feb 2016 06:10 AM PST

radarlampung.co.id - Tak hanya memangkas rumput, namun mencabut sampai akar-akarnya. Ya, jajaran Polda Lampug menunjukkan ketegasan dalam kasus dugaan rekayasa penggerebekan City Spa.

Ditreskrimum Polda Lampung, ikut menyeret Kepala Satpol PP Kota Bandarlampung Cik Raden sebagai tersangka bersama tiga anakbuahnya, Gusti, Budi, dan Asrin. "iya benar kami sudah menetapkan tiga tersangka baru," ujar Kasubdit II AKBP Irwandi saat dihubungi radarlampung.co.id via ponselnya, Selasa (23/2) malam.

Langkah maju ini menurut dia, berdasarkan petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebutkan, siapa yang memerintahkan, terlibat, dan turut serta harus dijadikan tersangka.

Gusti pun sebelumnya pernah curhat kepada Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin saat ngantor di Lapangan Saburai, Kamis (18/2). Dia menyatakan mendapat perintah Cik Raden untuk membuat adegan mesum di City Spa.

Gusti mengaku tidak puas karena hanya dirinya yang berurusan dengan hukum, menyusul laporan terapis City Spa. Padahal, ia hanya menjalankan perintah Cik Raden.

Sayang, sampai berita diturunkan, Cik Raden belum berhasil dikonfirmasi. Namun, beberapa waktu lalu ia membantah semua tuduhan miring itu. "Mana mungkin lah saya menyuruh seperti itu. Gak masuk akal," tandasnya.  (mhz/ade)

Ayo Lurus, Jangan Belok, Ah, Bingung!

Posted: 23 Feb 2016 06:02 AM PST

radarlampung.co.id – Dinas Perhubungan Bandarlampung mulai menerapkan sosialisasi jalur dua Jln. Kartini yang dimulai dari ujung Jl. Teuku Umar eks Bioskop King, hari pertama, Selasa (23/2).

Pantauan radarlampung.co.id, dengan pemberlakukan rekayasa lalulintas ini, jalan memang menjadi lebih lega. Tepat di depan Tugu Juang  atau taman Jl. Kotaraja lima personel Dishub plus polisi lalulintas  membantu mengarahkan pengendara.

Memang, banyak pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat yang kebingungan karena belum mengetahui informasi perubahan lalu lintas tersebut.

Dengan perubahan ini, pengendara kendaraan bermotor yang biasanya menikung dari Jl. Teuku Umar ke arah Masjid Taqwa langsung terus ke Jalan Katamso atau Jl. Pangkal Pinang dan JL. Pemuda.

Jalan ini hanya berlaku untuk kendaraan pribadi. Sedangkan untuk angkutan kota tetap menikung di Jl. Kotaraja menuju Terminal atau Ramayana atau masuk ke Pasar Tengah.

Angkot yang menuju Pasar Tengah dapat melintasi Jalan Padang, Jalan Pangkal Pinang maupun Jalan Pemuda. Sedangkan yang dari Pasar Tengah berputar di depan Pos Polisi Bambu Kuning. Di ujung itu khusus perputaran angkot, roda dua dan mobil pribadi dilarang.

Dishub akan memberlakukan sosialisasi selama 3-4 hari ke depan sampai masyarakat benar-benar paham tentang jalur dua Kartini. (ary)


 

Bravo Pak Gub, Ayo Kejar Mimpimu!

Posted: 23 Feb 2016 05:38 AM PST

radarlampung.co.id - Setiap orang sah-sah saja punya mimpi besar, apalagi Gubernur M. Ridho Ficardo. Yup, orang nomor satu di Lampung itu punya keinginan membangun stadion olahraga berskala internasional.

Demi mewujudkan keinginannya itu, Ridho yang juga Ketua DPD Demokrat Lampung terbang ke Jakarta. Yang ia temui adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Seperti yang di-twit akun resmi Kementerian PUPR di @KemenPU, Ridho meminta dukungan dan bantuan kepada Basuki agar big dream ini dapat tercapai. Lokasinya pun sudah disiapkan, di kompleks Kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Harapannya, stadion itu dapat menyelenggarakan tak hanya even nasional, namun juga internasional. Sekaligus memancing tim sepak bola papan atas di negeri ini agar menjadikan Lampung sebagai "kandang" mereka. (rls/ade)

Sumpah, Nenek Ini Keren Banget!

Posted: 23 Feb 2016 05:20 AM PST

radarlampung.co.id - Mengaku cinta Lampung, tapi tak berbuat apa-apa? Nah, malulah pada Hj. Ida Mustika Zaini. Nenek kelahiran 1935 itu menghibahkan memorabilia miliknya ke UPTD Museum Lampung, Selasa (23/2).

Padahal, barang kenangan berupa siger pepadun dan sebatin, kain tapis, dan piala upakarti dari mantan Presiden Soeharto itu memiliki nilai sejarah yang amat tinggi. Namun dengan ikhlas ia menghibahkannya dengan harapan kebudayaan Lampung lestari.

Atas kepeduliannya itu, first lady Lampung Aprilani Yustin Ficardo menyerahkan piagam penghargaan sebagai bukti ia telah aktif berperan serta melestarikan kebudayaan sai bumi ruwa jurai. (rls/ade)

Kapolda "Ngantor" di Seputaran Ramayana

Posted: 23 Feb 2016 02:55 AM PST

radarlampung.co.id- Setelah berkantor di Lapangan Saburai, Enggal pada Kamis (18/2) lalu, Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ike Edwin kembali melanjutkan program "polisi ngantor di luar". Kali ini, Kapolda akan berkantor di seputaran Ramayana, Tanjungkarang Pusat pada Kamis (25/2).

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih membenarkan bahwa Kapolda Lampung kembali akan ngantor di luar.

"Kamis (25/2) waktunya pagi sampai selesai. Ini merupakan kesempatan masyarakat untuk menyampaikan permasalahan terkait dengan kinerja polisi," katanya, Selasa (23/2).

Untuk itu, Sulis, sapaan akrab Sulistyaningsih menghimbau kepada masyarakat agar datang ke posko di sekitar Ramayana. "Hal ini merupakan kegiatan rutinitas Kapolda Lampung yang dilaksanakan semingu sekali," ujarnya.

Masyarakat yang datang akan diberikan nomor antri untuk menghadap Kapolda Lampung di posko pengaduan itu.

"Masyarakat bisa mengadukan permasalahannya langsung kepada Kapolda. Jangan takut, untuk mengadu karena Kapolda langsung memberikan jawaban dan solusinya," ungkapnya.

Selain Kapolda Lampung, Brigjen Pol, Ike Edwin, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Waka Polda Lampung, Kombes Pol. Bonifasius Tampoi, Pejabat Utama, Penyidik yang menangani permasalahan. (mhz/adi)

Bubar Rapat Sulpakar Cemberut

Posted: 23 Feb 2016 02:12 AM PST

radarlampung.co.id – Wali Kota Bandarlampung Selasa (23/2) siang, mendadak  memanggil seluruh pejabat pemerintah kota yang di non-jobkan Pj. Wali Kota Sulpakar.

Tidak hanya itu, Sulpakar pun diundang langsung. Rapat dilakukan di Gedung Satu Atap, Pemkot Bandarlampung.

Pantauan radarlampung.co.id, pertemuan yang digagas Herman H.N itu dilakukan tertutup. Berlangsung tertutup kurang lebih dua jam. Diruangan itu Sulfakar pun betemu dengan pejabat-pejabat yang pernah dinon-jobkannya.

Saat rapat bubar, Sulpakar keluar dengan wajah cemberut. Melihat wartawan berkumpul Sulpakar berusaha tersenyum. ''Itu hanya rapat biasa. Silahturahmi-lah soal rolling kemarin,"  sambil senyum tipis. (nan/ary)

Yang Non-job Angin Segar, yang Nge-job Debar-debar

Posted: 23 Feb 2016 01:52 AM PST

radarlampung.co.id – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N mengatakan tidak menutup kemungkinan pejabat yang dinonjobkan Penjabat (Pj.) Wali Kota Bandarlampung Sulpakar kembali aktif.

Begitu juga dengan pejabat yang sudah menetap diposnya saat ini, bisa juga terlempar. Yang pasti, Herman masih menggodoknya. Dalam dua tiga hari kedepan rolling dilakukan. ''Lihat saja dua tiga hari ini,'' katanya, Selasa (23/2)

Diketahui, Sulfakar melakukan rolling besar-besaran jabatan struktural 52 pejabat eselon II, III, dan IV. Rinciannya pejabat eselon II sebanyak 16 orang, eselon III (22), dan eselon IV (14).

Ada beberapa pejabat yang non-job. Yaitu mantan Kepala Dinas Kesehatan dr. Amran, mantan Kepala Dinas Perhubungan Rifa'i, mantan Kepala Badan Pemberdayan Masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan (BPMPK) Zainul Bahri, serta mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Gatot. (nan/ary)

Tiga Hari Lagi Rolling, Herman H.N Undang Sulpakar

Posted: 23 Feb 2016 12:38 AM PST

radarlampung.co.id – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N tak perlu menunggu lama untuk memperkuat kabinetnya. Yang pasti dalam dua atau tiga hari kedepan, bakal ada rolling pejabat.

''Nggak ada  yang mesti nunggu sampai dua tahun. Lihat saja nanti, 2-3 hari ke depan kita lakukan roling,'' ujarnya usai  menggelar rapat internal dengan sejumlah  SKPD setempat di gedung Satu Atap, Pemkot Bandarlampung Selasa (23/2).

Dalam pertemuan tersebut, Herman turut mengundang mantan Pj Wali Kota Sulpakar dan sejumlah Kepala Dinas yang sempat dirolling saat Sulpakar menjabat seperti Kepala Disdik Suhendar Zubair. "Ya hanya rapat biasa. Silahturahmi saja itu,'' ujar Herman.

Sementara itu Sulpakar yang sempat diwawancarai sebelum rapat berlangsung hanya menebar senyum tipis dan sedikit berkomentar.  ''Itu hanya rapat biasa. Silahturahmi-lah,'' imbuhnya sambil senyum tipis. (nan/ary)