Rabu, 22 Juli 2015

Arus Balik Tembus 149 Ribu

Arus Balik Tembus 149 Ribu


Arus Balik Tembus 149 Ribu

Posted: 22 Jul 2015 01:35 AM PDT

BANDARLAMPUNG - Lonjakan arus balik terus terjadi di Terminal Induk Rajabasa, Bandarlampung. Lebih besar dibanding jumlah pemudik dari Pulau Jawa yang tiba di Lampung. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Perhubungan Pos Terminal Rajabasa, Selasa (21/7), arus balik mencatat angka 10.910 orang. Sementara pemudik yang tiba berjumlah 7.652 orang.

''Total sudah 149.535 orang untuk arus balik sejak H+1. Sementara yang berdatangan di Terminal Rajabasa 137.399 orang," ungkap Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Terminal Rajabasa Dinas Perhubungan Bandarlampung A. Zulkifly kemarin.

Menurutnya, arus balik paling banyak terjadi pada H+3, Senin (20/7). Hal ini disebabkan waktu masuk kerja rata-rata pada Selasa atau Rabu (21/7 atau 22/7). "Untuk hari ini (kemarin, Red) belum terlalu melonjak," paparnya. Dia memperkirakan puncak arus balik adalah H+5 Rabu atau H+6 Kamis.

Terpisah, Kepala Terminal Induk Rajabasa Antoni Maki merincikan, jumlah penumpang arus balik sebanyak 149.535 orang diangkut dengan 6.132 bus. Sedangkan, penumpang arus mudik 137.399 orang dibawa dengan 5.907 bus.


Diturunkan Paksa

Arus balik Idul Fitri 1436 Hijriah di Stasiun Kereta Api (KA) Tanjungkarang kemungkinan terus mengalir hingga H+10. Ini karena masa libur sekolah berakhir pada Minggu (26/7).

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) III.2 Tanjungkarang Muhaimin menyatakan, pihaknya telah memperkirakan. Karenanya, berbagai persiapan sudah dilakukan agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan.

Sehingga, bisa diprediksi selama arus mudik hingga balik H+4 kemarin, tidak terjadi masalah yang berarti. ''Alhamdulillah, hingga kini lancar. Setiap malam, kita selalu evaluasi. Kalau ada masalah dicarikan solusinya bersama-sama,'' ujarnya.

Rohman, salah satu pegawai Stasiun KA Tanjungkarang menambahkan, pelayanan kepada pemudik selalu diutamakan. ''Tidak boleh ada penumpang yang berdiri. Semua harus duduk. Meski kelas ekonomi, pemudik dilarang merokok. Ini demi kenyamanan. Kalau ada yang merokok, kami beri peringatan. Kalau masih membandel, terpaksa kami turunkan di stasiun terdekat,'' tandasnya.

Data yang diterima Radar Lampung kemarin, jumlah penumpang pada H+3 sebanyak 3.074 orang. Jumlah ini menurun dibanding penumpang H+2 sebanyak 3.196 orang. Kemudian pada H+4, berdasarkan data sementara, jumlah penumpang KA Rajabasa yang berangkat dari Stasiun KA Tanjungkarang sebanyak 623 orang. Sedangkan KA Seminung tujuan Kotabumi–Bandarlampung atau sebaliknya 903 penumpang.

Diketahui, kepadatan arus balik di Stasiun KA Tanjungkarang sudah terlihat sejak H+1 atau Sabtu (18/7). Tiket kelas ekonomi atau tiket KA Rajabasa ludes terjual. Namun, untuk KA Limex Sriwijaya kelas bisnis dan eksekutif masih tersedia.

Menurut Kepala Stasiun KA Tanjungkarang Ahmad Bayumi, puncak arus balik mengatakan pada H+2 atau Minggu (19/7). ''Ya, H+2 atau Minggu (19/7) puncak arus balik. Total penumpangnya 3.196,'' ungkapnya. (red/p5/c1/ade)

 

’’Terima Kasih Radar Lampung”

Posted: 22 Jul 2015 01:29 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Keberhasilan Mumuy Abdul Mukti menjadi juara pertama Akademi Sahur Indonesia (AkSI) Indosiar tak lantas membuatnya tinggi hati. Kemarin (21/7), Mumuy menyambangi Graha Pena Lampung. Dia didampingi Ketua Yayasan STIT-STMIK Pringsewu Fauzi. Kedatangan mereka disambut tim redaksi Radar Lampung.

    ''Kedatangan kami sekaligus dalam momentum Idul Fitri. Kami bersilaturahmi dengan rekan-rekan di Radar Lampung sekaligus melaporkan hasil dari perjuangan kemarin," ujarnya.

    Mumuy menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan sehingga dapat meraih prestasi seperti saat ini. Menurutnya, peran serta media sangat membantunya menjadi yang terbaik di kontes tausyiah tingkat nasional tersebut.

    ''Peran Radar Lampung sangat berarti buat saya. Masyarakat jadi kenal saya dan dapat mendukung saya. Alhamdulillah," ungkapnya.

    Dia bersyukur karena perjuangannya selama ini membuahkan hasil. Mengingat, perjalanannya ke ibu kota tidak mudah. Mulai menumpang truk pengangkut pisang hingga diberi tempat tinggal gratis lantaran belas kasihan orang.

    ''Saat di pesantren AkSI, saya diajarkan satu hal: Man Jadda Wa Jada. Yakni barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Berkat pertolongan Allah juga. Itu memang benar," katanya.

    Atas prestasinya, Mumuy berhasil mendapatkan umrah dan uang tunai senilai Rp100 juta.

    Senada, Fauzi menyampaikan terima kasihnya. Dia mengatakan, meski Mumuy telah memenangkan ajang tersebut, tidak berarti tugasnya selesai.

    ''Kami berharap Mumuy dapat berbuat lebih banyak dan bermanfaat. Terutama untuk agamanya," tutur dia.

    Fauzi melanjutkan, dengan prestasi Mumuy ini membuktikan jika pendidikan Islam di Lampung mendapat perhatian dan bahkan diakui hingga nasional.

    ''Semakin banyak perwakilan dari Lampung yang maju dalam kompetisi dakwah tingkat nasional. Tahun ini malah ada dua, dengan Nabila yang masuk lima besar," ungkapnya.

    Sementara, Manajer Pemasaran Radar Lampung Abdul Karim juga mengaku bersyukur dengan keberhasilan yang diraih Mumuy. Dia menjamin kalau Radar Lampung selalu siap mendukung.

    ''Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi semuanya," ujar dia.

    Sebelumnya, Mumuy dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan SMS 44,48 persen pada grand final AkSI, Kamis (16/7). Dia mengalahkan dua peserta AkSI lainnya, yaitu Ilal dari Garut (38, 43 persen) dan Nawawi dari Jakarta (17,09 persen). (yay/p5/c1/whk)

DPP Membangkang

Posted: 22 Jul 2015 01:29 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Sikap inkonsisten ditunjukkan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung dalam mencari pengembang baru untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep. Sebab, DPP sepertinya tetap memakai pengembang sebelumnya, yakni PT Prabu Artha. Padahal pada awal tahun lalu, tepatnya Rabu (7/1), Wali Kota Herman H.N. memberi sinyal pemutusan kontrak PT Prabu Artha. Bahkan, perusahaan ini diminta mengembalikan uang muka yang sudah disetorkan pedagang.

Pernyataan wali kota itu kembali ditegaskan Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam besoknya (8/1). Kala itu, ia menegaskan telah terjadi rapat pemutusan kontrak kerja sama oleh DPP. Dengan alasan, pembangunan Pasar Smep tidak ada kejelasan dan perkembangan berarti dari pengembang. Dan saat itu dinyatakan pemkot tengah mencari pengembang baru.

Kemudian pada Jumat (30/1), Kepala DPP Bandarlampung Khasrian Anwar kembali menyatakan ada pengembang baru yang akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep. Dia menginformasikan ada dua pengembang asal Jakarta yang melirik pasar yang pembangunanya sudah telantar bertahun-tahun tersebut.

Bahkan saat dihubungi kala itu, Khasrian sedang berada di Jakarta untuk melaksanakan tugas kantor di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagr) sekaligus melihat dua calon pengembang baru yang rencanaya akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Tidak sampai disitu, pada waktu yang sama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandarlampung Pola Pardede membenarkan Khasrian sedang melihat langsung dua calon pengembang yang telah memasukan profil ke Pemkot Bandarlampung untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Bahkan, saat itu Pola menegaskan PT Prabu Artha telah masuk daftar blacklist dari daftar kontraktor yang mengerjakan pembangunan di Bandarlampung.

Namun, pada Kamis (2/7) DPP belum juga menentukan siapa pengembang Pasar Smep. Padahal saat itu pengakuan Khasrian beberapa pengembang telah mengajukan diri untuk melanjutkan pembangunan tersebut, tapi sampai saat ini belum ada penandatangan kontrak.

Bahkan, diakuinya sudah ada empat pengembang yang datang kepadanya menawarkan diri untuk melanjutkan pembangunan. Dia pun mengungkapkan sepekan sebelum Lebaran pihaknya akan kembali berunding dan kemungkinan baru akan diputuskan pengembang yang baru dengan alasan pembangunan harus segera dilanjutkan pasca lebaran.

Alhasil, bukan pengembang baru yang ditawarkan DPP untuk melanjutkan Pasar Smep. Seolah pasrah, Khasrian mengatakan masih menunggu janji Fery Sulistyo alias Alay selaku Direktur PT Prabu Artha untuk menuntaskan pembangunan Pasar Smep dalam waktu dekat ini.

Khasrian pun masih malu-malu mengatakan, yang melanjutkan pembangunan Pasar Smep adalah PT Prabu Artha. Tapi saat ditanya Radar Lampung kemarin (21/7), Khasrian menyatakan ada donatur yang akan membantu Alay melanjutkan pembangunan.

"Memang rencananya, atas informasi yang saya dapat, 8 Agustus tahun ini mulai dikerjakan. Katanya ada donatur yang mau membantu Alay. Tapi saya juga nggak tahu, jangan ditulis dulu. Nggak enak juga nyampein janji-janji Alay terus tapi belum tentu ditepati," katanya.

Terkait Pasar Tugu, Khasrian membenarkan sebentar lagi Pasar Tugu yang telah rampung pembangunannya tersebut akan diisi pedagang.

"Besok (hari ini, Red) kami akan sampaikan surat pemberitahuan kepada paguyuban pedagang di Pasar Tugu untuk dapat digunakan basement los dan kios yang sudah jadi itu. Jadi kita inginkan di sepanjang jalan dan lorong TPS tidak ada lagi yang berjualan," katanya.

Pertemuan yang akan diberlangsungkan hari ini (22/7) dengan ketua paguyuban Pasar Tugu akan dimintai untuk melakukan pendataan ulang pedagang yang sudah memesan tempat dan yang belum. "Saya juga mau dengar apa ada kendala dari mereka," pungkasnya. (goy/p5/c1/whk)

Alay Pastikan Kembali Bangun Pasar Smep

Posted: 22 Jul 2015 01:28 AM PDT

INFORMASI pembangunan Pasar Smep kembali ditangani PT Prabu Artha dibenarkan Fery Sulistiyo alias Alay selaku direktur perusahaan tersebut. Dia menyatakan, pembangunan pasar yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat, itu akan dilakukan setelah pedagang di Pasar Tugu menempati bangunan pasar tersebut yang menurutnya sudah selesai dibangun.

''Pasar Tugu selesai, seluruh pedagang masuk dan TPS (tempat penampungan sementara (TPS) dibongkar. Saya akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep. Saya tidak bisa tulis tanggalnya. Intinya menunggu Pasar Tugu sudah digunakan pedagang," janjinya.

Menurutnya, ia kembali melanjutkan pembangunan Pasar Smep karena investor baru menyatakan tidak sanggup melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

"Beberapa investor baru sudah ditawarkan, tapi kan tidak ada yang mau. Jadi benar, akan kita ambil lagi, saya yang akan bangun," tandasnya.

Sementara untuk Pasar tugu, ia memastikan pada Jumat (31/7) pedagang sudah ada yang menempati kios dan los yang telah disediakan. Pada tanggal tersebut pihaknya sudah dapat memindahkan sebagian pedagang yang berada di kaki lima atau TPS ke tempat yang sudah dipesan pedagang.

"Pasar Tugu sudah selesai, pedagang sudah mau masuk. Sesuai usulan pedagang Lebaran lewat dua minggu akan pindah. Coba dilihat saja ke lokasi," imbuhnya.

Hasil pantauan Radar Lampung pada pasar yang terletak di Jl. Hayam Wuruk, Tanjungkarang Timur (TkT) itu ada 93 kios dengan menggunakan rolling door, dan ada 360 los yang akan digunakan penjual daging, ikan, ayam, sayuran, hingga los campuran.

Namun, masih terlihat pengerjaan dan ada yang belum terpasang rolling doorsekitar 20 kios. Meski demikian pekerja pemasang rolling door optimis satu pekan ke depan kios dan los sudah dapat digunakan.

Lodi (53), salah satu pekerja mengatakan, pihaknya tinggal menyelesakan beberapa kios untuk dipasang rolling door. "Pasti akan kelar dan sudah bisa digunakan. Ini juga kita melihat apakah saat hujan turun masih terjadi banjir. Ternyata sudah tidak lagi, karena sudah ada pompa penyedot airnya. Jadi sudah aman digunakan," katanya. (goy/p5/c1/whk)

Cabai Sumbang Rp1 Miliar

Posted: 22 Jul 2015 01:28 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Komoditas cabai merah berhasil menyumbangkan dana Rp1,048 miliar untuk pengembangan kawasan pertanian di Lampung. Dana dari Kementerian Pertanian (Kementan) itu dibagi dua untuk Lampung Tengah (Lamteng) dan Pesawaran. Masing-masing Rp524,314 juta.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Lampung Lana Rekyanti mengatakan, total pengembangan kawasan yang akan dilakukan seluas 110 ribu hektare (ha). Selain di Lamteng dan Pesawaran, juga akan dilakukan di Lampung Selatan dan Tanggamus.

''Untuk tahap awal, pengembangan dilakukan di dua kabupaten itu dahulu," ungkap Lana.

Selain pengembangan kawasan, kata dia, pemprov juga akan mengurangi impor komoditas cabai. Sebab sebagai kompensasi turunnya dana dari Kementan tersebut, pemprov harus meningkatkan hasil produksi pertaniannya tahun ini. Baik itu cabai merah, gabah kering giling, dan bawang merah.

"Target suplai ke nasional memang ditingkatkan," ujar Lana. Sebelumnya, Lampung hanya mampu menyumbang 560 ribu ton komoditas pertanian. Dengan bantuan pengembangan kawasan ini, Lana berharap dapat meningkat setidaknya 30 hingga 50 persen.

Produksi cabai merah segar di Lampung sempat menurun pada 2013 sebanyak 350.230 ton atau 16,98 persen bila dibandingkan 2012. Penurunan disebabkan produktivitas turun sebesar 1,11 ton per ha (14,80 persen) dan penurunan luas panen 140 ha (2,48 persen) dibandingkan 2012.

Selain cabai merah, produksi cabai rawit segar pada 2013 sebesar 130.340 ton atau turun 6,77 persen dibandingkan 2012. Ini disebabkan turunnya produktivitas sebesar 0,91 ton per ha (14,80 persen). Meskipun, luas panen naik 218 ton per ha dibandingkan tahun sebelumnya.

Lana menambahkan, tahun ini Pemprov Lampung juga mendapat anggaran untuk pengembangan peningkatan hasil produksi bawang merah. Meskipun, bawang merah bukan komoditas unggulan provinsi ini.

Namun sejak 2013, luas lahan penanaman bawang merah meluas. Dari 2013 seluas 30 ribu ha, 2014 (35 ribu ha), dan 2015 (37 ribu ha). (eka/p5/c1/dna)

Awas, Diare Mengancam!

Posted: 22 Jul 2015 01:07 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Cuaca dan pola makan yang berubah serta kondisi tubuh yang kelelahan di hari raya Idul Fitri membuat beberapa warga Bandarlampung terserang penyakit. Salah satunya diare. Buktinya, dari penelusuran Radar Lampung, penyakit yang juga dikenal dengan sebutan gastroenteritis (GE) ini mulai menyerang warga. Bahkan, rata-rata yang diserang masih terbilang balita (di bawah lima tahun).

Seperti di ruang Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). Terdapat beberapa balita yang harus menjalani rawat inap di ruangan tersebut karena terserang diare.

Di antaranya Saputri Dewi. Bayi berusia 1 tahun 8 bulan ini bahkan sejak Sabtu (18/7) harus terbaring di ruang yang dikhususkan anak-anak tersebut.

''Ya, sejak Sabtu saya bawa ke sini karena badannya panas dan kejang-kejang. Saya juga takut," ujar Lilis, ibu Saputri Dewi.

Menurut dia, sudah dua kali Putri mengalami kejang yang dibarengi dengan diare. "Kemarin saja ganti popok sampai 4 kali dalam sehari. Satu popok saja sudah nggak tahu berapa kali BAB. Padahal sejak Sabtu, dia nggak mau makan," katanya seraya menggendong Saputri Dewi yang terlihat lemas dan selalu menangis.

Lilis mengaku tidak tahu mengapa anaknya terkena diare. "Apa mungkin salah makan, saya juga kurang tahu. Dia kan masih minum ASI, roti juga sedikit-sedikit saya kasihnya," tandasnya.

Lain hal dengan Risky Pratama, bayi berusia enam bulan yang juga dirawat inap di Ruang Alamanda ini juga mengalami diare sejak Sabtu. "Sejak Sabtu sudah mencret. Sabtu malam saya bawa ke sini. Semoga sudah mulai baikan," harapnya.

    Sementara, beberapa balita yang terserang diare juga ada yang menjalani rawat jalan. Salah satunya adalah Muhammad Faiq Nurrayen Kusumah. Bocah berusia 3 tahun 9 bulan ini tidak hanya mengalami mencret, tetapi juga muntah.

    "Tadi malam saja sampai tiga kali muntah dan mencret. Siang ini (kemarin, Red) sudah dua kali muntah lagi," ujar Yenni Puspa Sari, ibu Faiq –sapaan akrab Muhammad Faiq Nurrayen Kusumah-.

    Yenni menduga anaknya terserang diare lantaran salah makan. "Lebaran makannya macam-macam, bahkan minumnya minuman yang bersoda. Mungkin itu penyebabnya," kata ibu dua anak ini.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Bandarlampung dr. Nunung Fismalias mengatakan, jika berkaca pada tahun lalu, memang pasca Lebaran penderita diare cenderung meningkat.

Menurut dia, hal ini disebabkan pola makan masyarakat itu sendiri saat Lebaran. "Tapi untuk kesediaan Oralit kami punya stok banyak di setiap puskesmas. Jadi masyarakat jangan khawatir, jika merasa sudah gejala, segera ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk langsung cepat minum cairan pengganti setelah merasa diare. "Intinya kalau sudah buang air lebih dari lima kali langsung cari cairan pengganti seperti Oralit sebagai antisipasi," imbaunya. (goy/p5/c1/whk)

Menuju Accrual Basic, Akuntan Masih Minim

Posted: 22 Jul 2015 01:07 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Laporan keuangan pemerintah daerah harus menggunakan sistem accrual basic mulai tahun ini. Sistem berbasis akrual itu adalah penyandingan pendapatan dan biaya pada periode di saat terjadinya. Bukan pencatatan saat pendapatan tersebut diterima ataupun biaya itu dibayarkan atau cash basic.

Keharusan ini berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2009. Sistem tersebut lebih rumit. Karena ada tujuh laporan keuangan yang harus disajikan. Sebelumnya, hanya empat laporan.

Kota Semarang, Jawa Tengah, yang telah menerapkan sistem ini sejak 2001 saja baru dua kali meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk laporan keuangannya.

Karena itulah, sistem ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang baru saja mendapatkan predikat WTP untuk laporan hasil pemeriksaan (LHP) laporan keuangan 2014. Sebelumnya, Pemprov Lampung mendapatkan predikat wajar dengan pengecualian (WDP).

    Meski sistem berubah, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengaku siap. Namun faktanya, pemprov sebenarnya minim tenaga akuntan. Seharusnya, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memilikinya, Namun dari 50 SKPD, hanya 30 persen yang sudah memiliki tenaga akuntan.

    Minimal di setiap SKPD terdapat satu akuntan yang bertanggung jawab memegang laporan keuangan. Meskipun idealnya, dua hingga tiga orang. "Kalau Biro Keuangan saya rasa sudah cukup banyak tenaga akuntannya. Tugas mereka juga melatih tenaga-tenaga yang di SKPD," kata Ridho.

    Dia pun telah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk melakukan rekapitulasi tenaga akuntan di pemprov dan SKPD. Tenaga akuntan yang dibutuhkan cukup berpendidikan diploma.

    Menurut dia, pemprov sudah mempersiapkan perubahan sistem ini sejak lama. "Kami pun memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Yakin tetap bisa mempertahankan predikat WTP untuk laporan keuangan di tahun-tahun mendatang serta lebih baik dalam penataan keuangan," tegasnya.

    Ia mengatakan, kesulitan yang dihadapi daerah lain tidak dapat dijadikan ukuran untuk Lampung. "Beda daerah, beda kondisi. Kami sudah persiapkan ini sejak tahun lalu, bimtek-bimtek sudah dilakukan. Saya yakin satuan kerja sudah cukup siap," ujarnya.

Diketahui, Pemprov Lampung telah menggelar pelatihan sistem accrual basic yang dibagi dalam beberapa angkatan. Terutama untuk SKPD yang memiliki anggaran besar dan dilatih langsung oleh pemateri dari Pusdiklat BPK RI, Kementerian Dalam Negeri, dan BPKP. (eka/c1/dna)

 

Honor 225 TKSK Kemensos Ditambah

Posted: 22 Jul 2015 01:06 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Saat ini ada 225 tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK) binaan Kementerian Sosial (Kemensos) yang ada di Lampung. Mengingat tanggung jawab mereka nantinya lebih besar, maka akan ada pengajuan penambahan honor di APBD perubahan 2015.

Meski demikian, Kepala Dinas Sosial Lampung Satria Alam belum berani merinci tambahan yang dianggarkan untuk ke-225 petugas TKSK tersebut. ''Masih dalam bahasan. Sudah diajukan," kata dia di ruang kerjanya belum lama ini.

Selama ini, petugas TKSK mendapatkan honor sebesar Rp500 ribu per bulannya melalui APBN. Jumlah tersebut dirasa masih kurang cukup. Pasalnya, mulai Oktober mendatang, pendataan Program Simpanan Keluarga Sejahtera tidak lagi menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Itu dikarenakan penambahan jumlah masyarakat miskin selalu statis dan tidak bisa diukur dengan jangka waktu terlalu lama. "Untuk itu, agar memang benar-benar lebih tepat sasaran, maka mulai Oktober, pendataan langsung dilakukan oleh petugas PSKS," jelasnya.

TKSK berkewajiban meng-update Orang Miskin Baru (OMB) setiap tiga bulan.  "Nanti yang didata tidak hanya masyarakat miskin, tapi gelandangan, pengemis, cacat tuna netra dan sebagainya. Semuanya masuk" kata dia.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Lampung Pattimura Danial mengingatkan, yang terpenting dalam pendataan ini adalah pengawasan melekat.

"Justru jika Pemerintah yang melakukan, hal ini sangat butuh pengawasan yang ketat. Dimana harus ada syarat tertentu yang ditetapkan kriteria masyarakat miskin itu.  Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan, ini saudara saya dan sebagainya," terusnya.

Untuk itu, dia mengingatkan kepada Dinas Sosial agar benar-benar mengoordinasi dan memantau pendataan ini sedetail mungkin.  (abd/c1/dna)

Hari Ini, Upacara Bakti Adhyaksa Ke-55

Posted: 22 Jul 2015 01:05 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akan menggelar upacara peringatan Hari Bakti Adhyaksa Ke-55 hari ini (22/7) pukul 08.00 WIB. Upacara di lapangan Kejati Lampung itu merupakan puncak rangkaian Hari Bakti Adhyaksa.

    Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Lampung Yadi Rachmat mengatakan bahwa puncak peringatan Hari Bakti Adhyaksa Ke-55 dilakukan hari ini. ''Digelar upacara peringatan. Bertindak selaku inspektur upacaranya Bapak Kajati langsung,'' katanya.

    Yadi menambahkan, upacara peringatan ini merupakan puncak rangkaian acara mulai dari Pekan Olahraga (POR) hingga bakti sosial donor darah. ''Pembukaan POR beberapa waktu lalu dilakukan langsung Bapak Kajati. Kemudian pertandingan olahraga antar Kejati Lampung, Kejari Bandarlampung, dan Cabjari Panjang," kata Yadi.

     Tidak hanya itu. Yadi menyatakan jalan sehat, donor darah, dan pemberian santunan kepada beberapa panti asuhan di Bandarlampung maupun santunan kepada staf yang memang perlu bantuan sudah dilakukan. ''Puncaknya ya besok, 22 Juli 2015 digelar upacara Hari Bakti Adhyaksa Ke-55," ungkapnya. (red/c1/adi)

 

Ditjen Pemasyarakatan Penentu Remisi

Posted: 22 Jul 2015 01:03 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 2.517 narapidana (napi) dan tahanan Lampung yang mendapat remisi pada Idul Fitri 1436 Hijriah merupakan keputusan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan. Hal ini mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2006 dan PP No. 99/2012.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung Dardiansyah mengatakan bahwa keputusan remisi bagi napi dan tahanan ditentukan oleh Ditjen Pemasyarakatan.

    ''Kami hanya mengusulkan. Ditjen Pemasyarakatan yang memutuskan,'' katanya.

    Sementara dasar pertimbangan remisi, kata Dardiansyah, mengacu pada PP No. 28/2006 dan PP No. 99/2012.

    ''Tidak semua mendapat remisi. Ada ketentuan yang berlaku secara umum. Napi harus sudah menjalani 1/3 masa tahanan. Kalau belum menjalani tidak masuk dalam usulan remisi. Syarat dan ketentuannya juga ada,'' ujarnya.

    Dardiansyah juga berpesan kepada seluruh napi yang mendapat remisi khusus I atau remis khusus II yang langsung bebas agar tidak mengulangi kembali perbuatannya.

    ''Yang bebas jangan sampai masuk lagi. Jadikanlah pelajaran. Kembalilah ke kehidupan baru di masyarakat,'' ungkapnya.

     Sekadar diketahui, dari 16 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Lampung, 2.517 napi mendapat remisi khusus I. Yakni pengurangan masa tahanan dari 15 hari hingga 2 bulan. Sementara 17 napi mendapat remisi khusus II dengan langsung bebas. (red/c1/adi)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar