Kamis, 23 Juli 2015

Klaim Kehadiran PNS Capai 99 Persen

Klaim Kehadiran PNS Capai 99 Persen


Klaim Kehadiran PNS Capai 99 Persen

Posted: 22 Jul 2015 10:37 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Kemarin (22/7) adalah hari pertama pegawai negeri sipil (PNS) masuk kerja. Termasuk PNS di Pemkot Bandarlampung. Untuk mengetahui tingkat kedisiplinan jajarannya, Wali Kota Herman H.N. kemarin berkeliling ke setiap intansi yang ada di kompleks perkantoran pemkot.

Rata-rata di ruangan yang didatanginya, ada beberapa PNS yang tidak hadir. Yakni berkisar 1 hingga 3 orang.

Terkait kondisi itu, Herman H.N. mengaku masih memakluminya. Sebab, sebagian besar yang tak hadir masih memanfaatkan jatah cuti yang dimiliki.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, mantan Kadispenda Lampung ini kali pertama menyambangi kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Dilanjutkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bagian Perekonomian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bagian Hukum, Bagian Pemerintahan, dan bagian-bagian lainnya.

Selain sidak, di sana Herman H.N. bersilaturahmi seraya menanyakan jumlah pegawai dan yang tidak masuk saat itu. Dia sempat berpesan kepada pegawai yang hadir untuk menyampaikan kepada pegawai yang tidak masuk dengan alasan sakit untuk segera berobat.

Herman juga menyarankan kepada pegawainya untuk tetap bekerja dengan baik. ''Ini bukan sidak saja, tetapi sekalian silaturahmi. Hasilnya sudah bagus, 99 persen hadir. Yang tidak masuk, masih wajar lah. Kan hanya satu, dua, tiga pegawai. Itu juga sedang cuti, sakit, dan dalam perjalanan mudik," katanya.

Ketika berada di Gedung Pelayanan Satu Atap, Herman H.N. juga sempat mengunjungi poliklinik yang tersedia di gedung tersebut untuk mengetahui apakah poliklinik itu sudah beroperasi. Bahkan di ruang poliklinik, ia sempat minta diukur tekanan darahnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandarlampung M. Umar mengatakan, pegawai yang tidak masuk akan ditindaklanjuti oleh kepala SKPD-nya masing-masing, kemudian diserahkan ke BKD dan Inspektorat untuk ditindak lanjuti.

"Tetap nanti kita lihat kenapa tidak masuk," singkatnya.

Senada disampaikan Inspektur Bandarlampung Rahman Mustafa. Dia mengatakan, kepala SKPD masing-masing instansi akan melakukan pembenahan ke depannya. Namun, ia menyatakan kondisi kemarin sudah terlihat cukup baik tingkat kedisiplinan PNS pemkot.

''Sebagian besar satu hingga dua orang yang tak hadir di setiap SKPD.  Memang sedang dalam kondisi cuti, sakit, dan dalam perjalanan ke kantor. Ini masih manusiawi jika masih ada yang terlambat karena macet," ucapnya. (goy/p3/c1/whk)

Wali Kota Ditelikung

Posted: 22 Jul 2015 10:31 PM PDT

Soal Pembangunan Pasar Smep Kembali Ditangani PT Prabu Artha
BANDARLAMPUNG – Langkah Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung yang memberi sinyal akan memakai lagi PT Prabu Artha untuk membangun Pasar Smep ternyata belum diketahui Wali Kota Herman H.N. Hal itu dikatakan Herman kepada Radar Lampung usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Gedung Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung kemarin (22/7).

''Saya nggak tahu kalau Alay (Ferry Sulistyo, direktur PT Prabu Artha, Red) lagi. Yang jelas, pembangunan Pasar Smep harus dilanjutkan," ujarnya.

Sebab, kata dia, pedagang di pasar itu sudah menunggu lama terkait kejelasan nasib pembangunan pasar yang sudah mandek bertahun-tahun tersebut.

Senada disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandarlampung Pola Pardede. Dia juga mengaku belum mengetahui jika DPP bakal kembali memilih PT Prabu Artha untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

"Saya belum dapat informasinya dari DPP," katanya di ruang kerjanya kemarin.

    Pola pun enggan menanggapi langkah yang diambil DPP. Dia tak ingin gegabah mengambil kebijakan, sebab menurutnya setiap teknis di lapangan merupakan kewenangan DPP.

    "Mereka (DPP) juga pasti ada alasan sendiri, coba langsung ke sana saja," sarannya.

Sementara, pedagang di Pasar Smep sepertinya tidak terlalu ambil pusing mengenai siapa pengembang yang akan melanjutkan pembangunan. Sebab, yang mereka inginkan hanya bisa segera berjualan dengan nyaman dan aman.

"Itu mah biar pemerintah saja yang urus, kami cuma makan saja di sini. Yang penting cepat selesai, biar pembeli juga nyaman belanja di sini," kata Sutinah (61), salah satu pedagang sayur di Pasar Smep.

Asep (45), pedagang sembako lainnya juga memiliki harapan yang sama. "Kami kan sudah bayar. Kalau mau dilanjutkan, ya baguslah. Tapi kalau memang tidak. dipulangkan sajalah uang kami," tukasnya.

Diketahui, sikap membangkang ditunjukkan DPP Bandarlampung dalam mencari pengembang baru untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Sebab, DPP sepertinya tetap memakai pengembang sebelumnya, yakni PT Prabu Artha. Padahal pada awal tahun lalu, tepatnya Rabu (7/1), Wali Kota Herman H.N. memberi sinyal pemutusan kontrak PT Prabu Artha. Bahkan, perusahaan ini diminta mengembalikan uang muka yang sudah disetorkan pedagang.

Pernyataan wali kota itu kembali ditegaskan Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam besoknya (8/1). Kala itu, ia menegaskan telah terjadi rapat pemutusan kontrak kerja sama oleh DPP. Dengan alasan, pembangunan Pasar Smep tidak ada kejelasan dan perkembangan berarti dari pengembang. Dan saat itu dinyatakan pemkot tengah mencari pengembang baru.

Kemudian pada Jumat (30/1), Kepala DPP Bandarlampung Khasrian Anwar kembali menyatakan ada pengembang baru yang akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep. Dia menginformasikan ada dua pengembang asal Jakarta yang melirik pasar yang pembangunanya sudah telantar bertahun-tahun tersebut.

Bahkan saat dihubungi kala itu, Khasrian sedang berada di Jakarta untuk melaksanakan tugas kantor di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sekaligus melihat dua calon pengembang baru yang rencanaya akan melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Tidak sampai disitu, pada waktu yang sama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandarlampung Pola Pardede membenarkan Khasrian sedang melihat langsung dua calon pengembang yang telah memasukan profil ke Pemkot Bandarlampung untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Bahkan, saat itu Pola menegaskan PT Prabu Artha telah masuk daftar blacklist dari daftar kontraktor yang mengerjakan pembangunan di Bandarlampung.

Namun, pada Kamis (2/7) DPP belum juga menentukan siapa pengembang Pasar Smep. Padahal saat itu pengakuan Khasrian beberapa pengembang telah mengajukan diri untuk melanjutkan pembangunan tersebut, tapi sampai saat ini belum ada penandatangan kontrak.

Bahkan, diakuinya sudah ada empat pengembang yang datang kepadanya menawarkan diri untuk melanjutkan pembangunan. Dia pun mengungkapkan sepekan sebelum Lebaran pihaknya akan kembali berunding dan kemungkinan baru akan diputuskan pengembang yang baru dengan alasan pembangunan harus segera dilanjutkan pasca lebaran.

Alhasil, bukan pengembang baru yang ditawarkan DPP untuk melanjutkan Pasar Smep. Seolah pasrah, Khasrian mengatakan masih menunggu janji Fery Sulistyo alias Alay selaku Direktur PT Prabu Artha untuk menuntaskan pembangunan Pasar Smep dalam waktu dekat ini.

Khasrian pun masih malu-malu mengatakan, yang melanjutkan pembangunan Pasar Smep adalah PT Prabu Artha. Tapi saat ditanya Radar Lampung, Selasa (21/7), Khasrian menyatakan ada donatur yang akan membantu Alay melanjutkan pembangunan.

''Memang rencananya, atas informasi yang saya dapat, 8 Agustus tahun ini mulai dikerjakan. Katanya ada donatur yang mau membantu Alay. Tetapi saya juga nggak tahu. Jangan ditulis dulu. Nggak enak juga nyampein janji-janji Alay terus, tetapi belum tentu ditepati," katanya. (yay/goy/p3/c1/whk)

OTD Haji Rp19,64 M

Posted: 22 Jul 2015 10:31 PM PDT

Pemprov Subsidi Rp2,7 Juta per Orang
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung pernah menyatakan tidak akan mengalokasikan bantuan transportasi untuk calon jamaah haji (CJH) asal Lampung karena keterbatasan anggaran. Namun belakangan, kebijakan itu berubah.

    Data yang diterima Radar Lampung, ongkos transit daerah (OTD) jasa transportasi bus dan kontainer CJH dialokasikan Rp1,01 miliar. Sedangkan OTD jasa transportasi udara jamaah haji dianggarkan Rp18,634 miliar. Sehingga, total anggaran Rp19,64 miliar untuk 5.026 CJH.

    Berdasarkan website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pengadaan kedua OTD ini tengah dalam proses pengumuman pascakualifikasi. Untuk OTD jasa transportasi bus dan kontainer hanya dua perusahaan yang mengikuti lelang. Sementara OTD jasa transportasi udara sebanyak empat perusahaan. Pada 31 Juli ini dijadwalkan penetapan pemenang diumumkan dan 5 Agustus dilakukan penandatangan kontrak.

    Menurut Kepala Biro Bina Mental Lampung, Ratna Dewi, proses tender memang tengah berjalan. Dia mengharapkan tidak terjadi keterlambatan jadwal dari yang telah ditentukan mengingat pelaksanaan ibadah haji pada Agustus mendatang sudah mulai dilaksanakan.

Ia menjelaskan, Pemprov Lampung memberikan subsidi kepada CJH sebesar Rp2,7 juta per orang dari total OTD Rp4 juta. Sisanya, yaitu Rp1,3 juta, akan dibayarkan oleh pemkab/pemkot asal masing-masing CJH.

''OTD ini untuk biaya transit jamaah haji dari Bandara Radin Inten II ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Lalu sebaliknya, dari Halim Perdanakusuma ke Bandara Radin Inten II," terangnya, kemarin.

Sekadar perbandingan, tahun lalu besarnya OTD ditetapkan Rp3,628 juta. Dari jumlah itu, Pemprov Lampung memberikan subsidi Rp1,39 juta. Sementara, Pemerintah Kabupaten/kota juga memberikan subsidi Rp750 ribu. Sisanya sebesar Rp1,488 juta dibayar oleh CJH. (eka/c1/ade)

Diskes Imbau Waspada Diare

Posted: 22 Jul 2015 10:30 PM PDT

Bulan Ini, Puskesmas Kedaton Tangani 110 Pasien
BANDARLAMPUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Bandarlampung membenarkan dalam beberapa hari terakhir diare menyerang warga. Karenanya, Kepala Diskes Bandarlampung dr. Amran mengimbau warga untuk waspada. ''Pasca-Idul Fitri ini memang paling sering kasus diare terjadi," ujarnya kemarin (22/7).

    Amran menjelaskan, peralihan dari kondisi berpuasa menjadi normal memang sedikit mengganggu pencernaan. Terlebih dengan sajian menu Lebaran yang banyak mengandung minyak, santan, dan daging. Ditambah lagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

    ''Pencernaan kita terkadang belum siap lantaran kondisi peralihan itu, makanya penyakit diare sering menyerang," katanya.

    Belum lagi dengan kondisi cuaca yang sering berubah, membuat daya tahan tubuh menurun. Faktor kebersihan juga menjadi salah satu penyebab terjadinya diare.

    "Perhatikan makanan dan juga kebersihan, khususnya untuk anak-anak karena daya tahan tubuh mereka masih lemah," imbaunya.

Sementara, pemerhati Kesehatan dr. Boy Zaghlul Zaini mengingatkan kepada warga agar jangan sampai mengalami dehidrasi ketika sudah mengalami gejala diare.

    "Terutama anak-anak. Karena itu adalah pencegahan yang paling utama yang harus dilakukan. Jadi, untuk mengatasinya dengan mengganti cairan yang keluar bisa dengan air biasa, teh maupun larutan oralit," ingatnya.

    Selain itu, warga juga diimbau untuk menyediakan stok obat diare. "Tapi jika ingin dikonsumsi, diimbangi obat sakit mag. Agar tidak kembung ketika mengonsumsi obat diare. Karena kalau minum obat diare pasti akan kembung. Nah, untuk kombinasinya bisa menggunakan obat mag. Obat-obat tersebut tidak masalah didapatkan dari obat warung," terangnya.

    Namun, jika diare masih berlanjut dan bisa mencapai 5-10 kali buang air besar, harus cepat ke pusat kesehatan terdekat yang dapat membantu memberikan penanganan kesehatan yang lebih maksimal dan memadai.

    Karena kemungkinan telah terjadi dehidrasi yang disebabkan  macam-macam bakteri. Baik dari kuman, virus, ataupun penyebab lainnya dari makanan ekstrim pedas, atau asam yang dapat mengganggu usus.

    "Jadi pola makanan juga harus dijaga. Jangan asal semua makanan yang tersedia dimakan. Harus hati-hati, harus membiasakan dengan sedikit-sedikit. Apalagi makanan yang tidak biasa dimakan," imbaunya.

    Untuk diare yang terjadi pada anak-anak maupun balita, orang tua harus meningkatkan pengawasan apa yang dikonsumsi oleh anaknya tersebut.

    "Jadi orang tua harus tahu anaknya makan apa. Apalagi makanan yang belum pernah dimakan, harus diawasi. Apalagi ibu yang masih menyusui harus hati-hati dan bisa memilih makanan yang baik, karena apa yang dimakan untuk berdua, sang ibu dan anak yang sedang diberikannya ASI," jelasnya.

    Dia juga menyarankan, untuk anak yang terkena diare dan masih minum susu, untuk tidak diberikan susu formula. "ASI masih dapat digunakan, tapi tidak susu formula! Nah, kalaupun tetap mau memberi susu, gunakan susu yang rendah laktosa atau diganti dengan teh manis agar tidak menambah rasa mual pada anak," pungkasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Rawat Inap Kedaton dr. Marisa Anggraini, mengatakan, terjadi peningkatan bagi pasien diare yang berobat di puskesmasnya.

Dia menjelaskan, pada Juni, ada 115 pasien dewasa maupun anak-anak yang berobat, dan untuk data pada Juli hingga kemarin (22/7) ada 110 pasien yang sudah berobat.

"Kalau pasien dewasa penyebabnya karena faktor makanan dan kebersihan lingkungan. Tetapi untuk balita yang rentan terkena di usia 8 bulan sampai 2 tahun karena sudah aktif, dan terkadang suka memasukkan sesuatu ke mulutnya. Itu juga bisa jadi sumber diare," paparnya.

Sementara, lanjut dia, untuk balita yang terkena diare biasanya karena faktor kebersihan. Seperti pemberian susu formula melalui botol susu yang kurang higienis, dan kebersihan lingkungan sekitar juga dapat menyebabkan diare pada anak.

"Sebagian besar diare pada anak-anak biasanya berasal dari virus, yang bernama rotavirus. Jika BAB-nya bercampur darah, berarti sudah terkontaminasi bakteri, inilah yang disebut disentri," ungkapnya.

Dia melanjutkan, selama terserang diare, yang harus dijaga adalah jangan sampai terjadi dehidrasi. "Pastinya, cuci tangan itu yang penting. Walaupun sepele, tapi sangat berpengaruh. Sebelum makan, keluar dari kamar kecil, setelah memegang binatang peliharaan, harus cuci tangan!" ingatnya. (yay/goy/cw8/p3/c1/whk)

Pagi Disidak, Siang Pulang

Posted: 22 Jul 2015 10:15 PM PDT

BANDARLAMPUNG - Kemarin merupakan hari pertama bekerja setelah cuti bersama hari raya Idul Fitri. Seperti biasa, rutinitas dimulai dengan inspeksi mendadak untuk memeriksa kehadiran pegawai. Seperti dilakukan tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Pemerintah Provinsi Lampung. Tim yang dibagi menjadi empat kelompok dan dipimpin masing-masing asisten ini sidak ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) secara acak.

Asisten Bidang Pemerintahan Tauhidi ke sejumlah SKPD di lingkungan kantor Pemprov Lampung. Diawali di Biro Umum, kehadiran PNS hampir 96 persen dari jumlah pegawai 80 orang. Selanjutnya ke Biro Administrasi Pembangunan dan Biro Hukum yang mencapai 97 persen.

Lalu di Biro Mental dengan 98 persen dari total 55 pegawai; Biro Bina Sosial (97 persen dari 48 orang); Biro Perlengkapan (96 persen dari 80); dan beberapa kantor lain dengan tingkat kehadiran 98 persen.

Tauhidi mengatakan melalui sidak ini pegawai diingatkan bahwa semuanya sudah harus fokus pada pelaksanaan tugas-tugasnya. "Hasil dari sidak ini akan dilaporkan kepada Gubernur (M. Ridho Ficardo)," katanya.

Hasil serupa terjadi dengan tim lain. Mereka mengklaim rata-rata kehadiran pegawai mencapai 98 persen. "Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang jumlah pegawainya 600 orang, kehadirannya mencapai 96 persen," kata Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Adeham.

Tim yang dipimpinnya mendatangi kantor Badan Diklat, Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, dan Dispenda. Dengan tingkat kehadiran yang tinggi ini, tim menilai kesadaran pegawai sudah cukup tinggi akan tanggung jawabnya.

Namun demikian, pegawai pemprov rata-rata disiplin di awal waktu. Sebab, mendekati pukul 11.00 WIB, kebanyakan mulai beringsut pulang. Didominasi pegawai perempuan, satu per satu menenteng tasnya meninggalkan halaman kantor. Padahal, jam kerja harusnya sampai pukul 15.30.

Halaman parkir Pemprov Lampung pun tak seperti hari kerja biasanya yang dipadati kendaraan. Kemarin terlihat lebih sepi. Sebab, ada beberapa pegawai tak masuk kantor karena belum pulang dari kampung halamannya. Termasuk Gubernur M. Ridho Ficardo yang belum aktif bekerja karena tengah berada di luar kota untuk urusan partai. (eka/c1/ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar