Sabtu, 11 Juli 2015

Gawat, Stok Air PDAM Menurun!

Gawat, Stok Air PDAM Menurun!


Gawat, Stok Air PDAM Menurun!

Posted: 10 Jul 2015 09:45 PM PDT

Wali Kota Larang Bakar Sampah
BANDARLAMPUNG – Warga Bandarlampung sepertinya memang harus menghemat air, khususnya dalam beberapa bulan ke depan. Sebab, imbas kemarau saat ini bukan hanya menyebabkan sebagian warga kesulitan mendapatkan air, tetapi juga berdampak pada stok air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau.

Manajer Humas dan Hukum PDAM Way Rilau, Rozi Amri, mengatakan, kapasitas air yang dimiliki PDAM memang masih dalam taraf cukup, yakni 560 liter per detik. Namun saat ini telah terjadi penurunan pada salah satu sumber utama air PDAM. Yakni mata air di Umbul Kunci, Telukbetung Barat.

''Ya, saat ini telah terjadi penurunan debit air sebesar 5-7 persen pada sumber-sumber air PDAM. Seperti air permukaan, sumur bor, dan mata air pegunungan. Salah satunya terjadi di mata air Umbul Kunci," bebernya.

Menurutnya, penurunan debit air di sumber-sumber air PDAM bisa terus terjadi, terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung memprediksi kemarau bakal terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Namun, terus dia, ia memastikan untuk kondisi saat ini, PDAM masih bisa memenuhi kebutuhan air warga Bandarlampung. Karenanya, ia menawarkan kepada warga yang membutuhkan air bersih untuk menghubungi instansinya.

Khusus pelanggan, bisa dengan membawa bukti rekening terakhir ke kantor PDAM. "Itu untuk 5-6 rumah. Kalau bukan pelanggan, mesti buat surat melalui RT dan minimal diketahui lurah untuk diajukan ke PDAM," jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Herman H.N. melarang warganya membakar sampah di sembarang tempat lantaran bisa memicu timbulnya kebakaran.

''Kota kita lagi panas begini, jadi jangan bakar sembarangan! Mudah-mudahan kota kita tetap aman dan tenteram," harapnya.

Mantan Kadispenda Lampung ini juga meminta kepada warganya untuk segera melapor jika wilayahnya kesulitan air agar segera dikirim oleh satuan kerja terkait. "Sudah banyak, yang masih kering kita kasih air. Kalau wartawan tahu yang kering, tolong lapor kepada kami, pasti kami kasih air," janjinya.

Sementara, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Tanggap Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung Wisnu mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaannya di musim kemarau ini. Terutama terhadap ancaman bahaya kebakaran.

"Kami juga bisa memberikan bantuan air bersih. Jadi, jika warga butuh air, silakan hubungi kami," katanya.

Diketahui, perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung terkait beberapa daerah di provinsi ini akan mengalami kekeringan mendekati kenyataan.

Buktinya, kebakaran lahan dan kekeringan mulai melanda sebagian wilayah di Kota Bandarlampung. Beberapa wilayah yang sudah dilanda kekeringan itu adalah di Jl. Gatot Subroto Gg. Payakun RT 14 dan 15, Kelurahan Bumiraya, Kecamatan Bumiwaras.

Kemudian Jl. R.E. Martadinata RT 05, Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Barat (TbB); Kampung Sukamina RT 02/RW 03, TbB; Jl. Bukit 3 RT 07, Kotabaru, Tanjungkarang Timur; dan Jl. Banten Gg. Kamboja RT 02, Bakung, TbB.

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung memprediksi kekeringan di kota ini semakin luas. Satuan kerja itu memperkirakan sebagian daerah lainnya di kota ini juga akan mengalami kekeringan.

Seperti Perumahan Bukit Sukabumi Indah (Puskud), Sukabumi, sebagian wilayah Kecamatan Kedaton. Lalu Kelurahan Garuntang, Kelurahan Kaliawi, Kelurahan Waylaga, dan Waygubak.

''Daerah-daerah itu rentan kekeringan. Itu jika berkaca dari tahun lalu," ujar Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Bandarlampung Wisnu kemarin (9/7).

Dia mengatakan, pihaknya sudah mulai menyalurkan air bersih kepada warga berdasarkan usulan dan permintaan dari warga. Setelah mendapatkan informasi baik melalui telepon atau surat pihaknya akan segera mengirimkan bantuan air bersih.

    "Kami selalu siap, persediaan air masih berlimpah. Tapi kalau bisa pihak lain juga ikut membantu," katanya.

    Wisnu juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarang dan menghemat persediaan air di musim kemarau ini. Sebab menurut perkiraan, kemarau akan berlangsung hingga Oktober-November.

Sementara, pantauan Radar Lampung kemarin, BPBD Bandarlampung mengirimkan bantuan air sebanyak 12 ribu liter air bersih warga Jl. Gatot Soebroto Gg Payakun RT 14 dan RT 15, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras.

    Dewi Marsinah (54), salah satu warga mengaku lingkungannya telah mulai kekurangan air sejak sepekan lalu. Namun menurutnya terparah dalam tiga hari belakangan ini. "Saya ini buruh cuci dan gosok, saya sampai tidak bisa kerja karena tidak ada air," ungkapnya.

    Melihat tersebut, Ketua RT 15 Sukari langsung menghubungi BPBD Bandarlampung untuk meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan warganya. "Iya benar warga kami sudah mulai mengalami kekeringan air. Dari PDAM juga sudah tidak keluar lagi," katanya.(goy/whk)

Pemprov Selamatkan UKM

Posted: 10 Jul 2015 09:44 PM PDT

Gandeng BKS Bentuk Pasar Wisata UKM Center
BANDARLAMPUNG – Di tengah sulitnya permodalan dan perekonomian yang lesu, usaha kecil menengah (UKM) butuh dukungan berbagai pihak untuk terus maju. Menangkap permasalahan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggandeng manajemen Bambu Kuning Square (BKS) akan membentuk Pasar Wisata UKM Center.

    Kehadiran BKS sejak beberapa tahun lalu memang ditujukan untuk memberikan ruang kepada pelaku UKM mengembangkan usahanya. Namun dalam perjalanannya, BKS menghadapi berbagai kendala sehingga belum mampu memberi solusi bagi permasalahan pelaku UKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, Prihantono, mengatakan Pasar Wisata UKM Center ini nantinya terdiri dari 150 kios dan 30 konter. Seluruhnya akan diisi oleh UKM binaan satuan kerjanya. Para pelaku UKM hanya diminta untuk memberikan kontribusi Rp500 ribu per kios dan Rp300 ribu per konter untuk dua bulan.

Dia menambahkan rencana pembentukan pasar ini telah disosialisasikan pada 25 Juni lalu kepada 70 UKM se-Provinsi Lampung. Nama BKS kemudian akan diubah menjadi Pasar Wisata UKM Center Provinsi Lampung. "Saat ini telah dibuka pendaftaran bagi UKM yang berminat untuk mengisi dan menempati kios. Nantinya kita akan menggelar pameran selama dua bulan, Juli-Agustus," terangnya.

Untuk semakin menyemarakkan kegiatan bertajuk Pasar Wisata UKM Center Expo 2015 ini, pihaknya meminta Dinas Perindustrian menggerakkan Industri Kecil Menengah (IKM). "Misalnya saja memberikan pelatihan dalam rangka pengemasan dan mutu produk. Lalu Dinas Perhubungan diminta untuk menyampaikan kepada perusahaan bus pariwisata dan agen travel biro perjalanan untuk singgah di Pasar Wisata UKM Center Lampung ini," jelasnya.

Lalu dinas lain pun dapat ikut berpatisipasi. Misalnya saja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung bisa ikut berpartisipasi dengan mengisi acara lomba dan mengadakan acara kunjungan. "Kita juga minta BUMN, perbankan, dan sebagainya ikut andil," tegasnya.

Herman Malano sebagai penggagas BKS menyatakan bahwa keberadaan BKS sejak awal berdirinya memang ditujukan untuk mengangkat derajat pedagang kaki lima. Dia berharap, BKS bisa menjadi pusat perdagangan di Sumatera. Sehingga nantinya, provinsi lain di Pulau Sumatera tidak perlu repot-repot berbelanja ke Pulau Jawa. "Jadi cukup ke Lampung saja," ucapnya.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, BKS telah berupaya menydiakan berbagai fasilitas di tempat ini. Di antaranya areal parkir yang luas, gedung pertemuan, dan lain sebagainya. (eka/c1/fik)

Pengaduan THR Masih Minim

Posted: 10 Jul 2015 09:40 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Hingga H-7 Idul Fitri tahun ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bandarlampung belum menerima satu pun pengaduan tidak dibayarnya tunjangan hari raya (THR). Kadisnaker Bandarlampung Loekman Djoyosoemarto mengatakan, hingga saat ini belum ada pengaduan secara resmi dari karyawan yang belum menerima THR.

''Pengaduan resmi belum ada ke kami. Tetapi melalui SMS sudah ada dari karyawan karaoke kelab malam," ujarnya kemarin (10/7).

Kendati demikian, yang menghubungi dirinya itu belum mendaftarkan pengaduan secara resmi. ''Kami minta memberikan pengaduan secara resmi. Sudah saya sampaikan, tetapi ini belum ada. Jadi, kami tidak bisa tindak lanjuti," kata dia.

Untuk itu, ia mengimbau pihaknya terus membuka posko pengaduan THR hingga hari lebaran tiba. "Jadi saya sudah siapkan petugas yang non muslim untuk bertugas di hari raya," tukasnya.

Senada, fungsional pengawasan Disnaker Bandarlampung Yuda Sofian Hasan membenarkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat pengaduan.

"Sampai saat ini masih kondusif baru ada dalam bentuk SMS. Ketika ditindak lanjuti ternyata tidak ada. Nah, jika memang ada, silakan datang ke kantor. Pasti kami tindak lanjuti," janjinya.

Terpisah, Ketua Koordinator Posko Pengaduan THR LBH Bandarlampung

Candra Bangkit Saputra mengatakan, sudah ada 5 laporan dan semuanya via telepon.

Akan tetapi, ke-4 orang di antaranya tidak mau menyebutkan identitas. "Satu nama yang menyebutkan identitas bernama Khanafi Rohman buruh di Lampung Timur," tuturnya.

Keseluruhanya tersebut baru menanyakan mekanisme perhitungan dan pelaporan THR ini.  "Jadi kami LBH juga sudah menyebarkan brosur ke jalan di beberapa titik pusat keramaian untuk memastikan apakah THR sudah sampai ke buruh," tandasnya.(goy/c1/whk)

Hati-Hati Pilih APW untuk Berlibur

Posted: 10 Jul 2015 09:39 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Warga Bandarlampung diimbau tidak tergiur dengan tour and travel murah memasuki masa libur Lebaran tahun ini sebagai jasa pariwisata. Sebab, dari ratusan jasa pariwisata yang ada di kota ini, yang terdaftar hanya 33 agen perjalanan wisata (APW). Untuk itu, masyarakat diminta berhati-hati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Bandarlampung Yus Amri Agus mengimbau masyarakat yang hendak berlibur untuk menggunakan APW yang sudah terdaftar.

''APW ini juga sepertinya melayani perjalanan mudik secara berkelompok. Yang jelas dalam hal ini kami pemerintah Bandarlampung sudah mencoba menjadi fasilitator yang baik dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memantau agen perjalanan dan travel-travel yang ada di kota ini," katanya.

Untuk itu, dalam menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan sudah sepatutnya masyarakat mencari APW yang membuat aman dan nyaman dalam perjalanan.

Yus Amri juga mengimbau agar masyarakat memberikan laporan kepada pihaknya jika mengetahui APW yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin.

"Karena semua badan usaha perjalanan harus terdaftar di Pemkot Bandarlampung. Jika tidak terdaftar, laporkan, akan kami tertibkan," tegasnya.

Senada, Kabid Sarana dan Jasa Usaha Pariwisata Disbudpar Bandarlampung Herlina Evirina mengatakan, masyarakat hendaknya berfikir cerdas dalam menentukan pilihan beriwasata dengan menggunakan APW.

"Kami selalu pantau mereka yang sudah terdaftar, dan ketika izin sudah habis mereka selalu kami tertibkan dan diperpanjang. Karena kantornya sudah jelas terdaftar. Maka itu, saya harap masyarakat bersedia membantu jika menemukan APW yang tidak terdaftar untuk kami lakukan pembinaan," tuturnya.

Untuk itu, kata dia, masyarakat tidak untuk tergiur dengan tiket yang murah. "Gunakan APW harus hati-hati. Karena penipuan ada dimana-mana," imbaunya.

Disarankannya, dalam menentukan APW masyarakat harus menanyakan izin operasioan APW tersebut. "Jadi harus dilihat mendetil. Insyallah yang sudah terdaftar di kami selama ini bekerja dengan baik, karenha mereka terpantau oleh kami," tandasnya. (goy/p6/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar