Rabu, 19 Maret 2014

Akhirnya Dilanjutkan

Akhirnya Dilanjutkan


Akhirnya Dilanjutkan

Posted: 18 Mar 2014 07:49 PM PDT

BANDARLAMPUNG – PT Prabu Artha selaku pengembang Pasar Smep menepati janjinya. Perusahaan itu akhirnya melanjutkan pembangunan salah satu pasar yang berada di pusat Kota Bandarlampung itu kemarin (18/3). Pantauan Radar Lampung kemarin, terlihat alat berat berupa ekskavator mengeruk tanah di tempat tersebut. Puluhan pekerja juga mulai merapikan pasar itu. Beberapa di antara mereka menyedot air yang menggenangi kubangan yang ada di lahan Pasar Smep.

Kepala UPT Pasar Smep Joni Heriansyah membenarkan pembangunan pasar mulai dilanjutkan kemarin. ''Ya, hari ini (kemarin, Red) sudah mulai proses pembangunannya. Tadi malam (kemarin malam) alat-alat beratnya datang dan mereka hari ini (kemarin) mulai mengerjakan," ujarnya.

Joni melanjutkan, untuk tahap awal pembangunan yang sempat terhenti sejak Oktober 2013 lalu ini ditandai dengan penyedotan air yang menggenangi lahan. Meski sebelumnya penyedotan air tersebut sempat terkendala karena mesin akan digunakan untuk menyedot air di Pasar Tugu. Namun, masalah tersebut sudah teratasi.

''Kata pekerjanya mesin masih dipakai untuk menyedot air yang ada di basement gedung baru Pasar Tugu. Akhirnya mesin penyedot air itu beli baru dan pekerja sudah mulai bekerja," paparnya.

Jika penyedotan air ini selesai, terus Joni, tahap selanjutnya adalah pengerukan tanah yang sudah menggunung di sekitar air tersebut menggunakan alat berat. Di mana pengembang hari ini menyiapkan 7-8 dump truck untuk mengangkut tanah.

''Nanti tanah itu dibuang di daerah Kedaton, karena di sana sudah ada tempat yang menampung tanah," katanya.

Setelah itu, lanjut dia, membuat lantai untuk lahan basement. Di mana untuk bahan-bahan material seperti semen dan pasir secara bertahap didatangkan.

''Saya sudah sarankan ke pekerja, untuk bahan-bahan didatangkan ke Pasar Smep kalau sudah mau mulai dikerjakan. Kalau hanya untuk ditaruh dan belum dikerjakan, lebih baik nanti saja dikerjakannya. Karena kan pekerja masih mau membersihkan daerah itu. Mungkin besok (hari ini) sudah didatangkan bahan-bahannya," jelas Joni.

Sebelumnya, Direktur PT Prabu Artha, Fery Sulistyo, memastikan menepati janjinya melanjutkan pembangunan Pasar Smep, Selasa (18/3). Kepastian itu disampaikannya kepada Radar Lampung melalui sambungan telepon, Senin (17/3) malam. (yud/p4/c1/whk)

Dishub, Bergeraklah!

Posted: 18 Mar 2014 07:48 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung patut dievaluasi. Sebab hingga kemarin, satuan kerja itu belum juga menjalankan instruksi Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. untuk merazia sopir angkutan kota (angkot).

Diketahui, pada Senin (17/3), Wali Kota Herman H.N. menginstruksikan Dishub untuk segera merazia sopir angkot. Instruksi ini disampaikannya untuk meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkot. Terlebih, ia mendengar kabar banyak angkot disopiri remaja berusia di bawah 17 tahun.

Saat Radar Lampung menyambangi Dishub Bandarlampung kemarin, Kadishub Rifa'i tidak berada di kantor. Sementara, telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif saat dihubungi.

Sementara, Kabid Hubungan Darat Nengah Sukayadna juga tidak ada di ruang kerjanya. Pesan singkat yang dikirimkan ke ponselnya hingga sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam tak kunjung dibalasnya.

Terkait permasalahan ini, Ketua Komisi C DPRD Bandarlampung Barlian Mansyur ikut angkat bicara. Dia mengaku setuju dengan apa yang disampaikan Wali Kota Herman H.N. untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan sopir angkot.

''Ya harus itu. Ini salah satu langkah mencegah kecelakaan. Kalau ini terus dibiarkan, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan angkot ugal-ugalan akan sering terjadi dan menyebabkan kerugian jiwa di masyarakat," kata Barlian kemarin.

Dia melanjutkan, dalam mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memandang perlu adanya penertiban kepada sopir angkot yang membawa kendaraan. namun belum memenuhi persyaratan.

''Karena itu, kami minta Dishub bergerak ke lapangan untuk mengecek seluruh angkot. Kalau menemukan ada angkot yang dibawa sopir di bawah umur, kami minta ada tindakan tegas dari Dishub," tandasnya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, tindakan tegas yang dilakukan Dishub bisa bermacam-macam. Salah satunya pencabutan izin trayek angkot itu agar tidak lagi menarik penumpang di jalan raya.

''Kan izin trayeknya bisa dicabut. Ini supaya ada efek jera kepada pemilik angkot agar angkotnya tidak lagi dikemudikan sopir di bawah umur," pungkasnya.

Diketahui, Wali Kota Herman H.N. meminta Dishub segera mengecek ke lapangan dan merazia sopir angkot. Ini dimaksudkan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang melibatkan angkot.

''Kalau untuk warga Bandarlampung, apa pun akan saya lakukan. Apalagi ini untuk kebaikan warga supaya terhindar dari kecelakaan yang disebabkan angkot," tandasnya, Senin (17/3). (yud/p4/c1/whk)

RSUDAM Terima Kiriman 10 Mayat Anonim

Posted: 18 Mar 2014 07:48 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Sejak awal tahun hingga kemarin (18/3), Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) sudah menerima kiriman sepuluh mayat tanpa identitas (anonim). Jumlah itu meningkat jika dibandingkan pada kurun waktu yang sama di tahun lalu yang jumlahnya hanya tujuh orang. ''Ya, memang ada peningkatan di tahun ini terkait kiriman mayat anonim ke RSUDAM," ujar petugas Ruang Forensik RSUDAM Amri kemarin.

    Dia melanjutkan, untuk kasus kiriman mayat bayi di tahun ini cenderung menurun. Jika tahun lalu dalam kurun waktu tiga bulan pihak RSUDAM sudah menerima kiriman 25 mayat bayi, namun di tahun ini dalam kurun waktu yang sama, pihaknya belum menerima satu pun kiriman mayat bayi.     ''Untuk mayat anonim dan 25 bayi itu sudah kami kuburkan semua," ungkapnya.

    Kendati demikian, terus Amri, pihak RSUDAM ketika menerima kiriman mayat anonim atau bayi tidak langsung menguburkannya. Sebab dikhawatirkan masih ada keluarga dari mayat tersebut yang mencari.

Tetapi, lanjut dia, pihak RSUDAM memiliki prosedur. Di mana jika dalam 3 x 24 jam mayat anonim atau bayi tidak ada yang mengambil, maka pihaknya akan menguburkannya sendiri dengan biaya penguburan ditanggung pihak RSUDAM.

    Karena itu, imbuh dia, dalam kasus mayat anonim atau bayi, pihaknya membutuhkan peranan media untuk menginformasikan terkait adanya kiriman mayat di RSUDAM.

''Melalui media kan bisa kami umumkan mengenai ciri-ciri fisik dari mayat anonim tersebut. Nah jika sudah diumumkan oleh media, biasanya banyak warga yang datang ke RSUDAM untuk mengeceknya," pungkas dia. (fbi/p4/c1/whk)

Ayo, Save Daswati!

Posted: 18 Mar 2014 07:47 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Gabungan puluhan komunitas di Bandarlampung menggelar aksi kepedulian terhadap Rumah Daerah Swatantra Tingkat (Daswati) I Lampung di Tugu Adipura kemarin (18/3). Ketua aksi kepedulian Rumah Daswati, Teguh, mengatakan, aksi dilakukan dalam bentuk pembagian stiker bertuliskan ''Save Daswati". Menurutnya, kegiatan yang dilakukan untuk  menyelamatkan rumah tempat dibahasnya pemisahan Lampung dari Provinsi Sumatera Selatan tersebut.

Dalam aksi itu, pihaknya juga mengajak pemuda Lampung ikut serta mewujudkan rumah yang berlokasi di Jalan  Tulangbawang No. 11, Bandarlampung, tersebut menjadi cagar budaya Lampung.

''Hak milik rumah itu kini dipunyai pengusaha asal Bandung, yang rencananya mengubah rumah tersebut menjadi ruko. Kami berharap jangan sampai peninggalan sejarah dihancurkan," kata Teguh kemarin.

Dia dan rekan-rekannya berharap Rumah Daswati diambil alih Pemprov Lampung dan dijadikan cagar budaya Lampung. Menurutnya, sejauh ini belum ada dukungan dari Pemprov Lampung maupun Pemkot Bandarlampung untuk mengambil alih rumah itu.

''Aksi kami bagi-bagi stiker dan selebaran hari ini (kemarin) untuk mengajak supaya pemuda Lampung tahu sejarah dari rumah tersebut dan ikut memperjuangkan rumah itu," kata dia. (fbi/p4/c1/whk)

Pemprov Disarankan Utang

Posted: 18 Mar 2014 07:46 PM PDT

Untuk Perbaikan Seluruh Jalan
BANDARLAMPUNG – Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, harus tersedia fasilitas infrastruktur yang baik. Salah satunya fasilitas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian. Karena itulah, DRPD Lampung menyarankan pemprov melakukan terobosan, yakni mengusulkan utang kepada pemerintah pusat minimal Rp3 triliun.

''Sudah waktunya pemprov melakukan perbaikan jalan secara besar-besaran. Jadi, saya menyarankan gubernur baru nanti langsung ngutang saja ke pemerintah pusat. Jangan dikit-dikit. Rp3 triliun sekalian. Itu sah-sah saja. Tidak ada aturan yang melarang," ujar Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan kemarin.

Menurutnya, hal tersebut lumrah dilakukan Pemprov Lampung, mengingat pendapatan daerah Lampung belakangan ini cukup meningkat drastis. ''Pendapatan daerah kita kan sudah mencapai Rp3 triliun ke atas. Jadi saya pikir ngutang Rp3 triliun tidak akan memberatkan keuangan pemprov. Kan bayarnya bisa dicicil sampai lima tahun anggaran," jelasnya.

Asalkan, lanjut Marwan, dana tersebut benar dipergunakan untuk perbaikan jalan-jalan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Jangan sampai peruntukannya tidak sesuai seperti apa yang ada dalam dokumen permohonan yang disampaikan pemprov.

''Serupiah pun jangan melenceng. Melainkan semua untuk pembangunan jalan sekaligus," tandas dia.

Kenapa harus gubernur baru yang berutang? Menurutnya, utang yang dilakukan pemerintah daerah diminta untuk dilunasi pada medio pemerintahan yang sama. ''Kalau sekarang Pak Gubernur sudah di ujung kepemimpinan. Karena itu, untuk hal ini saya sarankan kepada gubernur terpilih berikutnya," ujar dia.

Hal lain adalah dengan berharap besar dengan anggota DPR RI asal Lampung. ''Jadi bagaimana mereka yang terpilih menjadi anggota DPR RI, harapannya dapat memperjuangkan nasib Lampung. Dalam konteks ini adalah perbaikan jalan Lampung yang sudah banyak rusak parah," paparnya.

Diketahui, saat menerima kunjungan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Armida Alisjahbana belum lama ini, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. memaparkan, data pada 2013 rata-rata lebih dari lima ribu kendaraan yang melalui penyeberangan Bakauheni–Merak per harinya. Setiap hari, rata-rata 1.500 ton hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok dari Pulau Sumatera dikirim ke Jakarta serta daerah lainnya di Pulau Jawa.

Hal itu menyebabkan kondisi ruas jalan nasional dan jalan provinsi banyak yang rusak berat. Untuk jalan nasional yang berada di kawasan Lampung, hanya 296,487 km dari total panjang 1.159,573  km yang masuk dalam kriteria baik. Atau hanya 25,5 persen dari total kesemuanya. Untuk jalan provinsi, dari total panjang 1.702,81 km, hanya 565,17 km (33,19 persen) dalam kondisi baik.

Menilik ke belakang, selama kurun waktu 2004, jumlah kendaraan hanya tercatat 548.678 unit. Namun, hingga 2013 angka itu terus meningkat menjadi 2.636.819 unit atau sebesar 380 persen.

''Pertumbuhan jumlahkendaraan yang melintas dari/dan/ke pelabuhan penyeberangan Bakauheni rerata sebesar  8,11 persen per tahun. Sehingga pada 2017 diperkirakan menjadi 2.938.557 kendaraan. Ini berpotensi memacetkan Pelabuhan Bakauheni karena daya tampung pelabuhan dan fasilitas penyeberangan  tidak memadai," ujarnya.

Tidak hanya kemacetan. Kondisi jalan pun ikut memengaruhi tingkat pertumbuhan kecelakaan lalu lintas. Dari data yang dihimpun, pada tahun lalu terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban 1.874 orang dan kerugian mencapai Rp9,5 miliar. Untuk lokasi kejadiannya didominasi pada ruas jalan provinsi (39 persen) dan ruas nasional (30 persen).

''Jadi mempercepat pembangunan transportasi darat adalah hal yang wajib dilakukan pusat. Tentunya, masyarakat Lampung ini juga sudah sangat menginginkan realisasi jalan tol Trans-Sumatera yang dijanjikan pemerintah pusat," ungkapnya. (sur/p4/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar