Selasa, 15 April 2014

BPPLH Akui Ada Pencemaran

BPPLH Akui Ada Pencemaran


BPPLH Akui Ada Pencemaran

Posted: 15 Apr 2014 06:44 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) Bandarlampung akhirnya buka suara terkait hasil uji laboratorium (lab) dugaan pencemaran sumur warga akibat bocornya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT).

Kendati tidak secara tegas, BPPLH Bandarlampung berpendapat sama dengan BPPLH Pemprov Lampung, bahwa rumah sakit pelat merah itu mencemari sumur warga.

''Ya, indikasi pencemarannya sudah ada. Itu berdasarkan hasil uji lab. Namun masih kami pelajari apakah pencemaran ini berkaitan dengan IPAL RSUDDT atau tidak. Atau pencemaran tersebut berasal dari septic tank. Jadi masih dipelajari semuanya,'' ujar Kepala BPPLH Bandarlampung Rejab kepada Radar Lampung saat ditemui di Pemkot Bandarlampung kemarin (14/4).

Lalu apa saja parameter yang mengindikasikan terjadinya pencemaran? Mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu mengaku tidak hafal. ''Saya tidak hafal parameter yang digunakan, datanya juga tidak saya pegang sekarang,'' tegas Rejab.

Berapa waktu yang dibutuhkan BPPLH untuk mempelajarinya, Rejab juga mengaku tak dapat memastikan. ''Setelah kami pelajari kan hasilnya dilaporkan ke pimpinan. Bergantung keputusan pimpinan nantinya bagaimana. Kalau sementara ini kan kami sudah minta RSUDDT untuk memperbaiki saluran IPAL-nya, untuk ditinggikan pipanya,'' terangnya.

Instruksi ini, menurutnya, telah diberikan kepada RSUDDT sepekan lalu. Ketika itu, ia bersama Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam mengecek rumah sakit itu. Namun, Rejab belum kembali mengecek apakah instruksi tersebut telah dilakukan atau belum.

''Belum kami cek lagi. Tapi sudah diminta untuk membuat saluran agar pembuangan diarahkan ke kali. nanti akan kami cek,'' janjinya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium BPPLH Lampung Soraya mengaku, hasil uji lab sudah keluar. Menurutnya hasil lab memang menunjukkan sampel yang diuji berdampak pada pencemaran. Sebab, hasilnya di atas baku mutu.

''Saya tidak bisa menjelaskan perinciannya, kalau secara garis besar, rumah sakit itu sudah mencemarkan karena angkanya di atas baku mutu,'' ujarnya. Namun, ia tak merinci berapa nilai standar baku mutu dan berapa baku mutu yang diperoleh dari RSUDDT.

Diberitakan sebelumnya, RSUDDT mendapat tudingan miring terkait dugaan bocornya IPAL. Penyebabnya, sumur warga di sekitar rumah sakit tercemar dan berbau. Jika IPAL ini benar-benar bocor, warga sekitar berpotensi terjangkit penyakit. (eka/p2/c3/whk)

Gawat, DPP Lost Contact dengan Pengembang

Posted: 15 Apr 2014 06:42 AM PDT

Nasib Pasar Smep dan Tugu Kian Tak Jelas
BANDARLAMPUNG – Kelanjutan pembangunan Pasar Smep dan Pasar Tugu kian tak jelas. Janji akan adanya aktivitas pembangunan usai pemilihan umum pun belum terwujud. Bahkan, Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung mengaku kesulitan menghubungi PT Prabu Artha selaku pengembang dua pasar besar di Kota Tapis Berseri tersebut.

    ''Saya hubungi Alay (Direktur PT Prabu Artha Fery Sulistyo, Red) dari Jumat (11/4), tapi tidak diangkat. Sampai tadi pagi (kemarin pagi) juga belum diangkat, padahal teleponnya aktif. Saya menghubunginya untuk menanyakan kelanjutan perkembangan pembangunan dua pasar tersebut,'' kata Kepala DPP Bandarlampung Khasrian Anwar kemarin.

    Namun, lanjut dia, menurut stafnya yang berada di Pasar Smep, Sabtu (12/4), Alay datang dengan lima atau enam orang. ''Tidak tahu jelas apa yang dilakukannya di sana. Tapi menurut pegawai saya, seperti mau cek lokasi,'' ucapnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Bandarlampung berharap rekanan dapat segera melakukan pembangunan, jangan sampai terlalu dekat dengan batas waktu perjanjian kerja sama.

    ''Jangan mepet-mepet lah kalau mau mengerjakannya. Nanti pembangunannya tidak maksimal. Memangnya tukang sulap, seketika bisa selesai,'' katanya.

    Dia mengaku, pihaknya tak henti-hentinya terus mendesak dilanjutkan pembangunan itu. Jika memang terdapat kendala dalam pelaksanaan, Khasrian meminta pengembang melapor ke pemkot.

''Kalau memang tak sanggup, ya bilang saja. Terus mundur. Nanti, kami cari rekanan pengganti yang sanggup membangun,'' tegasnya.

    Khasrian menuturkan, pemkot telah berupaya mempercepat proses pembangunan, karena tak ingin membuat pedagang terus resah. Karenanya, surat teguran pernah dilayangkan ke PT Prabu Artha. Bahkan, dipanggil dan diajak berkoordinasi pun sudah.

''Kalau masih tidak mau angkat telepon saya, nanti akan kami cari dia. Akan terus didesak dan dipertanyakan komitmennya untuk membangun Pasar Smep juga Pasar Tugu ini,'' tegasnya.

    Sementara, saat dihubungi Radar Lampung kemarin, meski telepon selulernya dalam kondisi aktif, Alay tidak menjawab. Namun, ia membalas pesan singkat yang dikirimkan.

''Aku lagi rapat Pasar Smep, sabar, pasti dibangun. Percaya saja ya, tunggu ya!'' tulisnya dalam pesan singkat yang dikirimkan ke Radar Lampung.

    Pantauan koran ini di Pasar Smep kemarin, memang belum terlihat adanya aktivitas pembangunan. Lubang besar seperti kolam yang berada di lokasi pembangunan masih berisi air dan dipenuhi sampah. Hanya terlihat satu unit alat berat berupa ekskavator di sana, namun tidak difungsikan.(eka/p2/c3/whk)

Disbertam Nilai PLN Bandel

Posted: 15 Apr 2014 06:41 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Bandarlampung ternyata memendam kekesalan sejak lama dengan PT PLN (Persero) Tanjungkarang terkait penebangan pohon yang sering dilakukan perusahaan tersebut.

Kadisbertam Bandarlampung Budiman mengaku, pihaknya sudah lama menyampaikan kekesalan ini ke PLN, namun tak pernah ditanggapi. Padahal, selama ini PLN tidak pernah meminta izin maupun berkoordinasi jika akan menebang pohon di Kota Tapis Berseri.

''Jangankan izin, memberitahu saja tidak. Padahal, setiap kesempatan rapat dengan mereka, saya selalu sampaikan komplain, kalau ingin memangkas pohon untuk koordinasi, agar pemangkasan tidak asal-asalan dan rapi,'' katanya.

    Seperti penebangan yang dilakukan di Jl. Pangeran Emir M. Noer, Budiman mengaku sudah pernah menawarkan untuk dikerjakan bersama-sama. ''Alat kami kan lebih lengkap. Jadi, biar kami yang pangkas pohonnya, mereka yang bertugas mematikan aliran listriknya, tapi tetap saja tidak digubris!'' sesal Budiman.

    Menurut Budiman, pemangkasan yang dilakukan PLN asal-asalan dan tidak rapi. Itu juga yang sering menyebabkan pohon roboh. ''Makanya, kami minta koordinasi lah dengan kami. Kami dukung kok pemangkasan. Bahkan sudah pernah kami tawarkan pemangkasan dilakukan di luar jam kerja, Sabtu atau Minggu. Tapi tetap saja hasilnya nihil,'' ungkapnya.

    Tak hanya dirinya, Budiman mengaku sudah pernah menyuruh stafnya beberapa kali mendatangi PLN Tanjungkarang untuk menyampaikan masalah ini. ''Kalau begini terus juga jadi tidak efektif, karena bekerja dua kali. Setelah mereka pangkas pohonnya, nanti kami pangkas lagi untuk merapikannya,'' jelas mantan camat Tanjungkarang Timur ini.

Sebelumnya, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung Bedjo Dewangga mengatakan, penebangan yang dilakukan PT PLN akan berdampak pada sistem sirkulasi kehidupan.

''Ya harus dijaga dong, pohon itu kan layak untuk dipelihara. Mereka itu tumbuh loh, segala sesuatu yang hidup itu harus dipelihara dengan baik!'' ujarnya, Minggu (13/4).

Terkait alasan PLN melakukan penebangan lantaran ingin memperlancar jaringan listrik, Bedjo menilai hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan. ''Kami sarankan PLN jangan buat jaringan listrik di dekat pohon, cari tempat lain saja, jangan malah mengorbankan pohon dong. Atau buat jaringan di bawah tanah,'' katanya.

Pada kesempatan kemarin, Bedjo juga meminta kepada PLN mengganti pohon-pohon yang sudah ditebang. ''Ya, harus ada ganti rugi! Pohon itu dijaga dari 3–5 tahun. Tapi, kalau mau menebangnya sangat mudah, cukup satu menit saja bisa ditebang. Nah, ini juga harus diperhatikan PLN! Kami menunggu pohon itu hidup sampai lima tahun, kok mereka malah seenaknya menebang,'' sesalnya.

Diketahui, Kepala BPPLH Bandarlampung Rejab juga mengaku kecewa dengan sikap PLN yang sering menebang atau memangkas pohon di areal penghijauan kota. Baik di kawasan hutan kota maupun kanan-kiri jalan (kakija) dan kanan-kiri sungai (kakisu) dengan alasan memperlancar jaringan listrik.

''Bagaimana tidak kecewa, pemkot sudah menanam pohon dan merawatnya di sejumlah kawasan penghijauan kota demi kenyamanan bersama, namun tanpa basa-basi PLN main tebang atau pangkas,'' sesal Rejab, Sabtu (12/4).

Sementara saat dikonfirmasi, Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung I Ketut Darpa mengaku, tidak mengetahui jika ada penebangan maupun pemangkasan yang dilakukan oleh perusahaannya.

Ia menyatakan, jika memang ada pemangkasan yang dilakukan petugas PLN, untuk kepentingan kelancaran jaringan listrik di kota ini.

''Biasanya kalau ada pemangkasan, di sekitar pohon ada kabel jaringan. Nah jika keberadaan pohon tersebut dianggap mengganggu jaringan, terpaksa kami pangkas,'' terangnya.

Sebab, pohon yang menyentuh penghantar 20 KV pada jaringan tegangan menegah akan memadamkan aliran listrik.

Lalu apakah PLN berkoordinasi dengan pemkot saat menebang atau memangkas pohon? I Ketut Darpa mengaku, memang seharusnya berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Disbertam maupun BPPLH.

''Tetapi untuk masalah koordinasi, nanti saya tanyakan dengan penanggung jawab yang menebang pohon. Sebab, saya belum tahu kalau masalah itu,'' ujarnya. (eka/p2/c3/whk)

Dua Pejabat Polda Diganti

Posted: 15 Apr 2014 06:41 AM PDT

GERBONG mutasi Polda Lampung kembali bergerak. Dua jabatan utama, masing-masing kepala Satbrimobda Lampung dan direktur kriminal khusus (Dirkrimsus) diganti. Kepala Satbrimobda Lampung yang tadinya dijabat Kombespol Subnedih digantikan Kombespol Imam Santoso yang tadinya berdinas di Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta. Sementara Subnedih dipromosikan menjadi kepala Satbrimobda Kalimantan Timur.

Sementara Dirkrimsus Polda Lampung kini dijabat Kombespol Mashudi yang sebelumnya berdinas di Bareskrim Mabes Polri. Pejabat sebelumnya, Kombespol Reynhard Silitonga, menjalani pendidikan di Sekolah Perwira Pimpinan Tinggi (Sespati) Polri.

Kabidhumas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, mutasi pejabat di Polri merupakan salah satu upaya penyegaran organisasi pada aspek sumber daya manusia dan pembinaan kesatuan.

"Momentum sertijab ini merupakan implementasi proses pemantapan kepemimpinan yang bergulir secara berkesinambungan dalam institusi Polri sebagai aplikasi pembinaan karir Bhayangkara dalam dinamika organisasi yang bermuara pada peningkatan kualitas organisasi guna menjawab tantangan tugas serta  perkembangan lingkungan strategis yang semakin berat dan kompleks," ungkapnya kemarin (14/4). (why/p2/c2/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar