Kamis, 17 April 2014

Aneh, Kuota Bertambah tapi Langka

Aneh, Kuota Bertambah tapi Langka


Aneh, Kuota Bertambah tapi Langka

Posted: 17 Apr 2014 06:55 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Terjadinya kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Lampung menuai perhatian Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas). Kepala Bidang Elpiji Hiswanamigas Lampung Tri Purnomo menegaskan, stok elpiji 3 kg seharusnya dalam kondisi aman. Sebab, kuota elpiji di provinsi ini selalu bertambah.

Dia menjelaskan, pada tahun pertama 2009 saat konversi minyak tanah ke gas, jumlah tabung yang dibagikan ke masyarakat Lampung sebanyak 1.740 juta.

Sementara, sampai kini untuk 2014, kuota elpiji sudah menjadi 118 ribu metrik ton. Kemudian pada 2013, kuotanya bertambah hanya 108 ribu dan pada 2012 kuota gas bersubsidi hanya 87 ribu metrik ton. Artinya ada peningkatan cukup signifikan setiap tahunnya.

''Jadi masyarakat Lampung tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan gas bersubsidi. Sebab, Pertamina setiap tahunnya menambah kuota menyesuaikan tingkat pertumbuhan penduduk di Lampung,'' tegasnya.

Terkait kondisi sekarang, Tri meminta masyarakat agar dapat langsung membeli gas elpiji 3 kg di pangkalan, bukan ke pengecer. Sebab, masyarakat bisa berhemat koceknya hingga Rp5 ribu.

''Kalau beli di pengecer seperti warung kan mereka mau untung juga. Sehingga bisa jual Rp20 ribu. Sementara, kalau di pangkalan hanya Rp15 ribu. Jadi, dari sisi harga, jauh lebih murah. Semakin banyak pengecer, warung-warung jual, jadi makin mahal,'' katanya.

Menurutnya, masyarakat bisa mengadukan jika pangkalan tidak melayani pembelian untuk rumahan dan/atau memberikan harga yang sama dengan eceran. Sebab, Pertamina dan Hiswanamigas sudah mengimbau setiap agen maupun pangkalan agar memprioritaskan pembeli rumahan dibanding pengecer.

Di mana, pangkalan diwajibkan mengalokasikan kuota sebanyak 50 persen untuk pembeli dari masyarakat sekitar. ''Jika mendapat laporan demikian dari masyarakat, seketika itu juga Hiswanamigas akan memberikan sanksi. Yakni kuotanya akan dikurangi 50 persen,'' tegasnya.

Pemerintah, Pertamina, dan Hiswanamigas, menurutnya, memiliki kontrol hanya sampai pangkalan, tidak ke pengecer. ''Namanya simolek (sistem monitoring elpiji tiga kilo, Red). Kalau pangkalan itu menjual dengan harga tinggi, akan diberikan sanksi administratif yakni kuotanya dikurangi 50 persen atau dipindah ke pangkalan terdekat,'' terangnya.

Jadi, imbuh dia, meski agen dikurangi kuotanya, masyarakat tetap tidak kekurangan pasokan. Karena 50 persen punya agen itu dipindah ke agen terdekat yang masih satu rayon.

Diketahui, keberadaan tabung gas elpiji 3 kg pada tingkatan pengecer di Lampung langka. Akibatnya, harganya mengalami kenaikan. Sarto (40) misalnya. Pengecer elpiji yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol ini mengatakan, kini ia menjual tabung gas elpiji 3 kg sebesar Rp20 ribu dari harga awal yang hanya Rp18 ribu. Menurutnya, kenaikan tersebut disebabkan pasokan dari agen maupun Pertamina dikurangi, dan distribusinya juga telat.

Senada disampaikan Darto, salah satu pengecer elpiji yang juga pemilik Toko Muli Tani di Pasar Tugu, Jl. Hayam Wuruk, TkT. Menurut dia, penyebab kelangkaan elpiji 3 kg karena pasokan dari distributor tidak sesuai pesanan.

''Harga elpiji sudah dua pekan ini dijual Rp20 ribu. Kami terpaksa menaikkan harga ecerannya, karena distribusinya lama dan stok dikurangi yang tadinya 30 menjadi 15 tabung,'' katanya.

Pendapat sama juga disampaikan Dewi, salah satu ibu rumah tangga yang beralamatkan di Kelurahan Tamin, Tanjungkarang Pusat. Dia mengaku, sudah dua hari ini kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Jika ada, harganya sangat tinggi.

Terkait kelangkaan elpiji ini, Sales Executive Elpiji PT Pertamina Cabang Lampung Valino mengatakan, PT Pertamina memang tengah mengurangi kuota atau jatah elpiji 3 kg ke masing-masing agen. Tujuannya untuk menertibkan pengecer nakal dan menormalkan kembali harga elpiji di lapangan.

Sebab, elpiji 3 kg di lapangan kini tembus sampai Rp30 ribu. Padahal, sesuai dengan surat keputusan gubernur serta wali kota dan bupati di masing-masing daerah, harganya ditetapkan Rp15 ribu per tabung.

''Jadi memang, kuota sedang kami kurangi. Dengan maksud untuk menormalkan kembali harga elpiji dan menertibkan pengecer nakal,'' katanya.(eka/p2/c3/whk)

Polda Uji Sampel Ulang

Posted: 17 Apr 2014 06:55 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Penyidik Polda Lampung, sepertinya, tidak mau bertindak gegabah dalam menyelidiki tercemarnya sumur warga. Di mana diduga diakibatkan bocornya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT).

Terlebih, dalam menangani kasus ini, Polda Lampung diterpa kritikan yang menyatakan plinplan dalam penyelidikannya. Sebab sebelumnya, polda menyatakan memberhentikan penyelidikan kasus ini. Tetapi sepekan kemudian setelah hasil uji laboratorium dari Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) Lampung membuktikan adanya pencemaran, polda melanjutkan penyelidikannya lagi.  

Informasi yang dihimpun Radar Lampung di Polda Lampung kemarin, penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melakukan uji sampel ulang. Hal itu dilakukan guna menguatkan bukti-bukti yang kini telah dipegang penyidik.

''Ya, penyidik mengirimkan kembali sampelnya ke laboratorium untuk diuji,'' ujar sumber Radar Lampung di Polda Lampung kemarin.

Menurut sumber itu, pengiriman sampel ulang ini dilakukan setelah Radar kembali memberitakan hasil uji lab dari BPPLH yang menyatakan hasilnya di atas baku mutu.

Sayangnya, saat dikonfirmasi kemarin, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih tidak menjawab dengan tegas terkait masalah ini. Menurutnya, memang perkara tersebut masih tahap pengumpulan data, bahan, dan keterangan oleh penyidik. Sehingga, dimungkinkan saja adanya proses uji laboratorium, untuk memastikan apakah memang ada pencemaran dari IPAL itu atau tidak.

Sementara, Kepala BPPLH Bandarlampung Rejab mengatakan, pihaknya juga masih mempelajari hasil uji lab dari BPPLH Pemprov Lampung sehingga belum ada kesimpulan.

''Memang indikasi pencemaran ada, berdasarkan uji lab tersebut. Namun masih kami pelajari, apakah pencemaran ini berkaitan dengan IPAL RSUDDT atau tidak. Atau pencemaran tersebut berasal dari septic tank, masih dipelajari semuanya. Belum ada kesimpulannya,'' tegasnya.

Rejab memastikan, proses ini tidak akan lama, dan selesai dalam beberapa hari ke depan. ''Setelah selesai, hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan. Bergantung keputusan pimpinan nantinya bagaimana. Nanti pasti kami informasikan,'' tuturnya.

Diketahui, hasil uji lab menunjukkan di atas baku mutu. Informasi yang dihimpun Radar, pengolahan air limbah melalui IPAL merupakan cara atau upaya untuk meminimalkan kadar pencemar yang terkandung dalam limbah cair tersebut. Hal ini untuk memenuhi baku mutu sehingga laik untuk dibuang ke lingkungan. Atau, dimanfaatkan kembali.

IPAL adalah salah satu fasilitas utama yang harus ada dan beroperasi dengan baik. Pentingnya IPAL bagi rumah sakit tertuang dalam Permenkes RI No. 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. Dan juga ada dalam PP No. 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSUDDT mendapat tudingan miring terkait dugaan bocornya IPAL. Penyebabnya, sumur warga di sekitar rumah sakit tercemar dan berbau. Jika IPAL ini benar-benar bocor, warga sekitar berpotensi terjangkit penyakit. (eka/p2/c3/whk)

Wali Kota Pastikan Tak Menghambat

Posted: 17 Apr 2014 06:55 AM PDT

Soal Belum Adanya Kadiskes Definitif
BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. memastikan pembangunan bidang kesehatan di kota ini tetap berjalan, kendati belum menunjuk kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) definitif. Pernyataan itu disampaikan untuk menepis pernyataan Sekretaris Diskes Amran pada Selasa (15/4) yang menyatakan masih menunggu kepastian jabatan definitif Kadiskes untuk menggelar tender.

Herman H.N. menyatakan, proses tender dapat dilakukan tanpa harus menunggu Kadiskes definitif. Karena itu, ia meminta jajaran Diskes segera menggelar tender.

''Meski Kadisnya belum ada, saya rasa nggak ada masalah. Karena ada atau tidaknya Kadis, semua kegiatan program pembangunan harus tetap berjalan. Sebab, masih ada pejabat lainnya seperti sekretaris sampai kepala bidang. Semuanya tetap harus berjalan, nggak ada yang ditunda-tunda, tender juga harus segera dilaksanakan!'' tegasnya kemarin.

Dia mengungkapkan, hingga kini, dirinya masih mencari sosok yang tepat untuk menduduki posisi Kadiskes menggantikan dr. Wirman yang dipenjara akibat korupsi.

''Ya, memang belum ada sosok yang cocok untuk jadi Kadiskes. Masih mencari. Tapi, kalau sekretarisnya mampu, ya kenapa nggak. Tetap saya akan lihat dahulu apakah memang benar mampu. Kalau ya, segera saya angkat,'' lanjutnya.

Herman H.N. mengungkapkan, selama ini dalam memilih pejabat eselon II tidak pilih kasih. Selama pejabat tersebut mampu, pasti tetap dipertahankan. ''Kalau nggak mampu, ya silakan minggir!'' tegasnya.

    Sebelumnya, Amran mengatakan, penyebab Diskes belum mulai proses tender pengerjaan proyek fasilitas kesehatan tahun anggaran 2014 lantaran tidak adanya Kadiskes definitif.

''Ya, kami masih menunggu kepastian jabatan definitif Kadisnya. Kalau kami sih ingin secepatnya. Tapi ini kan keputusannya ada di Pak Wali Kota. Kami masih menunggu,'' ucap Amran, Selasa (15/4).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat, hingga kini dari pejabat eselon II, belum ada yang berani menyatakan diri siap menjadi Kadiskes setempat.

''Mengapa kami sangat menunggu dan tidak juga tender? Ya kan dalam proses tender dan pengerjaan proyek fasilitas kesehatan ini harus ada perangkat pejabat yang lengkap. Termasuk pimpinannya. Pimpinan itu kan sebagai kuasa pengguna anggaran. Sampai sekarang tidak ada yang berani menjadi KPA,'' tegasnya. (eka/p2/c3/whk)

Jumlah Angkot Membengkak

Posted: 17 Apr 2014 06:55 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Program Pemkot Bandarlampung untuk menekan laju pertumbuhan jumlah angkutan kota (angkot) di kota ini sepertinya tidak berhasil. Sebab, berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Bandarlampung, hingga April 2014 ada 1.047 angkot yang beroperasi. Sementara tahun lalu hanya 797 unit.

    ''Ya, jumlah itu yang tercatat di Dishub, artinya yang mengurus izin usaha atau trayek. Nah, yang bodong belum tercatat. Penambahan jumlah tersebut terbagi di beberapa trayek. Paling banyak pertambahan ada di rute Tanjungkarang–Rajabasa sebanyak 123 angkot, lalu rute Tanjungkarang–Kemiling 101 angkot, dan rute Sukaraja–Srengsem 94 angkot,'' ujar Kadishub Bandarlampung Rifa'i kemarin.

     Sementara, Humas Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkot Se-Bandarlampung (P3ABL) Nusirwan mengatakan, berdasarkan data organisasinya, hingga kini baru 550 sopir yang memegang kartu tanda anggota (KTA). Menurutnya, masih ada yang mengurus KTA di masing-masing wilayah.

''Kami tengah menargetkan seluruh sopir angkot tergabung dalam P3ABL dan memiliki KTA, sehingga dapat menertibkan keberadaan angkot di kota ini,'' katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan pertemuan terakhir dengan Dishub dan Satlantas Polresta Bandarlampung, KTA itu nantinya diakui juga oleh Satlantas. Sehingga, untuk sopir yang tidak memiliki KTA, dapat ditindak. Ini untuk menghindari adanya sopir-sopir nakal yang tidak bertanggung jawab.

    Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Pengawasan Operasional Lalu Lintas Dishub Bandarlampung Bambang Simon menambahkan, pihaknya tidak hanya merazia beberapa trayek atau jurusan untuk menertibkan angkot bodong, tapi juga semua.

Razia, lanjut dia, akan dilakukan secara rutin dan bertahap. Ia memastikan razia yang dilakukan bukan kegiatan seremonial saja. sebab, razia juga akan dilakukan secara acak di berbagai titik dan setiap waktu tanpa ada pemberitahuan. Untuk angkot bodong yang sengaja bersembunyi, akan di sisir.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bandarlampung Benson Wertha mengatakan, kebijakan Dishub yang terus memberikan izin kepada angkot untuk beroperasi selain akan menambah banyak angkot bodong juga akan semakin menambah kemacetan.

''Harusnya bisa mereka kendalikan, gerakkan lagi upaya pengadaan transportasi massal,'' pungkasnya. (eka/p2/c3/whk)

Kirim Delegasi ke Seychelles

Posted: 17 Apr 2014 06:54 AM PDT

BANDARLAMPUNG –Lampung punya peluang memperkenalkan diri ke dunia internasional. Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai ini bakal mengirimkan perwakilan pada Karnaval Internasional di Kota Victoria, Republik Seychelles. Even akbar itu bakal dihelat pada 24–27 April 2014.

Kota Victoria dipilih lantaran punya pendapatan per kapita mencapai USD28.000 per tahun. Kota di benua Afrika itu memang bertumpu pada sektor pariwisata.

Wakil Gubernur Lampung M.S. Joko Umar Said mengatakan, langkah Kota Victoria yang memaksimalkan potensi pariwisata harus dicontoh oleh Provinsi Lampung. Bahkan, menurutnya, pemprov bisa mendatangkan investor dari negara itu untuk melihat potensi Lampung.

Mantan birokrat Pemprov Lampung ini menilai, antara Kota Victoria dan Lampung punya sejumlah kesamaan. Di antaranya potensi geografis yang condong pada sektor kelautan.

''Dari geografis, kita hampir sama. Hanya luas kita lebih besar. Saya pikir, potensi kita sama. Tinggal pengelolaannya saja yang perlu dikembangkan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung Herlina Warganegara mengatakan, keikutsertaan Lampung dalam Karnaval Internasional di Victoria adalah yang pertama.

Dalam karnaval itu, Lampung akan memperkenalkan budaya yang ada di Lampung. Seperti Tari Limban Wayan dan patung burung balo-balo khas Lampung. ''Tari ini merupakan juara pada kontes tahun lalu. Tari ini mencerminkan kecantikan dan keanggunan dari muli-muli Lampung," katanya.

Dia berharap, dengan keikutsertaan Lampung yang pertama ini dapat lebih memperkenalkan dan mempromosikan Lampung di kancah internasional. Karena itu, dia sangat berharap tim yang dikirimkan ke sana dapat tampil maksimal.

''Ini adalah salah satu bentuk upaya kami mempromosikan Lampung untuk dikenal di taraf internasional. Pasti hal ini berpengaruh positif terhadap perkembangan pariwisata Lampung. Bisa saja ini menarik perhatian wisatawan," ungkapnya. (abd/p1/c2wdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar