Kamis, 24 Oktober 2013

Braak! Tembok Lapas Rajabasa Roboh

Braak! Tembok Lapas Rajabasa Roboh


Braak! Tembok Lapas Rajabasa Roboh

Posted: 24 Oct 2013 02:30 AM PDT

Dua Warga Luka Ringan
BANDARLAMPUNG – Selain masalah overkapasitas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Rajabasa sepertinya juga harus memperhatikan kondisi bangunannya yang mulai lapuk dimakan usia. Ini terlihat dari robohnya tembok lapis kedua lapas yang berada di Jl. Pramuka, Rajabasa, Bandarlampung, itu kemarin (23/10) pukul 14.00 WIB. Reruntuhan tembok setinggi 6 meter yang dibangun pada 1985 itu sempat mengenai dua pengendara motor Honda BeAT BE 3610 BD. Yaitu Septiana (42) dan Azizah (14). Akibat insiden ini, kedua warga Perum Bukit Kemiling Permai, Kemiling, tersebut mengalami luka memar di bagian kaki dan tangan.

Tidak itu saja, robohnya tembok sepanjang 30 meter ini juga membuat sebuah mobil Toyota Kijang BE 2606 EO lecet akibat terkena reruntuhan tembok.

Pantauan Radar Lampung, tembok yang bagian atasnya terpasang kawat berduri itu memang sebelumnya sudah terlihat miring. Konstruksi bangunan tembok yang tidak dicor juga membuat pembatas lapis terakhir keamanan lapas itu rentan roboh.

    Seorang pedagang sekitar lapas, Eko (25), mengaku sempat mendengar suara gemuruh saat tembok roboh. ''Waktu saya datang sekitar pukul 15.00 WIB, tembok itu sudah roboh dan telah ramai orang berkumpul. Tembok itu kan memang sudah cukup lama miring," ujarnya kepada Radar Lampung.

    Pedagang lainnya, Arif (20), mengaku melihat robohnya tembok itu dari kejauhan. ''Saya lihat dari jauh, tetapi sebelumnya terdengar seperti suara tabung gas meledak. Namun ternyata tembok lapas yang roboh," terangnya.

    ''Katanya sih ada yang terluka dan menimpa mobil. Tadi juga sempat ramai dari lapas yang keluar untuk membersihkan reruntuhan tembok tersebut," imbuh dia.

    Ketika dikonfirmasi, Ketua RT 01/Lk. 2 Marhanan Sopiyan (52) menyesalkan kejadian itu. Menurutnya, robohnya tembok ini sudah kali ketiga. Untuk itu, ke depan, pihaknya berharap tembok itu diperbaiki secara permanen.

    ''Sebenarnya sudah dari dahulu kami meminta tembok itu diperbaiki. Kami bahkan telah melayangkan surat ke lapas, namun tidak ditanggapi. Sebab selama ini, setiap rusak hanya ditambal," kata Marhan saat dikonfirmasi kemarin.

    Terpisah, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Rajabasa Surianto mengaku telah mengantisipasi robohnya tembok pengaman lapis kedua itu.

    ''Kami akan tambah personel di menara pada tembok pertama, yakni dari satu menjadi dua orang. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi pengaruhnya terhadap para napi di dalam," katanya kepada Radar Lampung kemarin.

    Tidak hanya itu, Surianto juga mengaku akan memperketat patroli di tembok lapis pertama. ''Kalau semula kita patroli sejam sekali, nanti dipercepat menjadi setengah jam sekali," ungkapnya.

    Upaya itu, sambung Surianto, harus dilakukan karena tembok lapis pertama yang roboh langsung berada di blok para napi. ''Pengontrolan biasanya dilakukan oleh Wadan I dan II secara bergantian selama 24 jam," jelasnya.

    Sementara itu, Kalapas Kelas IA Rajabasa P. Kunto Wiryanto membenarkan robohnya tembok lapis kedua lembaga yang dia pimpin. ''Tidak ada angin dan hujan, tiba-tiba tembok itu roboh. Kalau dari strukturnya kemungkinan besar karena usianya yang sudah cukup tua," kata dia kepada Radar Lampung kemarin.

    Kunto juga mengaku reruntuhan tembok sempat mengenai dua pengendara motor ketika melintas di belakang lapas. ''Pengemudi dan penumpang itu terkena pecahan tembok yang roboh dan telah kami obati. Selain itu juga sebuah mobil yang melintas terkena pecahan yang mengakibatkan lecet pada bodi mobilnya," jelas dia.

    Mantan Kalapas Pemuda IA Tangerang itu mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. ''Tadi setelah dilaporkan, langsung dicek oleh Kakanwil untuk sesegera mungkin diperbaiki. Saat ini hanya tembok lapis pertama yang tersisa dan napi blok D (tahanan korupsi, Red) yang mengetahuinya karena dekat dengan tembok yang roboh," tandasnya. (asy/fbi/p5/c1/fik)

Konsorsium Asing Danai Tol Lampung

Posted: 24 Oct 2013 02:29 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Konsorsium investor dari empat negara tertarik membangun tol Trans-Sumatera. Mereka berasal dari Selandia Baru, Australia, Malaysia, dan India. Pemprov Lampung tengah membahas secara intensif megaproyek itu agar dapat terwujud secepatnya.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung Arinal Junaidi menyampaikan hal ini kemarin. Menurut dia, konsorsium itu murni merupakan upaya pemprov untuk membantu pemerintah pusat. Tujuannya agar tol dapat segera terealisasi.

"Ya, ternyata kabar pembangunan tol Trans-Sumatera ini terdengar hingga luar Indonesia. Kita tentunya tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk mencari investor guna percepatan tol Trans-Sumatera wilayah Lampung," papar Arinal.

Khusus di Lampung, pembangunan tol dikerjakan pada ruas jalan Bakauheni, Lampung Selatan–Terbanggibesar, Lampung Tengah, sepanjang 150 kilometer. Pemerintah pusat sendiri memang telah meminta BUMN PT Hutama Karya (HK) untuk mengerjakannya.

Namun, jika mengandalkan HK, megaproyek itu diperkirakan baru selesai dalam kurun waktu 20 tahun. Karena itu, diperlukan sumber dana segar lainnya agar waktu pengerjaan dapat diringkas hingga lima tahun. "Di sinilah peran konsorsium luar negeri itu," kata Arinal.

Namun, berapa dana yang hendak diinvestasikan, Arinal mengaku belum mengetahuinya. Yang jelas, tak sedikit pun dana APBD terserap. Sebab, proyek nasional yang dimulai dari Aceh hingga Lampung itu seluruhnya didanai APBN. Termasuk pembebasan lahan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Lampung Tony O.L. Tobing menerangkan, dana pembebasan lahan yang dipersiapkan mencapai Rp1,19 triliun. Sebesar Rp748 miliar untuk ruas jalan tol Bakauheni–Terbanggibesar. Sisanya mulai Terbanggibesar hingga Pematangpanggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (sur/p2/c2/ade)

Usulkan Tiga Lokasi Alternatif

Posted: 24 Oct 2013 02:29 AM PDT

Polemik Car Free Night
BANDARLAMPUNG – Polemik pelaksanaan car free night makin meruncing. Selain dianggap mengganggu aktivitas lalu lintas, kegiatan yang dicanangkan Pemkot Bandarlampung itu juga dituding mengganggu investasi masyarakat di sekitar lokasi acara.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto menilai masalah kemacetan tidak akan bisa dihindari jika pelaksanaan car free night tetap dilakukan pada Sabtu sore hingga Minggu pagi. Sebab pada saat itu, banyak kendaraan yang melintas di Jalan Ahmad Yani.

''Jalan itu kan pusat kota. Kalau dipakai untuk acara dengan menutup jalan, jelas akan berdampak kemacetan. Karena itu, kami sudah mengirimkan surat kepada instansi terkait (Dinas Perhubungan dan Badan Pol. PP) untuk mengevaluasi acara itu," ungkap Dwi kemarin (23/10).

Dia menjelaskan, acara car free night itu juga telah membuat konsentrasi pengamanan di lokasi lain sedikit terganggu. Pasalnya sebagian besar anggota, baik polisi lalu lintas dan shabara, diterjunkan ke lokasi acara.

''Seharusnya anggota saya itu dikerahkan di tempat-tempat yang sepi di Bandarlampung. Tetapi gara-gara acara itu, kami mengerahkan anggota ke Jalan Raden Intan, Diponegoro, dan sekitar jalan yang terhubung dengan Jalan Ahmad Yani," ujarnya.

Terpisah, acara car free night juga mendapat reaksi dari salah satu anggota DPRD Lampung dapil I Kota Bandarlampung Hartarto Lojaya. Menurutnya, acara tersebut berpotensi mengganggu investasi dan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi. Pasalnya di Jalan Ahmad Yani cukup banyak usaha yang otomatis terganggu aktivitasnya akibat kegiatan tersebut.

Padahal, lanjutnya, pemkot saat ini membutuhkan investasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ''Saya sangat setuju dengan adanya program car free night, dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat kecil. Tetapi kalau bisa, tempat atau lokasi car free night itu jangan di Jalan Ahmad Yani, karena dapat mengganggu ekonomi rakyat yang masih membutuhkan investasi di tempat itu," ungkapnya kemarin.

Jika pemkot ingin melaksanakan car free night, sambung Hartarto, dapat memakai lokasi lain yang tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan investasi ke depan. Dia mengusulkan tiga tempat. Masing-masing sekitaran Pasar Tengah, yang pada malam hari sangat sepi. Tempat lainnya adalah Pasar Seni yang hingga kini banyak menganggur. ''Yang terakhir, pemkot bisa menggunakan daerah Teluk. Di daerah itu kan malam hari sepi. Pemkot bisa membuat kota mati itu menjadi ramai," jelasnya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, pihaknya berharap pemkot dapat memperhatikan aspirasi masyarakat di sekitar Jalan Ahmad Yani agar bisa beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam mengaku siap menindaklanjuti keluhan dari masyarakat atau pihak lain terkait pelaksanaan car free night. Dia menyatakan akan mengevaluasi program itu agar saat pelaksanaan selanjutnya lebih baik lagi.

''Ya, pelaksanaan car free night di Jalan Ahmad Yani ini kan sesuai instruksi Pak Wali Kota. Kalau ada banyak keluhan, kita akan terus melakukan sosialisasi terutama soal lalu lintasnya," kata Badri kemarin.

Dia melanjutkan, pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi antara Polresta Bandarlampung, Pol, PP, maupun petugas Dishub dalam pengaturan lalu lintas saat car free night. Sehingga kemacetan bisa ditekan.

''Walau ada banyak keluhan dalam pelaksanaan car free night pertama pada pekan lalu, kami akan tetap melaksanakan car free night selanjutnya pada Sabtu (26/10) malam dengan lokasi yang sama. Ini akan kami lanjutkan dan lokasinya tetap di Tugu Adipura serta Jalan Ahmad Yani," tandasnya. (red/p5/c1/fik)

Siapkan Roadmap Peralihan BPJS

Posted: 24 Oct 2013 02:25 AM PDT

BANDARLAMPUNG - PT Askes (Persero) cabang Bandarlampung menyatakan siap beralih menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan per 1 Januari 2014 mendatang. Dalam persiapannya, PT Askes telah menyusun roadmap terkait rencana peralihan tersebut.

Kepala Bagian Pemasaran PT Askes Bandarlampung Imam Subekti, S.E., A.A.A.K. mengatakan, dalam roadmap itu disusun langkah-langkah yang akan ditempuh pihaknya selama masa peralihan. Dikatakan, dalam kerangka persiapannya, PT Askes mempelajari bermacam hal mulai regulasi hingga pengaturan internal.

Dari sisi regulasi, ujarnya, PT Askes masih menunggu berbagai ketentuan peraturan pemerintah terkait penyelenggaraan BPJS. Sebab hingga kini belum ada pengesahannya.

''Untuk regulasi, pemerintah akan merumuskan mengenai tata cara pengelolaan dan pengembangan dana BPJS. Kami berharap seluruhnya bisa selesai dalam waktu dekat," paparnya.

Di sisi internal, sambung dia, PT Askes menyatakan tidak akan melakukan proses likuidasi atau pembubaran (pemecatan karyawan). Namun tetap dilakukan perencanaan dan pengembangan strategis, perubahan organisasi, penambahan SDM, dan sarana. Hingga upaya memperkuat operasional dan meningkatkan teknologi informasi.

Terkait peserta yang wajib dilayani terdiri lima kategori. Yaitu peserta Askes sosial, jamkesmas, Jamsostek, TNI, serta Polri berikut anggota keluarga. Di mana penggabungan dari tiga kantor cabang, yaitu Bandarlampung, Kotabumi, dan Metro, peserta Askes sosial yang terdaftar sebanyak 416.489. Kemudian jamkesmas (2.927.629), Jamsostek (78.097), TNI (9.911), dan Polri (39.316) (selengkapnya lihat grafis, Red).

Diterangkan, secara umum pemerintah membentuk BPJS guna memperluas jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab selama ini, sektor jaminan kesehatan masih didominasi sektor swasta. ''Dengan BPJS, kita berupaya merangkul semaksimal mungkin kebutuhan kesehatan masyarakat," jelasnya.

Kendati demikian, meski nantinya menjadi sebuah badan negara, BPJS akan tetap dikelola secara profesional yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. ''Premi pun meningkat. Semula premi jamkesmas Rp6.500, dengan BPJS ini berubah menjadi sekitar Rp9.500 per jiwa per bulan," terangnya. (sur/p5/c1/fik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar