Senin, 12 Oktober 2015

Awas, Bakso Boraks Mengintai!

Awas, Bakso Boraks Mengintai!


Awas, Bakso Boraks Mengintai!

Posted: 12 Oct 2015 01:46 AM PDT

Bakso adalah salah satu penganan yang banyak disukai orang. Terlebih di kota ini. Namun bagi penikmat bakso, diimbau untuk waspada terhadap peredaran bakso yang mengandung boraks. Sebab, baru-baru ini beredar kabar ditemukan pemakaian boraks dalam bakso.

Laporan Yayu Suhaesti, BANDARLAMPUNG

BANYAKNYA produsen bakso di Bandarlampung menjadi salah satu indikator peningkatan industri rumah tangga. Sayang, diduga banyak juga oknum tidak bertanggung jawab mengabaikan kesehatan penikmatnya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

    Indikasi itu tergambar dengan beredarnya broadcast Blackberry Messenger (BBM) di kalangan terbatas. Isinya menyatakan ada pemakaian boraks pada bakso yang dijual di kota ini.

    Pada BBM itu dijelaskan juga, bakso yang berasal dari salah satu warung bakso di Bandarlampung positif mengandung boraks. Bahkan sampel itu telah melalui tiga metode pengujian berbeda.

Dalam pesan tersebut diketahui juga jika pengujian dilakukan di Laboratorium Poltekes Tanjungkarang. Namun dengan alasan tidak berkompeten untuk memublikasikan, maka pesan tersebut hanya disebarkan melalui kalangan terbatas.

    Dari broadcast BBM itu, Radar lantas mengonfirmasi langsung ke Poltekes. Rupanya, informasi tersebut merupakan hasil praktikum yang dilakukan mahasiswa perguruan tinggi tersebut.

    Kepala Laboratorium Analis Kesehatan Nuraini membenarkan jika pengujian bakso memang dilakukan mahasiswanya dalam sebuah praktikum mata kuliah analisis pangan.

    "Benar memang ada pengujian bakso di sini dan ada yang terindikasi memakai boraks," jelasnya.

    Namun, dia menegaskan, penggunaan sampel selalu dilakukan secara acak karena dibawa langsung mahasiswa, kemudian hanya diberi label kode. Sehingga pada saat muncul hasilnya, tidak diketahui sumbernya dari mana.

    "Kalaupun tahu, ini hanya untuk konsumsi di sini saja, Karena kami tidak berhak memublikasikan. Sebab, ini hanya praktikum, peralatan yang digunakan juga sederhana. Takutnya tidak bisa dipertangungjawabkan," tandasnya. (p5/c1/whk)


BKP Berdalih Tak Ada Anggaran

KEPALA Bidang Mutu dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Lampung Bani Isprianto mengakui pemeriksaan terhadap pemakaian boraks jarang dilakukan instansinya.

Menurut dia, hal itu lantaran instansinya terkendala sumber daya manusia dan anggaran.

    Kendati demikian, Bani mengaku sempat melakukan uji coba terhadap bakso yang mengandung boraks. Namun, pengambilan sampel terbatas pada pedagang kecil, dan itu pun belum merata.

    "Itu tadi kendalanya, untuk melakukan suatu pengujian kami membutuhkan reagen (cairan penguji) tentunya yang berkualitas. Sementara, anggaran kami terbatas," kilahnya.

    Dia menjelaskan, dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan telah tercantum sanksi bagi oknum yang dengan sengaja menambahkan bahan yang dilarang dalam pangan sehingga dapat mengganggu keselamatan dan kesehatan.

    Menurutnya, jika bahan tambahan pangan melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan atau bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan, maka akan diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar.

Dia menjelaskan, pemakaian boraks dipastikan bukan dari penjual daging, sehingga dapat dipastikan jika produsen bakso yang menjadi oknum pemakai boraks tersebut.

    "Sebab boraks itu dipakai pada saat mengadon bakso bersamaan dengan tepung lainnya. Jadi tidak mungkin jika boraks berasal dari daging yang dijual di pasar," katanya.

    Terkait, ciri-ciri bakso yang menggunakan boraks, Bani mengatakan tidak dapat dibedakan dengan kasat mata. Bakso yang menggunakan boraks hanya dapat diketahui dengan pengujian.

    "Bedanya bakso yang menggunakan boraks akan lebih kenyal dan keras. Sedangkan tanpa boraks dia akan lembut. Tapi dari warna dan rasanya keduanya tidak dapat dibedakan," pungkasnya. (yay/p5/c1/whk)


BBPOM Mengaku Belum Tahu

KEPALA Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung Ramadhan mengaku belum mendapatkan informasi adanya bakso di kota ini yang terindikasi menggunakan boraks.

''Kalau di saya belum sampai, tetapi mungkin sudah sampai di bagian pengaduan," katanya.

    Kendati demikian, kalau memang infomasi yang didapatkan benar, ia menjamin langsung mengonfirmasinya ke lapangan. ''Tentunya kami akan langsung cek ke lapangan dan membuktikan. Itu jika memang benar ada pengaduan ke kami," janjinya.

    Semenatara, Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung dr. Amran mengatakan, pengujian kandungan boraks sebenarnya dapat dilakukan masyarakat awam. Sebab alat pengujinya beredar di pasaran.

    "Ada kok alatnya, kami juga punya. Saya lupa berapa harganya, tapi itu bisa diperoleh warga. Jadi warga juga bisa memeriksanya," kata dia.

    Dia menjelaskan, untuk pengecekan bakso yang mengandung boraks, pihaknya akan berkoordinasi dengan BBPOM Bandarlampung. "Karena mereka yang lebih berwenang untuk mengawasi makanan dan obat. Saat pemerikasaan, biasanya kami diikut sertakan," jelasnya.

    Namun, Amran menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan turun lapang secara mandiri. Hanya saja, ia juga meminta masyarakat untuk turut aktif menyampaikan informasi.

    "Pokoknya kalau bakso itu sudah kenyal-kenyal keras seperti karet, sudah pasti pakai boraks," pungksanya. (yay/p5/c1/whk)


Jadikan Informasi Awal, Segera Bertindak!

INFORMASI adanya pemakaian boraks oleh oknum produsen bakso direspons kalangan DPRD Bandarlampung.

    Anggota Komisi II DPRD Bandarlampung Grafeldy Mamesah mengatakan, hal itu seharusnya menjadi informasi awal bagi satuan kerja terkait agar lebih tanggap.

    ''Jika memang sekadar hasil dari praktikum, mungkin belum bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi kan ini bisa jadi informasi awal," ujarnya.

    Karenanya, ia meminta kepada pemerintah, khususnya pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk segera mengawasi dan menindak produsen bakso yang terbukti menggunakan boraks untuk olahan baksonya.

    "Tidak hanya boraks ya, semua zat-zat berbahaya lainnya jika memang tebukti dipakai dalam makanan. Maka harus segera ditindak," pintanya.

    Selain itu, dia juga meminta upaya pengawasan tersebut seharusnya dilakukan secara rutin. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang cenderung menurun.

    "Evaluasi harus terus dilakukan, mengingat kondisi ekonomi sekarang seperti ini. Memungkinkan masyarakat melakukan segala hal untuk mendapatkan keuntungan. Ini yang harus dievalusi supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," jelasnya.

    Dia menilai, jika selama ini pengawasan BBPOM terkendala karena keterbatasan anggaran, hal itu masih dapat diatasi. "Memang masalah anggaran sangat krusial, tapi pasti ada jalan apabila dikomunikasikan," tandasnya.

    Salah satunya, BBPOM harus lebih terbuka dengan operasional yang mereka butuhkan kepada Pemprov Lampung supaya pemerintah juga dapat mengambil kebijakan sesuai dengan skala prioritas.

    "Kalau dari pemkot mungkin sekadar bantuan, intinya pasti akan ada jalan keluarnya. Terlebih ini masalah keselamatan masyarakat," pungkasnya.

    Sementara, Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung Poltak Aritonang menyarankan kepada satker terkait untuk dicek ulang supaya mendapatkan data yang lebih valid.

    "Ada baiknya dicek ulang dulu. Sebab kalau datanya belum valid, saya rasa masih terlalu riskan," katanya.

Menurutnya, jika memang sudah ada penyataan resmi, pihaknya tentu juga mendukung adanya tindakan untuk memberikan efek jera kepada produsen bakso nakal tersebut. (yay/c1/whk)

Gawat, Kondisi Reno Memburuk

Posted: 12 Oct 2015 01:45 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Kondisi Muhammad Reno, bayi berusia delapan bulan yang mengidap hydrocephalus, memburuk. Tadi malam, suhu badan Reno meningkat drastis. Sehingga, dia terpaksa dilarikan ke Klinik Mitra Anda di Rajabasa. Hendra Eman, pendamping keluarga Reno, mengatakan, pihak keluarga sempat merasa khawatir. ''Soalnya kemarin baik-baik saja. Nah, malam ini (tadi malam, Red) badannya panas lagi. Takut lebih parah, makanya kami bawa ke klinik," katanya kepada Radar Lampung.

Informasi ini dibenarkan pemilik Klinik Mitra Anda Sukirman. Dia mengatakan, saat dibawa, suhu tubuh Reno meningkat drastis, selain bola matanya memerah dan berair karena terlalu menahan panas dari kepalanya.

"Saat tiba disini, rupanya panasnya mulai menurun. Tapi saat diperiksa masih 37,5 celcius, itu masih cukup tinggi," katanya.

Karenanya, Reno diberikan obat penurun panas yang aman untuknya dan akan tinggal di klinik sampai waktu operasi tiba. "Sebenarnya setelah check up kemarin, kami memang menyarankan Reno dirawat di sini supaya lebih terjamin," ungkapnya.

Terutama, untuk pembesuk Reno yang sedang terkena flu atau sakit lainnya. Sebab sekalinya Reno tertular, maka akan berdampak serius terhadap kondisi kesehatannya.

"Makanya kondisinya harus tetap dijaga sampai dia operasi nanti pada Rabu (14/10)," terangnya.

Diketahui, hasil pemeriksaan CT-Scan di Rumah Sakit Immanuel Bandarlampung, diketahui 60 persen jaringan syarafnya telah rusak.    

Informasi tersebut disampaikan Ketua Forum Komunikasi Taman Anak Sejahtera (FKTAS) Bandarlampung Firmansyah, Sabtu (10/10). Dia mengatakan, dari pemeriksaan tersebut, 60 persen jaringan syaraf kepala Reno telah rusak.

"Tetapi, masih ada kemungkinan sembuh, asal penindakannya cepat," ujarnya kemarin.

Karenanya, lanjut dia, tindakan operasi rencananya akan dilakukan pada Rabu (14/10), itupun jika kondisi Reno tetap prima dan fit. Menurutnya, sesuai anjuran dokter, Reno harus menggunakan alat baru untuk mengangkat cairan di kepalanya.

Sebab, alat untuk hydrocephalus yang ditanggung jaminan kesehatan kota (Jamkeskot) dikhawatirkan akan berdampak pada tindakan operasi yang berulang.

''Seperti yang telah disampaikan waktu itu, untuk alat baru tersebut harganya Rp7-9  juta," ucapnya. (yay/c1/whk)

Dua Pelari Internasional Ikuti Gatam Run

Posted: 12 Oct 2015 01:45 AM PDT

Peringati hut Ke-70 TNI
BANDARLAMPUNG – Ribuan atlet mengikuti Gatam Run 10 K (Kilometer) dan 5 K di Lapangan Saburai Korem 043/Garuda Hitam (Gatam), Minggu (11/10). Gatam Run juga diikuti dua atlet lari internasional, Collins Kipkorir Kimosop dan Samson Karega Kamau, yang berasal dari Kenya.

Collins Kipkorir Kimosop pun berhasil tampil sebagai pemenang pertama dalam Gatam Run 10 K putra. Diikuti juara 2 Sain Alim dan juara 3 Nila Pasha. Sedangkan kategori putri, juara 1 dimenangkan oleh Osidah Widawati, juara 2  Ina, dan juara 3 Iseng David.

    Kemudian, juara 1 Gatam Run 5 K dimenangkan Samsaon Karega Kamau, juara 2 Syamsudin, dan juara 3 Riska Saputra. Lalu untuk kategori putri, juara 1 Sugiyarti, juara 2 Yuonehilari, dan juara 3 Nambela.

Para pemenang ini mendapatkan hadiah total Rp70 juta rupiah. Peserta juga mendapatkan doorprize 15 unit sepeda motor, 35 unit sepeda gunung, dan hadiah menarik lainnya.

Danrem 043/Gatam Kolonel Inf Joko P Putranto pun  turut  ambil  bagian mengikuti lari 10 K bersama pleton prajurit  tangguh Batalyon Infanteri (Yonif) 143 Tri Wira Eka Jaya (TWEJ) dan prajurit Marinir Brigif 3. Kegiatan ini dibarengi pemberian penghargaan kepada prajurit tangguh Yonif 143/TWEJ.

Joko mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga lari 10 K kepada masyarakat. Ini agar masyarakat Lampung semakin kuat dan sehat sesuai moto TNI, Bersama Rakyat TNI Kuat, Bersama Rakyat TNI Sehat.

"Sekaligus mempromosikan tempat pariwisata, kesenian, kebudayaan dan kuliner yang ada dan menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Dengan diadakan kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkandapat memicu serta memacu meningkatkan prestasi pelari lokal maupun nasional, terlebih bagi atlet Lampung," imbuhnya.

Tidak hanya Gatam Run, peringatan Hari Ulang Tahun Ke-70 Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini juga diisi gerak jalan santai. (yun/c1/dna)

Isu Demo Terpa SMAN 16

Posted: 12 Oct 2015 01:41 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Permasalahan yang terjadi di SMAN 16 Bandarlampung meluas. Selain dengan sebagian warga sekitar sekolah tersebut, ternyata permasalahan internal juga terjadi. Informasi adanya permasalahan internal sekolah itu disampaikan anggota Komis IV DPRD Bandarlampung Imam Santoso. Dia mengatakan, selain adanya laporan warga yang protes terhadap penutupan akses jalan masuk ke masjid yang ada di sekolah itu, pihaknya juga mendapatkan laporan dari komite sekolah terkait dugaan adanya penyalahgunaan dana sekolah.

    "Ya, kami mendapatkan laporan dari komite sekolah mengenai dugaan beberapa tindakan pelanggaran dan penyalahgunaan dana. Hampir sama kasusnya dengan yang terjadi di SMPN 24 Bandarlampung," katanya kepada Radar Lampung kemarin.

    Sementara, informasi yang dihimpun Radar Lampung kemarin, permasalahan di SMAN 16 Bandarlampung bakal semakin melebar lantaran imbas dari rencana mutasi salah satu guru agama di sekolah itu bernama Asep Burdani yang dituding menjadi provokator dalam permasalahan penutupan akses jalan menuju masjid.

Imbasnya, sebagian siswa sekolah itu tidak terima dan berencana menggelar demonstrasi hari ini (12/10). Informasi akan adanya demo itu juga dibenarkan salah satu siswa sekolah tersebut yang menolak namanya dikorankan dengan alasan keamanan.

Dia mengatakan, dalam demonstrasi itu, siswa akan mengajukan beberapa poin tuntutan, tidak hanya terkait masalah penutupan gerbang belakang saja. "Ya, rencananya besok (hari ini) jadi demo," kata dia.

Informasinya, beberapa hal yang diadukan adalah anggaran pembangunan masjid yang tidak kunjung dicairkan, pemecatan guru yang dianggap tanpa adanya alasan yang jelas, kemudian munculnya edaran rekaman suara kepala sekolah Sri Karmila yang sedang berada di ruangan terkunci yang melarang siswa menanyakan masalah anggaran sekolah.

    Pengakuan lainnya juga muncul dari salah seorang guru SMAN 16 Bandarlampung yang juga enggan dikorankan namanya. Dia menyatakan jika para guru juga mendapatkan ancaman jika tidak mendatangani surat penutupan gerbang tersebut.

    "Kami diancam untuk menandatangani, sebab jika tidak, akan dilaporkan ke korem," ungkapnya.


''Korlap Kami Keluarkan, Guru Disanksi''

KEPALA SMAN 16 Bandarlampung Sri Karmila mengaku sudah mengetahui bakal adanya demonstrasi siswa hari ini (12/10).

''Ya silakan saja. Kita biarkan saja berlarut-larut. Nanti tinggal dilihat siapa korlapnya, akan kami keluarkan! Guru yang memprovokator pasti kena sanksi," tandasnya.

    Sri justru merasa heran jika hanya karena masalah ini siswa sampai ikut terlibat. Dia menjelaskanm pemutasian Asep itu diputuskan Dinas Pendidikan, sedangkan ia hanya sekadar menyampaikan laporan.

    "Keputusan itu juga bukan hanya karena penutupan gerbang. Banyak masalah lainnya, seperti laporan pembangunan masjid , sampai sekarang saya juga tidak tahu apakah itu ada izinnya atau tidak?" jelasnya.

    Dia juga membantah adanya tuduhan terkait dugaan permasalahan anggaran. Terlebih jika anggaran tersebut melibatkan anggota yang lama. Sebab, pengurusan komite lama dibubarkan pada 17 September 2014, sedangkan dia baru dilantik pada 18 November 2014.

    "Pada prinsipnya apapun keputusan itu berdasarkan musyawarah bersama. Saya sebagai kepala sekolah berkewajiban menjaga keamanan dan kondusifitas siswa saja," tandasnya. (yay/c1/whk)

Kejar Target Listrik 700 MW

Posted: 12 Oct 2015 12:55 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Lampung ikut ambil bagian dalam keseriusan Presiden RI Joko Widodo mengejar target pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW). Itu merupakan kebutuhan listrik nasional. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Lampung Adeham mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) mengajukan bagian kepada pemerintah pusat untuk ikut mengambil alih dengan kapasitas 2 x 350 MW dari program listrik yang berasal panas bumi.

Artinya, ada 700 MW yang diajukan oleh pemprov sebagai kebutuhan listrik di Lampung.

''Jadi saat ini terserah bagaimana Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dan DEN (Dewan Energi Nasional) untuk memberikan berapa di Lampung. Yang jelas hitungan kita, segitu yang dibutuhkan," ujar Adeham.

Selain pengajuan ke Pemerintah Pusat, saat ini sudah ada investor yang akan menanamkan modalnya di bidang pembangkit tenaga listrik. Yakni pada sektor batu bara yang dilakukan di Mesuji.

"Kalau memang itu cukup, panas bumi tidak perlu lagi diajukan. Kan sekarang ini yang di Mesuji sudah masuk rancangan umum pembangunan tenaga listrik (RUPTL), jadi harus ditindaklanjuti," terangnya.

Investor yang masuk tersebut berasal dari Tiongkok. "Kalau tidak salah dari Shenhua. Jadi itu yang akan membangun tambang batu bara untuk istrik di Mesuji. Itu sudah positif, karena sudah MoU (Memorandum Of Understanding)," tandasnya.

    Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Lampung Piterdono menambahkan, meskipun ia lupa target yang akan dilakukan oleh pemprov dalam pemeneuhan kebutuhan listrik, namun dia memastikan ikut mendukung dalam membangun target nasional 35 ribu MW kebutuhan listrik.

"Sekarang ini sudah mulai ada pembangunan dan survei-survei dengan menggarap potensi yang ada. Seperti panas bumi yang akan dibangun dan tak jauh dari Ulubelu, Tanggamus, Lampung. Karena berpotensi betul, masih dalam hutan kawasan," ujarnya.

Maka dari itu, dalam hal penggunaan hutan kawasan tersebut, Distamben juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH).

"Diperkirakan memang cukup besar, sebab akan dikelola oleh Chevron sebagai pemiliknya kelak. Jadi ini termasuk strategi di Lampung untuk pasokan listrik yang lebih. Karena, selama ini pas-pasan. Jadi kalau ada suplai ngadat, terjadi pemadaman," katanya.

Selain itu, Mesuji berpotensi pembangkit listrik yang didapatkan dari batu bara. "Investornya sudah mulai membangu, sudah MoU dan survei lokasi," tandasnya. (goy/c1/dna)

 

Percepat Pelaporan DAK!

Posted: 11 Oct 2015 10:17 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Pemerintah pusat mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan pemerintah kabupaten/kota agar secepatnya menyerahkan laporan terkait penggunaan dana alokasi khusus (DAK) 2015.  Sebab, masih banyak daerah yang belum melaporkan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Lampung Adeham mengatakan, permintaan tersebut sehubungan meningkatnya DAK yang diterima Lampung dan 15 kabupaten/kota tiap tahunnya.

''Untuk tahun ini saja, Provinsi Lampung mendapat DAK sebesar Rp900 miliar. Sementara untuk 15 daerah mencapai Rp1 triliun. Jadi, (pemerintah) pusat mendesak agar kita segera melakukan pelaporan," ujar Adeham.

Ia menyebutkan, penggunaan DAK secara teknis dikelola oleh setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Sehingga, yang mengetahui sejauh mana penggunaanya, ada di instansi terkait. Di Pemprov Lampung, DAK dibagi untuk 13 SKPD.

"Permintaan pusat, jangan sampai laporan penggunaannya terlambat. Kemudian di sana nanti akan dicek seperti apa penggunaan DAK tersebut. Apakah sudah sesuai fungsi, tepat sasaran, dan tepat waktu?" imbuhnya.

Kendati demikian, keterlambatan laporan tidak semata-mata kesalahan di daerah karena DAK sering terlambat masuk. Alhasil, pembuatan laporan dan alokasinya pun kerap terlambat.

Selama ini, nomenklaturnya belum terisi dan petunjuk teknisnya juga terlambat diterima oleh pemprov dan pemkab/pemkot. Dan itu terjadi bukan hanya di Lampung, juga di provinsi lain.

"Padahal untuk DAK ini kan harus ada dana pendamping. Kalau DAK-nya terlambat, maka dana pendamping juga terlambat. Karena itu kita siapkan dari APBD dan APBD-P," jelasnya.

Meski demikian, setiap daerah dan SKPD harus menyelesaikan laporan tersebut sebelum akhir tahun ini. "Ya, intinya sebelum akhir tahun. Yang tahu penggunaannya kan satuan kerja. Jadi kita serahkan kepada mereka," pungkasnya. (goy/p5/c1/dna)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar