Jumat, 26 Februari 2016

Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak

Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak


Geram, Herman Minta Pelaku Ditindak

Posted: 26 Feb 2016 08:17 AM PST

radarlampung.co.id - Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. pantas marah melihat kinerja pegawai Puskesmas Waykandis yang diduga salah meresepkan obat untuk Elisia Santika (18) sehingga matanya buta. Dengan geram, ia meminta Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Edwin Rusli menyelidiki dan menindaktegas oknum yang menyebabkan hal ini terjadi.

"Kenapa bisa salah obat? Hal seperti ini harus ditindak tegas," tandas Herman ketika mengunjungi Elisia, Jumat (26/2). Dalam kunjungannya ini, Herman menyerahkan uang tunai Rp5 juta untuk keperluan pengobatan Elisia.

Ia pun meminta Diskes menanggung seluruh biaya pengobatan Elisia. "Bila tidak sanggup, biarlah saya yang akan membiayai pengobatannya dari kantong pribadi," janji Herman. (nan/ade)

Obat Telinga Diteteskan ke Mata, Gadis Cantik Ini pun Buta

Posted: 26 Feb 2016 08:06 AM PST

radarlampung.co.id - Malang nasib Elisia Santika (18). Gadis asal Labuhandalam, Bandarlampung, ini buta lantaran salah obat. Seharusnya petugas Puskesmas Waykandis memberikannya obat mata. Namun karena salah baca resep, ia malah diberikan obat telinga.Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.

Samiah (41), ibu Elisia menuturkan, setelah mendapatkan obat tetes mata dari puskesmas itu, mata kanan anaknya tidak dapat melihat lagi. "Kejadiannya sebulan lalu," ujarnya.

Ia bercerita anaknya sakit mata saat pulang bekerja di pasar malam. Keesokan harinya, Elisia dibawa berobat dan diperiksa di Puskesmas Waykandis. "Saat itu, saya tidak teliti, sehingga tanpa disadari yang diteteskan ke mata Elisia adalah obat telinga. Ketahuannya setelah tiga kali matanya diobati," kata ibu lima anak itu.

Ayah korban, Eli Mandala (43) meminta pertanggungjawaban puskesmas. Ia menyatakan sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tentu, keluarganya tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah kejadian itu, Eli mengatakan, sempat mendatangi Puskesmas Waykandis."Pihak puskesmas sudah merujuk ke RS Imanuel namun karena sudah tutup sehingga dilanjutkan ke RS Graha Husada. Tapi karena tidak memiliki biaya kami tak bisa melanjutkan pengobatan anak saya ini," ujarnya. (antara/nan/ade)

Dijamin Wakil Wali Kota, Cik Raden Lolos Jumat Keramat

Posted: 26 Feb 2016 05:45 AM PST

radarlampung.co.id - Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Cik Raden selamat dari "Jumat keramat". Penyidik Polda Lampung menangguhkan penahanan tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club itu, Jumat (26/2) malam.

Cik Raden bebas setelah mendapat jaminan dari istrinya dan Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar. "Iya, penahanannya ditangguhkan," ujar Kasubdit II Ditreskrimum AKBP Irwandi kepada radarlampung.co.id.

Seseorang ditahan karena dikhawatirkan lari, menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi perbuatannya. Tiga faktor ini dinilai penyidik tidak ada pada diri Cik Raden sehingga penahanannya dapat ditangguhkan.

Kuasa hukum Cik Raden, Nirizki Perdana Putra menerangkan, penyidik menanyai kliennya dengan 18 pertanyaan. Materi seputar standar operasional prosedur (SOP), tupoksi, dan keterkaitan jabatan Cik Raden dengan penggerebekan di City Spa. (mhz/ade)

Brak, Honda Brio Terpental ke Parit

Posted: 26 Feb 2016 04:06 AM PST

radarlampung.co.id - Sebuah kecelakaan terjadi di Jl. Soekarno-Hatta, Km 9, Kedamaian, Bandarlampung, sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat (26/2).

Kecelakaan melibatkan mobil Honda Brio merah BE 1610 CC dengan sepeda motor honda Kharisma hitam plat polisi BE 6944 BH.

Mobil melaju dari arah Panjang. Tiba-tiba sepeda motor dari arah berlawanan memutar arah di u-turn, tepat di lokasi kejadian.

Akibatnya, pengendara mobil panik dan tak mampu mengendalikan kendaraannya. Mobil menyerempet sepeda motor yang berbalik arah tadi dan terlempar ke parit. sedangkan motor terpental beberapa meter dari lokasi kejadian.

"Saat ini semua korban dibawa ke RS Imanuel," ujar salah satu warga setempat. (sur/ade)

Ditahan, Cik Raden Minta Penangguhan

Posted: 26 Feb 2016 02:28 AM PST

radarlampung.co.id - Hari ini (26/2), benar-benar menjadi "Jumat keramat" bagi Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Cik Raden. Seperti diperkirakan radarlampung.co.id, penyidik memutuskan untuk menahan tersangka kasus dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club itu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadir Direskrimum) Polda Lampung AKBP Anton Setiawan membenarkan hal ini. Namun, ada permintaan penangguhan penahanan dari yang bersangkutan dan tiga kuasa hukumnya. Masing-masing Nirizki Putra, Alif Bastari, dan Resmen Kadafi.

"Iya benar, Cik Raden minta penangguhan (penahanan)," kata Anton. Namun ia tidak dapat memastikan apakah upaya Cik Raden itu dikabulkan atau tidak. "Berkasnya masih sedang diajukan ke pimpinan (Kapolda Lampung). Kita tunggu saja hasilnya nanti," singkatnya.

Cik Raden sendiri sempat bertegur sapa dan berjabat tangan dengan wartawan radarlampung.co.id. Ia tersenyum ramah sebelum kembali masuk ruangan penyidik di Mapolda Lampung. Namun tak satupun kata keluar dari mulut pria baya yang masih terlihat gagah tersebut. (mhz/ade)

Ribut Soal Trayek, Sopir BRT Dibacok

Posted: 26 Feb 2016 01:30 AM PST

radarlampung.co.id- Faisal Tanjung (33) harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUDAM Jumat (26/2) siang. Sopir BRT Bandarlampung ini mengalami luka-luka akibat dibacok oleh sopir angkutan umum jurusan Tanjungkarang-Rajabasa.

Akibat luka-lukanya Faisal harus mengalami 8 jahitan. Ia terkena luka bacok dibagian kepala, tepatnya di kening sebelah kiri dan kepala bagian belakang.

Faisal mengatakan, awalnya ia dan sopir itu cekcok.  Faisal menegur sopir tersebut karena menerobos trayek BRT Bandarlampung yang masuk ke Jl. Kartini, Tanjungkarang Pusat.

"Saya menegur dia, tapi dia nggak terima," katanya.

Alhasil keributan berlanjut hingga di Terminal Rajabasa. Faisal pun dibacok ketika di berada Terminal Rajabasa.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitas sopir yang membacok tersebut. (nca/adi)

Mangkir, Dua Anggota Pol PP Dijemput Paksa

Posted: 26 Feb 2016 01:30 AM PST

radarlampung.co.id - Panggilan pemeriksaan dugaan rekayasa penggerebekan City Spa sejatinya bukan hanya untuk Cik Raden, Kepala Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung. Namun juga untuk dua tersangka baru lainnya, yakni Asrin dan Budi.

Namun dua orang itu mangkir dari pemeriksaan tanpa alasan yang jelas. Wajar jika hal ini membuat Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Irwandi Kesal. "Kita akan layangkan panggilan kedua. Jika tidak datang, mereka kita jemput paksa," tandasnya, Jumat (26/2).

Diketahui, Cik Raden dan dua anak buahnya tersebut ditetapkan sebagai tersangka baru kasus dimaksud. Mereka tersandung masalah hukum atas "nyanyian" Gusti Zaldi, juga anggota Banpol PP kota yang dijadikan tersangka lebih dulu. (mhz/ade)

Cik Raden Bawa Tiga Kuasa Hukum

Posted: 26 Feb 2016 01:19 AM PST

radarlampung.co.id - Sikap Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Kota Bandarlampung Cik Raden patut dipuji. Ia datang memenuhi panggilan penyidik Polda Lampung untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan rekayasa penggerebekan City Spa Health Club.

Cik Raden hadir pada pukul 14.00 WIB di Mapolda Lampung. Ia didampingi tiga kuasa hukum, Nirizki Putra, Alif Bastari, dan Resmen Kadafi. Hingga pukul 16.16 WIB, pemeriksaan masih berjalan. Hanya jeda sebentar untuk Salat Asar.

Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Irwandi menjelaskan, materi pemeriksaan menyangkut dugaan rekayasa kasus dimaksud. Namun sayang ia enggan membeberkan detail, seperti berapa pertanyaan yang diajukan dan apa jawaban dari tersangka. (mhz/ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar