Sabtu, 26 Oktober 2013

Tuntut UMP Rp3,5 Juta

Tuntut UMP Rp3,5 Juta


Tuntut UMP Rp3,5 Juta

Posted: 26 Oct 2013 12:10 AM PDT

Siapkan Ratusan Massa untuk Demonstrasi
BANDARLAMPUNG – Demonstrasi besar-besaran mengenai upah minimum yang belakangan melanda ibu kota negara dipastikan merambah ke Lampung. Ancaman ini lahir dari sejumlah elemen yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lampung (GRL).

Koordinator Umum GRL Deni Kurniawan menuturkan, sekitar 150 orang akan turun ke jalan pada Senin (28/10). Tujuannya, menuntut Pemkot Bandarlampung memperjuangkan kenaikan UMK (upah minimum kota) sebesar 50 persen. Minimal, 30 persen dari angka saat ini.

''Kami akan lakukan longmars dari Tugu Adipura ke kantor wali kota. Kami ingin Pak Wali yang terhormat mendengar derita yang dialami buruh selama ini," ujarnya dalam konferensi pers di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung kemarin.

Tuntutannya, pemkot dapat konsisten menepati janjinya menetapkan UMK sebesar Rp2,5–3 juta. ''Jangan sebatas bualan. Buruh sudah bosan dikecewakan," tandas Deni.

Di sisi lain, dia mengungkapkan pada Senin nanti bukan satu-satunya aksi yang akan mereka lakukan. Ya, pada Kamis (31/10) dan Jumat (1/11), pihaknya pun akan menggelar aksi yang sama. Namun, sasarannya berbeda. Di mana lokasi yang dituju adalah kantor gubernur Lampung.

''Jumlah masa yang kami bawa tentunya lebih banyak lagi. Sebab, cakupannya sudah provinsi," paparnya.

Bahkan, aksi tersebut mengancam dua perusahaan besar, yakni PT PLN dan Garuda Food, untuk berhenti beroperasi. Sebab, semua buruh yang tergabung di dalamnya menyatakan siap ikut aksi dan mogok kerja.

''Untuk jumlah pastinya, kami belum dapat konfirmasi. Bisa jadi, di hari itu bukan hanya dua perusahaan yang beku. Tetapi bisa mencapai belasan perusahaan di Lampung ini," ancamnya.

Deni mengatakan, dalam aksi tersebut, pihaknya menuntut agar pemprov dapat memberlakukan sistem upah layak nasional pada 2014. Yaitu dengan menetapkan UMP (upah minimum provinsi) sebesar Rp3,7 juta. Serta menuntut agar pemprov menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing.

''Cabut juga Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 9/2013 yang notabene membatasi kenaikan UMP/UMK hanya 10 persen per tahun," tegasnya.

Dia berharap perusahaan memikirkan kerugian yang didapat akibat buruh mogok kerja. Kemudian, pihak perusahaan bisa mengajak mereka membicarakan besaran UMP. ''Kalau kenaikannya bisa minimal 30 persen, kami tidak akan mogok kerja serupa pada 1 November," terangnya.

Lebih jauh Deni memaparkan, berdasarkan data ekonomi saat ini, Indonesia sedang mengalami anjloknya nilai rupiah, defisit neraca perdagangan, hingga terkurasnya devisa negara. Hal itu berdampak pada meningkatnya harga bahan pokok dan mendorong meningkatnya angka inflasi. Terhitung per September 2013, inflasi masih berada di angka 8 persen. Kondisi ini akan semakin menggerus upah buruh.

Dari nilai nominal upah buruh tahun 2013, akibat persoalan kelangkaan pangan di awal tahun ini telah mendorong penurunan nilai riil upah buruh sebesar 1,01 persen.

''Dengan penajaman situasi krisis ini, artinya penurunan nilai riil upah buruh akan semakin besar, dan akhirnya upah buruh tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga," ucap dia.

Terlebih, ketidakmampuan pemerintah menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang hari ini masih bergantung impor. Hal itu memperparah kemampuan buruh memenuhi kebutuhan pokok.

Untuk memberikan kepastian bagi para investor, dikeluarkanlah Inpres No. 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah Minimum dalam Rangka Keberlangsungan Usaha dan Peningkatan Pekerja. Namun, pihaknya menganggap inpres tersebut merugikan buruh. Sebab melalui inpres itu, pemerintah justru menunjukkan rezim upah murah.

''Seharusnya bukan buruh dan rakyat Indonesia yang menanggung kesalahan sistem ini. Untuk itulah, kami menyerukan kepada seluruh rakyat untuk menyokong gerakan kelas buruh yang saat ini sedang bangkit. Bersama kelas buruh Indonesia, kami mengajak seluruh rakyat Indonesia bergabung," ucapnya. (red/p4/c1/whk)

Polresta Turunkan 800 Personel

Sementara, Polresta Bandarlampung memastikan akan menerjunkan sekitar 800 personel pengendali massa (dalmas) untuk mengantisipasi demo buruh yang akan digelar Senin (28/10).

Kasubbag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah mengatakan, polresta juga akan berkoordinasi dengan Polda Lampung. ''Ya, persiapan sudah dilakukan untuk mengantisipasinya," ujar dia.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, polda akan menggelar apel bersama di lapangan mapolda bersama jajaran unit dalmas dan sabhara polda serta polresta dan TNI hari ini (26/10). ''Ya, apel dalam rangka antisipasi aksi demonstrasi buruh," paparnya. (red/cw11/p4/c1/whk)

Kejari Pastikan Beri Efek Jera

Posted: 26 Oct 2013 12:09 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba di kota ini patut resah. Sebab, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung memastikan akan memberikan efek jera bagi mereka. Yakni dengan melipatgandakan tuntutan.

Hal itu disampaikan Kepala Kejari Bandarlampung Widiyantoro usai pemusnahan barang bukti di kejari kemarin. Menurutnya, selama ini perkara yang masuk instansinya didominasi narkoba.

''Ya, sekitar 60 persen masalah narkoba. Kami berupaya sekuat mungkin mengurangi, jangan sampai makin banyak. Salah satunya memberikan efek jera dengan menuntut setinggi mungkin," ujarnya kemarin.

Dia menjelaskan, ada beberapa kasus tuntutan dilipatgandakan, dari biasanya hanya 1 tahun menjadi hingga 5 atau 6 tahun. ''Kita lihat nanti bagaimana hasilnya. Selama ini, pengadilan memberikan respons positif terhadap misi kami," katanya.

Diketahui, Kejari Bandarlampung kemarin memusnahkan barang bukti perkara sejak 2011-2013. Kenapa baru dimusnahkan kemarin? Widiyantoro mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Sebab, ia baru bertugas sebagai Kajari Bandarlampung sejak enam bulan lalu.

''Tetapi ke depannya, kami akan memusnahkan barang bukti 3-4 bulan sekali," tuturnya.

Pemusnahan kemarin dilakukan di halaman kantor Kejari Bandarlampung. Turut hadir dalam pemusnahan itu Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto, Wakil Wali Kota Bandarlampung Thobroni Harun, Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam, dan perwakilan beberapa instansi lainnya.

Menurut Widiyantoro, terdapat barang bukti 200 kasus narkoba yang dimusnahkan. Yakni 7,5 kilogram (kg) sabu-sabu, 16,6 kg ganja kering, 562 butir pil ekstasi, dan 40 buah bong (alat isap).

Pada kesempatan itu, kejari juga memusnahkan barang bukti lainnya seperti VCD bajakan sebanyak 1.320 keping dan DVD bajakan 500 keping. Lalu terdapat enam unit handphone serta 116 barang bukti dari perkara lain seperti jamu kuat palsu, kosmetika palsu dan tanpa izin, serta obat keras.

Widiyantoro menjelaskan, barang bukti yang dihancurkan itu dari perkara yang sudah diputus oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap, baik perkara yang banding maupun kasasi.

''Dalam amar putusan, kejari diperintahkan untuk memusnahkan barang bukti. Jadi harus kami hancurkan," pungkasnya. (red/p4/c1/whk)

Melihat KRI Teluk Cirebon-543 Jenis LST

Posted: 26 Oct 2013 12:06 AM PDT

Bisa Memuat Enam Tank Baja Ukuran Tujuh Meter
Untuk memenuhi logistik sekaligus dalam rangka mempertahankan wilayah Indonesia, jajaran TNI Angkatan Laut (AL) kerap melakukan patroli pengamanan batas wilayah. Seperti yang dilakukan KRI Teluk Cirebon-543 yang selalu mengelilingi perairan Laut Jawa dan Selat Sunda hingga Selat Malaka.

Laporan Hayatullah, BANDARLAMPUNG

SUASANA Pelabuhan Internasional Panjang, Bandarlampung, tampak padat seperti biasanya. Wajar saja, pelabuhan itu memang merupakan salah satu pelabuhan terpadat di Indonesia karena aktivitas bongkar-pasang barang.

Namun, pandangan wartawan koran ini tertuju pada satu kapal yang bersandar di dermaga D, yakni KRI Teluk Cirebon-543. Ternyata, kapal itu tiba di Lampung sejak Kamis (24/10) pukul 11.00 WIB setelah melakukan patroli di wilayah laut bagian barat Jakarta.

Di sana, Radar Lampung langsung disambut Kepala Divisi Motor Bantu KRI Teluk Cirebon-543 Letda Laut Ruben Tabuni. ''Selamat pagi Pak, apa yang bisa kami bantu?" sapanya mengawali pembicaraan.

Setelah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan wartawan koran ini, Ruben menuturkan,  KRI Teluk Cirebon awalnya adalah kapal pendarat sederhana jenis 108 kelas Frosch-I (E35) milik Jerman Timur.

Panjang kapal berlambung 543 adalah 90,78 meter dengan kecepatan maksimum 18 knot, tinggi 28 meter, dan kapasitas bahan bakar 275 ribu liter. KRI Teluk Cirebon-543 merupakan jenis kapal Frosch atau LST (landing ship tank). Kapal ini kali pertama diluncurkan bernama Nordperd-E 171 oleh VEB Peenewerft, Wolgast, Jerman Timur, pada 28 September 1979.

''Namun telah mengalami perubahan dengan pembuangan persenjataan untuk dijadikan kapal perbekalan atau logistik dan diletakkan dalam angkatan PAC pada 1995," terang pria lulusan akademi AL 2011 ini.

Selain itu, KRI Teluk Cirebon-543 adalah kapal angkut pasukan, garasi tank, dan logistik. ''Garasi tank tersebut mampu memuat sedikitnya enam tank buatan rusia dengan ukuran 6-7 meter," papar Ruben.

Dia menceritakan, Teluk Cirebon merupakan alur pelayaran yang cukup ramai di Laut Jawa. Bahkan, Teluk Cirebon memiliki peran yang cukup penting pada masa awal kemerdekaan. Karena di teluk ini pernah terjadi peristiwa heroik, yaitu pertempuran antara pasukan AL RI dengan AL Belanda pada 5 Januari 1947.

Peristiwa itu bermula ketika pasukan AL Pangkalan Cirebon mengadakan latihan perang di Pantai Cirebon. Dalam latihan tersebut diikutsertakan empat kapal patroli pantai dengan kapal pimpinan RI Gajah Mada di bawah Komandan Letnan I Samadikun.

''Nah selama iring-iringan KRI Gajah Mada berlayar ke utara, kapal Belanda memberi isyarat agar iring-iringan kapal berhenti. Sehingga kapal patroli itu mengundurkan diri ke barat. Sedangkan, KRI Gajah Mada terus maju melawan musuh dan terjadilah pertempuran yang tidak seimbang. Dalam peristiwa itu, kapal KRI Gajah Mada tenggelam," ceritanya.

Jadi, kata dia, untuk mengenang sejarah perjuangan yang dipimpin Komandan Letnan I Samadikun yang gugur, maka salah satu kapal perang diberi nama KRI Teluk Cirebon. ''Dengan harapan, segenap ABK-nya dapat meneladani para pejuang tersebut," tegasnya.

Untuk pengamanan batas wilayah Indonesia, KRI Teluk Cirebon-543 memiliki 2 meriam 25 dan meriam 37 berada di depan, serta 2 meriam 37 di buritan. ''Biasanya meriam ini kami gunakan untuk latihan. Di mana latihan sering dilakukan di Surabaya," ucapnya.

KRI Teluk Cirebon-543 yang memiliki kecepatan maksimal 18 knot dengan bahan dasar baja itu mampu beroperasi selama 15-30 hari di laut. ''Kapal ini terdiri tujuh geladak. Yakni isyarat, anjungan, perwira, utama, kamar anggota, tank gate, dan mesin," sebutnya.

Pria asal Papua itu mengatakan, sandarnya KRI Teluk Cirebon-543 di Pelabuhan Internasional Panjang untuk mengisi bahan bakar setelah sebelumnya berada di perairan Selat Sunda.

''Tugas utama kita untuk melakukan patroli di perairan barat Indonesia serta logistik. Tetapi karena ada gelombang tinggi mencapai 5 meter di Selat Sunda, sehingga mesti mengisi bahan bakar dahulu di Lampung," paparnya.

Diakui, kapal ini sudah kali kedua masuk Lampung dengan lintasan komando armada maritim barat tahun 2000. ''Untuk setiap berlayar membutuhkan 65 orang yang terdiri propos, bintara kesehatan, komandan," pungkasnya. (p4/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar