Minggu, 27 Oktober 2013

Aparat Unjuk Kekuatan

Aparat Unjuk Kekuatan


Aparat Unjuk Kekuatan

Posted: 26 Oct 2013 09:27 PM PDT

Wali Kota: UMK Harus Ideal
BANDARLAMPUNG – Kesan psywar seakan ditunjukkan aparat di Provinsi Lampung dalam menghadapi aksi buruh yang rencananya berlangsung besok (28/10). Buktinya kemarin, mereka menggelar apel gabungan kesiapan pengamanan dalam rangka mengantisipasi aksi buruh nasional di Lapangan Korpri Pemprov Lampung.

Tidak tanggung-tanggung, rencananya pada hari itu jumlah aparat yang diturunkan mencapai 529 personel, yang terdiri gabungan anggota TNI dan Polri serta instansi terkait lainnya (selengkapnya lihat grafis, Red).

Pada apel yang dipimpin Kapolda Lampung Brigjen Pol. Heru Winarko itu, polisi memastikan akan menindak tegas siapa pun yang bertindak anarkis sehingga menimbulkan kericuhan.

''TNI- Polri dan instansi pemerintahan lainnya harus siap mental dan fisik untuk mengantisipasi gerakan buruh ini. Itu agar demonstrasi betul-betul berjalan kondusif. Jangan picu kerusuhan dalam aksi tersebut!" tandas Heru.

Terkait adanya ancaman dari buruh yang menargetkan akan membekukan dua perusahaan di Lampung, yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Garuda Food, Heru memastikan akan menurunkan anggotanya jika memang terjadi kerusuhan di dua perusahaan itu.

''Pastinya jika memang terjadi kerusuhan di dua perusahaan tersebut, anggota kami akan mengamankannya," ucap dia.

Sementara, Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N., M.M. mewajibkan upah minimum kota (UMK) 2014 mengalami kenaikan dibandingkan tahun ini. Dia mengimbau dewan pengupahan kota (DPK) untuk memperjuangkan nilai UMK yang ideal.

''Harus (naik, Red). Tidak ada tawar-menawar lagi, UMK memang harus naik!" tegasnya kepada Radar Lampung kemarin.

Sayang, mantan kepala Dinas Pendapatan Daerah Lampung ini belum mau menyebut besaran yang dianggapnya ideal. Bahkan untuk menegaskan kebutuhan hidup layak (KHL) setara UMK, ia belum bisa memastikannya. Herman, tampaknya, trauma dengan kegagalannya tahun lalu dalam memperjuangkan UMK setara KHL.

''Tahun lalu kita belum berhasil UMK seratus persen KHL. Karenanya sekarang, saya belum bisa menerka berapa UMK yang ideal. Tetapi yang pasti, saya tetap berharap minimal UMK setara KHL," ucapnya.

Herman mengaku penetapan KHL dan UMK diserahkan sepenuhnya kepada DPK. ''Kita serahkan sepenuhnya pada hasil pembahasan dewan pengupahan. Namun, kita tetap berharap ketetapan UMK 2014 tidak di bawah KHL," tuturnya.

Terkait desakan sejumlah elemen masyarakat yang berharap UMK 2014 naik minimal 50 persen, Herman juga mengaku ikut mempelajarinya. Hal ini seiring pembahasan di tingkat DPK yang masih berjalan. ''Saya membiarkan DPK bekerja dan memutuskan nilai terbaik UMK 2014. Tetapi bukan berarti saya diam saja. Saya tetap mempelajari angka idealnya. Jadi, saya tidak akan salah langkah dalam menetapkannya nanti," ungkap dia.

Herman percaya DPK bertindak objektif dalam membahas UMK. Tujuannya agar ketetapan UMK 2014 benar-benar diterima buruh maupun pengusaha. Sebab jika terjadi kesenjangan, dipastikan memicu konflik dan kerugian di kedua belah pihak.

''Bagaimanapun, ketetapan UMK 2014 harus memuat rasa keadilan. Baik bagi bagi buruh maupun kalangan pengusaha," pungkasnya. (fbi/red/p4/c1/whk)

Polisi Bubarkan Panggung Hiburan

Posted: 26 Oct 2013 09:26 PM PDT

Kecewa dengan Polresta
BANDARLAMPUNG – Kegiatan car free night tetap digelar Pemkot Bandarlampung tadi malam. Namun, acara yang seyogianya berlangsung hingga pukul 04.00 WIB dini hari tadi itu hanya berlangsung sampai pukul 00.00. Penyebabnya, Polresta Bandarlampung sudah membuka Jl. Ahmad Yani yang dijadikan lokasi car free night sejak pukul 22.00. Padahal, pemkot menilai acara tersebut lebih sukses dari kegiatan serupa sebelumnya yang digelar pada Sabtu (19/10) lalu. Kesuksesan itu dilihat dari jumlah pengunjung yang datang lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

''Ya, sejak dibuka dari pukul 19.00, masyarakat yang datang lebih ramai dari pekan lalu. Mungkin karena saat itu (pekan lalu, Red) langit lagi mendung," ujar Kepala Dinas Pasar Bandarlampung Khasrian Anwar kemarin.

    Pada kesempatan itu, Khasrian mengaku kecewa dengan sikap polresta yang membuka Jl. Ahmad Yani lebih awal. Sebab, pihaknya telah menetapkan acara tersebut hingga pukul 04.00.

    ''Alasannya apa, saya kurang tahu. Mungkin mereka (polresta, Red) menganggap yang hadir sudah pada pulang," kata dia.

    Kendati pada pukul 22.00 polresta telah membuka jalan, Khasrian memastikan acara car free night tetap digelar hingga pukul 00.00. ''Saya dan teman-teman ditugaskan di sini sampai jam 12 malam. Jadi kami tetap standby dahulu," tegasnya yang saat itu didampingi Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung Cik Raden.

Terpisah, Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto membantah jika pihaknya membuka Jl. Ahmad Yani sebelum kegiatan selesai. Dia mengatakan, jalan tersebut dibuka oleh anggota Banpol PP.

''Sekitar pukul 22.15 memang Jl. Ahmad Yani telah dibuka dan kendaraan juga sudah dapat melaluinya. Banyak pedagang yang telah membereskan dagangannya. Nah, mungkin jalan dibuka oleh Banpol PP," ujarnya tadi malam.

Kendati demikian, mantan Kapolres Tulangbawang ini mengaku pihaknya sempat membubarkan panggung hiburan yang berada tidak jauh dari Tugu Adipura. ''Pembubaran dilakukan karena tidak ada izin keramaian," tukasnya.

Dia menambahkan, pihaknya pada kegiatan car free night tadi malam tetap menurunkan personel dan mengamankan acara itu dengan maksimal. ''Acara saat ini lebih terkendali, karena masyarakat sudah banyak yang mengetahui kalau Sabtu malam akan digelar car free night. Jadi, pengemudi kendaraan menghindari jalan-jalan tersebut walau harus memutar balik," pungkasnya. (asy/red/p4/c1/whk)

BPJS, 1 Dokter 3 Ribu Peserta

Posted: 26 Oct 2013 09:25 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Seiring dengan penerapan jaminan kesehatan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan pada 2014, belum dibarengi ketersediaan tenaga kesehatan memadai. Salah satunya dokter. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandarlampung Boy Zaghlul Zaini menuturkan, persiapan menyambut BPJS bidang kesehatan tidak hanya dari segi pembiayaan, tapi juga penyediaan tenaga kesehatan. Dikatakan Boy, pada dasarnya sudah ada pemetaan rasio tenaga kesehatan secara nasional. Namun belum berdasarkan kebutuhan pada setiap fasilitas kesehatan.

''Masih harus dilihat lagi kebutuhan dokter harus sampai tingkat rumah sakit,'' ujarnya kepada Radar Lampung kemarin.

Imbasnya, dirinya belum dapat memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, seperti dokter, spesialis, perawat, dan bidan, cukup untuk menghadapi pelaksanaan jaminan kesehatan tahun depan itu.

''Kami belum tahu angka kebutuhan riil nantinya. Yang pasti dengan membesarnya cakupan jaminan kesehatan di mana diselenggarakan BPJS, ketersediaan tenaga kesehatan harus diperluas,'' bebernya.

Dikatakan, dari acara sosialisasi BPJS 2014 yang sempat digelar IDI di Grand Anugerah, Bandarlampung, Jumat (25/10). Sementara ini Kemenkes menetapkan satu dokter melayani 3 ribu peserta BPJS. ''Sedangkan jumlah untuk Bandarlampung sekitar 400 dokter umum dan 200 spesialis. Tapi angka pastinya saya kurang ingat,'' ucapnya.

Saat ini, kata dia, IDI tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Diskes dan organisasi kedokteran guna mendata jumlah pasti dokter yang ada. Dari situ, pihaknya juga berharap agar pemda dapat membantu pemerataan dalam penempatan dokter. ''Semoga saja tidak akan terjadi penumpukan di daerah-daerah tertentu,'' pungkasnya.

Sebelumnya, selain tenaga kesehatan, perubahan sistem ini juga dianggap PT Askes (Persero) akan menambah beban kerja yang harus ditanggung perusahaan pelat merah tersebut. Sehingga untuk bisa meng-cover lingkup kerja BPJS, PT Askes Lampung akan membutuhkan penambahan pegawai sekitar 100–150 orang. (red/p4/c3/gus)

 

Bangun 50 Persen Hunian Layak

Posted: 26 Oct 2013 09:15 PM PDT

REI Expo 2013
BANDARLAMPUNG – Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Lampung berhasil menunjukkan kinerjanya dengan baik. Sebab, dari 20 ribu rumah yang ditargetkan pemerintah sudah terealisasi 50 persen. ''Sampai September 2013, kami berhasil merealisasikan pembangunan perumahan lebih dari 50 persen dari target 20 ribu unit selama setahun,'' ungkap Ketua DPD REI Lampung Tata Indra dalam pembukaan REI Expo 2013 di Mal Kartini (Moka) semalam.

Rinciannya, Kota Bandarlampung dengan 750 unit rumah mewah, 3.000 rumah menengah, dan 1.600 rumah sederhana. Lampung Selatan sudah 2.000 rumah menengah dan 5.000 rumah sederhana. Pesawaran 800 rumah menengah dan 1.500 rumah sederhana. Lampung Tengah 500 rumah menengah dan 1.000 rumah sederhana. Lampung Timur 300 rumah menengah dan 500 rumah sederhana. Pringswu 700 rumah menengah dan 1.000 rumah sederhana. Lalu Waykanan 300 rumah sederhana.

''Untuk itu, kami minta pemerintah dapat memberikan kemudahan regulasi kepada seluruh pengembang yang terhimpun dalam organisasi REI Lampung. Dan kami siap bekerja sama untuk membangun dan mengembangkan Lampung dalam penyediaan perumahan untuk para PNS di lingkungan provinsi Lampung,'' tutur dia.

Tata melanjutkan, pameran REI Expo kali ini merupakan agenda rutin yang digelar dua kali dalam setahun. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat Indonesia tentang perumahan layak huni dengan lokasi yang tersebar di seluruh Lampung. ''Mereka diberikan beragam tipe dan harga secara terjangkai yang disesuaikan dengan penghasilannya,'' tutur dia.

Diharapkan pameran dapat memberikan manfaat dan sumber inspirasi bagi masyarakat yang ingin membeli rumah baik secara tunai maupun melalui kredit dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) melalui perbankan yang ikut berpartisipasi.

Even REI Expo 2013 resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Arinal Junaidi. Di mana, ada 40 stan dengan peserta pameran perumahan terbesar dan terlengkap di Lampung ini berasal dari developer, mitra pendukung, broker property, serta perbankan.

Peserta REI Expo 2013 di antaranya PT Tri Windu Kencana Abadi, CitraGarden, Villa Bukit Tirtayasa, Springhill Bandarlampung, Bukit Alam Surya Residence, Bukit Alam Surya Estate, Perumahan Citra Mas, PT Suka Karya Mandiri, Conwood, dan Fly Over Residence. Lalu Griya Antasari Permai, Mutiara Residence, Bumi Asri, Nuwo Sriwijaya Permai, Singgahpay Surya Estate, PT Mitra Saburai Properti, Puri Rupi Indah, Puri Kampung Baru, dan Lamondo Residence.

    Kemudian untuk perbankan yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), BJB, BNI Syariah, BRI, dan BNI 46 yang mendukung KPR. Juga peserta dari broker, seperti PT Graha Properti Center (GPC), Sentra Properti, dan Century 21. Serta mitra pelengkap properti ada tiga. Yakni Conwood, Kingkoil, dan JACO. (hyt/p4/c3/gus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar