Jumat, 12 Juni 2015

Copot Oknum Petugas Parkir!

Copot Oknum Petugas Parkir!


Copot Oknum Petugas Parkir!

Posted: 11 Jun 2015 09:47 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Bak orang kebakaran jenggot, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bandarlampung Rifa'i naik pitam saat mengetahui adanya keluhan masyarakat terkait penarikan biaya parkir hingga tiga kali di Pasar Tengah. Saat dikonfirmasi di kompleks perkantoran Pemkot Bandarlampung kemarin (11/6), mantan direktur keuangan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek ini terlihat sangat kesal dengan oknum-oknum petugas penarik retribusi parkir di Pasar Tengah. ''Itu memalukan, harus dicopot!" tegasnya.

Dia memastikan bakal mengecek kebenaran informasi tersebut. Dan apabila terbukti, koordinator lapangan penarik retribusi parkir di wilayah tersebut juga akan dicopot.

''Kalau benar seperti itu, kesannya kami (Dishub, Red) tidak dianggap. Kami sudah sering memberi sanksi tegas, tetapi pungli masih saja terjadi," geramnya.

Senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung Muchlas E. Bastari. Dia juga menyayangkan adanya keluhan dalam penarikan tarif parkir di Pasar Tengah tersebut.

''Dalam hal ini, kami sudah meminta Dishub untuk membuat imbauan, supaya pembayaran parkir cukup sekali saja," katanya.

Menurutnya, hal ini juga bisa terjadi karena ada faktor pembiasaan. Para pengendara terbiasa memberikan uang lebih kepada petugas parkir sehingga menjadi kebiasaan.

Karenanya, Muchlas menyarankan agar petugas parkir membuat pemberitahuan untuk tidak menerima retribusi parkir melebihi ketentuan. Bisa berupa tulisan pada kaus petugas parkir. Kemudian pos penjagaan parkir juga diberi papan pemberitahuan.

''Dishub kan tidak hanya bertugas menertibkan, tetapi juga memberikan kenyamanan. Jadi hal-hal yang menyangkut kenyamanan pengendara juga merupakan tanggung jawab mereka," ujar dia.

Kalau setelah diimbau masih terjadi pungli, imbuh Muchlas, Dishub dapat meminta bantuan secara hukum. ''Karena pada dasarnya, setiap pelanggaran memiliki dampak hukum," pungkasnya.

Diketahui, sejumlah warga Bandarlampung mengeluhkan penarikan tarif parkir di Pasar Tengah. Sebab, warga yang memarkirkan kendaraan di sana banyak yang mengaku ditarik biaya hingga tiga kali. Pertama saat masuk, kemudian ketika mengeluarkan kendaraan, dan ketiga saat akan keluar.

Seperti disampaikan Febri (25), warga Kecamatan Tanjungkarang Timur. Dia mengaku saat berkunjung ke Pasar Tengah bersama temannya menggunakan mobil ditarik parkir hingga tiga kali.

Menurutnya, saat mobil masuk Jl. Pangkal Pinang, ia membayar Rp5 ribu di pintu masuk. Lalu diberikan karcis dan dikembalikan hanya Rp2 ribu. ''Saya tanya, itu kan Rp2.500 di karcisnya, lalu saya minta Rp500 lagi, tetapi petugasnya bilang nggak ada kembalian," terangnya, Rabu (10/6).

Dilanjutkan, saat itu dia masih maklum. Namun, Febri heran ketika hendak keluar dari lokasi parkir, kembali ditarik biaya oleh petugas parkir yang berada di dalam Pasar Tengah sebesar Rp2 ribu.

''Lalu saat mau keluar, saya diminta lagi Rp2 ribu. Bilangnya saya sudah lebih dari satu jam. Padahal, saya parkir di dalam belum lama. Belum ada satu jam," akunya.

Keluhan serupa disampaikan Iin Kurnia. Warga Jl. Purnawirawan, Gedongmeneng, ini mengaku ditarik Rp2 ribu saat masuk Pasar Tengah melalui pintu masuk Jl. Pangkal Pinang.

Padahal saat itu ia menggunakan motor dan tarif parkir untuk motor di Pasar Tengah adalah Rp1.500. ''Saya sudah kasih uang pas, tetapi petugasnya bilang kurang Rp500. Padahal di karcisnya tertulis jelas Rp1.500," keluhnya. (yay/p3/c1/whk)

BBPOM Kalah Start

Posted: 11 Jun 2015 09:45 PM PDT

Tak Tahu Ada Pengecekan Gudang
BANDARLAMPUNG – Koordinasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung patut dipertanyakan. Sebab, kendati dalam satu instansi yang vertikal, BBPOM Bandarlampung tidak mengetahui jika ada pengecekan gudang di Lampung oleh BPOM.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Bandarlampung Ramadhan mengaku tidak mengetahui adanya informasi terkait pengecekan gudang di Lampung oleh BPOM.

Menurut dia, adalah suatu kewajaran kalau pengusaha menyimpan produknya sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan.

''Nggak tahu. Belum ada informasinya. Gudang apa ya?" tanyanya kemarin (11/6).

Kendati demikian, Ramadhan memastikan pihaknya tetap menggelar inspeksi mendadak (sidak). Namun, dia mengaku hingga saat ini belum ada koordinasi dengan dinas terkait.

"Pasti ada dong, sidak untuk bulan puasa nanti. Tapi memang belum ada koordinasi lebih lanjut. Waktunya kami rahasiakan dulu, namanya juga sidak," katanya.

Dia mengaku, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) baik Pemkot Bandarlampung maupun Pemprov Lampung.

Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bandarlampung Amran. Dia mengatakan, pihaknya juga belum mendapatkan informasi terkait adanya gudang penyimpan di Lampung hasil sidak dari BPOM RI.

"Mungkin itu hanya sekadar persiapan bukan sidak. Sidak belum lah, kami saja belum ada koordinasi," ujarnya di kompleks pemkot kemarin.

    Diketahui, menjelang Ramadan, BPOM RI melakukan intensifikasi pengawasan makanan dan minuman kemasan. Intensifikasi dilakukan 425 sarana distribusi yang terdiri dari toko/warung, pasar tradisional, dan supermarket di seluruh Indonesia. Hasilnya, sebanyak 11.370 kemasan produk pangan tidak memenuhi syarat (TMS) berhasil diamankan.

    Pangan TMS tersebut terdiri dari pangan tanpa izin edar (TIE) 6.043 kemasan, 4.510 kemasan pangan kedaluwarsa, dan 817 kemasan pangan rusak. Keekonomiaannya ditaksir lebih dari Rp455,8 juta.

Kepala BPOM Roy Sparingga menuturkan, intensifikasi pengawasan ini dilakukan sejak 25 Mei hingga 9 Juni 2015 oleh Badan Besar POM di seluruh Indonesia. ''Jadi saya instruksikan untuk melakukan intensifikasi mulai 3 minggu sebelum Ramadan," ungkapnya di Jakarta, Rabu (10/6).

    Roy mengaku, seruan intensifikasi ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan produk jelang ramadhan yang kerap dimanfaatkan oleh pengusaha tidak bertanggung jawab. Momen itu sering kali disusupi pengusaha untuk menjual produknya yang tidak memenuhi syarat. "Kami tidak ingin masyarakat terkena dampaknya," tuturnya.

    Selain melakukan pengecekan di lokasi-lokasi penjualan makanan dan minuman kemasan, BPOM juga menjangkau beberapa gudang sebagai tempat penyimpanan. Dari 26 gudang di Jakarta, Lampung, Bengkulu, Kendari, Makassar, Palu, dan Pontianak. Dari pengecekan, terdeteksi dua gudang yang menyimpan produk illegal atau tidak memenuhi ketentuan.

    "Dua gudang itu di Jakarta dan Makassar. Nilai keekonomian produk yang diamankan sekitar Rp189,16 juta," urainya. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. Sebab, intensifikasi akan terus dilakukan hingga memasuki bulan ramadhan hingga usai lebaran. (yay/c1/whk)

DPRD Ngotot Hearing

Posted: 11 Jun 2015 09:44 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Polemik rencana pengosongan 14 rumah toko (ruko) di Pasar Tengah oleh Pemkot Bandarlampung terus bergulir. Kendati pemkot melalui Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) akan mengirimkan surat perintah pengosongan kepada belasan pemilik ruko tersebut, DPRD Bandarlampung ngotot akan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan mengundang kedua belah pihak.

Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi mengatakan, sebagai lembaga perwakilan rakyat, pihaknya akan memperjuangkan hak-hak rakyat.     ''Memang DPP yang memiliki kewenangan untuk eksekusi. Tetapi sebagai wakil rakyat, kami harus tetap menggelar hearing agar tahu duduk perkaranya," ujar dia saat ditemui usai menghadiri deklarasi LBH Pers di The 7th Hotel kemarin (11/6).

Meski demikian, politikus PDI Perjuangan ini tidak akan mempercepat jadwal hearing. Sebab, menurutnya, surat yang dikeluarkan DPP baru sebatas pemberitahuan, bukan eksekusi.

''Hearing nanti itu lintas komisi. Paling cepat Selasa (16/6) kami gelar," janjinya.

Sedangkan Kepala DPP Bandarlampung Khasrian Anwar mengatakan, pihaknya tidak jadi mengirimkan surat pemberitahuan pengosongan kepada 14 pemilik ruko di Pasar Tengah kemarin.

Sebab, pihaknya masih mengonfirmasi mengenai data 14 pemilik ruko yang diminta dikosongkan. ''Kami masih mengonfirmasi lagi dengan Bagian Pemerintahan dan Badan Pertanahan Nasional supaya tidak ada kesalahan. Jadi besok (hari ini, Red) dikirim," katanya.

Terpisah, kuasa hukum 30 pemilik ruko Pasar Tengah Djohan Suwandi Wangsa mempertanyakan dasar hukum pemkot untuk mengambil langkah penutupan terhadap 14 ruko itu.

Menurut dia, seharusnya pemkot mencermati isi dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Selain itu para pemilik ruko sudah mendapat surat perlindungan hukum dari Presiden RI melalui Kementerian Sekretariat Negara RI tanggal 3 Maret 2015 Nomor : B-57/Kemensetneg/D-4/HK.04.02/03/2015 Perihal Perlindungan Hukum yang ditandatangani Deputi Bidang Perundang-undangan,

"Harusnya pemkot harus bercermin pada UUD 1945 di mana negara Indonesia adalah negara hukum. Kekuasaan aparatur negara dibatasi dan ditentukan hukum," ungkapnya.

Dia melanjutkan, pemkot seharusnya bertindak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Khususnya asal legalitas dan asas perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

''Statement mereka di surat kabar beberapa hari terakhir ini menunjukkan pemkot mengabaikan asas profesionalitas. Yaitu asas yang mengutamakan keahlian berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku," pungkasnya. (yay/p3/c1/whk)

Pertamina Jamin Stok BBM Aman

Posted: 11 Jun 2015 09:42 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Menjelang Ramadan yang tinggal hitungan hari, masyarakat diminta tidak perlu cemas dengan stok bahan bakar minyak (BBM). Dalam ekspose menjelang Ramadan di ruang Abung Pemprov Lampung kemarin (11/6), Head Operation PT Pertamina tangki bahan bakar minyak Panjang, Purwanta, menjamin stok BBM saat Ramadan dan Idul Fitri aman.

    Purwanta menjamin ketersediaan bahan bakar di terminal bahan bakar minyak (TBBM). ''Saya kira aman saat Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," kata dia.

    Dilanjutkan, untuk saat ini stok BBM sesuai kapasitasnya. Per Rabu (10/6) lalu untuk Pertamax sebanyak 3.933 kl (kiloliter) untuk 9,3 hari. Kemudian premium 18.003 kl, stok sampai 8,6 hari.

    Solar stoknya 9.780 kl untuk 6,3 hari. Lalu untuk Pertadex 116 kl untuk 38,7 hari dan minyak bakar 1,089 kl untuk 9,9 hari.

    Lantas bagaimana mengatasi ketersediaan jika dalam angka maksimal stoknya hanya sampai sembilan hari kedepan saja? Dipaparkan Purwanta, biasanya sebelum batas rendah, sudah kembali diisi.  "Karena, pasokan bahan bakar dari laut sudah terisi dalam satu harinya rata-rata 5 ribu liter perharinya," kata dia.

    Ekspose itu sendiri dipimpin Sekprov Lampung Arinal Djunaidi. Ia meminta kepada satuan kerja terkait mempersiapkan berbagai hal menjelang ramadan dan Lebaran.

    "Saya minta kepada Dinas Perhubungan untuk mengecek angkutan darat, laut dan udara guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan pengemudi. Tahun lalu kita sukses menyiapkannya. Mudah-mudahan tahun ini tidak bermasalah," kata Arinal.

    Dilanjutkan pejabat karir nomor satu di lingkungan Pemprov Lampung ini, berdasarkan laporan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) tidak terjadi penumpukan kendaraan di  Pelabuhan.

    "Tapi, kita harus tetap ada antisipasi khususnya untuk kendaraan yang masuk pelabuhan. Mungkin kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar mengoptimalkan rambu-rambu lalu lintas," kata dia. (abd/c1/adi)

 

Aidila Lahirkan 3 Putri Kembar

Posted: 11 Jun 2015 09:24 PM PDT

Selama Hamil Makan 7 Kali dan 100 Gr Susu per Hari
BANDARLAMPUNG - Selasa (9/6) lalu, Rumah Sakit DKT Lampung disibukkan dengan bayi kembar tiga. Bayi tersebut adalah buah hati pasangan Riswan (25) dan Aidila Putri Aisdiawati (20). Ketika ditemui, Riswan menjelaskan, ketiga anaknya yang berjenis kelamin wanita tersebut lahir secara caesar di RS DKT dengan berat masing-masing 2,1 gram (gr), 2,4 gr, dan 1,5 gr.

    ''Sebenarnya saya memang sudah tahu sejak di awal-awal kandungan dulu. Saya cek ke dokter ternyata ada tiga janin di rahim istri saya," kata dia.

    Untuk itu, lanjut pria asli Tanjungraja, Lampung Utara, ini, dia bersama istri ekstrakeras untuk menjaga kandungannya.

    Semasa kandungan, dia mengaku tidak ada yang aneh yang dialami istrinya. Namun demikian, kekhawatiran sempat dirasakan ketika istrinya memasuki masa hamil enam bulan. Pasalnya, sang istri mengalami gatal di seluruh badan di setiap harinya.

    ''Di bulan keenam, saya sempat khawatir. Karena istri saya mengalami gatal-gatal di seluruh badannya. Hingga di beberapa bagian lecet karena digaruk," katanya.

    Dia juga menjelaskan, dari porsi makanan, asupan yang masuk ke istrinya pun sangat meningkat. Ia mengaku harus meladeni istrinya tersebut.

    Untuk porsi makanan, dia mengaku sang istri bisa menghabiskan tujuh kali makan nasi lauk lengkap dalam satu hari. Ditambah lagi meminum susu hamil sebanyak 100 gr per harinya.

    "Hobinya nyusu itu sama makan. Setiap hari. Tapi, saya bersyukur untuk kelahirannya bisa sehat," ungkapnya.

    Saat ini, dia mengaku istri dalam keadaan sehat dan sedang menjalani istirahat. Kemudian ketiga bayinya tersebut sedang dalam inkubator. Dan menjalani perawatan perkembangan di enam hari kedepan.

    "Mudah-mudahan perkembangannya selalu bagus. Karena, ini kelahiran pertama dan anak pertama saya. Saya juga minta doanya bang," ungkap warga Perunmahan Puri Sejahtera Blok U no 15 ini.

    Sayangnya, ketika Radarlampung menyambangi sang istri yang berada di Anggrek nomor 5 belum bisa dikonfirmasi. Aidila Putri Aisdiawati yang asli Ponorogo itu sedang beristirahat dan tidak diperkenankan untuk berbicara.

    "Besok saja mas, ayuk sedang istirahat," kata salahsatu perempuan berjilbab  diruang anggrek tersebut. (abd/p1/c1/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar