Kamis, 04 Desember 2014

UMK Molor, Buruh Siap Demo

UMK Molor, Buruh Siap Demo


UMK Molor, Buruh Siap Demo

Posted: 03 Dec 2014 07:39 PM PST

BANDARLAMPUNG - Molornya penetapan upah minimum Kota (UMK) Bandarlampung membuat buruh bereaksi keras. Mereka mengancam menggelar aksi demonstrasi apabila angka UMK melenceng jauh dari kebutuhan hidup layak (KHL). Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 92 Deny Suriawan menyatakan, KHL kota sudah ditentukan berdasar hasil survei. Artinya telah melihat komponen pertumbuhan ekonomi, inflasi, produktivitas, dan harga kebutuhan yang semakin meningkat.

    ''Kita sudah melakukan survei di delapan pasar tradisional di Bandarlampung dan sudah tiga kali. KHL itu berdasarkan hasil perhitungan kita bersama sebesar Rp1.770.019 dan sudah ditandatangani perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung," tegasnya kepada Radar kemarin.

    Faktor kenaikan harga BBM, lanjut Deny, juga semakin menegaskan bahwa UMK harus sesuai KHL. Usulan UMK Rp1,8 juta dinilainya telah cukup baik.     ''Angka itu sudah cukup baik. Lampung paling kecil di Sumatera. UMP dan UMK di bawah Bengkulu. Kita kota besar seharusnya di atas Bengkulu," bebernya.

    Menurut Deny, aksi demonstrasi buruh nantinya melihat hasil keputusan dari pertemuan antara Dewan Pengupahan Kota (DPK) Bandarlampung, Apindo Lampung, dan Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) Lampung.

    ''Jika Apindo berbicara kemampuan, itu alasan klasik yang selalu digunakan mereka. Harus bijak dengan tarif UMK, selama ini tidak pernah signifikan," ketusnya.

    Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bandarlampung Loekman Djoyosumarto mengatakan, pihaknya bakal hadir dalam rapat tersebut. ''Kami akan hadir dalam rapat itu," ucapnya singkat saat dikonfirmasi via ponsel kemarin.

    Terpisah, Ketua Apindo Lampung Yusuf Kohar juga mengatakan siap mengikuti rapat di DPP hari ini. Pihaknya kukuh menolak usulan UMK Rp1,8 juta yang telah diajukan DPK. ''Pihak perusahaan yang akan menggaji didengar juga suaranya dong. Harus mendengar juga kepentingan dunia usaha," tegasnya.

    Lantas, untuk saat ini berapa besaran UMK ideal menurut versi Apindo Lampung ? Yusuf Kohar enggan menjawabnya. Menurut dia besaran ideal itu nanti tergantung hasil rapat di DPP. "Rapat juga harus disesuaikan dengan mekanisme yang ada. Selama ini kita bukan tidak ditandatangani. Jadi belum ditandatngai karena tidak memenuhi tiga unsur yang sepakat," tutur dia.

    Diberitakan sebelumnya, usulan upah minimum Kota (UMK) Bandarlampung masih menggantung di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung. Alhasil, sampai kemarin berkas usulan UMK Rp1,8 juta tak kunjung ditandatangani Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

    Kasi Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Lampung Heny S. Mumpuni mengakui berkas UMK Bandarlampung belum naik ke meja gubernur.

    Menurutnya, berkas usulan UMK masih belum memenuhi syarat untuk diajukan. Penyebabnya, usulan UMK belum ada tanda tangan dari pihak Apindo Lampung.

    "Terhambatnya penetapan tersebut karena salah satu unsur tidak tanda tangan, yaitu dari unsur pengusaha atau Apindo. Kalau sudah ditandatangani, ya langsung kita ajukan," tegasnya.

    Karena itu, menurut dia, UMK yang diusulkan Dewan Pengupahan Kota (DPK) Bandarlampung bakal dikaji ulang di Dewan Pengupahan Provinsi Lampung. ''Belum ada kesepakatan dari putusan yang masuk ke kami. Masih ada yang menolak terkait besaran UMK Bandarlampung," jelasnya .

    'Heny memprediksi, akan ada usulan perubahan besaran UMK Bandarlampung. Dalam penilaiannya, UMK Bandarlampung akan kurang lebih sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan yakni Rp.1.580.000.  Mengingat, pengusaha keberatan dengan usulan   UMK saat ini. (cw12/p2/c1/wdi)

Buka Lapak Batu Akik di Pasar Seni Gratis!

Posted: 03 Dec 2014 07:34 PM PST

BANDARLAMPUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandarlampung merespons cepat rencana menjadikan Pasar Seni Enggal sentra batu akik. Kepala Disbudpar Muhammad Harun mengatakan, warga kota berhak menggunakan fasilitas di Pasar Seni. Termasuk para perajin dan pedagang batu akik.

    ''Siapa pun bisa memakai Pasar Seni. Beberapa waktu lalu juga pernah datang persatuan batu akik ingin mengadakan pameran, tetapi hingga saat ini belum ada kelanjutannya," kata dia kepada Radar Lampung kemarin.

    Menurutnya, siapa pun perajin atau pedagang yang ingin memanfaatkan Pasar Seni bisa langsung datang ke Disbudpar dan menemui dirinya. Harun memastikan semua fasilitas yang ada di Pasar Seni gratis. Namun, untuk itu harus izin terlebih dahulu ke Disbudpar.

    Harun mewanti-wanti jika nantinya Pasar Seni digunakan para pedagang dan perajin batu akik, kebersihannya tetap diperhatikan. ''Silakan saja temui saya. Bentuk paguyuban apa individu silakan datang, atau bisa melalui Radar Lampung yang menemani mereka menemui saya. Tetapi jangan sampai sudah dipakai, malah kebersihan nggak dijaga," katanya.

    Nantinya, jika pasar Seni sudah digunakan, maka akan ada beberapa orang yang akan dikondisikan untuk mengatur tempat di pasar seni. Pengaturan tersebut, menurutnya agar suasana di pasar Seni nyaman dan teratur. "Tidak dipungut biaya, tapi jika disbudpar ngebersihin bantulah bersih-bersih," terangnya.

Bahkan, menurutnya penerangan lampu di pasar seni pun sudah diberikan Pemkot Bandarlampung.

Terpisah, Walikota Bandarlampung Herman, HN kembali mendorong agar para pedagang dan pengrajin batu akik untuk beraktivitas di pasar Seni.

    "Sekarang juga boleh. Silakan saja, ayo pasang-pasang saja tendanya disitu. Syaratnya bawa batu akik, dan alatnya. Kalau kurang terang, lapor. saya terangin lagi, ramaikan saja, gratis," selorohnya.

    Diketahui, pasar Seni Enggal dinilai tak punya kontribusi besar terhadap perkembangan kesenian di Kota Bandarlampung. Pasar Seni juga dinilai tak dikelola secara maksimal. Karenanya, usulan memberdayakan Pasar Seni pun kembali mengemuka. Salah satunya menjadikan Pasar Seni sebagai pusat kerajinan batu akik.

    Dalam rapat koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di gedung Semergou, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. mempersilakan para perajin dan pedagang batu akik untuk beraktivitas di Pasar Seni selama 24 jam.  

    ''Kalau untuk pusat batu akik, kan sudah banyak tempat yang diberi penerangan. Biar kalau malam ramai dengan penjual batu akik. Seperti di Jalan Bengkulu, Jalan Padang, dan Terminal Kemiling. Kalau di Pasar Seni ada perajin batu akik yang mau berjualan di sana, silakan saja." kata dia. (cw12/p2/c1/wdi)

Tol Lampung Terus Dikebut

Posted: 03 Dec 2014 07:33 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pembangunan jalan tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggibesar terus dikebut. Saat ini, dokumen perencanaan pengadaan tanah jalan tol Trans Sumatera itu tengah dalam proses revisi. Dokumen inilah yang akan menjadi payung hukum proyek pembangunan.

    Demikian diungkapkan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR) Bagian Bina Marga Syahrial R. Pahlevi pada upacara peringatan Hari Bakti Ke-69 yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun Ke-43 Korpri di lapangan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung kemarin.

Menurut dia, pembangunan jalan tol ini akan disinkronisasikan dengan proyek-proyek besar lain yang ada di Provinsi Lampung. "Ya, kalau kemarin kan JSS (Jembatan Selat Sunda) ditunda programnya, karena dipemerintahan pak Jokowi lebih menitikberatkan di aspek pelabuhan. Nah, Pelabuhan Bakauheni akan dikembangkan menjadi pelabuhan yang bisa diharapkan menampung penumpang antarprovinsi," jelasnya seraya menjelaskan saat ini dokumen perencanaan itu sudah direvisi oleh Pemprov Lampung dan dikembalikan ke Kementerian PU/PR untuk dikoreksi dan disinkronisasi.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Kementerian PU/PR bagian perairan Yudha Mediawan, menyatakan, Lampung memiliki potensi luar biasa. Terutama pada sektor ketahanan pangan. Lampung saat ini menduduki peringkat ke-7 nasional. "Ke depannya akan kita tingkatkan sesuai dengan instruksi Presiden, Pak Joko Widodo dalam nawa cita-nya yang menyebutkan harus memperkuat ketahanan pangan, kemudian untuk insfrastruktur irigasi dan juga waduk," katanya.

Dijelaskan, pada kunjungan Jokowi ke Lampung beberapa waktu lalu, Kemen PU/PR diminta untuk membangun dua buah waduk. "Ya, desainnya yang sudah ada 3, yaitu di Sukoharjo Pringsewu, lalu di Sukaraja, Lampung Timur-Lampung Tengah dan Segalamider di Lampung Tengah. Desainnya sudah ada, tapi prosesnya tidak sama dengan infrastruktur yang lain, yang paling diutamakan itu 3, lahan, lahan, dan lahan. Lahan ini kita persiapkan di 2015," tuturnya.

Diketahui, acara peringatan Hari Bakti ke-69 yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun Korpri ke-43 mengangkat tema "Dengan Semangat Sapta Taruna dan Etos Kerja Insan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat".

Acara juga diisi dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba fotografi oleh Sekprov Lampung Arinal Djunaidi dan Kepala Dinas PU Provinsi Lampung Budhi Darmawan.

Untuk kategori kamera DSLR, juara I diraih oleh Agung Effendi dengan judul foto Menuju Senja, Albertus Yogy Pratama dengan judul foto Pelebaran Jalan Pesisir (juara II), Dewi Marta dengan judul foto SMS Fly Over (juara III). Sedangkan untuk kategori kamera pocket/HP, juara I diraih oleh Satrio Rinaldi dengan judul foto Azas Manfaat, Ichwan Sofian dengan judul foto Kerja Keras (juara II), dan Triana dengan judul foto Graffiti (juara III).  

Arinal Junaidi saat menyampaikan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjabarkan program Nawa Cita. Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta melaksanakan 10 perintah yaitu menjadi teladan bagi perubahan; penataan birokrasi yang dapat menjamin manajemen pembangunan PU/PR yang lebih efisien; koordinasi integrasi dan sinergi serta kerjasama; pengembanagan ilmu pengetahuan dan teknologi; transparansi pembangunan dan pembinaan fungsi pengawasan; peningkatan nilai tambah dalam pembinaan konstruksi dan investasi; serta meningkatkan komunikasi publik dan pelayanan data dan informasi.

Kemudian ASN juga diminta melaksanakan percepatan perubahan budaya kerja; mewujudkan semangat pelayanan dan pengabdian bagi masyarakat dan menjaga code of ethic dan code of conduct. "Saya berpesan kepada seluruh generasi muda PU/PR untuk terus meningkatkan kemampuan teknis saudara-saudara melalui pendidikan formal maupun dengan terus memupuk pengalaman lapangan. Lalu perkuat mental dan jiwa untuk dapat menghadapi godaan-godaan, ekses-ekses serta racun-racun pembangunan yang akan menghancurkan karir dan kehidupan serta masa depan saudara-saudara," jelasnya Arinal dihadapan Perwakilan Kementerian PU/PR bagian Bina Marga, Syahrial R. Pahlevi; Perwakilan Kementerian PU/PR bagian Perairan Yudha Mediawan; para kepala dinas satker dan tamu undangan lainnya.

Senada, Kepala Dinas PU Provinsi Lampung Budhi Darmawan, mengatakan peringatan Hari Bakti ini menjadi momentum untuk saling memperkuat kesetiakawanan dan juga mengenang para pahlawan di bidang PU. "Ya, sehingga kita semua bisa meneladani jiwa-jiwa pengorbanan itu untuk ke depannya agar kita bisa lebih baik. Dimasa pemerintahan pak Ridho dan pak Bachtiar ini, untuk Infrastruktur jalan di Lampung saat ini menjadi prioritas, dibuktikan dengan jumlah anggaran yang hampir Rp1 triliun. Kami juga, siap melaksanakannya dengan syarat bekerja keras dan penerapan pengawasan. Mudah-mudahan anggaran yang dikucurkan tidak sia-sia dan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan akan terlihat lebih maju," paparnya. (cw9/p6/c1/fik)

Dewan ’’Masuk Angin’’, Hearing Limbah Akhirnya Batal

Posted: 03 Dec 2014 07:33 PM PST

BANDARLAMPUNG – Komisi III DPRD Bandarlampung sepertinya sudah ''masuk angin". Komisi ini benar-benar membatalkan rencana hearing tentang limbah Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT). Sekretaris Komisi III Muchlas E. Bastari mengatakan, keputusan untuk tak menggelar hearing itu merupakan hasil rapat konsultasi dengan lintas komisi dan ketua DPRD. ''Disepakati hearing kedua RSUDDT terkait limbah tidak jadi dilakukan di komisi III. Tetapi dikembalikan ke komisi yang berkaitan," kata dia via ponsel.

    Untuk RSUDDT nantinya berurusan dengan komisi IV. Sementara TPA Bakung, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam), serta CV Berkah Jaya tetap ditangani komisi III. Tetapi, komisi III tidak menjadwalkan hearing soal limbah lagi. Komisi ini malah berkirim surat peringatan ke Disbertam serta Badan Pengelola dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) kota.

    Isinya agar kedua instansi tersebut mengawasi mobil rekanan yang membuang sampah dan limbah ke TPA Bakung. ''Komisi IV kan terkait rumah sakit, kesehatan. Jadi tidak terlalu menanyakan kembali pihak RS. Nanti, komisi IV yang melanjutkan," kata dia.

    Sementara, ketua Komisi IV DPRD Syarif Hidayat  membenarkan, bahwa RSUDDT dialihkan ke komisinya. Hal ini disesuaikan tugas pokok dan funsgi pengawasan yang telah disepakati.

Syarif menyatakan, belum ada jadwal ulang soal hearing dengan RSUDDT. "Saya belum bisa komentar banyak, karena belum melakukan pengecekan. Sampai sejauh mana apakah sudah melalui proses pengelolaan limbah atau belum. Baku mutu air sudah memenuhi syarat atau tidak," ujarnya.

Dia juga berharap semua satker agar dapat mengikuti ketentuan yang ada, dan benar. "Kita belum bisa pastikan kapan melakukan inspeksi mendadak (Sidak), kalu kita kasih bukan jadi sidak," tutup dia.

    Komisi III sebelumnya sudah menggelar hearing. Namun, pihak CV Berkah Jaya tak hadir dalam hearing tersebut. Akhirnya hearing pun berakhir antiklimaks. Komisi III lantas menjadwalkan hearing ulang yang sedianya digelar kemarin.    

    Diberitakan sebelumnya, limbah medis cair RSUDDT diduga dibuang ke TPA Bakung. Pada rabu (19/11), Radar melihat aktivitas truk tangki berwarna hijau bertuliskan ''Sedot WC" mondar-mandir di RS pelat merah tersebut.

    Karena ''terusik", wartawan koran ini mencoba melihat lebih dekat aktivitas truk tersebut. Saat itu, Radar melihat truk tangki tengah menyedot air di kolam IPAL (instalasi pengelolaan air limbah).

 Dengan mengaku sebagai warga sekitar yang membutuhkan bantuan jasa sedot WC, akhirnya Radar berhasil mengobrol dengan salah satu petugas truk tangki itu yang mengaku bernama Yudi.

    Darinya diketahui, truknya tengah menyedot limbah medis cair. ''Iya Mbak, ini airnya seperti air comberan. Ini sudah kali ke-8 kami menyedot sejak pukul 09.00 WIB tadi," ucapnya kala itu.

    Yudi mengatakan, limbah medis cair tersebut akan dibuang ke TPA Bakung. ''Saya nggak tahu apakah air ini berbahaya atau tidak, Mbak. Saya kan hanya diperintah dari perusahaan untuk menyedot limbah tersebut. Penyedotan ini juga baru pertama kami melakukannya," aku dia.

    Usai mengobrol dengan Yudi , Radar lantas berbincang dengan salah satu petugas RSUDDT berpakaian PNS yang ada di sekitar lokasi IPAL. Sayangnya, ia   enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai aktivitas truk tersebut.

    ''Saya nggak tahu pastinya Mbak. Sepertinya air di IPAL. Kalau nggak besok (Kamis, 20/11) silakan temui kepala instalasi sanitasi (Novilia, Red) saja. Karena sekarang dia sudah pulang," sarannya. (cw12/p2/c1/wdi)

 

 

Pemprov Salurkan Bantuan Logistik dan Pakaian

Posted: 03 Dec 2014 07:32 PM PST

Bagi Pengungsi Anaktuha
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung merealisasikan niatan mereka untuk membantu para pengungsi akibat bentrok antarwarga di Kecamatan Anaktuha, Lampung Tengah (Lamteng). Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan Tauhidi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Lamteng membuat tenda dan dapur umum guna membantu para korban bentrok yang rumahnya terbakar.

    ''Ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian pemprov serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengungsi yang rumahnya terbakar. Sudah ada empat titik. Kalau tempatnya saya lupa. Dua ukuran sedang yang bisa menampung sekitar 50 orang. Nah yang dua lagi ukuran besar yang bisa menampung hingga seratus orang lebih," jelasnya kemarin (3/12).

Mantan Kadisdik Lampung ini menambahkan, pihaknya juga sudah meminta Dinas Sosial (Sissos) Lampung Tengah (Lamteng) agar berkoordinasi dengan Dissos provinsi. "Terkait apa yang dibutuhkan, seperti bantuan logistik dan sebagainya Dissos Lamteng dapat berkoordinasi dengan Dissos Lampung apa saja yang menjadi kebutuhan di sana," tuturnya.

Disinggung tentang rencana pemberian santunan kepada warga yang rumahnya terbakar pascabentrok pada Kamis (27/11) lalu, Tauhidi mengaku masih akan meminta arahan kepada gubernur.

"Nah kan tidak selalu dalam bentuk santunan. Kalau masalah itu teknisnya ke Dinas Sosial atau ke Asisten III Bidang Kesra," ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Lampung Satria Alam mengaku sudah mengirimkan sejumlah bantuan baik berupa logistik maupun pakaian kepada warga yang masih berada di penampungan.

"Kita sudah kirimkan berupa pakaian dan logistic. Secara global sekitar dua truk yang kami kirimkan, kemarin. Untuk sementara baru itu. Nanti kita tunggu selanjutnya koordinasi dari Lamteng," jelasnya. (abd/c1/fik)

Puluhan Pelajar Terjaring OTS

Posted: 03 Dec 2014 07:31 PM PST

BANDARLAMPUNG - Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung menggelar Operasi Tertib Siswa (OTS) kemarin. Hasilnya, 38 pelajar terjaring. Puluhan pelajar SMP dan SMA itu kedapatan mangkir dari sekolah saat jam belajar.  Mereka terjaring di sejumlah tempat. Yakni Plaza Lotus, warnet di Jl. Cut Nyak Dien, Pasar Bambu Kuning, Lapangan Saburai, dan pusat perbelanjaan di Jl. Teuku Umar.

    ''Sekitar pukul 09.00 WIB, tim kita dibantu Disdik menggelar OTS di sejumlah tempat. Seperti warnet, pasar, dan mal. Berdasarkan data, ada 38 siswa yang berhasil kita jaring. Rinciannya 10 siswa SMP dan 28 siswa SMA," kata Kepala Banpol PP Bandarlampung Cik Raden di Lapangan Rawabaru, Jalan Yos Sudarso, kemarin.

Siswa yang terjaring ini, lanjut dia, diserahkan ke pihak Disdik . Nantinya, pihak disdik yang akan memanggil guru atau wali murid dari masing-masing siswa yang terjaring tersebut.

"Ya, kita serahkan (siswa) ke disdik, nanti mereka yang memanggil pihak sekolah atau wali murid masing-masing siswa. Hari ini kita akan kembali menggelar OTS. Agar tidak ada lagi siswa yang berkeliaran di saat jam pelajaran," tukasnya.

Sementara, Wali Kota Bandarlampung Herman HN meminta agar pihak sekolah menjaga anak didiknya agar tidak berkeliaran di jam-jam belajar. Jangan sampai saat Bapol PP menggelar razia operasi siswa (OTS) selanjutnya, jumlah yang terjaring makin banyak.

"Kalau lagi jam belajar ya harus berada di kelas, jangan keluar atau nongkrong-nongkrong di warnet atau mal. Nggak bener itu. Pihak sekolah juga harus ketat dalam mengawasi anak didiknya. Kalau sudah lewat dari jam belajar ya nggak apa-apa mau kemana-mana," kata dia. (cw12/wdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar