Jumat, 11 Desember 2015

Pembangunan Tembok Beton Berjalan Tegang

Pembangunan Tembok Beton Berjalan Tegang


Pembangunan Tembok Beton Berjalan Tegang

Posted: 11 Dec 2015 12:16 AM PST

BANDARLAMPUNG – Pembangunan tembok beton di bantaran rel kereta api nyaris berujung ricuh. Kondisi ini dipicu aksi para pekerja yang melanjutkan pembangunan tembok beton kemarin (10/12). Puluhan warga di sekitar areal pembangunan di Kotabaru, Enggal, tampak berjaga di sepanjang rel. Awalnya, mereka hendak memprotes aksi para pekerja itu. Beruntung, mereka masih bisa menahan diri karena khawatir keadaan jadi tak terkendali.

Warga akhirnya memutuskan mengundang Komisi III DPRD Bandarlampung. Langkah ini sekaligus untuk meminta penjelasan terkait hasil mediasi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (8/12) lalu.

''Kami menghindari keadaan yang memanas. Jadi kami menunggu pihak yang bisa menengahi kami," kata salah seorang warga, Hendro, kemarin.

Guna meredam suasana tegang, para warga sepakat untuk berkumpul di salah satu rumah warga, Aang. Tidak lama, Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung Muchlas E Bastari datang ke lokasi.

Namun setelah mendapatkan penjelasan hasil mediasi, warga kecewa. Selain tidak membuahkan hasil yang menguntungkan, petisi yang mereka buat kepada pemerintah pusat juga diabaikan.

Kendati demikian, warga tetap bersikukuh untuk menolak pembangunan tembok tersebut. Kali ini mereka akan meminta bantuan dari berbagai pihak lain untuk membatalkan pembangunan tersebut.

"Kami tetap menolak. Kami meminta bantuan dan mengumpulkan semua pihak. Setelah akan kami sampaikan keluhan kami ke pemerintah daerah," lanjutnya.

Sementara Muchlas berharap agar kebijakan pembangunan tembok beton dipertimbangkan kembali. Terlebih hal itu sudah menimbulkan keresahan masyarakat. "Belum ada keputusan dari pusat. Kami sudah negosiasi, supaya jaraknya dimundurkan. Tapi itu melanggar undang-undang," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi melihat pangkal terjadinya penolakan warga atas tembok beton tersebut adalah masalah sosialisasi. Dalam penilaiannya, sosialisasi oleh PT KAI terkait pembangunan tembok tidak maksimal.

Alian tak melihat keterlibatan maksimal unsur pemerintahan desa, lingkungan, RT, atau warga di pinggir rel dalam sosialisasi pembangunan tembok itu. Hal ini membuat warga resah. Akses jalan warga jadi sempit. Terlebih jika sampai ada penggusuran rumah.

''Warga sudah beberapa kali datang ke kami. Sejauh ini mereka masih dalam proses pendampingan untuk berkonsultasi secara hukum," ujarnya kepada Radar Lampung Rabu (9/12).

Alian menilai, pembangunan tembok terkesan hanyalah proyek Dirjen Perkeretaapian Kemenhub saja. Padahal, lanjut dia, selama ini kecelakaan kereta terjadi lantaran minimnya palang pintu perlintasan dan kelalaian penyeberang rel. "Sehingga solusi yang paling tepat yakni pembangunan fly over atau menambah tenaga penjaga palang pengaman kereta api," lanjutnya.

Ditambah lagi, terus dia, persentase kereta api di Bandarlampung untuk angkutan publik lebih sedikit diibanding dengan pengangkut batubara dari Palembang.

Alian memperkirakan keuntungan yang diperoleh PT KAI dari pengangkutan batubara tersebut mencapai miliaran rupiah. Semestinya, PT KAI justru membuat proyek yang menguntungkan warga. Bukan malah membuat resah dan konflik. "Apalagi masalah ini kan sudah sampai dipusat. Mereka harus segera menghentikan proyek ini dan mengalihkannya dengan pembangunan fly over atau upaya pengamanan lainnya," ujarnya. (yay/c1/fik)

Ngebut, Kijang Muat 6 Remaja Terbalik

Posted: 10 Dec 2015 11:55 PM PST

radarlampung.co.id- Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Teuku Cik Di Tiro ujung, Bandar Lampung, Jumat (11/12/). Sebuah mobil Toyota Kijang Super terbalik. Bahkan, mobil itu nyaris masuk jurang. Enam remaja yang berada di dalamnya mengalami luka-luka.

"Mobilnya ngebut dari arah atas, terus terbalik," terang Sari (25) warga Sumberagung, Kemiling.

Dari informasi yang dihimpun Radar Lampung di sekitar tempat kejadian perkara, keenam anak itu sudah dibawa ke rumah sakit. Salah satu penumpang yang berada duduk depan mengalami luka berat di bagian tangan kirinya. Sedangkan lima lainnya hanya mengalami luka ringan.

Polisi juga sudah mengamankan mobil tersebut.

Tukang ojek bernama Baheram yang kala itu menolong korban mengatakan, semua korban remaja belasan tahun. "Saat kejadian kondisi jalan dalam keadaan sepi. Saya dikasih tau sama orang lewat bilang kalau ada lakalantas, kami langsung ke TKP," paparnya. (nca/adi)

Ridho Bakal Bangun Perpustakaan Rp100 M

Posted: 10 Dec 2015 08:44 PM PST

Akan Menjadi yang Termegah di Indonesia
BANDARLAMPUNG – Setelah perlahan membenahi masalah infrastruktur Lampung, fokus Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mulai beralih pada masalah pembangunan sumber daya manusia. Ridho bercita-cita membangun sebuah proyek mercusuar. Proyek itu adalah membangun perpustakaan terlengkap dan termegah se-Indonesia di Lampung. Hal ini disampaikannya kala menjadi keynote speaker dalam seminar yang digelar oleh Pascasarjana S-3 IAIN di ballroom Hotel Horison, Kamis (10/12).

    Pada seminar yang mengangkat tema Pendidikan Lampung Bermartabatitu, Ridho menceritakan, dirinya pernah melihat perpustakaan termegah di Indonesia yang berada di Riau. Perpustakaan itu dibangun dengan dana Rp60 miliar.

    Seolah tidak mau kalah, Ridho berencana membangun perpustakaan di Lampung dengan anggaran fantastis, Rp100 miliar. ''Perpustakaan Riau itu dibangun sekitar Rp60 miliar katanya, dan (Hotel) Novotel dibangun Rp80 miliaran. Proyek mercusuar tapi semoga kaya manfaat nantinya. Kita bangun di Lampung dengan Rp100 miliar, semegah Novotel," ujar Ridho dengan mimik serius, namun setengah berseloroh.

Untuk pendanaan, Ridho mengaku akan mengupayakannya. Dalam impiannya, perpustakaan itu kelak akan menjadi semacam one stop service alias tempat yang lengkap. Mulai dari tempat berkumpul para cendikiawan, juga dirancang sedemikan rupa dengan banyak fasilitas termasuk café. Ssehingga diharapkan bisa menjadi membuat anak-anak muda Lampung betah dan memacu minat baca mereka.

"Rp100 miliar, sekitar Rp70 miliar dana pembangunannya dan Rp30 miliar untuk isinya. Mulai dari buku, jurnal kita lengkapi, multimedianya, segala macamnya lah," ungkap Ridho.

Pada kesempatan itu, gubernur termuda di Indonesia yang selama ini dikenal piawai berpidato dan melobi ini sempat menujukkan kedua keahlian itu sekaligus. Sembari memberi materi, Ridho juga berupaya sedikit melobi Rektor IAIN Mukri.

"Kalau dana bisa kita cari. Rp1 triliun untuk infrastruktur saja bisa kita usahakan, Rp100 miliar nanti kita usahakan. Cuma lokasi yang masih belum ditentukan. Saya ingin di wilayah pendidikan dan mudah dijangkau, seperti di tanah milik IAIN dekat UBL dan Darmajaya itu," ucap Ridho disambut anggukan Rektor IAIN sambil tertawa.

Dalam wawancara dengan awak media, Ridho menyebut pembangunan itu akan dimulai tahun depan atau paling cepat pada anggaran perubahan nanti. Untuk pembangunan itu, Ridho memperkirakan akan memerlukan dua sampai tiga kali anggaran.

Diketahui, Ridho sebelumnya juga pernah memberi pandangan cita-citanya tersebut kala melantik Dewan Riset Lampung beberapa hari lalu. Saat itu, Dia berharap Dewan Riset juga bisa ikut ambil bagian jika pembangunan perpustakaan itu kelak terlaksana. (rls/p5/c1/fik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar