Sabtu, 26 Desember 2015

SPBU Jangan Asal Klaim Rugi

SPBU Jangan Asal Klaim Rugi


SPBU Jangan Asal Klaim Rugi

Posted: 25 Dec 2015 08:54 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pertamina mendorong distributor, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan pengecer untuk dapat menghabiskan stok BBM yang mereka miliki hingga tanggal 5 Januari nanti. Itu dilakukan menyusul penurunan harga BBM bersubsidi mulai 5 Januari mendatang. ''Kan (pemberlakuan) itu masih lama. Jadi, mereka bisa mulai menghitung kebutuhan per minggunya untuk penggunaan BBM itu berapa. Mereka bisa menyetok seperlunya saja. Sehingga diharapkan tidak ada yang mengeluhkan rugi karena harga (BBM) turun dengan alasan stok lama,'' papar Senior Sales RFM Pertamina Bandarlampung Teuku Desky Arifin kemarin (25/12).

Diketahui, pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium dan solar seiring merosotnya harga minyak dunia sesuai periode evaluasi per tiga bulan,    Berdasar kalkulasi, harga minyak dunia sepanjang tiga bulan terakhir turun 18–20 persen, sehingga membuat harga dasar BBM di Singapura (MOPS) yang menjadi acuan ikut turun. MOPS premium tercatat turun 8 persen, sedangkan MOPS solar turun 18 persen.

Nantinya, per tahun 2016 pemerintah akan memberlakukan dana ketahanan energi sebagai kompensasi pengurasan energi fosil yang merupakan amanat pasal 30 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Besaran pungutan untuk setiap penjualan premium adalah Rp200 per liter dan solar Rp300 per liter.

Dengan acuan harga minyak, maka harga keekonomian premium saat ini adalah Rp6.950 per liter. Namun karena ditambah pungutan Rp200 per liter, maka harga jual premium ke konsumen menjadi Rp7.150 per liter. Besaran ini berlaku untuk harga di luar Jawa-Madura-Bali (Jamali) yang saat ini Rp7.300 per liter, sehingga total penurunannya Rp150 per liter. Adapun harga premium di Jamali yang saat ini  Rp7.400 per liter menjadi Rp7.250 per liter.

Untuk solar, harga keekonomian saat ini adalah Rp5.650 per liter. Karena itu, setelah ditambah pungutan dana ketahanan energi Rp300 per liter, maka harga jual solar ke konsumen menjadi Rp5.950. Harga ini berlaku secara nasional. Sehingga jika dibandingkan harga saat ini yang sebesar Rp6.700 per liter, maka harga solar akan turun Rp750 per liter. (ega/p3/c1/ary)

Banjir Kecaman, PLN Masih Optimis Atasi Listrik Lampung

Posted: 25 Dec 2015 08:52 PM PST

BANDARLAMPUNG – Menuai kecaman bertubi-tubi dari konsumen, Perusahaan Listrik Negara (PLN) optimistis dapat menuntaskan problem mati listrik di wilayah Lampung. Saat ini, suplai listrik dari Sumbagsel ke Lampung memang membutuhkan jalur yang melintasi lahan perkebunan milik PT Sweet Indolampung (SIL).

Namun, PLN belum mengantongi izin tersebut. Manajer Unit Induk Pembangunan Transmisi Basuki mengatakan, perizinan pembangunan tower sebagai penarik surplus listrik tersebut sebenarnya sudah didapatkan.

''Kalau pendirian tower kan sudah ada. Lah gardu induknya saja sudah dibangun. Tetapi, mungkin ini masalah transmisi Gardu Induk Seputihbanyak–Menggala. Itu hal yang beda lagi memang," kilahnya kemarin (25/12).

Basuki mengakui gardu induk transmisi 150 kV dari Gardu Induk (GI) Seputihbanyak menuju GI Menggala tersebut melewati lahan perkebunan milik PT Sweet Indolampung. Pihaknya telah mengurus perizinan dan bernegosiasi dengan PT SIL. Tetapi sejak 2010 lalu, diakui Basuki, hingga kemarin pembicaraan tersebut belum menemui titik terang.

"Memang masih terkendala di pihak perkebunan, karena itu (transmisi, red) melalui lahan milik PT SIL. Pembicaraan sudah ketingkat direksi, kok. Tetapi memang pihak perkebunan belum mengizinkan, mungkin masih harus sedikit bersabar," tandasnya.

Selain itu, Basuki juga mengakui, perijinan yang masih terkendala tersebut juga sedikit banyak memberikan efek pada ketidak stabilan kondisi kelistrikan di Lampung. Lantaran belum dapat memberikan konektifitas antara Gardu Induk dengan baik.

"Ada efek juga, karena itu salah satu jalur lintas timur. Kalau mau sistem bagus, tentu koneksinya harus bagus juga," tukasnya.

Kendati demikian, Basuki mengatakan, pihaknya akan tetap berusaha untuk dapat menuntaskan masalah perijinan dengan pihak perkebunan tersebut. Karenanya, ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak perkebunan dan berharap, akan ada keputusan baik di awal tahun 2016 mendatang.

"Pertemuan sudah dilakukan, antara perkebunan dengan direksi. Semoga, sudah ada keputusan di awal tahun 2016 ini," pungkasnya.

Sebelumnya, bobroknya kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam melayani kebutuhan listrik warga Lampung menuai kecaman. Ombudsman RI perwakilan Lampung menilai citra PLN semakin anjlok di mata masyarakat.

Seharusnya, menurut Plt. Kepala Ombudsman Lampung Ahmad David Faranto, PLN sudah bisa mengantisipasi persoalan mati listrik. Sebab, menurutnya, mati listrik bukanlah persoalan baru.

''Hal ini menunjukkan kalau kinerja PLN tidak ada progresnya. Tiap ada masalah dengan pemadaman, tidak ada antisipasi atau informasi jelas terlebih dahulu untuk masyarakat," ujarnya kepada Radar Lampung kemarin.

Menurut Ahmad David, PLN seharusnya juga transparan mengenai masalah yang dialami perusahaan pelat merah itu dalam menyalurkan listrik. "Dan, jangan sampai terkait transparansi kinerja PLN dalam pemadaman listrik hanya PLN dan Tuhan yang tau karena masyarakat juga punya hak," tegasnya.

Seperti masalah pembangunan Gardu Induk transmisi 150 kV dari Gardu Induk (GI) Seputih Banyak menuju GI Menggala. Sejak 2010 hingga sekarang masih belum mndapatkan izin. Penyebabnya, lantaran keberatan dari beberapa pihak lahannya dilalui dan mendirikan tower sebagai penarik surplus listrik dari Sumatera Selatan.

"Salah satunya proyek transmisi 150 kV GI Seputih Banyak menuju GI Menggala, yang seharusnya bisa menjadi solusi dari masalah pemadaman yang terjadi,"ucapnya.

Senada dengan salah satu perwakilan anggota DPRD Kota Bandar Lampung Ketua Fraksi PKS  Muchlas E Bastari mengatakan, masalah mati lampu ini memang seharusnya sudah diupayakan penanggulangan secepatnya dari pihak PLN. Contohnya kemarin, sehari setelah mati lampu harus ada kejelasan dari PLN sebab utamanya kenapa dan akan berlangsung berapa lama, jadi dari masyarakat ada kejelasan.

Sementara, berdasarkan informasi yang dirilis resmi oleh PT PLN (Distribusi) Lampung, gangguan mati listrik disebabkan transfer daya dari Sumatera Bagian Selatan terputus. Sehingga, Lampung mengalami defisit daya.

Deputi Hukum dan Humas PT PLN (Distribusi) Lampung I Ketut Darpa mengatakan, setelah di cek penyebab utama pemadaman total adalah pohon tumbang yang menimpa jaringan transmisi.

"Gangguan ini juga menyebabkan arus listrik tidak stabil sehingga pembangkit-pembangkit besar yang ada di Lampung mengalami,"ujarnya.

Kondisi terakhir sudah membaik dimana gangguan sudah diperbaiki dan pembangkit secara bertahap sudah beroperasi dan masuk ke sistem. Dengan daya mampu pembangkit lampung dan transfer dari Sumatera Selatan dalam kondisi normal rata-rata sekitar 851 MW (dengan pasok pembangkit sebesar 526 MW dan transfer sebesar 325 MW) dan beban puncak tertinggi yang pernah tercapai sebesar 854 MW sehingga defisit sebesar 3 MW.

Agar pasokan listrik lampung handal maka perlu ada cadangan minimal sebesar pembangkit terbesar di Lampung yaitu 100 MW dan untuk mencapai keandalan yang cukup maka dibutuhkan cadangan pembangkit sebesar 30 persen dari beban puncak atau sekitar 256 MW. (ega/c1/ary)

Pendapatan Nelayan Merosot Tajam

Posted: 25 Dec 2015 08:49 PM PST

Cuaca Buruk, Ikan Langka
BANDARLAMPUNG – Harga ikan di wilayah Bandarlampung sepertinya akan terus meroket. Kondisi ini dipicu oleh merosotnya hasil tangkapan ikan di kawasan pesisir Lampung akibat cuaca buruk yang melanda sejak beberapa pekan terakhir.

Muslim (43), salah seorang nelayan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Bandarlampung, mengakui cuaca buruk yang melanda perairan Lampung memang berimbas pada hasil tangkapan mereka.

''Kami bingung dengan cuaca buruk ini. Selama seminggu melaut, tangkapan ikan berkurang sekitar 50 persen dibandingkan hari normal," katanya kemarin (25/12).

Menurutnya, sejak dua pekan terakhir, kondisi cuaca memang tidak bersahabat. Gelombang cukup tinggi disertai hujan dan tiupan angin kerap melanda wilayah perairan Lampung. Kondisi ini yang menurutnya menyebabkan ikan-ikan pindah ke wilayah perairan lain.

''Cuaca buruk seperti ini juga berbahaya bagi nelayan saat melaut karena sebagian besar masih menggunakan perahu kincang dengan mesin motor. Apabila gelombang tinggi di atas dua meter, maka perahu bisa terbalik," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, otomatis tangkapan ikan terus merosot. "Kami sudah beberapa hari ini pulang ke rumah terpaksa dengan tangan kosong," keluhnya.

Padahal selama seminggu di laut, Muslim mengaku, mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp1 juta. Biaya tersebut untuk membeli bahan bakar, makanan dan perlengkapan lain selama di tengah laut. "Kami melaut satu kapal dengan 12 orang kru, jika tangkapan ikan banyak, pulang ke rumah bisa bawa uang Rp250 ribu bersih setelah dipotong pemilik kapal dan retribusi lainya. Tapi sekarang jangan bisa pulang dengan selamat saja sudah bersyukur," ucapnya.

Senada dikatakan dengan nelayan pinggir pantai. Produksi ikan menggunakan sistem payang pinggir, jaring dan tangkul itu selama kurun dua bulan terakhir pendapatannya jauh dari normal. "Cuaca tidak bersahabat kayak gini pasti ikannya tidak ada Mas. Apa lagi nelayan seperti kami ini yang hanya mengandalkan sejumlah jaring yang ditebar ke laut dan ditarik ke darat," katanya.

Menurut dia, banyak nelayan menganggur karena biaya operasional dengan penghasilan tidak sebanding. "Saya berharap cuaca membaik lagi dan nelayan kembali melakukan aktivitas melaut kembali," harapnya.

Berkurangnya produksi ikan di wilayah pesisir Lampung mengakibatkan harga ikan berbagai jenis mengalami kenaikan. Pantauan Radar Lampung, cumi yang semula Rp24 ribu per kilogram kini menjadi Rp35 ribu/kg. Sedangkan ikan tenggiri yang sebelumnya Rp38 ribu/kg menjadi Rp44 ribu/kg; ikan pari dari Rp9 ribu/kg naik menjadi Rp11 ribu/kg dan ikan bawal dari Rp20 ribu/kg menjadi Rp30 ribu/kg. (ozy/p2/c1/fik)

Fly Over Ki Maja Siap Diresmikan

Posted: 25 Dec 2015 08:33 PM PST

BANDARLAMPUNG – Rencana Pemkot Bandarlampung meresmikan fly over Jl. Ki Maja–Ratu Dibalau pada malam tahun baru sepertinya bakal mulus. Sebab, sejauh ini progres pembangunan fly over Jl. Ki Maja-Ratu Dibalau terus menunjukkan tren positif.

''Sekarang (progresnya) sudah mencapai 99 persen," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandarlampung Tirta kemarin.  

Menurut dia, pengerjaan fly over hampir rampung. Seluruh pekerjaan mulai pengaspalan jalan bawah, penanaman, hingga pemasangan lampu penerangan jalan (LPJ) sudah selesai. ''Tinggal pengecatan. Sebagain besar sudah selesai dan kini tinggal mengecat bagian yang dianggap kurang tebal," ujarnya melalui sambungan telepon.

Sejauh ini, sambungnya, dari sisi konstruksi pengerjaan fly over tidak ada masalah. Jembatan layang itu sudah layak dilintasi kendaraan. Dia pun optimistis fly over Jl. Ki Maja-Ratu Dibalau ini bisa diresmikan sesuai jadwal, yaitu bertepatan perayaan tahun baru 2016.

''Kami optimistis peresmian fly over dapat dilaksanakan di malam pergantian tahun baru mendatang. Sebab, seluruh perkerjaan pembangunannya yang kami pantau sudah hampir rampung. Jadi tinggal peresmiannya saja kok," tutupnya.

Sementara, Furwa Gumantara (45) warga setempat menyambut gembira keberadaan fly over Jl. Ki Maja-Ratu Dibalau. Dirinya menilai wilayah itu akan lebih maju ketika fly over benar-benar telah difungsikan kelak. "Kami (masyarakat) menyambutnya dengan baik. Pembangunan fly over ini akan membuat wilayah di sekitar sini lebih maju. Terlebih pengendara yang melintas akan tertib dan tidak ada kemacetan lagi," ungkapnya.

Senada dikatakan Mujahir (44) salah seorang pengendara yang kebetulan melintas di wilayah itu. Menurut pria tiga anak itu, jalan yang ada di bawah fly over sejak seminggu terakhir sudah dapat dilintasi pengendara. Begitu juga dengan pembagunan trotoar dan tanaman di bawah fly over juga sudah dapat memanjakan mata ketika melintasi jalan tersebut. "Kalau kita melintas di jalan itu, pastinya memandang pembangunan fly over. Apalagi, taman yang ada di bawahnya juga cukup indah," katanya singkat.

Diberitakan sebelumnya, fly over Ki Maja - Ratu Dibalau akan diresmikan bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2016 mendatang.

Hal itu diungkapkan Pejabat (Pj) Walikota Bandarlampung Sulpakar, kemarin (20/12). Dia memastikan jika pembangunan fly over Ki Maja - Ratu Dibalau telah mencapai 98 persen. "Ya memang hampir rampung. Jadi bisa kita resmikan 31 Desember tepat pukul 00.00 Wib," ungkapnya.

Sayangnya, dia belum memutuskan siapa yang akan meresmikannya. Sulpakar hanya menyebutkan jika pihak Pemkot yang akan meresmikannya. "Ya belum tentu juga saya, bisa sekda bisa juga asisten. Judulnya kan dari Pemkot Bandarlampung," katanya. (ozy/p2/c1/fik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar