Sabtu, 07 Desember 2013

Gubernur Deadline Kadisnakertrans

Gubernur Deadline Kadisnakertrans


Gubernur Deadline Kadisnakertrans

Posted: 07 Dec 2013 06:35 AM PST

Terkait Keputusan Besaran UMP 2014
BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. membuktikan janjinya. Dia memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Lampung Hery Suliyanto ke ruang kerjanya kemarin. Oedin –sapaan akrab Sjachroedin– men-deadline mantan kepala Dinas Pendidikan Lampung itu untuk bisa memfasilitasi dewan pengupahan provinsi (DPP) menggelar rapat lanjutan dan menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2014 hari ini (7/12).

Informasi itu disampaikan Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang kepada Radar Lampung kemarin. ''Ya, Pak Gubernur tadi (kemarin, Red) sudah memanggil Kadisnakertrans. Inti dari pertemuan itu, beliau minta agar Disnakertrans segera menggelar rapat tripartit yang benar-benar menghasilkan keputusan besaran UMP. Disnakertrans menyanggupi untuk memfasilitasi rapat itu besok (hari ini)," paparnya.

Berlian memastikan rapat itu adalah rapat terakhir DPP dalam penetapan UMP 2014. Untuk itu diharapkan unsur tripartit benar-benar fokus agar dapat menelurkan besaran UMP hari ini. Kalau rapat kembali deadlock, gubernur akan menggunakan haknya untuk menetapkan UMP.

''Jika memang tidak putus juga, baik itu pihak pengusaha atau buruh wajib menerima apa pun keputusan gubernur nantinya. Pemprov tidak mau lagi menunggu terlalu lama," tandasnya.

Ya, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. sepertinya mulai gerah dengan molornya penetapan UMP. Dia akhirnya akan menggunakan kewenangannya sebagai pimpinan daerah dalam penetapan UMP.

Sayang, Oedin belum menyatakan kapan tanggal pasti penetapan itu. ''Ya kalau tidak ketemu kesepakatan juga, akan kami putuskan pada waktunya. Segera!'' tulisnya melalui pesan singkat kepada Radar Lampung, Kamis (5/12).

Diketahui, banyak pihak mendesak gubernur segera mengambil keputusan terkait besaran UMP Lampung. Selain itu, gubernur diminta mengambil tindakan tegas terhadap Disnakertrans.

Satuan kerja itu dituding lepas tangan sehingga besaran UMP Lampung sampai kemarin belum juga ditetapkan. Bahkan, instansi ini belum juga mengagendakan rapat UMP lanjutan setelah rapat pada Selasa (3/12) berakhir deadlock.

''Belum ada lho. Belum ada kepastian mengenai kapan unsur tripartit kembali menggelar rapat penetapan UMP," ujar Kadisnakertrans Lampung Hery Suliyanto, Rabu (4/12).

    Dilanjutkan, pihaknya baru mau mengagendakan rapat lanjutan bila antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung dan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) sudah menemukan kesepakatan untuk besaran UMP.

    ''Saya enggak mau menggelar rapat kalau belum ada nilai yang disepakati. Biarlah mereka berunding di luar sana. Harapannya tak ada lagi perdebatan ketika unsur tripartit kembali bertemu. Jadi tinggal menetapkannya saja," katanya. (sur/p4/c1/whk)

Targetkan Tanam 1 Miliar Pohon

Posted: 07 Dec 2013 06:28 AM PST

BANDARLAMPUNG – Pemkot Bandarlampung mencanangkan program konservasi sumber air dan pelestarian lingkungan di Kelurahan Pinangjaya, Kecamatan Kemiling, kemarin. Pencanangan dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan cadangan air bawah tanah di Kota Bandarlampung. Di hari yang sama, pemkot bersama Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (Distannakbunhut) melakukan penanaman 1 miliar pohon (One Billion Indonesia Tress) dan Gerakan Perempuan Tanam Pelihara Pohon (GPTPP) di lapangan sepak bola Jl. Purnawirawan, Kelurahan Gunungterang, Tanjungkarang Barat.

Kegiatan itu dilakukan dalam rangka Hari Menanam Indonesia pada 28 November dan bulan Desember ditetapkan sebagai bulan menanam nasional. Dalam mendukung kegiatan ini, Pemkot Bandarlampung sudah menanam 141.300 bibit pohon pada tahun ini. Rinciannya untuk kebun bibit rakyat 50 ribu batang, hutan rakyat 66 ribu batang, dan penghijauan lingkungan 10.300 batang.

''Saya meminta camat, lurah, dan warga untuk terus menjaga bibit-bibit pohon yang ditanam serta terus mendukung kegiatan penanaman pohon ini," ujar Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. kemarin.

Pada kesempatan itu, Herman mengungkapkan, air dan udara menjadi kebutuhan yang penting untuk kelangsungan hidup. Termasuk kebutuhan akan air bersih yang semakin lama kian meningkat seiring perkembangan penduduk yang terus bertambah.

Program yang dilaksanakan bersama PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) dan Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (Inkalindo) itu diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyediaan air minum kepada masyarakat.

Untuk itu diperlukan upaya-upaya guna memulihkan, memelihara, dan mempertahankan kuantitas produksi air. Hal ini agar tetap berproduksi dan berfungsi secara optimal sebagai sumber air.

''Kami mengapresiasi PT PII atas kepeduliannya terhadap konservasi sumber air Bandarlampung dan bantuan pendanaan kepada Inkalindo sebagai pelaksana program ini," katanya.

Herman meyakini program tersebut sangat bermanfaat jika mendapat dukungan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Terutama inisiatif warga di sekitar sumber air agar tercapainya pelestarian air di wilayah setempat.

''Saya harap kerja sama ini bisa terus berlangsung di tahun-tahun mendatang untuk mewujudkan kelestarian dan kesinambungan lingkungan kita. Terlebih, kota tercinta kita mendapatkan prestasi sebagai kota dengan udara yang paling bersih di Indonesia," tuturnya.

Sementara Dirut PT PII Sinthya Roesly mengatakan, dalam program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) ini, perusahaannya membantu pembuatan 15 ribu lubang resapan biopori di beberapa mata air, sungai, daerah aliran sungai (DAS), dan rumah-rumah warga yang ada di Bandarlampung.

''Diharapkan program ini dapat membantu pelestarian daerah resapan air serta turut mengurangi risiko banjir dan kekeringan. Program ini merupakan bagian dari kegiatan CSR PT PII," paparnya. (gyp/p4/c1/whk)

Fokus Benahi Overkapasitas

Posted: 07 Dec 2013 06:27 AM PST

BANDARLAMPUNG - Gerbong mutasi di tubuh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Lampung bergerak. Dwi Prasetyo, S.H., M.H. resmi menggantikan Drs. Murdjito, Bc.I.P., S.H., M.H. sebagai kepala Kanwil Kemenkumham Lampung.

Serah-terima jabatan (sertijab) digelar kemarin di kanwil setempat. Tampak hadir di antaranya Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM Y. Ambeg Paramarta, S.H., M.H. Sementara, Murdjito yang berhalangan hadir diwakili Plt. Dra. Chairani Ideha, A.K., S.H., M.H.     ''Langkah awal yang sudah dilakukan pastinya sekarang berani maju dahulu,'' kata Dwi Prasetyo kepada Radar Lampung usai sertijab kemarin.

Menurutnya, pekerjaan rumah setiap kepala Kanwil Kemenkumham hampir sama. Yakni terkait overkapasitas di lembaga pemasyarakatan (lapas). ''Terobosan untuk menanggulangi masalah tersebut, kami akan menunggu  hasil dari pembangunan lapas baru di tahun 2014," tuturnya.

Mantan Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah ini menyatakan, terobosan yang akan dilakukan adalah membangun lapas baru. Setidaknya akan ada tiga lapas baru dan satu kantor imigrasi. Yakni Lapas Narkoba, Lapas Waykanan, dan Lapas Pesawaran.  

    Dwi menuturkan, dari pengalaman sebelumnya di Sulawesi Tengah, nyaris tak ada yang berbeda dalam penerapan sistem. ''Mau di mana saja sama. Sebab, visi dan misi kita di Indonesia kan sama,'' tutup dia. (nur/p1/c1/wdi)

’’Hanya Tuhan yang Membalas’’

Posted: 07 Dec 2013 06:26 AM PST

BANDARLAMPUNG – Simpati terhadap Saskia, warga Kelurahan Langkapura, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung, yang menderita penyakit tumor di kepala terus mengalir. Para donatur mulai banyak mendatangi ruang Kemuning Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) tempat bayi berumur 3 bulan 16 hari ini dirawat.

    Desi (35), ibu Saskia, mengatakan, sejak informasi mengenai anaknya dimuat di harian Radar Lampung, banyak yang menjenguk dan memberikan bantuan.

    Bahkan, kata dia, bantuan kepada anaknya juga ada yang disalurkan ke Bank Lampung. ''Tadi (kemarin, Red) saya cek, jumlah dananya di tabungan sudah Rp2,5 juta," paparnya.

    Menurut Desi, ia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu Saskia. ''Hanya Tuhan yang membalas semua kebaikan ini," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

    Sementara pantauan Radar Lampung sekitar pukul 14.30 WIB kemarin, dua orang perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) menjenguk Saskia. Kedua mahasiswa itu menyampaikan kepada Desi akan menggalang dana untuk membantu pengobatan Saskia.

Nivo Febriana, salah satu dari dua mahasiswa tersebut, mengatakan akan menggalang dana dari 4 ribu peserta yang mengikuti acara dialog kebangsaan di GSG Unila hari ini. ''Ya, dana akan kami kumpulkan di akhir acara. Mudah-mudahan rencana kami dalam membantu Saskia lancar," harapnya.

    Terpisah, Kepala Bagian Keperawatan RSUDAM Eli Hartati mengatakan, Saskia didiagnosis menderita penyakit meningokel. Yakni selaput otak menonjol keluar pada salah satu sela tengkorak, tetapi biasanya di daerah belakang kepala.

Saat ini, kata dia, pihak RSUDAM tengah mempersiapkan pelaksanaan operasi terhadap Saskia. ''Dia (Saskia, Red) juga belum dapat jadwal, karena persiapannya belum selesai," pungkasnya. (fbi/p4/c1/whk)

PDWR Kalah dengan Warung Bakso

Posted: 07 Dec 2013 06:22 AM PST

BANDARLAMPUNG – Perusahaan Daerah Wahana Raharja (PDWR) menjanjikan mencapai laba dua kali lipat pada tahun depan. Di mana, hal tersebut akan diikuti kenaikan sumbangsih perusahaan itu terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Lampung yang juga ditarget naik dua kali lipat.

Tahun ini, PDWR menargetkan dapat memberi kontribusi kepada kas daerah sebesar Rp50 juta. Artinya, tahun depan PDWR menyanggupi untuk menyetorkan uang ke kas daerah sebesar Rp100 juta.

Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang hebat bagi PDWR. Sebab dari penelusuran Radar Lampung, ternyata target ini tidak lebih besar dari penjaja makanan di pinggir jalan. Ya, target pemasukan PAD tersebut masih kalah dengan keuntungan yang diraih warung bakso.

Sampel diambil Radar dari warung bakso di sekitaran Jl. Z.A. Pagar Alam. Dalam setahun, omzet yang mereka dapat rata-rata Rp120 juta. Di mana per bulannya, mereka memperoleh pendapatan Rp10 juta.

Penasaran, Radar mencoba membandingkannya dengan usaha lainnya. Ya, kali ini Radar mengambil sampel warung pecel lele. Hasilnya, pendapatan yang diperoleh penjaja pecel lele hanya beda tipis dari kontribusi PDWR buat PAD Lampung.

Di mana, rata-rata per bulan pemasukan yang diterima dari usaha pecel lele mencapai Rp8 juta. Atau, Rp96 juta per tahun. Artinya, hanya beda Rp4 juta dari perusahaan sekelas PDWR.

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi asal Universitas Lampung Asrian Hendi Cahya menekankan agar target yang ditetapkan PDWR bisa lebih dinaikkan. Memang, tidak mudah. Namun, ia yakin perusahaan sekelas PDWR mampu memberi PAD pada Pemprov Lampung jauh dari Rp100 juta.

''Mereka wajib mengembangkan usaha dan menjalin jejaring yang luas. Bukan waktunya lagi mereka berbisnis ecek-ecek. Ya, mereka harus menyadari mereka adalah perusahaan besar yang wajib menghasilkan laba yang besar juga," tukasnya.

Diketahui, PDWR mengakui lemahnya pengelolaan manajeman menjadi salah satu penyebab mereka gagal menyumbang PAD. Ke depan, PDWR berjanji untuk lebih pandai mengelola manajemen SDM dan keuangan yang ada.

Bahkan, Direktur Utama PDWR Anshori Djausal berani mematok kontribusi PAD yang lebih tinggi. Tak tangung-tanggung, target PAD yang dijanjikan berlaku tahun depan meningkat dua kali lipat dari tahun ini. Artinya, tahun depan PDWR menyanggupi untuk menyetorkan uang ke kas daerah sebesar Rp100 juta.

''Saya menginstruksikan kepada semua bidang di perusahaan kami untuk lebih berbenah. Tujuannya, tahun depan kami mengejar kenaikan laba sebesar 100 persen dibanding tahun ini. Otomatis, kontribusi ke PAD pun akan kami naikkan seratus persen," ungkapnya. (sur/p4/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar