Senin, 23 Desember 2013

Jamin Sembako Stok Aman

Jamin Sembako Stok Aman


Jamin Sembako Stok Aman

Posted: 23 Dec 2013 06:10 AM PST

BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung memastikan persediaan sembako jelang Natal dan tahun baru aman. Hal itu dikuatkan dengan operasi pasar dan cek gudang yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kepala Biro Perekonomian Setprov Lampung Sumarju Saeni menuturkan, berdasarkan hasil pantauan di pasar hingga kemarin lonjakan harga sembako belum ada. Begitu juga stok persediaan barang yang masih mencukupi.

''Masyarakat Lampung dijamin tidak mengalami kesulitan maupun keluhan menghadapi hari keagamaan yang seringkali dibarengi dengan kenaikan harga sembako. Sebab, stok kebutuhan bahan pokok berdasar pantauan kami masih aman,'' ujarnya.

Sumarju merinci, untuk stok beras ketersediaan pada akhir tahun masih 356.486 ton. Jumlah tersebut dianggap cukup dengan prediksi kebutuhan Desember 77.129 ton.

Begitu juga daging sapi dan ayam. Daging sapi, stok yang tersedia 24.234 ton dengan prediksi kebutuhan 956 ton. Sementara daging ayam, dari prediksi kebutuhan 5.479 ton, stok yang tersedia 12.021 ton.

Ia mengaku, sempat khawatir dengan ketersediaan bawang merah dan minyak goreng. Untuk bawang merah, kebutuhan 2.736 ton. Hanya, tersedia 962 ton. Namun, lanjut dia, suplai pengadaan luar daerah 16.091 ton membuat kebutuhan tersebut tertutupi.

Sementara minyak goreng, prediksi kebutuhan 8.250 ton. Sedangkan ketersediaan akhir tahun hanya 5.685 ton. ''Kekurangan minyak goreng tersebut terpecahkan dengan pengadaan tambahan 53.300 ton. Karena itu, masyarakat diharapkan jangan khawatir akan ketersediaan bahan sembako. Kami sudah antisipasi semuanya. Sampai saat ini kami berani menjamin stok kebutuhan aman,'' tukasnya. (sur/p1/c3/wdi)

Berlakukan Kartu Besuk!

Posted: 23 Dec 2013 06:08 AM PST

BANDARLAMPUNG – Adanya kasus pencurian uang pasien di ruang observasi intensif (ROI) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) menuai perhatian dari Komisi V DPRD Lampung. Komisi yang salah satu bidang tugasnya kesehatan itu meminta kepada rumah sakit pelat merah tersebut untuk meningkatkan keamanan di sana. Caranya dengan disiplin memberlakukan jam besuk.

    ''Ya, RSUDAM harusnya juga memberlakukan kartu besuk bagi siapa pun yang berkunjung ke sana. Jadi, semuanya terpantau," ujar anggota Komisi V Toto Herwantoko kepada Radar Lampung kemarin.

    Tidak hanya itu, pria berkacamata ini juga meminta kepada RSUDAM untuk membuat kartu tunggu bagi keluarga pasien. Sehingga siapa pun orang yang berada di rumah sakit tersebut terpantau.

    ''Jadi masing-masing keluarga pasien diberikan kartu tunggu sehingga tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam ruangan. Nah jika ada yang membesuk, selain harus memiliki kartu besuk, juga harus meninggalkan kartu identitas. Kalau itu diterapkan, insya Allah tidak akan ada lagi kasus pencurian," ucapnya.

    Politisi Partai Demokrat itu menilai pemberlakuan kartu besuk dan tunggu di RSUDAM bisa berjalan karena keamanan di RS ini sudah dibantu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lampung.

    ''Nah mengenai rencana RSUDAM mengganti uang pasien yang hilang itu, saya mendukung jika dimasukkan dalam program jaminan kesehatan semesta (jamkesta). Namun permasalahannya, apakah pasien itu mau ditempatkan di kelas III? Tinggal kesepakatan pasien saja dengan manajemen RSUDAM," pungkasnya.

    Diketahui, keamanan RSUDAM masih mengecewakan. Padahal, anggota Satpol PP Lampung dan satuan pengamanan (satpam) sudah ditempatkan di sana.

    Terbukti, pada Kamis (19/12) sekitar pukul 04.00 WIB, Mitri, salah satu keluarga pasien rawat inap RSUDAM bernama Agus Sunari, menjadi korban pencurian. Uang Rp24 juta milik warga Kahuripanjaya, Tulangbawang, itu raib dari tasnya saat ia tidur di ROI, tempat Agus dirawat.

    Yusnur, keluarga pasien lainnya, menceritakan, ia terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan keras Mitri dari kamar mandi yang berada tepat di depan tempatnya tidur.

''Ya, saya kaget saat mendengar teriakan keras dari kamar mandi. Saya kira ada apa. Waktu saya lihat, ternyata ada ibu-ibu yang menangis dan mengaku kehilangan uang Rp24 juta," ceritanya di ruang observasi intensif RSUDAM.

Menurut dia, pada malam itu, keluarga pasien tertidur lelap dan lupa mengunci pintu. Sementara, tas yang diambil dari ruang perawatan tersebut dibuang pencuri di kamar mandi tidak jauh dari ruangan korban. ''Saat itu dalam tas tersebut hanya tersisa uang Rp5 ribu," paparnya.

Sedangkan saat dikonfirmasi, Mitri membenarkan kalau uangnya raib digondol pencuri. Menurut dia, uang tersebut akan digunakan untuk membiayai operasi Agus yang dirawat inap karena kecelakaan.

Dia mengetahui uangnya raib saat subuh. Kala itu, ia terbangun dan melihat tas yang diletakkan di dekat tempatnya tidur telah lenyap. Mitri lantas keluar dan melihat di sekitar ruangan. Namun, tidak satu orang pun yang terlihat.

''Nah, saat masuk kamar mandi, saya lihat tas saya tergeletak dekat pintu masuk. Ketika saya periksa, uang saya sudah tidak ada lagi. Hanya ada selembar uang Rp5 ribu," ujarnya yang kala itu masih terlihat shock.

Sementara, manajemen RSUDAM mengupayakan pembiayaan operasi Agus ditanggung melalui program jamkesta. ''Ya, katanya biaya operasi adik saya akan dibantu dengan jamkesta. Untuk yang mengurus surat-menyuratnya dilakukan pihak RSUDAM," terang Mitri, Jumat (20/12). (whk/p4/c1/whk)

Ditarget Rampung Pekan Depan

Posted: 23 Dec 2013 06:07 AM PST

Pengerjaan Gorong-Gorong Jl. Sultan Agung
BANDARLAMPUNG – Perbaikan gorong-gorong di Jl. Sultan Agung, Kedaton, Bandarlampung, terus menuai keluhan masyarakat hingga kemarin. Sebab, pengerjaan tersebut membuat kemacetan di jalan itu. Seperti yang disampaikan Guntur (23), salah satu warga setempat. Dia mengaku setiap hari melihat kemacetan di jalan tersebut. ''Ya, macet terus Mas. Apalagi dari arah Wayhalim mau ke Jl. Pagar Alam. Di situ kalau macet harus hati-hati, karena takut ada kereta mau lewat," ujarnya kemarin (22/12).

Sementara, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung Iwan Gunawan membenarkan jika perbaikan gorong-gorong itu berdampak kemacetan di jalan tersebut. Kendati demikian, ia memastikan berusaha mempercepat proses pengerjaannya.

''Kami janji paling lambat pekan depan atau pada 28 Desember pengerjaannya selesai 100 persen," ucapnya saat dikonfirmasi Radar Lampung kemarin.

Terlebih, lanjut dia, kontrak rekanan yang mengerjakan perbaikan gorong-gorong tersebut selesai pada 31 Desember. ''Karena itu, kami targetkan 28 Desember selesai," paparnya.

Dia menjelaskan, saat ini proses perbaikan gorong-gorong tersebut sudah memasuki tahap pengecoran. Di mana, pihaknya kini masih berusaha mengeringkan hasil pengecoran agar lebih kuat jika dilindas kendaraan yang melintas.

''Tetapi karena ini kan musim hujan, mungkin pengeringannya agak terhambat. Kita tidak bisa menyalahkan alam. Pastinya kita targetkan pada 28 Desember selesai," pungkasnya. (yud/p4/c1/whk)

Kembali Tebang Dua Reklame

Posted: 23 Dec 2013 06:05 AM PST

BANDARLAMPUNG – Dinas Tata Kota (Distako) Bandarlampung kembali menebang dua reklame tak berizin di kota ini. Dua reklame berukuran besar itu terletak di Jl. Zainal Abidin Pagar Alam, tepatnya di depan kantor PT Askes, dan Terminal Rajabasa.

Kadistako Bandarlampung Effendi Yunus mengatakan, penebangan dilakukan pada Jumat malam (20/12). ''Ya, dua reklame itu tidak memiliki izin, makanya kami tebang. Saya juga nggak tahu kedua reklame itu punya siapa. Mungkin perorangan," ujarnya melalui sambungan telepon kemarin.

Effendi melanjutkan, dalam penebangan kedua reklame tersebut, pihaknya dibantu tim dari Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung yang berjumlah sekitar lima orang.

''Sebelum penebangan dilakukan, kami melihat dahulu data reklame yang kami miliki, dan ternyata memang kedua reklame itu tidak memiliki izin," paparnya.

Effendi menambahkan, penebangan reklame itu dipastikan berlanjut pada tahun depan. Sebab sampai pertengahan Desember ini, pihaknya masih menyisir reklame-reklame tak berizin lainnya.

''Ya, jika penertiban reklame tak berizin tidak selesai bulan ini, kami akan lanjutkan tahun depan," janjinya.

Apakah sudah ada perusahaan advertising yang mengurus izin? Effendi mengaku tidak mengetahuinya lantaran itu bukan kewenangan instansinya, melainkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Bandarlampung.

''Tugas kami hanya menertibkannya. Untuk mengetahui mana saja advertising yang mengurus izin, silakan tanya ke BPMP," sarannya.

Diketahui, belum lama ini pemkot membongkar dua billboard berimpitan di Jl. Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, tepatnya di depan pintu masuk fly over. Di mana dua reklame baru milik CV Dinamis dan Fokus Advertising tersebut memang melanggar jarak titik reklame.

Tidak hanya itu, pemkot juga telah meminta BPMP untuk menyuruh pemilik reklame bando di Jl. Gatot Subroto dekat fly over Jl. Gajah Mada-Jl. P Antasari memindahkan reklamenya. Sebab, reklame itu menutupi fly over. (yud/p4/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar