Sabtu, 21 Desember 2013

UMK Masih Menggantung

UMK Masih Menggantung


UMK Masih Menggantung

Posted: 21 Dec 2013 07:12 AM PST

Lamteng-Tuba Membandel
BANDARLAMPUNG – Hingga kemarin, upah minimum kota (UMK) Bandarlampung belum juga disahkan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. Padahal, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. sudah mengusulkan besaran UMK sejak awal November.

Penyebabnya, Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) Lampung belum membahas pengesahan UMK pada masing-masing kota/kabupaten di provinsi ini.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lampung Heri Munjaili membenarkan informasi tersebut. Dia berdalih, mangkraknya pembahasan UMK dikarenakan pemerintah kabupaten/kota yang telah memiliki dewan pengupahan kota (DPK) belum sepenuhnya menyerahkan usulan UMK. Sementara, DPP baru membahasnya bila sudah terkumpul semuanya.

''DPP tidak bisa membahasnya satu per satu. Itu akan menghabiskan waktu. Nanti, menunggu semua terkumpul, baru kita mulai bahas," ujar Heri kemarin.

Dia membeberkan, DPK yang membandel untuk melengkapi data UMK di antaranya Lampung Tengah dan Tulangbawang. Menurutnya, hingga kemarin, DPK pada dua kabupaten tersebut belum menyerahkan UMK kepada DPP.

    Sedangkan, kota/kabupaten yang sudah menyampaikan usulan UMK adalah Bandarlampung, Metro, Waykanan, dan Lampung Selatan. Sayang, saat ditanya berapa besaran UMK yang diusulkan masing-masing daerah, Heri mengaku tidak ingat.

''Ya, saya hafal hanya Bandarlampung yang mengirim usulan UMK sebesar Rp1,55 juta," ucapnya.

    Lalu, kapan deadline usulan UMK kabupaten/kota harus masuk DPP? Menanggapi hal tersebut, Heri belum dapat memutuskannya. ''Rencananya pekan depan. Kalau tidak Selasa (24/12), Rabu (25/12) DPP mulai membahas UMK masing-masing kabupaten/kota," tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. menilai kenaikan UMK dari 2013 sebesar Rp1,165 juta menjadi Rp1,55 juta di 2014 adalah hal yang wajar. Mengingat semua harga kebutuhan pokok saat ini naik.

''Coba lihat, sekarang ini kan harga BBM (bahan bakar minyak) naik. Pasti semua kebutuhan pokok juga naik. Makanya wajar kalau UMK naik. Jadi saya rasa kenaikan ini wajar," tandasnya beberapa waktu lalu.

Dengan adanya kenaikan UMK itu, Herman meminta kepada buruh yang ada di Bandarlampung agar lebih baik lagi dalam bekerja, agar perusahaan mendapatkan keuntungan lebih banyak. ''Kalau keuntungan perusahaan bertambah, upah buruh juga akan semakin naik," pungkasnya. (sur/p4/c1/whk)

PAD Baru Terealisasi 79 Persen

Posted: 21 Dec 2013 07:11 AM PST

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. sepertinya harus kembali menggenjot kinerja seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berhubungan dengan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab hingga kemarin, target PAD belum tercapai.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Bandarlampung Yusran Effendi mengatakan, sampai 17 Desember 2013, PAD Bandarlampung baru terealisasi 79 persen, yakni Rp378,4 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp418,1 miliar.

''Tetapi, kami yakin target itu masih bisa tercapai. Data itu kan baru per 17 Desember, masih ada dua pekan lagi untuk mencapai target tersebut," ujar Yusran kemarin.

Dilanjutkan, untuk memenuhi target itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekkot Bandarlampung Badri Tamam selaku ketua tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan Asisten IV Eddy Santoso.

''Kami juga akan berkoordinasi dengan sejumlah SKPD yang ada untuk terus mengetahui dan melaporkan seberapa besar PAD yang didapat," katanya.

Yusran meneruskan, untuk realisasi PAD dari sektor pajak daerah baru tercapai Rp231 miliar dari target yang sudah ditentukan sebesar Rp271 miliar (85 persen) dan realisasi PAD retribusi daerah juga baru Rp46,8 miliar dari target sebesar Rp74 miliar (63,2 persen).

''Kalau realisasi PAD pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan baru mencapai Rp7,9 miliar dari target Rp8,2 miliar atau baru terealisasi 94 persen," jelasnya.

Sedangkan untuk realisasi lain-lain PAD yang sah sebesar Rp41,8 miliar dari target Rp64 miliar atau baru 65,3 persen serta realisasi pajak reklame mencapai Rp16 miliar dari target Rp22 miliar atau sekitar 72 persen.

''Mudah-mudahan dalam waktu yang tersisa ini, target PAD bisa tercapai. Sebab, masih ada beberapa potensi lagi yang akan masuk PAD," pungkasnya. (yud/p4/c1/whk)

Uang Hilang Diganti Jamkesta

Posted: 21 Dec 2013 07:10 AM PST

Sikap RSUDAM Terkait Pencurian  
BANDARLAMPUNG – Mitri, korban pencurian di ruang observasi intensif (ROI) Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM), pada Kamis (19/12) dapat bernapas lega. Sebab untuk operasi adiknya, Agus Sunari, dipastikan tidak dikenakan biaya lantaran pihak RSUDAM mengupayakan pembiayaan operasi ditanggung melalui program jaminan kesehatan semesta (jamkesta).

Informasi itu disampaikan Mitri kepada Radar Lampung. Menurut dia, pihak RSUDAM kemarin menyambangi ruangannya dan menyatakan hal tersebut.

''Ya, katanya biaya operasi adik saya akan dibantu dengan jamkesta. Untuk yang mengurus surat-menyuratnya dilakukan pihak RSUDAM," terang dia.

Pada kesempatan itu, warga Kahuripanjaya, Tulangbawang, ini mengungkapkan, sejak kemarin pagi, ruangan tempat adiknya dirawat juga dijaga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lampung dan satuan pengamanan (satpam) berjumlah dua orang.

''Saat ini, saya belum mau melapor ke polisi, karena masih memikirkan kesehatan adik saya," pungkasnya.

Sayang, hingga kemarin Direktur Utama RSUDAM drg. Torry Duet Irianto tidak mau dikonfirmasi. Kendati berada di ruangannya, ia tak mau ditemui. Sementara saat dihubungi melalui telepon seluler, Torry tidak mengangkat meski ponselnya aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak dibalas.

Terpisah, Kapolsekta Tanjungkarang Barat AKP I Ketut Suryana memastikan akan menyelidiki peristiwa pencurian tersebut. ''Ya, meski belum ada yang melapor, kami akan selidiki kasus di RSUDAM itu," ucapnya.

Diketahui, keamanan RSUDAM masih mengecewakan. Padahal, Satpol PP Lampung dan satpam sudah ditempatkan. Terbukti, Kamis (19/12) sekitar pukul 04.00 WIB, Mitri, salah satu keluarga pasien rawat inap RSUDAM bernama Agus Sunari, menjadi korban pencurian.     Uang Rp24 juta milik Mitri raib dari tasnya saat ia tidur di ruang ROI, tempat Agus dirawat. (fbi/p4/c1/whk)

Terapkan Program Pembangunan Berbasis Masyarakat

Posted: 21 Dec 2013 07:09 AM PST

BANDARLAMPUNG – Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI) berencana menggelar pelantikan pengurus dan seminar daerah di Rumah Santap Begadang Resto Bandarlampung, Minggu (22/12). Ketua Umum IPPMI Lampung Ali Rukman mengatakan, proses pelantikan untuk menindaklanjuti Musyawarah Daerah IPPMI yang telah dilaksanakan pada Senin (25/2) lalu.

''Nah, seminar daerah juga digelar sebagai salah satu upaya memperkenalkan diri kepada pubik tentang pemberdayaan masyarakat," ujar dia dalam kunjungannya ke Graha Pena Lampung (markas Radar Lampung) kemarin.

Ali melanjutkan, pihaknya berharap peserta nantinya mampu menyerap dan mengaplikasikan materi apa saja yang disampaikan dalam seminar sehingga bisa membantu dalam program pembangunan berbasis masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga berencana menggelar uji kompetensi bagi para anggota IPPMI se-Lampung pada Senin (23/12) di Pondok Rimbawan.

Menurutnya, kegiatan itu perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih tahu bahwa pelaku pemberdayaan masyarakat merupakan profesi yang diakui dan memiliki kompetensi yang dijamin oleh undang-undang.

Sementara Yudas Ermadi selaku Dewan Pakar Pertimbangan Organisasi IPPMI mengatakan, IPPMI adalah wadah para pelaku pemberdayaan masyarakat yang fungsinya untuk menggalang kebersamaan dan meningkatkan mutu profesionalisme setiap pelaku pemberdayaan masyarakat.

''Sampai saat ini beberapa wadah konsultan pemberdayaan di berbagai provinsi telah terbentuk. Nah, IPMMI dibentuk guna memantapkan dan mengembangkan jaringan di lingkup nasional," katanya. (abd/p4/c1/whk)

Pemkot Bandarlampung Bidik Rekor Muri Ke-20

Posted: 21 Dec 2013 07:09 AM PST

Makan Sekubal Terbanyak di Hari Ibu
BANDARLAMPUNG – Besok (22/12), Tim Penggerak (TP) PKK Bandarlampung berencana mencatatkan nama kota ini untuk kali ke-20 di Museum Rekor Indonesia (MURI). Ya, pada Hari Ibu itu, TP PKK Bandarlampung berencana menggelar makan sekubal terbanyak di Lapangan Enggal, Bandarlampung.

Ketua TP PKK Bandarlampung Hj. Eva Dwiana Herman H.N. mengatakan, pihaknya menyediakan ketan sekubal seberat 15 ton. Sekaligus pemotongan dua ekor sapi dan juga masakan lainnya untuk makan sekubal.

''Sebelum makan sekubal, masyarakat terlebih dahulu mengikuti jalan sehat. Setelah finis, baru dilanjutkan makan sekubal bersama," ujarnya kemarin.

Kegiatan spektakuler makan sekubal itu, menurutnya, jarang terjadi. Sehingga untuk mempertahankan tradisi kedaerahan, pihaknya menghelat acara tersebut guna mengingatkan warga akan tradisi makanan yang berasal dari Lampung.

''Saya tidak ingin makanan khas Lampung ini punah. Makanya, kami melakukan kegiatan ini untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa sekubal ini makanan dari ciri khas Lampung," jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum acara makan sekubal, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan lomba jalan gembira terunik. Di mana yang menjadi penilaian utamanya adalah cara berpakaian yang unik.

''Ini lomba gerak jalan terunik yang pernah kami selenggarakan. Karena pakaian yang paling unik yang menjadi pemenangnya," kata dia.

Yang jelas, lanjut Eva, lomba gerak jalan gembira ini bukan hanya dilihat dari kekompakan dan keunikan cara berpakaian. Namun juga rasa kebersamaan sesama kelompoknya. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, semua ibu di Bandarlampung makin mempererat silaturahmi dan saling mendukung antarsesama masyarakat hingga akhirnya mendukung pembangunan di Bandarlampung.

Diketahui, kali terakhir Bandarlampung mengukir rekor Muri pada Sabtu (30/11) dengan acara Pawai Kembang Telur yang dihelat Pemkot Bandarlampung bersama Majelis Taklim Rachmat Hidayat (MTRH) Lampung. (yud/p4/c1/whk)

57 Personel Naik Pangkat

Posted: 21 Dec 2013 07:08 AM PST

SEKOLAH Alih Golongan resmi ditutup Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko di SPN Kemiling kemarin (20/12). Pada tahun ini total 57 personel Polda Lampung naik pangkat dari Aiptu ke Ipda. Untuk tingkat nasional, menurut Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, total ada 3 ribu bintara yang naik pangkat. Sulis –sapaan akrabnya– berharap, momen kenaikan pangkat kemarin dianggap sebagai bagian dari proses untuk terus belajar dan berlatih.

''Dengan perubahan status dan peran dari bintara menjadi perwira, dituntut untuk segera beradaptasi serta merubah diri dalam pola pikir. Sehingga dapat memainkan peran sebagai seorang first line supervisor. Yaitu dapat jadi teladan bagi bawahan,'' ujarnya.

Ia menyatakan, program pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan kepada peserta didik adalah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri. Sulis mengingatkan agar para perwira polisi yang baru naik pangkat untuk tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dan menjadikan dasar kompetensi yang sudah diperoleh sebagai penunjang keberhasilan tugas.

''Diharapkan ini jadi landasan awal dan terus dikembangkan untuk menunjang keberhasilan tugas pengabdian sebagai perwira yang tangguh, profesional, dan siap merespons semua dinamika tantangan tugas,'' ujarnya. (why/p2/c3/wdi)

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar