Jumat, 07 Februari 2014

Pengembang, Mana Tanggung Jawabmu?

Pengembang, Mana Tanggung Jawabmu?


Pengembang, Mana Tanggung Jawabmu?

Posted: 07 Feb 2014 06:49 AM PST

Dewan Buat Posko Pengaduan
BANDARLAMPUNG – Komisi B DPRD Bandarlampung bereaksi terkait buruknya kualitas tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Tugu. Karenanya, komisi tersebut me-warning PT Prabu Artha selaku pengembang pasar itu untuk segera memperbaikinya.

''Kasihan pedagang, masak TPS sudah bolong-bolong begitu masih dipakai. Mana tanggung jawab pengembang? Mereka (pedagang) itu kan mau cari makan. Kalau kondisinya seperti itu, pembeli tidak mau membeli dagangan mereka," ujar anggota Komisi B Hamonangan Napitupulu kemarin.

Karenanya, ia mendesak Direktur PT Prabu Artha, Ferry Soelistyo alias Alay, segera memperbaiki TPS tersebut sebelum membangun kembali Pasar Tugu. ''Dengan kondisi TPS yang sudah bagus, tentu pedagang nyaman menempatinya, sambil menunggu renovasi Pasar Tugu selesai," tandasnya.

Menurut dia, jika pada 8 Februari 2014 pengembang belum juga melanjutkan pembangunan Pasar Tugu, pihaknya akan merekomendasikan pemkot memutus kontrak PT Prabu Artha.

''Fungsi DPRD ini kan memantau kinerja pemerintahan. Jika pemkot tidak membela rakyat, tugas anggota dewan yang membela rakyat. Ini adalah salah satu upaya kami membela warga Bandarlampung. Salah satunya pedagang," ungkapnya.

Dia menegaskan, selain Pasar Tugu, pihaknya juga masih menunggu PT Prabu Artha untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep. ''Kami masih tunggu janji Alay untuk melanjutkan pembangunan kedua pasar itu. Kalau belum juga dibangun sesuai janjinya, berarti dia (Alay, Red) sudah mempermainkan pedagang," tukasnya.

Untuk itu, pihaknya akan membuka posko pengaduan untuk menampung aspirasi dan permasalahan pedagang sebagai dasar rekomendasi terhadap pemkot.

Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. juga mendesak PT Prabu Artha segera memperbaiki TPS Pasar Tugu sehingga membuat pedagang aman dan nyaman dalam berjualan.

''Saya minta perbaikilah, supaya warga dan pedagang nyaman berjualan. Kasihan mereka bersusah payah mencari nafkah untuk anak-istrinya," katanya kemarin. (yud/p4/c1/whk)

Fotografer Radar Lampung Top Three Finalis Nasional

Posted: 07 Feb 2014 06:48 AM PST

BANDARLAMPUNG – Prestasi demi prestasi terus didulang Surat Kabar Harian (SKH) Radar Lampung. Setelah baru saja menorehkan tinta emas di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai koran tertebal se-Indonesia, prestasi kembali diraih awak redaksi koran terbesar di Provinsi Lampung ini.

Ya, Redaktur Foto SKH Radar Lampung Alam Islam kemarin masuk sebagai top three finalis fotografer nasional pada lomba yang digelar PT H.M. Sampoerna Tbk.

Alam dinobatkan oleh salah satu perusahaan rokok besar di Indonesia ini sebagai finalis kompetisi ''Asyiiik Sampoerna Kretek'' bertema ''Asyiiiknya Kebersamaan dalam Kolaborasi Budaya'' yang digelar sejak 18 Mei hingga 31 Oktober 2013 silam. Selain Alam, dua finalis lainnya adalah Jubeironi dari Borneo Tribun, Pontianak, dan Adi Mulyadi dari Radar Tegal.

Sementara, PT H.M. Sampoerna juga mengumumkan finalis kategori Karya Cerita Asyiiik. Mereka adalah Elvira Anna Siahaan dari Harian Suara Pembaruan, Jakarta; Achmad Pramudito dari Harian Surya, Surabaya; dan Jubeironi dari Harian Borneo Tribun.

Manager Public Relation PT H.M. Sampoerna Tbk. Dimas Drajat menyebutkan, ada 141 Karya Cerita Asyiiik dan 16 Karya Foto Asyiiik yang diterima panitia.

''Nah, kami telah memilih tiga karya terbaik dari masing-masing kategori melalui beberapa tahap penjurian. Keenam finalis berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp1,5 juta dengan pajak ditanggung PT H.M. Sampoerna," katanya.

Selanjutnya, para juri akan kembali memilih juara I-III dari top 6 finalis tersebut. Di mana juara I berhak atas uang tunai Rp8 juta, juara II Rp5 juta, dan juara III Rp3 juta.

Untuk itu, pihaknya mengucapkan selamat kepada para finalis yang telah terpilih. Bagi rekan-rekan media yang  belum terpilih, pihaknya berharap dapat bertemu kembali di kegiatan menarik lainnya dari Sampoerna Kretek.

''Terima kasih atas partipasi rekan-rekan media yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi ini dengan mengirimkan hasil karya terbaiknya berupa Karya Cerita Asyiiik maupun Karya Cerita Foto Asyiiik," pungkasnya.

Sementara, Pemimpin Redaksi Radar Lampung Ary Mistanto mengaku bangga atas prestasi yang diraih Alam Islam. Menurut dia, begitu banyak lomba foto yang digelar, begitu banyak juga penghargaan fotografi yang beredar, tetapi sedikit dan belum terlalu banyak penghargaan untuk pewarta foto.

Sementara setiap hari, aktivitas apa pun tak lepas dari rekam gerak. ''Bayangkan, huruf-huruf tanpa foto bakal menjadi sederetan sesuatu yang menjemukan. Selamat untuk Redaktur Foto Radar Lampung Alam Islam yang sudah menunjukkan karya, mengolaborasikan momentum biasa menjadi luar biasa asyik dengan sentuhan jurnalistik," ujar Ary kemarin.

Diketahui, PT H.M. Sampoerna Tbk. sukses menggelar kegiatan bertemakan ''Asyiiiknya Kebersamaan dalam Kolaborasi Budaya di Lampung". Acara yang digelar pada 7 September 2013 di Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung, itu bertujuan mengapresiasi budaya lokal.

Manager Media Relation PT H.M. Sampoerna Tbk. Uut mengatakan, Sampoerna Kretek konsisten menjadikan nilai kebersamaan sebagai budaya yang menyenangkan dari masyarakat Indonesia. Sebab, semangat kebersamaan telah menjadi suatu budaya masyarakat Indonesia. (hyt/p5/c1/whk)

PMI Janji Disesuaikan Permintaan Pasien

Posted: 07 Feb 2014 06:47 AM PST

BANDARLAMPUNG – Secara nasional, Palang Merah Indonesia (PMI) memberlakukan kenaikan harga darah per 1 Februari 2014. Untuk satu kantong darah, masyarakat wajib mengeluarkan uang Rp360 ribu. Baik itu untuk rumah sakit daerah maupun swasta.

Sebelumnya, untuk rumah sakit umum hanya diberlakukan harga Rp250 ribu, sedangkan RS swasta Rp275 ribu per kantong.

Untuk Bandarlampung, kenaikan harga bakal bertambah lagi Rp300 ribu dari batas harga tertinggi yang diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan RI No: HK/Menkes/31/I/2014 tanggal 16 Januari 2014 tersebut.

Ya, itu setelah Bandarlampung menjadi salah satu daerah di Pulau Sumatera, selain Padang dan Pekanbaru, yang dipercaya meng-install program Nucleic Acid Amplification Technology (NAT). Alat itu memiliki kecanggihan yang efektif untuk memangkas window period dalam kasus HIV.

Dalam hal ini, Ketua PMI Lampung Umar Hasan membenarkannya. ''Karena kemutakhiran alat itu, biaya pengganti pun lebih tinggi lagi. Selisihnya sekitar Rp300 ribu," ujarnya kemarin.

Namun, ia mengimbau agar masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkannya. ''Kami hanya pakai alat ini atas permintaan pasien. Kalau tidak ada permintaan, ya tetap pakai alat yang biasanya. Dengan harga per kantong darah tetap Rp360 ribu untuk 350 cc darah," janjinya.

Sejauh ini, lanjut dia, alat tersebut belum sekali pun terpakai. Namun, pihaknya memastikan alat itu sudah sepenuhnya siap pakai. ''Kami sudah siap mengoperasikan alat yang dihibahkan Kementerian Kesehatan tersebut. Tetapi memang harga darah akan lebih tinggi. Sebab, harga NAT sendiri mencapai Rp5 miliar dan harga obat pendukungnya juga mahal," jelas Umar Hasan.

Di sisi lain, pihaknya memastikan akan mengedepankan langkah pertolongan pertama dibanding biaya pemakaian. Karena itu, alat tersebut bukan hanya milik warga yang golongan ekonominya menengah ke atas. ''Kalau memang diperlukan, orang yang dari kalangan belum mampu akan kami gratiskan," katanya.

Dia menceritakan, pihaknya saat ini memanggung utang sekitar Rp10,5 juta kepada beberapa perusahaan dalam hal biaya pengganti pengelolaan darah (BPPD). Itu terjadi setelah pihaknya belum lama ini menggratiskan BPPD untuk seorang pasien pengidap kanker darah.

Kala itu, terus dia, pasien tersebut membutuhkan 52 kantong darah. Dari situ, PMI hanya membebankan pasien biaya untuk setengah harga 20 kantung darah. Sementara sisanya sebanyak 32 kantung darah digratiskan seratus persen.

''Jadi yang pasti mengenai biaya, kami tidak terlalu mengedepankannya. Sekali lagi, yang kami prioritaskan adalah keselamatan. Masalah bagaimana melunasinya, biar saya yang pikirkan," ucapnya.

Untuk diketahui, NAT merupakan alat tes yang sangat sensitif guna memungkinkan deteksi langsung dari virus dalam sampel darah. Tes ini dapat mendeteksi keberadaan HIV-1, HCV, dan HBV virus sebelum tubuh memiliki waktu untuk menghasilkan antibodi. Dengan alat ini, window period bisa lebih dipangkas menjadi 4-5 hari.

Terpisah, Pemprov Lampung melalui Asisten Bidang Kesra Adeham menggelar rapat terkait kenaikan harga. Berdasarkan hasil rapat, pemprov menerima keputusan PMI untuk menaikkan harga darah menjadi Rp360 ribu per kantong. ''Karena itu memang keputusan nasional, jadi mau tidakmau kita tetap memberlakukannya," ujar dia kemarin.  

Sayang, harapan pemprov dapat menyubsidi harga darah tersebut pupus. ''PMI sudah mendapat dana hibah dari Dinas Kesehatan Lampung. Jumlahnya saya kurang ingat. Dana tersebut mungkin saja bisa digunakan untuk membantu biaya pemakaian darah ini. Kalau subsidi langsung tidak ada," katanya. (sur/p5/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar