Senin, 28 April 2014

LBH Ajak Gugat PLN

LBH Ajak Gugat PLN


LBH Ajak Gugat PLN

Posted: 28 Apr 2014 07:23 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Biarpet yang sering melanda Lampung direspons Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung. Rencananya, LBH akan mengajak warga yang merasa dirugikan atas kinerja PT PLN (Persero) Distribusi Lampung menggugat perusahaan pelat merah tersebut.

''Kami mengajak warga untuk memberitahukan kepada LBH mengenai kerugian materi akibat pemadaman ini. Biar langsung saja gugat PLN bersama-sama,'' ajak Direktur LBH Bandarlampung Wahrul Fauzi kemarin.

Menurut dia, listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Karena adanya pemadaman, segala aktivitas masyarakat, perusahaan, dan kegiatan lainnya yang menggunakan listrik akhirnya tersendat.

''Bila PLN tak mau dibilang tidak profesional, tunjukkan dong sikap pelayanan yang profesional!'' jelasnya.

Terlebih, kata dia, PLN pernah berjanji kepada LBH dalam surat jawaban atas somasi yang pernah dilayangkan LBH kepada PLN pada Maret untuk tidak melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan kepada warga.

''Ya, kami kecewa dengan pelayanan PLN ini. PLN telah melakukan kebohongan publik, dengan berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya. Mana janji itu?'' tanyanya.

Dia menambahkan, dirinya sudah dua hari berada di Lampung Barat dan listrik padam. ''Tindakan pemadaman ini salah satu keblingeran PLN sebagai perusahaan negara. Karena itu, sekali lagi kami mengimbau kepada warga yang mengalami kerugian akibat pemadaman ini untuk segera melapor ke LBH sebagai bahan gugatan kita,'' pungkasnya.

    Terpisah, Ketua Umum DPD Petir Lampung Fadhil Hakim Y.H.S. juga geram dengan pemadaman listrik yang dilakukan PLN.

''PLN ini kurang ajar sekali dengan pelanggannya. GM (general manager)-nya diganti saja. Atau, mengundurkan diri saja. Daripada tidak mampu mengatasi krisis listrik di sini. Lambat sekali kerjanya untuk mengatasi masalah di Lampung,'' jelasnya.

    Dia mengatakan, pelanggan PLN di Lampung sudah membayar mahal untuk jasa yang PLN tawarkan. ''Lalu ke mana uang kita ini, kok pelayanannya begini. Sama sekali tidak membuat nyaman. Saya saja gara-gara pemadaman ini merugi, AC saya rusak, lemari es juga,'' ucapnya.

    Bukan hanya pemadaman listrik, PLN Lampung hingga kini belum mampu membangun jaringan listrik di wilayah Lampung Tengah, Tulangbawang, Tuba Barat, dan Mesuji.

''Alasan mereka selalu dana, katanya tahun ini tidak ada anggaran pembangunan jaringan listrik di sana. Padahal, hingga saat ini masih banyak desa yang belum menikmati listrik,'' sesalnya.

Sebelumnya, gelombang kecaman terus menerpa PT PLN (Persero) Distribusi Lampung. Berbagai elemen menilai perusahaan pelat merah itu tidak profesional dalam menangani permasalahan kelistrikan di Lampung.

Bahkan pengamat kebijakan publik asal Unila, Dedi Hermawan, menilai, masyarakat harus ngelurug PLN agar dapat memperbaiki kinerjanya.

''Ya, warga perlu melakukan tindakan lebih progresif, yakni menyalurkan aspirasi secara langsung dengan cara datang ke kantor PLN untuk berdemonstrasi. Sebab untuk permasalahan seperti ini, saya memandang perlu ada tindakan yang bisa memberi efek kepada PLN. Apalagi, permasalahan ini terus terjadi berulang-ulang,'' ujarnya.

Dia mengatakan, alasan PLN bahwa pemadaman di bulan ini dilakukan untuk proses pengamanan listrik buat pemilihan presiden dan even piala dunia sepak bola juga tidak bisa diterima.

''Itu (alasan, Red) tidak logis! Ketersediaan listrik bagi masyarakat sudah menjadi tanggung jawab PLN. Tidak masuk akal alasan itu!'' tandasnya.

Diketahui, Manajemen PT PLN (Persero) Distribusi Lampung merubah alasan mengenai pemadaman yang dilakukan akhir-akhir ini.

Sebelumnya, pada Selasa (22/4), PLN menyatakan pemadaman listrik di provinsi ini dilakukan karena sedang melaksanakan penggantian kawat (rekonduktoring) transmisi 150 kV.

Sementara Sabtu (26/4), PLN mengemukakan alasan baru mengenai pemadaman yang dilakukan. Kali ini, alasannya karena ada perangkat PLN bernama Busbar yang berada di Gardu Induk Tegineneng, Pesawaran, meledak. Sehingga listrik di beberapa wilayah Lampung padam.

''Ya, memang ada beberapa wilayah padam, makanya kami minta maaf atas pemadaman ini. Mudah-mudahan pemadaman ini tidak berlangsung lama. Karena ini masih dalam perbaikan,'' ujar Humas PLN Lampung I Ketut Darpa, Sabtu (26/4).

Dia melanjutkan, meledaknya Busbar 2 Gardu Tegineneng itu menyebabkan pasokan listrik sebagian besar wilayah Lampung berkurang. Termasuk pasokan ke pembangkit yang menyuplai listrik di wilayah Lampung. (why/eka/whk)

Bakar Ratusan Handphone

Posted: 28 Apr 2014 07:22 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Dalam rangka merayakan HUT ke-50 pemasyarakatan, lembaga permasyarakatan (lapas) berjanji selalu berinovasi menciptakan lapas dan rutan  (rumah tahanan negara) bersih serta bermartabat. Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Dwi Prasetya mengatakan, tahun emas menjadi sebuah refleksi bagi lapas dan rutan. Salah satunya dengan mengevaluasi serta selalu mengefektifkan program Halinar (handphone, pungutan liar, dan narkotika), yakni razia rutin ke narapidana.

''Seperti tadi (kemarin, Red), kami melakukan pemusnahan hasil razia warga binaan lapas dan rutan selama tiga pekan belakangan ini. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi ratusan handphone dan barang elektronik lainnya kecuali radio,'' ujarnya kemarin (27/4).

Dwi menerangkan, di usia emas lapas, sesuai tugas pokok dari Kemenkumham langkah pertama adalah merubah reformasi birokrasi. Khususnya peremajaan organisasi dengan cara membina dan me-rolling jabatan-jabatan seluruh permasyarakatan, imigrasi, dan kantor wilayah Kemenkumham.

Kemudian, melaksanakan UU No. 11/2012. ''Alhamdulillah, kami sudah memiliki lapas khusus anak-anak yang diresmikan Pak Gubernur bulan lalu. Sehingga, Lampung untuk pertama mempunyai lapas anak. Tinggal pos-pos badan permasyarakatan yang nantinya dipersiapkan,'' ujarnya.

Ketiga, lanjut dia, harus mulai melakukan operasi Halinar yang pencanangannya sudah diresmikan beberapa tahun lalu. ''Peredaran handphone yang bisa dikendalikan, terbukti banyak sitaan yang didapat merupakan HP, ke depan akan menekan pungutan liar dan narkoba serta optimis bisa dikendalikan,'' pungkasnya. (why/p5/c3/whk)

Pak Polisi, Mana Pelat Kami?

Posted: 28 Apr 2014 07:22 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Sejak akhir tahun lalu, tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) di Lampung untuk jenis sepeda motor mengalami kekosongan. Banyak warga yang sudah telanjur membeli sepeda motor resah akibat ketidakpastian kapan pelat nomornya keluar.

Seperti diungkapkan Agung Budiarto, warga Kecamatan Panjang. Dia mengaku, sejak 5 bulan terakhir belum mendapatkan pelat nomor sepeda motornya. Kendati begitu, ia tetap bisa menggunakan motornya lantaran pihak diler memberikan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung.

''Sudah hampir 5 bulan ini pelat kendaraan motor saya belum keluar. Namun, pihak diler memberikan surat pemberitahuan dari Ditlantas Polda Lampung. Katanya jika disetop polisi, tunjukkan saja surat itu,'' ujarnya kemarin (27/4).

Menurut dia, dalam surat pemberitahuan tersebut diberitahukan bahwa stok material TNKB pada Ditlantas Polda Lampung habis. Dan, proses pengadaan masih berlangsung di Korlantas Polri.

''Meski ada surat itu, saya masih takut kalau pelat nomor belum terpasang di motor. Soalnya bukan hanya riskan ditilang, namun berbahaya jika motor saya hilang. Bagaimana saya menginformasikannya?'' ungkapnya.

Karena itu, ia berharap, pihak kepolisian bisa segera mengeluarkan pelat kendaraannya. ''Ya harus jelas dong kapan keluarnya. Masak berbulan-bulan saya membawa kendaraan tanpa pelat? Kan aneh!'' keluhnya.

Senada disampaikan Aji Suseno, warga Hajimena, Natar, Lampung Selatan. Dia juga mengaku, sepeda motornya belum mendapatkan TNKB.

''Kata dilernya pelat memang lagi kosong. Saya diminta menunggu. Saya hanya dikasih surat dari diler yang dikeluarkan Ditlantas Polda Lampung. Tapi, saya tetap khawatir ditilang kalau membawa motor di jalan raya,'' keluhnya.

Dia berharap, pelat sepeda motornya segera keluar. Terlebih dirinya merasa direpotkan jika membawa motor tanpa pelat. ''Ya, saya jadinya tidak bisa jauh-jauh mengendarai motor, paling hanya di sekitar Bandarlampung,'' ungkapnya.

Pernyataan sama juga disampaikan Anggi Raisa. Dia juga mengaku belum mendapatkan pelat untuk sepeda motornya. ''Tapi saya diberi pelat motor dari diler, katanya sesuai dengan STNK dan BPKB. Tetapi, sifatnya masih sementara. Saya dijanjikan diler empat bulan lagi keluar pelatnya,'' kata dia.(why/p5/c3/whk)

Ditlantas Tunggu Distribusi dari Koorlantas

Posted: 28 Apr 2014 07:19 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung membenarkan stok tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) untuk sepeda motor di kantor sistem administrasi manunggal satu atap (samsat) lagi kosong. ''Ya, memang lagi kosong. Tapi khusus untuk sepeda motor. Kalau roda empat masih tersedia,'' ujar Dirlantas Polda Lampung Kombespol Sustri Bagus Setiawan kepada Radar Lampung belum lama ini.

    Karenanya, kata dia, saat ini samsat tidak melayani pelayanan pelat nomor untuk kendaraan baru kecuali diler menyiapkan pelat nomor sementara dengan masa berlaku yang telah ditentukan.

    ''Nama suratnya dalam proses peralihan. Jadi, suratnya kami yang mengeluarkan. Nanti pelatnya yang asli akan diberikan setelah sudah keluar,'' kata dia.

    Dia menambahkan, kekosongan TNKB untuk sepeda motor disebabkan Ditlantas Polda Lampung belum mendapatkan distribusi dari Koorlantas Polri. Karenanya, imbuh dia, kekosongan pelat tidak hanya terjadi di Lampung. Tapi juga seluruh Indonesia.

    ''TNKB itu yang mengeluarkan Koorantas Polri. Proses pengadaannya dilakukan di sana. Jadi, kami hanya menerima distribusi. Tetapi informasinya, sebentar lagi akan ditenderkan,'' pungkasnya. (whk/p5/c3/whk)

 

Lampung Krisis Tenaga Penyuluh

Posted: 28 Apr 2014 07:19 AM PDT

Berdayakan Penyuluh Swadaya
BANDARLAMPUNG – Upaya Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot bidang pertanian patut mendapat acungan jempol. Beberapa kebijakan strategis dikeluarkan. Di antaranya menerbitkan peraturan daerah untuk melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Pemprov juga membangun terminal agrobisnis guna memudahkan pemasaran hasil pertanian.

    Sayangnya, kondisi ini belum diimbangi peningkatan kuantitas sumber daya manusia untuk memperkuat bidang pertanian yang ada. Buktinya hingga kini, Lampung masih krisis tenaga penyuluh. Sampai saat ini, seorang penyuluh masih meng-cover beberapa desa. Padahal idealnya, satu desa memiliki satu tenaga penyuluh.

    Berdasarkan data Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung, jumlah tenaga penyuluh hingga saat ini baru sekitar 1.200 orang. Sementara jumlah desa di provinsi ini pada 2013 lalu mencapai 2.413.

    Padahal, BPP Lampung sepakat bahwa penyuluh merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan pertanian. ''Kalau petani ada masalah, misalnya terserang hama, ya yang terdekat ke penyuluh itu lapornya untuk meminta solusi. Mereka juga yang menopang teknologi pertanian ke petani. Ya kalau penyuluh tidak ada, mau ke mana petani ini? Mengadu k emana mereka?" ujar Kepala BPP Lampung M. Syarip kemarin.

    Dijelaskan, krisis penyuluh ini juga sebenarnya terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, Indonesia baru memiliki 21 ribu penyuluh. Padahal idealnya 60 ribuan.

    ''Kementerian Pertanian sudah berupaya, seperti dengan mengangkat 10 ribu tenaga harian lepas. Namun ternyata tidak juga memecahkan masalah yang ada," keluhnya.

    Karena itu, saat ini pemerintah tengah menekankan untuk meningkatkan penyuluh swadaya. Pemerintah kabupaten boleh mengerahkannya sesuai kebutuhan. Penyuluh swadaya ini dibentuk untuk memiliki keahlian sendiri sehingga dapat ditularkan ke petani dan mengembangkannya.

    ''Jadi lebih ke petaninya itu sendiri yang menjadi penyuluh. Ia kembangkan keahlian dan pengetahuannya sehingga dapat ditiru oleh petani lain. Nah, pemkab atau pemda bertugas meningkatkan kapasitas dan kompetensinya," urai dia.

    Sementara Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. mengatakan, BPP harus melakukan upaya untuk mengatasi krisis ini. ''Kita kan tengah berupaya meningkatkan pertanian kita dengan terminal agrobisnis ini, agar petani dapat lebih sejahtera. Namun ini juga harus didukung pihak-pihak lain yang berkaitan," ucapnya belum lama ini. (eka/p6/c1/fik)

Penderita HIV/AIDS di Lampung Capai 1.445 Orang

Posted: 28 Apr 2014 07:18 AM PDT

BANDARLAMPUNG - Jumlah penderita human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) di Provinsi Lampung ternyata masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung, jumlahnya mencapai 1.445 orang. Rinciannya 439 orang merupakan penderita AIDS. Sedangkan sisanya, 1.006 orang, menderita HIV.

Dibandingkan 2013 yang hanya tercatat 1.386 penderita, jumlah ini meningkat sekitar 4 persen. Diskes Lampung pun terus berupaya menekan angka tersebut. Salah satunya dengan memfokuskan program seperti klinik infeksi menular seksual (IMS) di empat wilayah. Yakni di Kecamatan Panjang, Sukaraja, Kedaton, Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Humas Diskes Lampung dr. Asih Hendrastuti mengatakan, program khusus berupa pendirian klinik IMS di puskesmas sudah lama dilakukan. Dahulu pihaknya memiliki empat komisi penanggulangan HIV/AIDS di 276 puskesmas di Lampung. Namun yang benar-benar fokus melayani masalah HIV/AIDS hanya di 20 klinik.

''Memang tersebar di klinik-klinik tersebut, tetapi sebagai pusatnya dan memang aktif berjalan serta banyak pasiennya hanya ada di empat tempat. Yaitu di Panjang, Sukaraja, Kedaton, dan di Lampung Tengah," ujarnya.

Tempat-tempat itu memang sengaja didekatkan dengan daerah merah yang rawan penyebaran penyakit serta mudah dijangkau masyarakat. Pada kesempatan itu, Asih membantah adanya data yang menyebutkan penderita HIV/AIDS di Lampung sebanyak 3.200 orang dan berada di urutan ke-6 secara nasional.

''Tidak sebanyak itu jumlahnya. Berdasarkan data kami hanya 1.445 orang. Ini data dari lapangan. Untuk urutan nasional saja kita tidak masuk 20 besar," tegasnya.

Meski demikian, lanjut Asih, jumlah ini memang akan semakin meningkat jika tidak ada kerja sama dari seluruh pihak untuk menekannya. Untuk itu, pihaknya terus menyosialisasikan masalah HIV/AIDS ini kepada masyarakat.

''Sampai saat ini, HIV/AIDS kan masih belum diketahui cara penyembuhannya. Sekali saja tertular, sampai selamanya virus itu ada di dalam tubuh hingga meninggal," katanya seraya mengimbau para wanita yang sudah melakukan hubungan seksual untuk melakukan pemeriksaan rutin minimal sebulan sekali.

Program penyuluhan juga aktif dilakukan Dinkes Lampung ke pelajar dan mahasiswa. Di era globalisasi seperti saat ini, persentase generasi muda yang melakukan seks bebas pun semakin mengkhawatirkan. Padahal, penyakit ini rentan menular melalui hubungan seksual.

Beberapa waktu lalu, Diskes memberikan penyuluhan terkait HIV/AIDS ini ke ribuan pelajar dan mahasiswa. Selain diberi pengetahuan tentang cara penularan dan gejala, juga diinformasikan cara pencegahan dan tindakan untuk penderita. (eka/p6/c1/fik)

Arus Mudik, Buka Pemesanan Tiket

Posted: 28 Apr 2014 07:18 AM PDT

PT KAI (Kereta Api Indonesia) Subdivre III.2 Tanjungkarang membuka pemesanan tiket untuk keberangkatan kereta api saat arus mudik lebaran 18 Juli–1 Agustus 2014. Di mana, untuk berangkat 18 Juli, warga harus memesan tiket pada 19 April. ''Nah, kalau mau berangkat H-1, pemudik harus memesannya besok (hari ini, Red),'' ungkap Vice President PT KAI Subdivre III.2 Tanjungkarang Heru Kuswanto kemarin (27/4).

Menurutnya, puncak arus mudik lebaran diprediksi H-2. Prediksi tersebut berdasarkan analisa yang terjadi pada tahun sebelumnya.

''Namanya prediksi, bisa saja berubah. Karena, asumsi warga kan kalau pada saat itu dinilai puncak arus. Mereka mengurungkan niatnya berangkat di hari itu dan lebih memilih di hari sebelumnya atau hari setelahnya,'' ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya arus mudik, sambung Heru, pihaknya telah menambah gerbong kereta. Di mana, jika biasanya kereta eksekutif mempunyai 5 gerbong, pada arus mudik menambah 1 menjadi 6. (yud/p1/c3/wdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar