Rabu, 21 Mei 2014

Jika Benar, Tindak!

Jika Benar, Tindak!


Jika Benar, Tindak!

Posted: 20 May 2014 11:02 PM PDT

Inspektorat Bentuk Tim
BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. angkat bicara terkait dugaan adanya honorer kategeori dua (K2) tak memenuhi syarat namun diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Pemkab Tanggamus dan Pemkot Bandarlampung.

Oedin –sapaan akrab Sjachroedin Z.P.– meminta pihak terkait segera bertindak. Menurutnya, jika memang fakta tersebut benar dan dapat dipertanggungjawabkan, harus ada tindakan tegas dari kepala daerah masing-masing kota dan kabupaten.

''Terpenting faktanya benar, jangan mengada-ada atau menuduh tanpa bukti. Ya, BKD (Badan Kepegawaian Daerah), Inspektorat, dan kepala daerah setempatnya bergerak, teliti informasi ini!'' tegasnya kemarin (20/5).

    Sementara, informasi yang didapat Radar Lampung, pada Senin (19/5) tiga orang dari BKD Tanggamus yang diketuai Kepala BKD Jones Vanisa bertolak ke Jakarta untuk mendatangi BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Tujuannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, belum diketahui hasil akhir kunjungan yang bersangkutan.

    Sumber Radar mengatakan, pada Senin (19/5) dirinya satu pesawat dengan Jones. ''Di dalam pesawat, saya sempat mendengar pembicaraan beliau melalui handphone. Ia terlihat menghubungi seseorang dan mengatakan kalau akan ke pusat untuk menyelesaikan masalah honorer K2, tapi tidak disebut dalam pembicaraan menyelesaikannya seperti apa,'' beber sumber tadi.

Terpisah, Jones saat dikonfirmasi membantah jika pergi ke BKN untuk menyelesaikan permasalahan honorer K2 siluman yang diduga ada di daerahnya.

Menurutnya, ia bersama dua rekannya akan ke Kota Solo untuk urusan pekerjaan. ''Kami bukan ke Jakarta. Kami ke Solo. Ada pekerjaan yang harus diselesaikan,'' akunya.

Sementara, Inspektorat Tanggamus akhirnya memutuskan membentuk tim guna menindaklanjuti dugaan adanya tiga honorer K2 yang tak memenuhi syarat tapi diangkat menjadi CPNS di kabupaten setempat.

Pembentukan tim di bawah pimpinan Irban II ini disampaikan Sekretaris Inspektorat Harun Jauhari kepada Radar kemarin.

Menurut Harun, hari itu inspektorat menerima surat resmi dari BKD Tanggamus yang isinya meminta Inspektorat menindaklanjuti adanya dugaan pemalsuan data CPNS dari honorer K2 dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait.

Atas permintaan ini, Inspektorat satu atau dua hari ke depan segera membentuk tim di bawah pimpinan Irban II. ''Begitu kegiatan pemeriksaan reguler yang saat ini sedang berlangsung selesai dilakukan, Inspektorat melalui Irban II langsung membentuk tim, untuk mendalami persoalan ini,'' papar Harun.

Ia melanjutkan, dalam tugasnya, tim Irban II akan memeriksa dan memanggil para kepala sekolah, dewan guru, serta pihak terkait untuk dimintai keterangan. Kemudian, kesimpulan yang nantinya ditetapkan terkait apakah dugaan tersebut benar atau tidak bergantung dari hasil pemeriksaan.

Dia menambahkan, jika berdasarkan hasil pemeriksaan ketiga honorer terbukti melanggar ketentuan, pengangkatan mereka sebagai PNS bisa digagalkan.

''Artinya, meski telah diangkat menjadi CPNS jika terbukti melanggar, maka SK pengangkatan mereka dapat dicabut atau dibatalkan,'' jelasnya.

    Diketahui, berdasarkan penelusuran Radar, ada tiga guru honorer K2 di Pemkab Tanggamus lolos menjadi CPNS. Ketiganya yakni Dewi Apriliani yang bertugas di SDN 1 Sudimoro serta Andi Hakim Suryatama dan Yuhana yang bertugas di SDN 3 Sukaraja.

    Namun, pengangkatan ketiganya menyisakan pertanyaan. Sebab sesuai Surat Edaran (SE) Menpan-RB No. 5/2005 tentang Pendataan Tenaga Honorer, syarat masa kerja honorer sudah ditetapkan. Yakni, honorer yang berhak menjadi CPNS adalah honorer K1 maupun K2 yang bertugas sejak Januari 2005.

    Hasil penelusuran koran ini, ketiganya pada 2005 belum bertugas. Seperti Dewi yang diketahui baru bertugas pada 2007, Andi Hakim 2009, dan Yuhana 2006.

    Saat dikonfirmasi, Sukirman, kepala SDN 1 Sudimoro, membenarkan Dewi lolos CPNS dari jalur K2. Selain Dewi, lanjut dia, satu guru lagi di SD itu yang lolos CPNS yakni Ngatino.

    ''Ada tiga yang diajukan. Tetapi, satu orang atas nama Samsudin tidak lolos,'' ungkap Sukirman saat ditemui di sekolahnya.

    Sepengetahuannya, Dewi menjadi tenaga honorer sejak 2007. Namun, ia mengaku tak tahu kapan persisnya Dewi jadi guru honorer. ''Saya nggak tahu dia (Dewi, Red) dari kapan di sini (honorer di SDN 1 Sudimoro). Sepengetahuan saya, dia di sekolah ini sejak 2007,'' ujarnya.

    Radar sempat berusaha mengonfirmasi Dewi perihal ini. Namun sejak Kamis hingga Jumat (9–10/5), Dewi tak pernah ke sekolah. Diketahui, ia tengah berada di rumah kerabatnya, Kota Metro.

    Radar juga menelusuri informasi terkait Andi Hakim Suryatama dan Yuhana. Menurut sumber koran ini di SDN 3 Sukaraja, Andi dan Yuhana baru bertugas pada 2009 dan 2006. Guru yang sudah bertugas sejak 2004 ini mengaku tak pernah melihat mereka sebelumnya.

    ''Saya yakin seyakin-yakinnya kalau mereka berdua itu di tahun 2005 nggak ada. Makanya saya heran kok mereka lolos jadi CPNS K2,'' ungkapnya.

    Di SDN 3 Sukaraja, ada empat guru yang mengajukan CPNS K2. Selain keduanya, ada Amirudin dan Winarti. ''Kalau Winarti memang tak memenuhi syarat karena baru masuk 2007. Sementara kalau Amirudin saya nggak tahu kenapa nggak lolos. Padahal, dia masuk dari 2004,'' tuturnya.

    Dugaan adanya CPNS siluman juga sempat mengemuka di Bandarlampung. Dari informasi yang diterima Radar, ada tiga pegawai honorer yang tak memenuhi syarat, tetapi diangkat jadi CPNS.

    Ketiganya yakni Indra Bermawi dengan nomor tes 597243010187, Irawan M. dengan nomor tes 597243010205, dan Fery Wirawan dengan nomor tes 597243010232. Ketiga pegawai tersebut bekerja di Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), Bandarlampung. Untuk Fery Wirawan ditugaskan di Kelurahan Sawahbrebes.

    ''Indra Bermawi disebut-sebut tidak pernah masuk kerja, tetapi absensi selalu ada. Sedangkan SK (surat keputusan)-nya baru dibuat pada 2013 lalu,'' kata sumber Radar yang menolak disebutkan identitasnya.

    Sedangkan Irawan M. dan Fery Wirawan, kata sumber itu lagi, baru masuk pada tahun 2012 sebagai tenaga kontrak dan bukan berstatus tenaga honorer K2, SK dibuat mundur, serta absen tidak dari 2005.

    Saat dikonfirmasi, ketiganya kompak membantah. Fery Wirawan mengaku sudah bekerja di kelurahan itu sejak 2005. Tepat pada Januari 2011 pindah ke kecamatan dan September kembali ke Kelurahan Sawahbrebes.

    ''Saya dari 2005 kerjanya. Waktu itu namanya TKS. Dan pada 2011, saya dikontrak. SK saya nggak mundur kok,'' katanya di Kelurahan Sawahbrebes, Rabu (19/2).

Senada diungkapkan Irwan. Ia meyakini lolos sebagai CPNS murni tanpa permainan. ''Saya tes murni kok, nggak ada main duit. Saya ini jadi honorer sambil bekerja sebagai sales,'' ucapnya.(eka/ehl/p5/c3/whk)

Gelar Talkshow, Diikuti 28 Perusahaan

Posted: 20 May 2014 11:01 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Unila Career and Entrepreneurship Day 2014 resmi dibuka kemarin (20/5). Rencananya, kegiatan yang dihelat Pusat Jasa Ketenagakerjaan (PJK) Unila itu berlangsung hingga Kamis (22/5). Pembukaan hajat tahunan Unila ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor Unila Sugeng P. Haryanto di gedung serbaguna (GSG) kampus setempat.

Dalam sambutannya, guru besar manajemen kehutanan itu berharap kampusnya bukan hanya menghasilkan mahasiswa pencari kerja. Melainkan juga membuka lapangan pekerjaan.

Menurutnya, dengan 5.000 lulusan setiap tahunnya ditambah persaingan global tingkat Asia Tenggara, persaingan yang terjadi ke depan akan luar biasa ketat. Untuk itu, mahasiswa dituntut mempersiapkan diri terutama pengembangan keahlian dan potensi diri.

Meski, terus dia, ketenagakerjaan juga merupakan peran dan tanggung jawab pemerintah, Unila dipandang perlu menjembatani para pencari kerja maupun perusahaan yang ingin merekrut karyawan.

Senada disampaikan Ketua PJK Unila Ayi Ahadiat. Dalam sambutannya, ia berpesan ke seluruh mahasiswa untuk mengembangkan soft skill sejak awal.

''PJK ingin mahasiswa tahu bagaimana mengembangkan diri sejak semester dua. Kalau bisa sudah punya tujuan di mana akan bekerja atau usaha apa yang akan dikembangkan, sehingga ketika lulus tidak lagi kesulitan mencari atau mencetak pekerjaan,'' ujarnya kemarin.

Ayi menjelaskan, ada 28 perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pelamar hanya perlu membawa berkas lamaran pada umumnya. Setiap perusahaan juga diberikan waktu untuk mempresentasikan company profile secara berkala selama acara berlangsung. Tujuannya agar pelamar dapat mengetahui gambaran pekerjaan dan profil perusahaan.

Selain menggelar job fair entrepreneurship, kegiatan yang mengusung tema Bee Hired ini akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan seperti talkshow dengan tema Sukses Berkarir. Menyusul Rabu (21/5) talkshow dengan tema Sukses Berwirausaha yang disampaikan perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pusat.

Besoknya (22/5) dilanjutkan dengan success story yang disampaikan alumni Unila, yang kini telah menjadi pengusaha batubara Ginta Wirya Sanjaya. Tujuannya agar dapat memberikan inspirasi dan memotivasi mahasiswa.

''Ini untuk menampung seluruh minat mahasiswa. Sebab, tidak semua mahasiswa berminat untuk bekerja. Tapi ada juga yang mau mengembangkan usaha sendiri. Jadi ini harus disinkronkan,'' papar Ayi.

Mahasiswa juga diberikan kesempatan mengisi pameran wirausaha, baik yang masih berupa ide maupun sudah jadi produk yang laik dipasarkan. Selain itu, juga terdapat bazar kuliner dan panggung kreativitas.

Dukungan beberapa sponsor turut memeriahkan even tersebut. Salah satunya PT Astra serta beberapa komunitas mobil yang memperlihatkan kebolehannya dalam drifting di lapangan parkir GSG Unila. (cw2/p5/c3/whk)

Samsir Resmi Jabat Sekkab

Posted: 20 May 2014 10:58 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Plt. Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi melantik Sekretaris Kabupaten Lampung Utara (Sekkab Lampura) Samsir di gedung Pusiban Pemprov Lampung kemarin. Pada pelantikan itu, mantan Sekkab Lampura Hamartoni Ahadis tak hadir. Arinal menegaskan, rolling Sekkab murni berdasarkan keputusan objektif. Yakni lewat pertimbangan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) secara cermat, matang, dan penilaian sepanjang waktu.

    ''Pelantikan ini jangan ditafsirkan macam-macam. Ini merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Diharapkan setelah ini, Sekkab dan kepala daerah makin bersinergi melaksanakan berbagai program kerja yang telah mereka rencanakan," katanya kemarin.

    Untuk sementara, Hamartoni akan ditarik ke pemerintah provinsi. ''Sudah tugas pemprov untuk melakukan pembinaan, jadi sementara ya dia ke pemprov. Namun belum tahu akan ditempatkan di mana," ujarnya.

    Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara yang juga hadir dalam pelantikan kemarin menepis ada hal politis terkait rolling Sekkab. ''Tidak ada kaitannya. Ini hanya penyegaran, bukan karena apa-apa. Seperti yang tadi dikatakan Pak Arinal, ini proses mutasi biasa," kata Agung usai acara pelantikan.

    Samsir, Sekkab Lampura yang baru dilantik, mengatakan, dirinya akan bersinergi dengan bupati untuk pembangunan Lampura. ''Saya akan mendukung penuh kebijakan bupati dan membantu beliau melaksanakan tugas ke depannya," kata mantan kepala Bappeda Pringsewu ini. (eka/p1/c1/wdi)

Hasil Tes Belum Keluar

Posted: 20 May 2014 10:57 PM PDT

DUA pasien suspect MERS-CoV (middle east respiratory syndrome corona virus) masih menunggu hasil diagnosis. Sampai kemarin, pihak RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) belum mengeluarkan hasil tes. Karena itu, kedua pasien asal Lampung Tengah dan Lampung Timur ini masih dirawat.

    ''Hasilnya belum keluar. Hari ini (kemarin, Red) kami sudah kontak Dinas Kesehatan, tetapi belum diketahui hasilnya negatif atau tidak kedua pasien tersebut," kata petugas RSUDAM dr. Nina Marlin, Sp.P. di ruang kerjanya.

    Kondisi fisik kedua pasien terpantau terus membaik. Menurut Nina, sakit batuk keduanya sudah tak parah lagi. Namun lantaran hasil tes belum keluar, keduanya disarankan tetap di RSUDAM.

    Hingga kemarin, RSUDAM total sudah merawat empat pasien suspect MERS-CoV. Satu pasien wanita asal Bandarlampung, hasil tesnya negatif. Dia sudah diperbolehkan pulang pada Kamis (15/5). Sementara satu pasien asal Kota Metro memaksakan diri untuk pulang pada Minggu (18/5).

    ''Seluruh pasien suspect menderita sakit setelah pulang dari Arab Saudi. Nah, pasien pria dari Kota Metro ini memaksa pulang. Padahal, dokter belum mengizinkan," terang Nina. (fbi/p1/c1/wdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar