Kamis, 08 Mei 2014

Pengembang Baru Lanjutkan Pembangunan Atap

Pengembang Baru Lanjutkan Pembangunan Atap


Pengembang Baru Lanjutkan Pembangunan Atap

Posted: 08 May 2014 06:21 AM PDT

Soal Renovasi Pasar Tugu
BANDARLAMPUNG – PT Prabu Artha selaku pengembang Pasar Tugu akhirnya melanjutkan renovasi. Pekerja perusahaan itu mulai memasang atap pada pasar yang berlokasi di Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT) itu. Pantauan Radar Lampung kemarin (7/5), pengerjaan tersebut baru 20 persen. Parman (35), pedagang Pasar Tugu, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui sampai kapan renovasi ini selesai. Sebab, hingga kini baru sebagian yang dibangun.

''Saya juga nggak tahu Mas sampai kapan selesainya. Kami menunggu saja dan berharap selesainya cepat supaya bisa nyaman berdagang,'' ujar Parman di Pasar Tugu kemarin.

Sementara, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Khasrian Anwar membenarkan PT Prabu Artha mulai melanjutkan proses pembangunan Pasar Tugu. Namun, ia tidak mengetahui apakah dikerjakan sampai selesai atau bertahap.

''Diperkirakan dalam satu pekan ini pemasangan selesai. Kami juga masih menunggu prosesnya,'' ujarnya kemarin.

Terkait masih adanya genangan air di basement, Khasrian mengaku sudah meminta tim BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Bandarlampung untuk ikut membantu menyedot air.

''Nanti juga secara perlahan akan ditambal supaya tidak mengeluarkan air lagi, mereka juga sudah berusaha mengeluarkan air itu dari basement,'' katanya.

Lalu bagaimana proses pemanggilan terhadap PT Prabu Artha? Menurut Khasrian, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kedua kepada Direktur PT Prabu Artha Ferry Sulistio alias Alay. Sebab, surat peringatan pertama belum juga ada kejelasan.

''Jika dalam tujuh hari ke depan (hingga 13 Mei 2014, Red) belum juga ada kejelasan, kami kirimkan kembali surat peringatan ketiga. Kalau memang tidak juga datang, terpaksa Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) akan menggelar rapat bersama pemkot untuk mengambil keputusan,'' jelasnya.

Dia melanjutkan, pihaknya belum dapat memutuskan apakah akan dilakukan pemutusan kontrak atau tidak. Sebab, keputusan tersebut bergantung hasil rapat bersama TKKSD.

''Walau sejak awal sudah dipaparkan cukup kesulitan mencari investor yang mau membangun pasar, tapi apa boleh buat. Tentu, kami masih berharap Alay punya iktikad baik untuk melanjutkan pembangunan,'' pungkasnya. (yud/p4/c3/whk)

Pemerintah Swiss Cek Kesiapan Pemkot

Posted: 08 May 2014 06:21 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Swiss menyambangi Pemkot Bandarlampung kemarin (7/5). Kedatangan mereka untuk mengecek kesiapan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebagai tuan rumah dalam on the job training (OJT) accrual basic.

Kedatangan Pemerintah Swiss melalui state secretariat for economic affairs (SECO) ini langsung bertemu Wakil Wali Kota Bandarlampung Thobroni Harun di aula BPKAD setempat.

''Kami sudah lihat kesiapan di sini, ternyata sudah siap. Memang kami tidak melihat secara detail, tapi kami menilai sudah betul-betul siap, kami berharap ke depannya lancar,'' ujar Head SECO Martin Stottele kemarin.

Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, Martin menjelaskan, pemkot hanya melakukan persiapan dalam pelaksanaan OJT. Termasuk kesiapan tempat pelaksanaan OJT dan verifikasi peserta terutama pulau Sumatera.

''Kami memang cukup puas dengan kesiapannya, tinggal finishing, mudah-mudahan kesiapan yang dilakukan sesuai tujuan OJT,'' harapnya.

Dia menambahkan, pihaknya memperkirakan OJT dilaksanakan Agustus. Sebab, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari agar tidak ada masalah dalam pelaksanaannya.

Sementara, Thobroni mengatakan, pemkot sejak tahun lalu mempersiapkan semuanya berkaitan dengan OJT accrual basic.

''Mereka hanya mengecek kesiapan kita saja dalam pengelolaan keuangan berbasis akrual ini. Insya Allah, kami sudah siap,'' katanya.

Dia melanjutkan, pemerintah Swiss sudah melihat kesiapan Bandarlampung serta mengecek pelaksanaan pengelolaan keuangan berbasis akrual di BPKAD setempat. 

Pemerintah Swiss juga melihat salah satu ruangan pertemuan di Hotel Marcopolo yang menurut rencana akan dijadikan tempat pelatihan OJT accrual basic.

''Mereka sudah mengambil sampling tentang kesiapan kita dalam OJT ini. Mudah-mudahan Agustus mendatang OJT bisa dilaksanakan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Swiss atas kedatangannya,'' pungkasnya. (cw4/p4/c3/whk)

KKP Juga Tunggu Instruksi

Posted: 08 May 2014 06:20 AM PDT

Travel Umrah Risau
BANDARLAMPUNG – Hingga kemarin (7/5), pemerintah belum mengambil langkah khusus terkait terus bermunculannya warga negara Indonesia yang terjangkit virus MERS-CoV (middle east respiratory syndrome corona virus). Setelah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung menyatakan masih menunggu instruksi pusat, sikap sama pun ditempuh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Panjang.

    Kepala KKP Panjang Endang Syarifuddin mengatakan, hingga kini tidak ada upaya tambahan dari pihaknya untuk jamaah yang akan pergi umrah.

''Belum ada perintah dari pimpinan, jamaah juga belum diwajibkan untuk suntik influenza, masih seperti biasanya mereka wajib vaksin meningitis saja,'' ujarnya kemarin (7/5).

    Pihaknya hanya mengimbau untuk melakukan pola hidup bersih sehat. ''Misalnya untuk rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum makan,'' katanya.

    Ia menambahkan, di Lampung juga belum ada laporan indikasi tersebut. Selain itu, ia beralasan kemungkinan terjadi di Lampung pun minim.

''Bandara kami kan bukan internasional. Jadi, jamaah umrah yang pulang dapat terdeteksi dahulu di Bandara Soekarno-Hatta. Jika memang diduga terjangkit virus ini, sudah langsung ketahuan di Jakarta,'' kilahnya.

    Sementara, travel agen perjalanan umrah pun mengaku cukup khawatir dengan adanya serangan virus itu. Pemilik travel umrah Berkah Wisata Muli Lampung Yenni Aryani yang saat dihubungi tengah berada di Kota Mekkah, Arab Saudi, mengaku jamaah yang sedang umrah di sana mulai mengantisipasi agar tidak terjangkit penyakit tersebut. Salah satunya dengan menggunakan masker.

    ''Sejauh ini di sini (Mekkah, Red) aman-aman saja. Tapi tetap waspada, jamaah sudah mengantisipasi dengan menggunakan masker,'' katanya.

Dia menambahkan, sebelum berangkat umrah, seluruh jamaah memang harus divaksin. Saat di Bandara Soekarno-Hatta, jamaah diperiksa satu persatu kartu kuning yang menandakan mereka telah divaksin meningitis.

Menurutnya, pemerintah memang harus segera memberikan penjelasan atau upaya agar masyarakat tidak resah. Terlebih peminat ibadah umrah tiap bulannya tinggi dan musim haji pun akan tiba.

    Sementara, di Indonesia satu orang telah meninggal dunia diduga kuat karena virus ini. Sebab, gejala yang dialami sama dan yang bersangkutan pun baru saja pulang menunaikan ibadah umrah. Beberapa orang dilaporkan tengah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

    Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung dr. Asih Hendrastuti mengatakan, jika pun kasus ini terjadi di Lampung, pemprov siap.

''Kami kan punya ruang isolasi untuk penanganan intensif. Virus ini sama saja dengan flu burung. Jadi penanganannya pun serupa. Virus itu seperti influenza, namun kefatalan menyebabkan kematiannya cukup tinggi,'' katanya.

Sementara, Ketua DPRD Lampung Marwan Cik Asan juga meminta satuan kerja (satker) terkait tanggap dalam menghadapi penyebaran virus MERS-CoV.

''Ya, Diskes dan Kementerian Agama harus segera menyosialisasikan permasalahan ini kepada masyarakat, paling tidak ada early warning bagi warga yang mau umrah,'' pintanya.

    Diketahui, kasus MERS-CoV semakin meningkat di Arab Saudi, dan Lembaga Kesehatan Sedunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan penting tentang penyebaran MERS-CoV.

Diskes Lampung pun telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota terkait kewaspadaan MERS-CoV. Tujuannya agar melakukan penyuluhan dan imbauan di wilayah kerja masing-masing. Yakni sebagai bentuk pencegahan, deteksi dini, serta pertolongan pengobatan maupun edukasi kepada masyarakat luas agar lebih memahami virus ini.

MERS-CoV merupakan penyakit yang disebabkan varian virus corona dan menyerang pernapasan. Kali pertama dilaporkan di Arab Saudi pada 2012. CDC (Center for Disease Control and Prevention) atau Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit melaporkan bahwa sumber dari penyakit ini belum dapat dipastikan. Akan tetapi, kemungkinan bersumber dari hewan. Di mana, MERS-CoV ditemukan pada unta di Qatar, Arab Saudi, dan Mesir serta kelelawar di Arab Saudi.

Diduga, penyebarannya sama dengan corona virus lainnya. Yaitu lewat cairan penderita yang batuk atau bersin, melalui sentuhan benda-benda yang terkontaminasi virus, dan kontak langsung dengan penderita.

Penyakit MERS-CoV dapat terdeteksi dengan gejala demam ≥38 derajat Celcius atau ada riwayat demam, batuk, pneumonia berdasarkan gejala klinis atau gambaran radiologis, yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Lalu dan memiliki riwayat perjalanan ke Timur Tengah (Jazirah Arab) dalam waktu 14 hari sebelum sakit. Seseorang dengan ISPA ringan sampai berat yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi atau kasus probabel infeksi MERS-CoV dalam waku 14 hari sebelum sakit.(eka/p5/c3/whk)

Pejabat DPU Resah

Posted: 08 May 2014 06:20 AM PDT

Isu Rolling Beredar
BANDARLAMPUNG–Pegawai dan pejabat di satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandarlampung resah. Beberapa hari belakangan, beredar isu akan ada rolling besar-besaran di instansi tersebut.

Penyebab rolling itu lantaran molornya pelaksanaan proyek. Diketahui pelaksanaan proyek tersebut molor lantaran proses lelang yang tak kunjung rampung. Bahkan sampai kemarin DPU Kota belum mengumumkan Rencana Umum Pelelangan (RUP).

Menurut sumber Radar Lampung di pemkot yang enggan disebutkan namanya, kondisi ini membuat Walikota Bandarlampung Herman HN marah. Tender proyek, lanjut dia tak boleh molor. "Berdasarkan informasi yang saya dapat begitu. Bapak (Walikota Bandarlampung, red) marah, karena tender molor," ujarnya dikompleks Pemkot Bandarlampung kemarin.

Menurut dia, sedikitnya, ada lima jabatan penting yang bakal digeser. Yakni, jabatan kepala dinas, Sekretaris, Kepala Bidang Cipta Karya, Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Kepala ULP.

Sekretaris Dinas PU I Putu Nurjana enggan berkomentar banyak terkait isu tersebut. Menurut dia, informasi soal rolling besar-besaran ditubuh DPU belum sampai ke telinganya. Terlebih, alasannya lantaran tender yang tak juga rampung. "Saya belum dengar soal informasi itu," ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel kemarin.

Sayangnya, Kepala DPU Kota Ibrahim belum berhasil dikonfirmasi. Saat disambangi dikantornya kemarin Ibrahim tak berada ditempat. Ketika dihubungi, ponselnya dalam keadaan tak aktif.

Sebelumnya, proses tender perbaikan jalan di DPU telah disorot sejumlah pihak. Setelah Wakil Wali Kota Bandarlampung Thobroni Harun mendesak Dinas PU segera menggelar tender, Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Bandarlampung.juga ikut menyoal.

Ketua Gapeknas Bandarlampung Hamonangan Napitupulu mengatakan, keterlambatan tender akan memengaruhi realisasi proyek. Dia menilai, belum juga adanya proses tender di Dinas PU disebabkan adanya konspirasi tidak sehat.

''APBD 2014 kan sejak Agustus 2013 telah disahkan, bahkan wali kota beberapa kali menginstruksikan Dinas PU menyegerakan tender. Nah, kenapa tidak juga digelar? Hal ini memicu pertanyaan dan memperkuat indikasi adanya konspirasi di Dinas PU,'' ujarnya.

Kini, Dinas PU belum juga mengumumkan rencana umum pelelangan (RUP). Sedangkan sesuai aturan RUP harus diumumkan jauh hari sebelum pelelangan digelar. Apalagi, wakil wali kota meminta kualitas jalan yang baik.

''Kalau pengerjaan jalan mau baik, berarti pelaksanaannya juga diberi waktu yang lama. Jika sekarang saja belum ada pengumuman RUP, bagaimana kami mau mengerjakan dalam waktu yang singkat,'' katanya.

Dia melanjutkan, bila RUP belum diumumkan, pihaknya menilai proses tender pelelangan belum jelas. Sehingga, Gapeknas akan melayangkan surat ke LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) untuk menegur Dinas PU terkait permasalahan tender berikut RUP (abd/wdi)

Gapeknas Tuding Ada Konspirasi

Posted: 08 May 2014 06:18 AM PDT

Terkait Lambatnya Tender Perbaikan Jalan
BANDARLAMPUNG – Lambatnya proses tender perbaikan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung terus menuai sorotan. Setelah Wakil Wali Kota Bandarlampung Thobroni Harun mendesak Dinas PU segera menggelar tender, kali ini Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Bandarlampung.

Ketua Gapeknas Bandarlampung Hamonangan Napitupulu mengatakan, keterlambatan tender akan memengaruhi realisasi proyek. Dia menilai, belum juga adanya proses tender di Dinas PU disebabkan adanya konspirasi tidak sehat.

''APBD 2014 kan sejak Agustus 2013 telah disahkan, bahkan wali kota beberapa kali menginstruksikan Dinas PU menyegerakan tender. Nah, kenapa tidak juga digelar? Hal ini memicu pertanyaan dan memperkuat indikasi adanya konspirasi di Dinas PU,'' ujarnya kemarin (7/5).

Kini, Dinas PU belum juga mengumumkan rencana umum pelelangan (RUP). Sedangkan sesuai aturan RUP harus diumumkan jauh hari sebelum pelelangan digelar. Apalagi, wakil wali kota meminta kualitas jalan yang baik.

''Kalau pengerjaan jalan mau baik, berarti pelaksanaannya juga diberi waktu yang lama. Jika sekarang saja belum ada pengumuman RUP, bagaimana kami mau mengerjakan dalam waktu yang singkat,'' katanya.

Dia melanjutkan, bila RUP belum diumumkan, pihaknya menilai proses tender pelelangan belum jelas. Sehingga, Gapeknas akan melayangkan surat ke LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) untuk menegur Dinas PU terkait permasalahan tender berikut RUP.

Anggota Komisi B DPRD Bandarlampung ini menjelaskan, jika mengacu hal tersebut yang sekaligus berkaitan dengan OJK, pihaknya menilai dua permasalahan ini mengindikasikan Dinas PU mempersempit ruang gerak rekanan. Atau dengan kata lain, ada upaya sekelompok oknum untuk tidak menggelar proses lelang secara terbuka sesuai ketentuan Perpres No. 70/2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

''Itu yang kami sebut adanya indikasi persekongkolan di Dinas PU, yang pada akhirnya membuat keterlambatan proses tender,'' tegasnya.

Menurutnya, lelang terbuka diadakan untuk menjamin persaingan yang sehat, yang pada akhirnya bertujuan mengefisiensi keuangan daerah. Efisiensi dimaksud didapatkan dari optimalisasi penawaran rekanan melalui proses tender terbuka dan profesional.

''Kalau RUP saja tidak diumumkan bahkan secara tidak langsung ada upaya untuk menghalang-halangi rekanan, apakah salah kami simpulkan adanya konspirasi dan persekongkolan tidak sehat,'' katanya.

Sayangnya, Kadis PU Bandarlampung Ibrahim belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan Gapeknas itu. Dia tidak berada di ruangannya saat Radar Lampung mendatangi kantornya pukul 11.30 WIB kemarin. Telepon selulernya juga dalam kondisi tidak aktif saat dihubungi, pesan singkat yang dikirimkan juga tak kunjung dibalasnya.

Sebelumnya, pengerjaan perbaikan jalan di kota ini yang lambat membuat gerah Thobroni Harun. Bahkan, karena keterlambatan itu, ia meragukan kualitas jalan yang akan diperbaiki.

Thobroni khawatir keterlambatan proses tender pengerjaan fisik yang dilakukan Dinas PU dapat berpengaruh dengan kualitas fisik tersebut. Sehingga, ia berharap instansi terkait dapat segera melaksanakan tender selambat-lambatnya akhir Mei.

''Harapan kami dalam kurun waktu satu bulan ke depan itu, Dinas PU segera melaksanakan tender. Sebab kalau lama-lama, nanti pekerjaannya juga dipercepat dan ini akan berpengaruh terhadap kualitas jalan,'' ujarnya, Selasa (6/5).

Dia melanjutkan, semakin lama Dinas PU menunda tender, kian sedikit peluang waktu untuk pengerjaan fisik. Apalagi ditambah hambatan-hambatan yang akan dihadapi dalam proses pengerjaan.

''Waktunya tinggal enam sampai tujuh bulan, berarti awal Juni sudah harus penunjukan, dan pelaksanaan harus sudah berjalan. Jangan lama-lama! Kasihan masyarakat yang menggunakan jalan itu,'' katanya.

Pria berkacamata ini berharap dalam kurun waktu satu bulan ke depan, proses tender sudah dilaksanakan. Namun tetap mengikuti prosedur yang berlaku agar ke depannya tidak bermasalah.

''Kalau memang ada permasalahan dalam pelaksanaan tender, Dinas PU harus segera memecahkan masalahnya supaya prosesnya dapat berjalan sesuai dengan harapan. Saya minta ini harus dilaksanakan segera, jangan ditunda-tunda. Ikuti prosedur aturan yang berlaku!'' jelasnya.

Saat ini, kata Thobroni, warga Bandarlampung sudah menunggu untuk segera memanfaatkan anggaran dana alokasi Rp200 miliar tersebut agar jalan menjadi mulus.

''Kalau lama-lama, akan mengganggu perekonomian masyarakat Bandarlampung, transportasi lancar itu sangat mendukung perekonomian kita. Sebab, jalan itu memengaruhi nilai keekonomian barang dan jasa,'' pungkasnya.(cw4/p5/c3/whk)

Latihan Posko I

Posted: 08 May 2014 06:02 AM PDT

KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0424/Tanggamus menggelar Latihan Posko I. Program itu dibuka oleh Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam Letnan Kolonel Arm SDM Tampubolon di lapangan upacara makodim setempat. Latihan Posko I digelar sejak Selasa (6/5) dan akan berakhir hari ini (8/5). Perwakilan Pemkab Tanggamus dan polres hadir dalam pembukaan pelatihan. ''Meningkatkan profesionalisme prajurit dan satuan sekarang ini bukan lagi menjadi tuntutan. Tapi, sudah menjadi kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan. Karena tantangan tugas yang dihadapi diperkirakan semakin meningkat dan kompleks," kata Tampubolon saat membacakan amanat Danrem 043/Gatam Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung.

Ia berharap seluruh peserta bisa mengaplikasikan pengetahuan sesuai tanggung jawab masing-masing. Terutama tentang prosedur serta mekanisme hubungan kerja komandan dan staf.

''Yakni dalam menganalisis setiap penanganan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga dapat memberikan hasil yang optimal guna mendukung pelaksanaan tugas Kodim 0424/Tanggamus dalam rangka melaksanakan operasi bantuan kepada Pemkab Tanggamus dengan pola operasi militer selain perang," ungkapnya. (gie/ynk/rls/p1/c2/wdi)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar