Jumat, 26 Desember 2014

Khawatir Banjir Susulan, Warga Berjaga-jaga

Khawatir Banjir Susulan, Warga Berjaga-jaga


Khawatir Banjir Susulan, Warga Berjaga-jaga

Posted: 25 Dec 2014 07:12 PM PST

BANDARLAMPUNG – Banjir yang terjadi pada Senin (22/12) membuat trauma warga. Setiap hujan, mereka khawatir banjir kembali terjadi. Pantauan Radar Lampung di Jl. Kepayang, Perumahan Ragom Gawi, serta di Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP) Blok V, Y, dan Z, Kecamatan Kemiling, hujan deras yang terjadi Rabu (24/12) membuat warga setempat waspada.

Terlihat, beberapa warga berjaga di depan rumah masing-masing sambil terus memantau ketinggian di saluran air. Dengan bermandikan hujan, puluhan warga membersihkan saluran air dari sampah yang terbawa air agar tidak menyumbat drainase.

Sementara pantauan Radar Lampung kemarin, sebagian warga di Perumahan Ragom Gawi Permai mulai membenahi peralatan rumah tangga mereka yang terkena banjir dengan menjemur kasur, pakaian, dan peralatan rumah tangga lainnya.

Untuk talud yang jebol di perumjahan tersebut belum diperbaiki secara permanen. Pekerja yang didatangkan Pemkot Bandarlampung hanya menambal talud yang jebol dengan karung berisi pasir.

Ketua RT 8 Perumahan Ragom Gawi Sudirman mengatakan, talud yang jebol tersebut tadinya menampung dua aliran air yang kemudian  dialirkan ke sawah. "Nah, makanya kemarin jebol, karena nggak kuat nahan derasnya air," jelasnya.

Sementara, warga Kelurahan Rajabasa Pemuka, Kecamatan Rajabasa juga mengantisipasi banjir susulan. Mereka membersihkan saluran air yang tersumbat endapan lumpur, pasir dan batu.

"Ini sebisa kami saja membersihkannya, nanti bila masih kurang, kami minta bantuan BPBD," ujar Camat Rajabasa Socrat P.

Dia mengaku, tindakan antisipasi terhadap banjir susulan yang dilakukan warganya belum mampu menghentikan banjir dari wilayahnya tersebut. "Kami hanya mencoba meminimalisir banjir saja," paparnya.

Socrat menerangkan, dari hasil pendataan, jumlah rumah yang terkena banjir pada Senin (22/12) di kecamatannya mencapai 80 rumah. "Korban banjir sudah kami sampaikan ke Dinas Sosial, tetapi kami tidak tahu apakah akan mendapatkan bantuan atau tidak. Kalau dari pihak kecamatan tidak ada, karena tidak ada anggaran," katanya.

Dia menambahkan, dari hasil koordinasi dengan pemkot dan BPBD tentang perencanaan penaggulangan banjir, bagian jembatan di Jl. Kepayang akan dibuat lebih tinggi dengan perbesaran gorong-gorong. Kemudian bagian kali dan selokan yang alurnya tajam akan dibuat tidak terlalu berkelok tajam untuk mengurangi efek benturan air.

Terpisah, Ketua RT 05 Lk II Kepayang, Rajabasapemuka Indra Damin mengatakan, hingga kemarin warganya belum mendapatkan bantuan dari pemkot. Padahal, kata dia, sebagian besar warganya membutuhkan bantuan kasur dan selimut, sebab tidak bisa digunakan lantaran basah.

"Kalau untuk air bersih, kami sudah tidak masalah. Yang dibutuhkan sekarang kasur dan selimut," ungkapnya.

Sementara, musibah banjir yang menerpa ratusan rumah di Perumahan Bukit Kemiling Permai (BKP), dan Perumahan Ragom Gawi II, Kecamatan Kemiling serta Jl. Kepayang, Kecamatan Rajabasa direspons Pemkot Bandarlampung.

Rabu (24/12), Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. ditemani Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi meninjau tiga lokasi yang dihantam banjir besar pada Senin.

Di sela-sela peninjauannya, Wali Kota Herman H.N. mengatakan, pihaknya kini sedang mencari jalan keluar untuk membuat aliran air baru.

Hal ini dilakukan agar aliran air dapat dibagi dan dipecah. Sehingga, tidak terfokus dalam satu aliran dan melintas ke Perumahan Ragom Gawi dan BKP hingga ke Jl. Kepayang, Rajabasa Pemuka.

"Jadi sebagai antisipasi tidak terjadi banjir lagi kami akan melarikan air ke berbagai saluran ke kali terdekat lainnya. Mudah-mudahan dapat dilakukan terobosan ini," ujarnya.

Menurutnya, kali yang ada di lokasi tersebut sudah tidak dapat dilebarkan, namun masih dapat dinormalisasi dan pendalaman mengingat luas lahan perumahan yang dimiliki.

Untuk talud yang roboh dan longsor, pihaknya segera mendirikan dan memperbaikinya. Hal tersebut dilakukan, sembari mencari tempat membuat drainase baru.

"Mudah-mudahan debit air nggak terlalu besar lagi kalau sudah buat drainase baru," harapnya.

Pembangunan rencananya akan dilaksanakan pada 2015 tahapan awal yang dilakukan adalah menggali dengan menggunakan alat berat. "Kita buatnya bertahap," paparnya.

Dia juga mengimbau, kepada warga yang kesulitan air bersih untuk tidak segan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).  "Silakan telepon saja. BPBD banyak airnya, PDAM juga ada. Enggak ada bayar-bayar, semuanya gratis. Marahin saja kalau diminta bayaran!," tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Tanggap Bencana dan Kesiapsiagan BPBD Bandarlampung Wisnu memastikan siap mendistribusikan ar bersih bagi warga yang terkena dampak banjir.

"Kami siap antarkan jika dibutuhkan, hubungi saja BPBD, air kita kirim gratis," janjinya kemarin.(cw1/cw12/cw2/p5/c1/whk)

Dewan Persoalkan Fassos dan Fasum Perumahan

Posted: 25 Dec 2014 07:09 PM PST

BANJIR yang melanda beberapa perumahan di Kota Tapis Berseri memantik reaksi Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi. Dia menilai terjadinya banjir lantaran ketidaksiapan developer dalam menyediakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fassos) untuk sarana kenyamanan warga.

Politisi PDIP ini melanjutkan, hal tersebut terbukti saat hujan pada Senin (22/12), yang mana siring-siring di perumahan yang terlanda banjir tidak ada yang mampu menampung derasnya air sehingga akhirnya meluap dan menyebabkan banjir.

''Dengan kejadian ini, kami berharap ketika Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) bersama Dinas Tata Kota (Distako) memberikan izin pembangunan perumahan untuk betul-betul mengecek segala kelengkapannya," ujar dia saat bersama Wali Kota Herman H.N. meninjau banjir di tiga lokasi, Rabu (24/12).

Dia mencontohkan, perumahan yang ada di Kecamatan Kemiling masih minim saluran airnya. Bahkan ada perumahan yang baru dihuni beberapa orang, terlihat tidak ada saluran pembuangan air.

''Kalau itu sampai 100 rumah yang menghuni, pasti ada lagi kampung atau perumahan yang berada di bawahnya terkena banjir di kemudian hari. Salah satunya ya Perumahan Ragom Gawi. Pasti banjir besar lagi," tandasnya.

Untuk memastikan pengecekan pembangunan perumahan, Wiyadi berencana mengundang hearing (rapat dengar pendapat) BPPLH dan Distako. ''Sebelum dicek secara pasti, jangan sampai dikeluarkan izinnya!" tegasnya.

Terlebih, menurutnya, sudah ada peraturan daerah (perda) yang disahkan setelah 2,5 tahun mangkrak terkait perda mendirikan bangunan dan gedung. "Kita sudah punya dasar, akan kita selesaikan persoalan ini," pungkasnya. (cw12/p5/c1/whk)

Setahun, Bangun 12 Masjid Berornamen Lampung

Posted: 25 Dec 2014 07:07 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pemkot Bandarlampung hingga akhir tahun ini telah membangun 12 masjid berornamen Lampung. Terakhir di penghujung tahun 2014 yang akan dibangun adalah Masjid Al-Amanah Nurul Iman, Kelurahan Kedaung, Kemiling.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Bandarlampung Akuan Effendi. Dia mengatakan, untuk pembangunan masjid berornamen Lampung, Al-Amanah Nurul Iman, tersebut digelontorkan Rp600 juta, yang dananya bersumber dari APBD 2014.

Pembangunan masjid ini merupakan usulan warga ke kelurahan dan kecamatan yang disampaikan ke Dissos serta diteruskan ke Wali Kota Herman H.N. yang telah memiliki program pembangunan masjid berornamen Lampung.

"Setelah ada usulan, kita melihat persyaratan mendirikan masjid dari luas lahan, tanah kepemilikan, jumlah warga dan sebagainya, setelah itu kita menimbang beberapa persyaratan tersebut apakah sudah sesuai untuk dibangun, dan ketika sudah sesuai baru kita setujui dan kita buatkan nota dinas untuk dibangun kembali masjid tersebut," ujarnya.

Di lokasi peletakan batu pertama Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. berharap masjid yang dibangun kembali melalui dana APBD dapat dimakmurkan masyarakat setempat.

"Saya yakin dari hari ke hari, bulan ke bulan banyak masyarakat yang akan berdomisili di daerah ini, melihat daerah ini aman, tentram dan sejuk. Untuk itu, selalu ramaikan masjid untuk kegiatan keagamaan Islam seperti pengajian dan hal positif lainnya," kata dia.

Tahun depan, lanjut mantan Kadispenda Lampung ini, pihaknya akan membangun terus Bandarlampung agar lebih baik lagi. Bahkan pihaknya akan terus melaksanakan pembangunan masjid.

"Untuk itu, saya pesan kepada warga makmurkanlah masjid ini. Adakan kegiatan minimal dalam satu pekan dua kali pengajian di masjid, jadi ramai terus," harapnya.

Sementara, Ketua Pembangunan Masjid Al-Amanah Nurul Iman Tarzan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Herman H.N. dan melakukan peletakan batu pertama di masjid yang akan dibangun kembali dengan bangunan berornamen Lampung.

Tarzan mengaku bersama warga akan berusaha sekuat tenaga dalam melakukan pembangunan dengan sebaik-baiknya sesuai harapan wali kota.

Dia bercerita, bahwa tanah yang akan didirikan masjid baru adalah tanah wakaf dari bapak Naslim dan keluarga besar yang luasnya 600 meter persegi.

Awalnya, masjid Al-Amanah dibangun dengan cara swadaya murni masyarakat Kelurahan Kedaung yang ingin memiliki tempat ibadah. "Dan Alhamdulilah, pada tahun ini masjid kita ikut dibangun kembali dan menjadi  menjadi masjid beronamen khas lampung yang merupakan masjid ke-12 selama kepemimpinan Wali Kota Herman H.N.," pungkasnya. (cw12/c1/whk)

 

Lampung Endemis Rabies

Posted: 25 Dec 2014 07:07 PM PST

Bandarlampung – Lampung termasuk salah satu provinsi endemis rabies. Sehingga peran Pemprov Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) sangat diharapkan dalam penanganan hewan yang terjangkit rabies maupun diduga rabies.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung, pada 2013 terdapat 617 kunjungan puskesmas akibat gigitan hewan tersangka rabies (GHTR). ''Rinciannya 326 orang akibat gigitan anjing, 221 kucing, dan 70 kera. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia," kata Kasi Promosi Kesehatan sekaligus Kasi Humas Dinas Kesehatan Lampung Asih Hendrastuti.

Menanggapi masalah ini, Kepala Seksi Informasi Balai Veteriner Lampung Tri Guntoro mengatakan, Disnakkeswan telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Di antaranya menghitung populasi hewan diduga terjangkit rabies dan suntik bulanan antirabies. ''Semua ini membuat kekebalan tubuh atau antibodi pada hewan agar terhindar dari rabies," ujar Tri di kantornya, Selasa (23/12).

Dokter hewan ini melanjutkan, Balai Veteriner Lampung juga mendiagnosa klinis sejarah dan konfirmasi laboratorium dengan pemeriksaan seller dan  fluorescent antibody test (FAT)  yakni dalam kondisi segar. Sedangkan untuk sampel dalam kondisi autolisis atau busuk dilakukan uji laboratorium dengan polymerase chain reaction (PCR) dan  isolasi virus.

Diketahui, secara umum berdasarkan hasil penelitian sampel positif, terjadi penurunan terjangkit rabies pada 2014 dibandingkan 2013. Akan tetapi, penyebarannya semakin meluas ke daerah-daerah. Pada 2013, hewan terdiagnosa positif rabies hanya di Bandarlampung, Lampung Tengah dan Pesawaran. Sedangkan untuk 2014, menyebar ke Lampung Utara, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Pada kurun 2013, pihaknya memastikan ada 9 hewan positif terjangkit rabies. Jumlah ini menurun pada 2014. (selengkapnya lihat grafis)

Terpisah, Kepala UPT Bagian Kesehatan Hewan Disnakeswan Lampung Lailan Mardiah mengungkapkan penyebaran virus rabies di Bandarlampung. Ada kejadian awal Desember lalu, warga melihat anjing liar tapi tidak dilaporkan. Memang ada sapi yang digigit anjing dan oleh masyarakat anjing tersebut langsung dibunuh.

"Jadi kita kehilangan jejak. Ada tujuh sapi yang diduga terkena virus rabies. Dan ada satu dari tujuh yang kita ambil sampelnya itu positif virus rabies. Di peternakan Suwag, Lampung Selatan kalau tidak salah tujuh sapi ini menunjukan gejala yang sama, langsung kita vaksin yang tidak positif rabies," jelas Lailan.

Menurutnya, penularan virus lebih berbahaya jika dari hewan ke manusia atau hewan lain. Daripada dari hewan perantara ke manusia. Karena jika hewan perantara, misalnya sapi yang terinfeksi virus rabies virus akan mati lebih dulu sebelum dikonsumsi. Ini karena rabies tidak bisa terpapar udara bebas dan akan mati jika dipanaskan.

"Penularan yang berbahaya justru jika ada gigitan langsung, misal dari hewan ke manusia ketimbang dengan hewan perantara," ujarnya.

Lailan menambahkan, pihaknya kesulitan melacak dan menangkap anjing liar. Sehingga dia meminta kerjasama warga untuk melaporkan jika ada anjing liar atau mengetahui kasus diduga rabies.

"Anjing liar itu biasanya keluar saat malam hari. Jadi kami hanya bisa meminta masyarakat jika menemukan anjing liar untuk melaporkan dan menangkapnya. Tidak boleh langsung dibunuh karena belum tentu dia rabies. Untuk penanganan menyesuaikan peraturan daerahnya, dimusnahkan atau dikandangkan untuk kemudian divaksinasi," urainya.

Karena hewan juga dilindungi, seharusnya anjing yang mengigit selama tujuh hari diisolasi. Kalau hewan tersebut mati dalam kurun waktu 14 hari, kepalanya diambil dan bagian otaknya diperiksa untuk membuktikan rabies. (cw1/gie/c1/fik)

 

Pengisi Jabatan Karo Keuangan Pemprov Masih Teka-teki

Posted: 25 Dec 2014 06:53 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pasca-rolling pejabat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung pada Senin (21/12) lalu, posisi kepala Biro (Karo) Keuangan hingga kemarin (25/12) masih kosong. Dalam roling tersebut, Wan Ruslan Abdul Ghani yang sebelumnya menjabat Karo Keuangan dipindahposisikan menjadi kepala Biro Bina Sosial. Belum ada nama yang menggantikan posisi yang ditinggalkannya.

Menanggapi hal ini, anggota Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Tauhidi mengatakan, pihaknya masih mengoordinasikan hal tersebut di tingkat Baperjakat. Namun demikian, dia enggan berkomentar lebih  banyak. Menurut Tauhidi, bukan kapasitasnya untuk menjelaskan masalah tersebut.

"Kalau masalah itu, nanti akan kita bicarakan. Memang saya anggota baperjakat. Namun untuk masalah ini, bukanlah kapasitas saya untuk menginformasikannya," katanya, kemarin.  

Pria yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Lampung ini menyarankan untuk mencari informasi kepada Asisten IV. Sebab, bagian keuangan dan masalah kepegawaian di bawah koordinasi Asisten IV.

Terpisah, Asisten IV Bidang Administrasi Umum Hamartoni Ahadis juga belum bisa memastikan siapa nama yang akan mengisi jabatan Karo Keuangan.

"Masalah itu, secepatnya akan kita bahas ya. Bersama Badan Kepegawaian Daerah dan di level Asisten. Saya juga memang belum tahu. Nanti jika memang sudah ada nama saya informasikan ke teman-teman," ujarnya singkat.

Terpisah, Kepala BKD Lampung, Sudarno Edi belum bisa dikonfirmasi. Meski ponselnya aktif, namun panggilan tak digubrisnya. Sementara pesan singkat yang dikirimkan pun tak kunjung dibalas.

Di lain pihak, pengamat kebijakan publik Dr. Ahmad Soeharyo mengatakan kekosongan jabatan tersebut seharusnya tidak berlarut-larut karena dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas dan efektifitas kinerja instansi. Terlebih, jabatan Karo Keuangan merupakan posisi yang strategis yang dapat mempengaruhi jalannya roda pembangunan Pemprov.

"Harusnya segerakan mengisi jabatan Karo Keuangan ini. Agar, roda pemerintahan bisa berjalan dengan optimal. Nah, apa lagi kan ini jabatan strategis ya. Sekecil apapun jabatannya ya seharusnya bisa cepat digantikan," kata dia. (abd/c1/fik)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar