Jumat, 09 Januari 2015

PTUN Tunjuk Majelis Hakim Ruko

PTUN Tunjuk Majelis Hakim Ruko


PTUN Tunjuk Majelis Hakim Ruko

Posted: 08 Jan 2015 08:55 PM PST

Sidang Perdana Digelar Pekan Depan
BANDARLAMPUNG – Polemik penyegelan puluhan rumah toko (ruko) di Pasar Tengah bakal memasuki babak baru. Sebab, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung sudah menjadwalkan persidangan perdana untuk kasus ini pada Rabu (14/1). PTUN juga telah memanggil kedua belah pihak, yakni pemilik ruko selaku penggugat dan pemkot selaku tergugat.

Humas PTUN Bandarlampung Jimmy Riyant Natareza didampingi panitera muda perkara Ida Meriati mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan panggilan untuk sidang pada perkara Nomor 35/G-2014/PTUN-PTN tersebut.

Dia melanjutkan, PTUN juga telah menunjuk ketua majelis hakim yaitu Masinta Ulisaragih dan Agus Effendi sebagai hakim anggota I serta Hastin Kurnia Dewi sebagai hakim anggota II.

Jimmy menjelaskan, dalam persidangan perdana setelah proses dismissal, biasanya materi sidangnya mengenai pemeriksaan persiapan yang tujuannya untuk memperbaiki gugatan penggugat hingga sempurna.

"Di sinilah dalam membedakan antara peradilan umum dengan PTUN, kalau pengadilan TUN itu, ada namanya pemeriksaan persiapan dan ini bersifat tertutup. Siapa saja tidak boleh masuk, selain kedua belah pihak antara penggugat dan tergugat," terangnya.

Sementara, Ida Meriati mengatakan, seharusnya Pemkot Bandarlampung menjalankan apa yang telah menjadi keputusan PTUN. "Keputusan itu juga kan hanya dilakukan penundaan sementara sampai keputusan itu berkekuatan hukum tetap," kata dia.

Namun, terus dia, dalam hal ini ia tidak akan berbicara lebih. Karena pihaknya berada di tengah-tengah tergugat dan pengguat. "Jika ditanya, ya itu jawaban saya, dan saya hanya menerangkan bahwa persidangan masih dilanjutkan dan pad aRabu (14/1) kita sudah siapkan hakim majelis untuk memimpin sidang persiapan," paparnya.

Pantauan Radar Lampung kemarin, kondisi Pasar Tengah masih kondusif dan ruko yang disegel masih tampak rapih. Anggota Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Iwan Supandi mengatakan, pihaknya selalu keliling mengontrol dan mendata ruko yang masih tersegel.

"Kami sudah dibagi per shift untuk mengontrol ruko," ujarnya di Pasar Tengah kemarin.

Menurutnya, anggota Banpol PP yang berjaga juga sudah dilengkapi dengan peta yang berisi mana saja ruko yang tersegel. Karenanya, anggota Banpol PP setiap harinya berpatroli berdasarkan peta yang telah dibuat apakah ruko masih rapi dan dalam kondisi tersegel.

"Selama ini masih aman terkendali dan belum ada konflik yang terjadi," tukasnya.

Dia mengungkapkan, dari hasil pengontorolan sementara, tidak ada sesuatu yang mencurigakan dan mengkhawatirkan terkait ruko yang disegel. Dia mengaku hanya diperintah untuk turun ke Pasar Tengah menjaga ruko-ruko yang masih tersegel agar tetap aman dan terkendali.

"Selama ini aman mas, karena tetap kita jaga. Kita diperintahkan untuk memantau terus. Ya kita pantau terus dan sudah berpencar keliling di seputar ruko-ruko yang tersegel," paparnya.

Sementara, Pengelola Ruko Ahsana Firman di Jl. Padang, No. 04, Pasar Tengah mengatakan, selama ini tidak ada gerakan ekstrim dari pemilik sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB)

    "Selama ini kita lihat tidak ada gerakan dari para pemilik ruko. Kami tahunya mereka sedang memperkarakan permasalahan ini di PTUN," kata dia.

Bahkan menurutnya, CCTV yang ada di rukonya tersebut selalu terpantau. Sebab, ruko di sebelah dan di seberangnya terpantau dari CCTV-nya.

"Kita juga memantau setiap malam tidak ada hal yang mencurigakan untuk membuka secara paksa disaat malam, yang ada malah banci dan anak jalanan," pungkasnya. (goy/p5/c1/whk)

Kadishub Disemprot Wali Kota lewat Handphone

Posted: 08 Jan 2015 08:51 PM PST

BANDARLAMPUNG – Kekesalan Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) memuncak kemarin (8/1). Di hadapan wartawan, mantan kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Lampung ini memarahi Kadishub Rifa'i melalui handphone. Penyebabnya, Herman kaget saat awak media yang sehari-hari pos liputannya di Pemkot Bandarlampung mengonfirmasinya saat berada di rumah dinas mengenai permasalahan stiker tarif angkutan umum yang berlum terpasang semua pada seluruh angkutan di kota ini.

Terkait masalah stiker tarif itu, Herman juga beberapa waktu lalu sempat menegur Dishub Bandarlampung melalui media agar segera memasang seluruh stiker tarif angkutan.

''Bapak ini malas ya? Sudah bosan? Kalau memang nggak sanggup lagi, berhenti saja jadi Kadis!" tandas Herman kepada Kadishub Rifa'i di hadapan sejumlah wartawan di rumah dinas wali kota kemarin.

Usai menelepon Rifa'i, Herman kepada wartawan mengatakan, seharusnya seorang kepala satuan kerja memiliki inisiatif kerja yang baik. Tidak selalu menunggu perintah atasan.

"Jika memang sifatnya mendesak, harus segera dikerjakan. Jangan ditunda-tunda!," sesalnya.

Sayang, terkait permasalahan ini, Rifa'I belum berhasil dikonfirmasi. Saat disambangi kantornya sekitar pukul 13.30 WIB kemarin, ia tidak berada di ruang kerjanya. Salah satu stafnya mengatakan, ia berada di gedung Area Trafic Control System (ATCS) Terminal Induk Rajabasa.

Namun, saat Radar menyambangi gedung ATCS, salah satu pegawai Dishub di sana mengatakan, Rifa'I sejak pagi tidak ke gedung tersebut. "Pak Rifa'I di kantor Dishub, saya baru bertemu dia di kantor Dishub," ujar pegawai berpakaian Dishub tersebut.

Sejak kemarin sore hingga pukul 20.00 WIB tadi malam, Radar berkali-kali menghubungi handphone Rifa'I, namun mantan Direktur Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) ini tidak menjawab meski handphone-nya dalam kondisi aktif. Pesan singkat yang dikirimkan juga tak dibalasnya.

Sementara, di Pasar Tengah sopir angkot mengeluhkan tarif yang ditentukan saat ini. Sebab menurut para sopir, meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) turun, hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap sopir.

Hal tersebut disampaikan Iyan (27), pengemudi angkot BE26xxBU. Menurutnya, hal tersebut lah yang menyebabkan mereka enggan memasang stiker angkot yang dibagikan Dishub.

Meskipun mereka membenarkan, sudah dibagikan stiker tarif angkutan. Tetapi menurutnya, stiker tersebut hanyalah dibagikan dan tidak ditempel langsung Dishub.

"Iya mas, memang sudah dibagikan stiker itu sama Dishub, tapi banyak sopir yang nggak masang," katanya.

Dia menyesalkan tarif angkutan yang berlaku saat ini, yakni untuk pelajar Rp2.500 dan umum Rp3 ribu. "Tarif segitu nggak menutup keperluan kita. Onderdil naik, setoran naik perhari saja saat ini Rp120-150 ribu. Maka dari itu, kita inginnya tarif kisaran Rp4 ribu untuk umum, dan Rp3 ribu untuk pelajar," harapnya.

Terpisah, Dewan Pertimbangan Persatuan Pengusaha dan Pengemudi Angkot Bandarlampung (P3ABL) Nelson Rumanof mengaku belum menerima stiker angkutan yang telah disampaikan Kadishub Rifa'I melalui media sebelumnya.

"Kita belum menerima mas, setahu saya UPT Terminal saja yang menempel dan nggak pernah sampai ke kami. Terlebih katanya hari ini (kemarin, Red) sudah dipasang semua," kata dia.

Menurutnya, pada 2014 dan tahun-tahun sebelumnya, Dishub biasanya memberikan kepada P3ABL terkait stiker angkutan. Namun, pada tahun ini pihaknya belum mendaptakan amanah untuk membantu menempelkan stiker tarif.

''Biasanya kan ngasih ke kita. Tapi ini kok nggak? Kalau kita yang dikasih amanah, kita pasti tanggung jawab. Akan kita pasang semuanya, nggak ada yang melawan sopir-sopir," akunya. (goy/p5/c1/whk)

Siapkan Dokter Forensik di RSUDAM

Posted: 08 Jan 2015 08:47 PM PST

BANDARLAMPUNG – Nota kesepahaman antara Polda Lampung dan RSUDAM terkait penyediaan dokter forensik berakhir 31 Desember 2014. Namun, kerja sama itu tetap dilakukan tahun ini. Terlebih, jabatan kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Lampung sudah diserahterimakan dari dr. Agung Widjayanto kepada AKBP dr. Yolie Diana Koesnin di ruang kerja Kapolda, Kamis (8/1).

Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko mengatakan, kerjasama forensik antara kepolisian dan rumah sakit umum merupakan turunan dari Mabes Polri. Jadi, biarpun nota kesepahaman berakhir dan kabid dokkes berpindah tugas, kerjasama tetap akan dilanjutkan.

"Kerjasama dengan rumah sakit umum daerah, terutama untuk forensik atau otopsi tetap berjalan," kata Heru kepada Radar Lampung usai pisah sambut kabid dokkes dan Kabid Hukum Polda Lampung Kombes Sis Mulyono di koridor Mapolda Lampung kemarin.

Heru menjelaskan, penyediaan dokter di rumah sakit umum tidak hanya untuk spesialis forensik. "Namun juga spesialisasi lainnya seperti dokter spesialis bedah, gigi, dan lainnya. Kita punya lengkap," ujarnya.

Direktur Utama RSUDAM Hery Djoko Subandryo sebelumnya mengatakan, bakal meninjau kembali draf kerja sama dengan polda tersebut. Sebagai langkah antisipasi, RSUDAM juga akan merencanakan kerja sama dengan RSUD Mayjen H.M. Ryacudu Lampung Utara.

    "Kita sudah berencana meminjam dokter RSUD tersebut. Tapi belum terlaksana karena belum ada pembicaraan dengan Bapak Bupati Lampung Utara. Kita juga ada dokter yang sedang melanjutkan kuliah khusus di bagian forensik," ujar Hery kepada koran ini beberapa waktu lalu. (dna/p1/c1/wdi)

Dermaga Marina Tunggu Pengelola Lahan Sepakat

Posted: 08 Jan 2015 08:46 PM PST

BANDARLAMPUNG - Untuk peningkatan di sektor pariwisata, khususnya wisata bahari, Pemerintah Provinsi Lampung merencanakan pembangunan sebuah dermaga pariwisata. Letaknya di pesisir pantai Gunung Kunyit, Kecamatan Bumiwaras, Bandarlampung. Sejauh ini, pemprov masih menunggu kesepakatan dengan pihak yang digandeng dalam pembangunan dermaga itu, yakni PT Batu Makmur selaku pengelola lahan.

    Asisten II Bidang Ekbang Adeham mengatakan, hingga saat ini pemprov belum mendapatkan izin dari pengelola lahan, yakni PT Batu Makmur. ''Hingga saat ini masih kita konsepkan. Untuk pengembangannya kita juga akan bekerja sama dengan PT Batu Makmur ini," jelasnya seusai rapat yang digelar di ruang rapat asisten II kemarin (8/1).

    Dikatakan dia, pembangunan dermaga ini dimaksudkan untuk pengembgan wisata bahari yang ada di Lampung. Mengingat Lampung memiliki potensi tinggi terhadap wisata bahari.

    "Ini akan mempermudah wisatawan yang akan mengunjungi Lampung. Dimana tidak akan direpotkan lagi jika melalui jalur darat. Akan mengefisienkan waktu pengunjung baik lokal maupun dari luar daerah," kata dia.

    Menurutnya, hal ini tentunya banyak keuntungan juga yang didapat oleh Pemprov. Dimana, beberapa subsekltor pariwisata seperti hotel, tempat-tempat rekreasi, restoran dan sebagainya akan semakin meningkat.

    "Nanti para wisatawan bisa makan dan minum disana. Oleh karena itu, kita masih menunggu dan kami juga sedang mengkonsepkan bagaimana pengembangan secara globalnya," kata dia.

    Dia juga mengaku jika memang nantinya kontrak kerjasama sudah dimulai, Pemprov akan langsung berkoordinasi dengan Pemkot untuk segera melakukan action.

    "Nah, karena itu kan masuk dalam wilayah Bandarlampung, ya kita harus berkoordinasi dengan Pejabat di Kota. kalau masalah perencanaan dan pembiayaannya ya nanti, Makanya kita rapat ini ami membicarakan masalah itu," kata dia.

     Di tempat lain, anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lampung M. Irwan Nasution mengatakan, pembangunan Dermaga Marina di sekitar Gunung Kunyit diharapkan mendukung perkembangan wisata di provinsi ini.  "Dermaga ini bisa berfungsi sebagai moda transportasi laut yang dapat menjadi salah satu alat pengenalan destinasi wisata di seluruh kawasan Teluk Lampung," ujarnya.

     Secara tidak langsung, kata dia, berbagai potensi wisata di Lampung dapat diperkenalkan tanpa adanya kendala infrastruktur yang sebagian besar masih belum baik.Pelaku usaha wisata ini juga mengharapkan adanya dermaga khusus itu dapat menjadi salah satu alternatif menuju tempat wisata yang sulit terjangkau lewat jalur darat.

    Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Lampung, Herlina Warga Negara menambahkan, sejauh ini pihaknya tengah berkordinasi baik dengan Sekprov maupun Dinas Perhubungan.

    "Kalau target secepatnya, kita buat site plan nya terlebih dahulu, saat ini terus  kita bahas, begitu juga dengan keuanganya, atau dengan dinas yang terkait yaitu dinas perhubungan, " kata Herlina.

    Intinya kata dia, dermaga tersebut akan dibangun demi mendukung destinasi pariwisata di Lampung. " Semua itu untuk mendukung wisata kita, sehingga masyarakat tidak lagi merasa kesulitan untuk mencapai tempat tujuan," tambahnya. (abd/p3/c1/adi)    

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar