Sabtu, 06 Juni 2015

Dishub Pesimistis Awal Puasa Terminal Terang Benderang

Dishub Pesimistis Awal Puasa Terminal Terang Benderang


Dishub Pesimistis Awal Puasa Terminal Terang Benderang

Posted: 05 Jun 2015 09:20 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. telah memberikan ultimatum kepada Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk memastikan lampu penerangan jalan di dalam Terminal Induk Rajabasa terang benderang. Nah, kini giliran Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam yang memberikan peringatan serupa.

Menurut Badri, memasuki bulan Ramadan, Terminal Induk Rajabasa harus terang benderang. Hal tersebut dalam rangka menjamin kenyamanan masyarakat yang hadir di terminal kebanggaan masyarakat Bandarlampung ini ketika mudik.

''Komitmennya, puasa harus terang. Ini kan persiapan untuk mudik. Jadi secepatnya diterangkan. Begitu pula dengan sarana dan prasarana jalan yang segera diperbaiki," kata Badri.

Maka dari itu, ia berjanji akan selalu mengontrol terminal tersebut hingga penerangan terpasang tepat pada waktunya. "Kan saya kontrol, saya teleponin terus itu Dishub supaya kebut pemborongnya menyelesaikan pekerjaanya," tukasnya.

Sementara, Kepala Dishub Bandarlampung Rifa'i berjanji sebelum bulan puasa pengerjaan lampu di dalam terminal sudah selesai. "Ya, mudah-mudahan lampu di lima titik dengan anggaran kurang lebihnya Rp300 juta itu selesai pas bulan puasa bisa kita gunakan," janjinya.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teknik Penerangan Terminal Dishub Bandarlampung Badil pesimistis jika penambahan lima lampu selesai awal Ramadan.

''Menurut saya, lampu penerangan jalan baru bisa digunakan sekitar 15 hari sebelum hari raya atau bisa dilakukan sebelum itu. Namun, untuk terang benderang di puasa pertama saya rasa belum. Sebab, pengerjaan kurang lebih membutuhkan waktu selama tiga pekan," ujar Badil.

Adapun titik pemasangan lampu yakni di sekitar terminal angkutan kota (angkot), depan rumah makan Padang Kamang Indah yang ada dalam terminal, selasar ujung bis antar kota antar provinsi (AKAP), selasar ujung bis antar kota dalam provinsi (AKDP), dan jalan dekat parkir bus rapid trans (BRT).

"Jadi dari lima titik penerangan lampu di dalam terminal, rincianya dua titik di terminal atas dan tiga titik di terminal bawah," terangnya.

Sedangkan pengerjaanya sedang dalam tahap pembuatan tempat untuk dilakukan pengecoran sebagai pondasi tiang listrik. "Maka dari itu, selanjutnya akan memasuki pembuatan cor. Yakin puasa sudah bisa digunakan karena pemasanganya juga simpel semua dari pabrik, kecuali pembuatan pondasi," yakinnya.

Untuk itu, ia berharap pemborong bangunan tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. "Kita optimistis mudik bisa digunakan, asal pemborongnya tidak mblenyon," tukasnya.

Polda Petakan Jalur Mudik

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung turut memetakan jalur kemacetan pada arus mudik dan musim liburan Idul Fitri tahun ini. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kombes Syamsu R Darussalam bakal mempresentasikan kondisinya dalam rapat koordinasi seluruh dirlantas se-Indonesia di Jakarta, hari ini (5/6).

    "Saya sedang berada di Jakarta, terkait persiapan mudik," kata Syamsu kepada Radar Lampung melalui telepon genggamnya, Kamis (4/6).

    Syamsu menjelaskan, upaya yang telah dilakukan adalah menggelar Operasi Patuh 2015. Ini merupakan operasi "pemanasan" sebelum Operasi Ketupat 2015 yang dimulai H-16 Idul Fitri. Dalam operasi ini, petugas kepolisian akan melakukan penindakan hukum bagi pelanggar lalu lintas. Mulai dari teguran sampai pemberian bukti tilangan kepada pengendara.

    Untuk kerawanan dalam arus mudik, kata Syamsu, tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pengamanan akan dilakukan di titik-titik strategis yang menjadi pintu masuk dan pintu keluar provinsi ini. Seperti di pelabuhan penyeberangan Bakauheni, jalan lintas Sumatera, jalan lintas timur, jalan lintas barat, dan jalan lintas pantai timur.

"Semua kabupaten/kota masuk dalam operasi kami. Selain untuk pengamanan arus mudik, petugas juga ditempatkan di tempat-tempat wisata. Karena kan akan banyak orang yang mengunjungi tempat wisata," pungkasnya. (goy/dna/p4/c1/dna)

Surat Pengosongan Ruko Turun

Posted: 05 Jun 2015 09:14 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Tim Penataan Aset Pasar Pemkot Bandarlampung bekerja cepat setelah Wali Kota Herman H.N. memberikan peringatan keras pada rapat koordinasi (rakor) di gedung Semergou, Kamis (4/6). Diketahui, dalam rakor itu, Herman H.N. meminta satuan kerjanya bertindak tegas terhadap 14 pemilik rumah toko (ruko) di Pasar Tengah yang menurutnya telah habis masa berlaku sertifikat hak guna bangunan (HGB)-nya.

''Pemerintah kan sudah kalah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung terhadap 30 pemilik ruko yang menggugat. Tetapi kan kita punya hak atas 14 ruko yang sudah habis masa berlaku sertifikat HGB-nya!" katanya saat rakor.

Untuk itu, lanjut dia, tim aset harus bertindak cepat melakukan penertiban. ''Sudah sikat-sikat saja, ambil hak pemerintah! Takut-takut amat sampai diulur-ulur. Itu kan masih hak pemerintah," tandasnya.

Terkait peringatan wali kota tersebut, Kepala Bagian Hukum Pemkot Bandarlampung Wan Abdurahman kemarin (5/6) mengatakan, surat imbauan kepada pemilik ruko sudah turun dari sekretariat pemkot ke Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung.

Menurut dia, DPP yang akan menyampaikan surat pemberitahuan tersebut ke pemilik ruko. "Intinya didalam surat itu tentang pemberitahuan bahwa HGB milik mereka sudah berakhir dan pemkot tidak akan memperpanjang izin tersebut lagi," ujarnya.

Sehingga, ke depan pemilik ruko diharapkan dapat mematuhi dan memenuhi ketentuan yang berlaku ketika HGB tersebut sudah berakhir dan tidak boleh diperpanjang kembali.

"Jadi pemilik 14 ruko tersebut harus menaati aturan sesuai dengan yang tercantum pada Permendagri Nomor 17 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah," terangnya.

Wan Abdurahman memaparkan, dalam surat itu intinya adalah pemilik ruko untuk mengosongkan. "Surat tersebut sudah sangat jelas! Kami memberitahukan HGB tersebut sudah berakhir. Kemudian kita tidak akan memperpanjang lagi, dan kita minta secepatnya dikosongkan untuk dikembalikan kepada pemkot," ujarnya.

Menurutnya, jika ke-14 pemilik ruko tidak mengindahkan, pemkot akan melakukan aksi selanjutnya sesuai kesepakatan tim. "Bisa saja kami kirim surat peringatan. Yakni, surat peringatan 1, 2, sampai 3. Nah, saat ini diharapkan mereka sadar diri," pungkasnya.

Terpisah, Kepala DPP Bandarlampung Khasrian Anwar mengatakan, pihaknya lagi mengonfirmasi nama-nama pemilik 14 ruko yang masa berlaku sertifikat HGB-nya kedaluwarsa dengan BPN dan pemkot.

''Nah, saat ini dalam proses administrasi saja. Nanti kalau sudah klir kita kirim ke masing-masing pemilik ruko," tukasnya. (goy/p3/c1/whk)


Pemilik Ruko Nilai Lelucon

PEMILIK ruko dan kuasa hukum 30 penggugat Pemkot Bandarlampung di pengadilan tata usaha negara (PTUN) setempat menganggap langkah pemkot yang berencana mengambil alih 14 ruko di Pasar Tengah sebagai lelucon.

Hal ini disampaikan Erwan, salah satu pemilik ruko yang ikut mendaftarkan gugatan di PTUN Bandarlampung dan dinyatakan menang. Menurutnya, 30 pemilik ruko sudah menyerahkan hal ini kepada kuasa hukum.

Dia mengaku tak habis pikir dengan langkah pemkot yang akan kembali melakukan pengosongan terhadap 14 pemilik ruko yang mengajukan gugatan dan dimenangkan PTUN.

''Kenapa mereka mengurusi kami yang sudah dinyatakan menang oleh PTUN? Urusi yang lain saja yang masih nyicil-nyicil itu, kan ada ratusan orang," katanya.

Maka dari itu, ia menilai langkah yang ditempuh pemkot lucu. "Kok kita yang sudah pasti menang mau disegel. Yang belum bayar itu yang disegel yang tidak ikut mengggugat di PTUN," tandasnya.

Terlebih, lanjut dia, pedagang yang tidak ikut menggugat sudah bersedia tanda tangan diatas materai untuk menyicil. "Nah, kami kan dari awal memang menolak membayar dan telah dinyatakan menang di PTUN. Jangan main rimba dong, ya sudahlah bagaimana ke depannya nanti, pengacara saja yang persiapkan langkah selanjutnya," tukasnya.

Sementara, kuasa hukum 30 pemilik ruko Pasar Tengah, Djohan Suwandi Wangsa mengaku heran dengan langkah pemkot yang kembali berencana mengosongkan ruko kliennya.

"Ini kan jelas masih proses di persidangan dan mereka mengajukan banding. Nah, kok masih mau main ngosongin. Saya heran gimana ceritanya," ujarnya. (goy/p3/c1/whk)

Nikahkan Putra Sulung, Jokowi Batal Tinjau Tol

Posted: 05 Jun 2015 09:13 PM PDT

Dijadwal Ulang 15 Juni
BANDARLAMPUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan kembali menyambangi Lampung untuk melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Dermaga VII dan VIII Bakauheni, Lampung Selatan, hari ini (6/6). Namun, agenda tersebut batal.

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo memaklumi kepadatan jadwal Jokowi. Saat ini, berdasarkan informasi, Jokowi sedang berada di Solo, Jawa Tengah, untuk mengurusi pernikahan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

"Kita maklumi lah. Beliau juga sedang fokus ingin memantu ya. Ya nanti kita informasikan kembali," kata Ridho.

Senada, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Provinsi Lampung Tauhidi mengatakan, tertundanya kedatangan Jokowi karena padatnya agenda. Terlebih dalam waktu dekat, akan menikahkan putranya. "Karena kan saat ini sedang fokus prosesi pernikahan putranya di Solo," kata dia.

Terkait kedatangannya untuk melakukan peninjauan progres pembangunan jalan tol Lampung, kata Tauhidi, presiden juga kemungkinan akan ke Sabahbalau. Karena, Jokowi ingin memastikan pembangunan jalan tol terus berjalan tanpa kendala yang berarti.

"Ini untuk mengejar target penyelesaian tol Lampung dalam dua tahun," ujarnya

Dia melanjutkan, Jokowi dijadwal ulang datang ke Lampung pada Senin (15/6) mendatang. Pada tanggal itu, kata dia, Jokowi baru memiliki waktu luang.

''Informasinya seperti itu. Senin tanggal 15 (Juni) nanti. Insya Allah kalau memang tidak ada halangan, beliau bisa melaksanakan groundbreaking dermaga ini," kata dia.

Namun, hal tersebut juga belum bisa dipastikan karena masih harus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pasukan pengamanan presiden (paspampres). "Informasi dari Korem 043 Gatam seperti itu. Kemungkinan besar benar. Tapi ya pastinya menunggu kabar dari pusat," pungkasnya. (abd/p4/c1/dna)

Lagi, RSUDAM Rawat Pasien di Selasar

Posted: 05 Jun 2015 09:13 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung sepertinya harus segera memikirkan penambahan ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). Sebab, rumah sakit terbesar di Provinsi Lampung ini kerap overkapasitas pasien. Sehingga sering ada pasien yang harus dirawat di selasar atau lorong-lorong RS bertipe B tersebut.

    Seperti kemarin (5/6), ada empat pasien yang terpaksa dirawat di selasar ruang Bougenvile RSUDAM lantaran ruang rawat inap sedang penuh.

    Dua dari empat pasien itu diketahui bernama Rusdi (25) dan Miftahul Huda (17). Padahal, penyakit yang diderita keduanya cukup parah. Ya, Rusdi yang merupakan warga Desa Baruranji, Merbaumataram, Lampung Selatan, ini menderita patah kaki dan sekujur tubuhnya penuh luka lantaran kecelakaan.

    Sementara Miftahul Huda yang merupakan warga Tanjungjati, Cukuhbalak, Tanggamus, dirawat karena menderita penyakit jantung.

Khoiriyah (28), kakak Rusdi, mengatakan, adiknya mengalami kecelakaan pada Kamis (4/6) pukul 10.00 WIB di depan Rumah Sakit Bumi Waras.

Kemudian Rusdi langsung dilarikan ke RSUDAM. "Semalam (kemarin malam, Red) dapat kabar Rusdi kecelakaan dan dirawat di sini. Tapi sampai di sini, adik saya dirawat di luar ruangan, katanya ruangannya penuh," katanya.

Khoiriyah mengaku tidak mengetahui sampai kapan adiknya harus dirawat di luar ruangan sebab belum ada kepastian dari pihak RSUDAM tentang ruangan adiknya tersebut.

Sementara, Siti Komsiar (38), ibu Miftahul, menjelaskan, anaknya sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Immanuel Bandarlampung, tapi harus dirujuk ke RSUDAM lantaran dokter jantung di RS Imanuel sedang tidak berada di tempat.

Dia pun mengaku tidak mengetahui sampai kapan anaknya akan berada di selasar RSUDAM. "Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari petugas RSUDAM," katanya.

Terpisah, Wakil Kepala Tim Perawat Ruang Bougenvil RSUDAM Dwi Lestari mengaku kurang mengetahui mengapa ada empat pasien dirawat di selasar. Dia menyarankan kepada Radar untuk bertanya langsung ke pihak humas.

Sementara, Kasubag Humas RSUDAM Esti Comalaria mengatakan, ruangan di RSUDAM memang sedang penuh. Informasi itu didapatnya setelah menghubungi Kabag Keperawatan Leni Yurina.

"Karena RSUDAM tidak boleh menolak pasien, maka mereka tetap dirawat di selasar untuk sementara waktu sampai tempat tidur tersedia. Keluarga pasien sendiri sudah diberitahu dan menyetujuinya," ujarnya seraya mengaku tidak bisa memastikan sampai kapan empat pasien itu dirawat di selasar.

Sebelumnya, RSUDAM beberapa kali terpaksa menempatkan pasien di selasar RS itu dengan alasan ruangan penuh. Kali terakhir, kasus pasien di rawat di selasar terjadia pada akhir Februari. (cw6/p3/c1/whk)

Inspektorat Nilai Update Status Ellya Hanya Bercanda

Posted: 05 Jun 2015 09:02 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Inspektorat Bandarlampung bergerak cepat menyelidiki pemberitaan mengenai status Facebook Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Bandarlampung Ellya Saleh pada Selasa (2/6) malam yang menyatakan tengah berada di Malio Club Jakarta.

Bahkan, kendati Inspektur Bandarlampung Rahman Mustafa mengaku sedang berada di Bogor, Jawa Barat, ternyata ia sudah meminta stafnya untuk bergerak.

Melalui sambungan telepon dengan Radar Lampung kemarin (5/6), Rahman mengaku sudah mendapatkan laporan sementara dari stafnya. Menurut dia, dari laporan sementara itu, update status Ellya hanya candaan bersama kerabatnya.

''Ya, sementara itu bercandaan dengan kerabat dekatnya. Kalau penjelasan sepenuhnya, saya belum peroleh, dan baru sebatas itu yang saya tahu," akunya.

Belajar dari kasus ini, Rahman mengimbau PNS di Pemkot Bandarlampung untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Sebab, PNS adalah abdi negara yang tindakannya menjadi perhatian publik.

"Ya mudah-mudahan tidak ada hal yang begitu dan update status yang menimbulkan asumsi publik ganda tidak terulang lagi," harapnya.

Sementara, Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam juga menilai update status Ellya cuma bercanda. Kendati begitu, ia mengaku belum konfirmasi kepada Ellya tentang pemberitaan tersebut.

"Namanya di luar jam kerja update statusnya toh. Ada acara lain untuk hiburan kan tidak apa-apa. Nah, statusnya kan juga hanya becanda," tukasnya.

Diketahui, Kabag Umum Sekretariat DPRD Bandarlampung Ellya Saleh menuai sorotan lantaran pada Selasa (2/6) malam mem-posting status lokasi di akun Facebook-nya bahwa ia bersama seseorang bernama Merry Lena Erwin sedang berada di tempat hiburan malam di Jakarta bernama Malio Club.

Saat dikonfirmasi Radar Lampung melalui telepon selularnya Rabu (3/6), Ellya membantah jika pergi ke Malio Club. Ellya menyatakan, update status di Facebook-nya hanya bercanda. "Nggak ada yang dugem, itu ngeledekin si Merry. Jadi cuma main-main," kilahnya.

Dia melanjutkan, kunker yang ia ikuti tersebut dilakukan hingga Sabtu (6/6). "Senin (8/6) sudah kerja kembali kok," pungkasnya. (goy/p3/c1/whk)

 

Malam Ini, Begawi Bandarlampung Dibuka

Posted: 05 Jun 2015 09:01 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Begawi Bandarlampung dan Expo 2015 dibuka malam ini (6/6). Acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-333 Kota Bandarlampung itu digelar di Lapangan Merah, Enggal. Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam mengatakan, Begawi Bandarlampung dan Expo 2015 dibuka langsung Wali Kota Herman H.N.

''Besok malam (malam ini, Red) pukul 19.30 WIB di Lapangan Merah dan pada penutupan pekan depan (13/6) dihadirkan artis ibu kota Wali Band," ujarnya kemarin (5/6).

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandarlampung Yus Amri Agus mengatakan, pihaknya selaku panitia telah berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik.

''Untuk memperingati HUT Ke-333 Bandarlampung juga akan digelar Pawai Budaya Lampung dan Gema Nusantara di Tugu Adipura," katanya.

Pada pembukaan malam ini, rencananya akan ada sambutan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya. "Jadi pada malam pembukaan akan ada tari kolosal Kemilau Bandarlampung dan parade Talo Balok, Cangget, dan Ngigel. Selain itu ada sekitar 12 perlombaan yang akan digelar. Insy Allah meriah," tukasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Humas Bandarlampung Paryanto mengatakan, peserta yang akan menghadiri pembukaan HUT Bandarlampung diharapkan mengunakan pakaian batik Lampung.

"Khusus muspida, kepala satker/bagian dan camat menggunakan pakaian resmi Lampung lengkap," katanya.

Selain itu, pada pagelaran begawi dan expo pada tahun ini juga akan digelar perlombaan untuk jurnalis yang pos liputannya di Pemkot Bandarlampung. Di antaranya berupa karya tulis, fotografi dan lainnya. (goy/p1/c1/whk)

Peringati Hari Adhyaksa

Posted: 05 Jun 2015 09:00 PM PDT

KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Lampung menggelar rangkaian kegiatan memperingati Hari Bakti Adhyaksa Ke-55. Kasipenkum Kejati Lampung Yadi Rachmat mengatakan bahwa beberapa kegiatan diadakan dalam memperingati Hari Bakti Adhyaksa Ke-55 yang jatuh pada 22 Juli 2015. ''Tadi telah dilakukan pembukaan Pekan Olahraga (POR) oleh Kajati Lampung Suyadi. Kemudian dilanjutkan senam bersama,'' katanya.

Pembukaan POR, kaya Yadi, dihadiri jaksa dari Kejati Lampung, Kejari Bandarlampung, dan Cabjari Panjang. ''Pesertanya kurang lebih 400 orang. Juga melibatkan ibu-ibu dari Ikatan Adhyaksa Dharma Karya. ''Pertandingan bola voli dan lainya dari pihak internal. Tidak melibatkan pihak luar,'' ujarnya.

Dalam memperingati Hari Bakti Adhyaksa Ke-55, Yadi menyatakan bahwa acara dilakukan sesederhana mungkin. "Mau bulan puasa. Makanya rangkaian kegiatan olahraga dipercepat. Mingu kita jalan sehat diikut keluarga besar kejaksaan. Ada juga donor darah,'' ungkpanya.

Selain itu, ada kegiatan anjang sana-anjang sini di kabupaten/kota. Kemudian santunan bagi staf yang membutuhkan dan panti asuhan. ''Itu kegiatan yang akan dilaksanakan. Puncaknya pada 22 Juli 2005," ungkapnya.

     Dalam pertandingan bola voli kemarin, kata Yadi, juara I putra diraih Bidang Pidum Kejati Lampung dan juara I putri diraih Kejari Bandarlampung. (sya/p1/c1/wdi)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar