Jumat, 05 Juni 2015

Ramadan, Terminal Harus Terang

Ramadan, Terminal Harus Terang


Ramadan, Terminal Harus Terang

Posted: 04 Jun 2015 09:12 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Karena itu, berbagai persiapan dilakukan Pemkot Bandarlampung dalam menyambutnya. Seperti mempercantik Terminal Induk Rajabasa dengan menambah lampu penerangan.

Hal itu telah ditugaskan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung sejak lama, namun hingga kemarin belum kunjung terealisasi.

Karenanya dalam rapat koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Bandarlampung kemarin, Wali Kota Herman H.N. mengultimatum Dishub untuk segera menyelesaikan lampu penerangan di dalam terminal saat puasa tiba.

''Siang dan malam kerjakan! Langsung buat dudukan tiang untuk lampunya agar segera dicor!" instruksinya.

Sebab, kata dia, warga bisa marah kepadanya ketika Terminal Induk Rajabasa masih gelap di malam hari. ''Media sudah menulis terminal terang-benderang selama puasa, eh nanti ternyata belum juga terang. Kalau begitu, nanti yang dibenjolin kepala saya ini sama warga," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Herman H.N. juga meminta kepada anggota Badan Polisi Pamong Praja Bandarlampung untuk membuat posko di dalam terminal sejak awal puasa.

"Jaganya yang benar! Yakni menjaga dan mengatur di sana, bukan hanya kumpul saja," tandasnya.

Dia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) menambal jalan berlubang di sekitar terminal. "Coba Dinas PU dilihat jalan masuk dekat Sekolah Al-Kautsar, jika banyak yang berlobang, tolong ditambal!" pintanya.

Sementara, Kadishub Bandarlampung Rifa'I berjanji sebelum Ramadan pengerjaan lampu terminal rampung. "Ya, mudah-mudahan lampu di 5 titik dengan anggaran sekitar Rp300 juta itu selesai. Sehingga saat puasa bisa kita gunakan," janjinya.(goy/p2/c1/whk)


Jalankan Instruksi!

KOMISI III DPRD Bandarlampung mendukung instruksi wali kota untuk menambah penerangan di Terminal Induk Rajabasa.

Anggota Komisi III Yuhadi mengatakan, instruksi itu harus segera dijalankan Dishub Bandarlampung. Sebab, Terminal Induk Rajabasa adalah terminal terbesar di kota ini.

Ketua Panitia Khusus Laporan Pertanggungjawaban (LPj.) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Pembangunan ini mengungkapkan, dengan kondisi terminal yang terang-benderang, akan mengubah kesan seram yang selama ini melekat pada Terminal Rajabasa.

''Jadi Dishub juga nantinya bisa memastikan bagaimana infrastruktur di dalam terminal, bagaimana keamanan dan kenyamanan penumpang. Jadi sebelum memasuki masa mudik, itu semua sudah dipersiapkan," imbaunya.

Karenanya, Yuhadi mengimbau Dishub bekerja ekstra untuk menyelesaikan instruksi wali kota tersebut. ''Ya harus segera dong. Kan terminal kita ini potret dan ikon Bandarlampung terhadap tamu antarprovinsi dan antarkota/kabupaten yang singgah untuk datang dan pergi menuju tempat tujuanya," tandas dia.

Senada disampaikan Fandri Tjandra. Ia mengaku sudah menghubungi Dishub Bandarlampung dan memantau pekerjaan tersebut. "Informasinya sedang ada kendala di alat pengerjaan. Tapi, sudah diperintahkan untuk segera diselesaikan sesuai keinginan wali kota," tuturnya.

Karenanya, pihaknya tengah menunggu janji Dishub terkait penyelesaian pengerjaan lampu penerangan di dalam terminal tersebut. "Harus selesai sebelum puasa ini. Kan, Pak Wali juga minta begitu, dilaksanain dong!" tegasnya. (goy/p2/c1/whk)

BPJS Malah Sarankan Difotokopi

Posted: 04 Jun 2015 09:11 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Kendati banyak menuai keluhan warga, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bandarlampung tetap memberikan kartu berbahan kertas HVS kepada peserta baru program BPJS. Bahkan, Kepala BPJS Bandarlampung Hj. Sofyeni hanya menyarankan kepada peserta baru BPJS untuk menjaga kartu berbahan kertas HVS tersebut dengan baik. ''Fotokopi saja untuk antisipasi kalau rusak atau basah," ujarnya kemarin (4/6).

Dia menjelaskan, kartu baru BPJS berbahan HVS tersebut sifatnya hanya sementara. ''Jika KIS (Kartu Indonesia Sehat) sudah siap, akan kami ganti. Paling lambat bulan depan diterbitkan yang baru," janjinya.

Sementara pemberlakuan kartu baru BPJS berbahan kertas HVS menuai respons anggota Komisi V DPRD Lampung Tulus Purnomo. Dia mengatakan bakal mendiskusikannya dengan anggota komisi V lainnya untuk merencanakan pemanggilan terhadap BPJS dalam rangka klarifikasi pembuatan kartu baru dari HVS.

''Ya, kami akan menanyakan, sampai kapan kartu BPJS berbahan HVS itu berlaku, dan apakah benar hanya sementara hingga muncul KIS," ujarnya kemarin.

Diketahui, BPJS Kesehatan cabang Bandarlampung menuai keluhan warga. Ini terkait kebijakan pemberian kartu BPJS bagi peserta baru yang diberikan kartu berbeda dari sebelumnya. Kartu baru BPJS itu hanya di-print di selembar kertas HVS berukuran folio.

Keluhan ini disampaikan Hadi (31), salah seorang peserta BPJS. Warga Kelurahan Gunungterang, Kecamatan Langkapura, ini mengaku kaget saat menerima kartu baru BPJS dari perusahaan tempatnya bekerja.

''Saya bingung, saat menerima kartu BPJS untuk anak saya yang baru lahir, kok hanya di-print dengan selembar kertas HVS," ujarnya, Rabu (3/6).

Dia menilai kartu baru BPJS tersebut sangat rentan rusak. Sebab, kertas untuk kartu BPJS hanya berupa HVS. ''Ya, tidak layak sama sekali kalau seperti ini. Apa iya rumah sakit percaya?" keluhnya.

Senada disampaikan Ranti (22). Warga Kelurahan Rajabasa ini juga mengeluhkan kondisi kertas untuk kartu baru BPJS. ''Masak iya hanya kertas HVS? BPJS kan program negara. Kalau begini kan cepat rusak," tukasnya.

Pernyataan sama dilontarkan Tri (20). Warga Kelurahan Jagabaya ini juga ikut mengeluhkan kartu baru BPJS. "Ya, meskipun katanya nggak apa-apa, tapi melihatnya seperti kartu main-mainan saja kalau seperti ini mah. Masak iya BPJS nggak punya biaya sampai nggak bisa membeli kertas yang layak bagi peserta BPJS," sesalnya. (gie/p7/c1/whk)

IPAL Baik, Baru Beroperasi

Posted: 04 Jun 2015 09:11 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Berhenti beroperasinya PT Sumit Biomas ternyata hanya bersifat sementara. Sebab, pemberhentian operasional perusahaan pengelola cangkang sawit ini untuk memenuhi keinginan warga, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, serta Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) Bandarlampung.

Informasi itu disampaikan Kepala BPPLH Bandarlampung Rejab kepada Radar Lampung kemarin (4/6). Dikatakan, pihaknya memang sudah diberi tahu manajemen perusahaan akan mengosongkan bahan baku cangkang sawit untuk sementara.

Dia melanjutkan, setelah bahan baku cangkang sawit kosong, perusahaan milik pengusaha asal Jepang itu akan membenahi kondisi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)-nya.

''Itu kan memang menjadi salah satu permintaan warga dalam tujuh tuntutan dan 14 rekomendasi awal pembangunan perusahaan," ujarnya.

Rejab mengungkapkan, manajemen PT Sumit Biomas juga meminta waktu sebelum dilakukannya perbaikan IPAL untuk mengeluarkan stok cangkang sawit di dalam perusahaan.

''Kami menyetujui langkah manajemen perusahaan. Terpenting memegang komitmen untuk memperbaiki IPAL. Karena itulah janji mereka. Dan, kami hanya menilai apakah sudah layak atau belum. Jika memang layak, baru kami perbolehkan beroperasi lagi," terangnya.

 Terpisah, Direktur Walhi Lampung Hendrawan juga berjanji terus menindaklanjuti dugaan pencemaran yang dilakukan perusahaan cangkang sawit tersebut.

''Besok (hari ini, Red) rencananya kami datang kembali mencari tempat rembesan terjadinya pencemaran. Toh, sekarang juga persediaan cangkang sawit sudah dikeluarkan semuanya," kata dia.

Dia memastikan, Walhi akan terus memonitoring hingga pengelolaan limbah pada perusahaan tersebut berjalan baik. "Kami juga berencana kirim surat ke DPRD dan BPPLH untuk mendesak perusahaan segera memperbaiki pengelolaan limbahnya," janjinya. (goy/p2/c1/whk)

Clubbing Candaan Diselidiki

Posted: 04 Jun 2015 09:09 PM PDT

Wali Kota dan Inspektrorat Coba Pelajari
BANDARLAMPUNG – Wali Kota Herman H.N. dan Inspektorat langsung merespons pemberitaan mengenai status Facebook Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Bandarlampung Ellya Saleh pada Selasa (2/6) malam yang menyatakan tengah berada di Malio Club Jakarta.

Diketahui, Malio Club adalah salah satu tempat hiburan malam di Jakarta. Sedangkan status di Facebook itu dibuatnya ketika sedang mendampingi kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Bandarlampung.

Sementara kemarin (4/6), kendati belum mengetahui permasalahannya, Herman H.N. berjanji mempelajarinya.

Dia berharap tidak ada hal aneh yang dilakukan Ellya. ''Ya, mudah-mudahan tidak begitu. Kalau mau hiburan kan boleh-boleh saja, tak ada yang melarang. Tetapi jangan saat jam kerja!" katanya.

Herman H.N. menilai tak masalah Ellya berada di lokasi tersebut. Tetapi jika saat itu masih dalam posisi kerja, mantan Kadispenda Lampung ini menyatakan perbuatan itu salah.

Karenanya, ia akan mempelajari apakah Ellya berada di Malio Club di saat jam kerja. ''Ya, kalau mau hiburan, kenapa tidak boleh?" tandasnya.

Senada disampaikan Inspektur Bandarlampung Rahman Mustafa. Dia juga menyatakan bakal mempelajari permasalahan tersebut. ''Saat ini, saya masih dinas luar di Bogor. Tetapi nanti saya pelajari," singkatnya melalui sambungan telepon kemarin.

Diketahui, Kabag Umum Ellya Saleh mendampingi kunker komisi IV ke Jakarta dan Kalimantan Timur. Dia menuai sorotan lantaran status pada akun Facebook-nya. Dia mem-posting status lokasi di akun Facebook-nya bahwa ia bersama seseorang bernama Merry Lena Erwin sedang berada di tempat hiburan malam di Jakarta bernama Malio Club.

Saat dikonfirmasi Radar Lampung melalui telepon selularnya Rabu (3/6), Ellya membantah jika pergi ke Malio Club. Ellya menyatakan, update status di Facebook-nya hanya bercanda. "Nggak ada yang dugem, itu ngeledekin si Merry. Jadi cuma main-main," kilahnya.

Dia melanjutkan, kunker yang ia ikuti tersebut dilakukan hingga Sabtu (6/6). "Senin (8/6) sudah kerja kembali kok," pungkasnya.(goy/p2/c1/whk)

Sertijab Pejabat Kejati 10 Juni

Posted: 04 Jun 2015 09:07 PM PDT

BANDARLAMPUNG – Serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akan digelar pada 10 Juni 2015. Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Yadi Rachmat, sertijab akan dilaksanakan di kantor Kejati Lampung.

    Menurut Yadi, adanya sejumlah pejabat yang di-rolling di lingkup kejati adalah hal yang biasa. Sebab, menurut dia, rolling harus dimaknai sebagai bentuk penyegaran. ''Ini bentuk penyegaran. Rata-rata rolling promosi,'' ujarnya.

    Sejumlah pejabat Kejati Lampung nantinya menempati jabatan baru. Koordinator Kejati Lampung Yusna Adia didapuk menjadi Kajari Kotabumi menggantikan Lila Agustina. Lila digeser menjadi Kabag TU Pusat Penelitian dan Pengembangan Kejagung. Posisi Koordinator Kejati Lampung akan diisi oleh M. Syarif yang sebelumnya menjabat Kasi TPUL Kejati Lampung.

    Sedangkan jabatan yang ditinggalkan M. Syarif diisi oleh Asep Sontani yang sebelumnya menjabat Kasiintel Kejari Jakarta Timur. Sementara Kajari Kalianda Yuni Daru Winarsih diplot menduduki jabatan Kajari Jepara. Nantinya jabatan Kajari Kalianda diisi oleh Yuni Trimulyani yang sebelumnya menjabat Koordinator Kejati Banten (selengkapnya lihat grafis, Red).

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Spontana menyatakan pejabat di Lampung itu di-rolling bersama pejabat kejaksaan se-Indonesia. ''Ya, rolling ini adalah hal yang biasa," tukasnya.

    Total, ada 104 pejabat eselon II dan III kejaksaan yang di-rolling oleh Jaksa Agung M.H. Prasetyo. Di antaranya juga termasuk Setia Untung Arimuladi (Kejati Riau) menjadi Kabiro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung, Susdiyarto Agus Praptono (Kabiro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejagung) menjadi Kajati Riau, dan  Syafrudin (Jaksa Fungsional pada JAM Bin. Kejagung) menjadi Direktur Tindak Pidana Umum pada Jampidum. (sya/c2/wdi)

 

Tim Pembebasan Lahan JTTS Konsultasi Makam

Posted: 04 Jun 2015 09:05 PM PDT

PRESIDEN Joko Widodo menargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) rampung tiga tahun ke depan. Hingga saat ini, beberapa tahapan masih dilaksanakan. Seperti yang dilakukan oleh tim I persiapan pembebasan lahan JTTS.

    Ketua Tim I Persiapan Pembebasan Lahan JTTS Tauhidi mengatakan saat ini baru saja menyelesaikan dua penetapan lokasi (penlok) di Pesawaran dan Tegineneng. ''Namun masih dalam proses. Sementara 9,2 km yang terselesaikan," katanya.

    Dia mengaku pekan depan melaksanakan konsultasi publik di Desa Bumiratunuban dan Gunungsugih. Menurutnya, konsultasi publik ini sedikit terhambat. Sebab di Bumiratunuban, ada salah satu tempat pemakaman umum yang terkena ruas JTTS.

    Jadi, sambung asisten I Pemprov Lampung ini, harus sangat berhati-hati mengambil keputusan. Koordinasi dengan masyarakat setempat harus jelas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

    ''Jadi, minggu depan, kami tim I benar-benar ingin mengetahui bgaimana inginnya warga. mau atau tidak lahan TPU itu digunakan sebagai ruas tol," kata dia.

Kalau masyarakat bersedia, maka kementerian akan berkoordinasi dengan Pemkab Lampung Selatan mengenai masalah relokasi lahan.

    ''Tentunya dengan tempat yang tidak begoitu jauh, Karena masyarakat kan juga enggan nantinya jika berziarah jauh. Nah, jika tidak setuju, maka nantinya ruas tol akan sedikit bergeser," kata dia. (abd/p1/c1/wdi) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar