Selasa, 14 Juli 2015

Dishub Warning Travel Gelap

Dishub Warning Travel Gelap


Dishub Warning Travel Gelap

Posted: 14 Jul 2015 01:05 AM PDT

BANDARLAMPUNG - Keberadaan travel tak berizin alias travel gelap diakui Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung jadi pekerjaan rumah. Menurut Dishub, travel gelap juga memusingkan Dishub kabupaten/kota. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Idrus Effendi menyatakan, banyak kekurangan jika pemudik memilih menggunakan jasa travel gelap.

    ''Kami juga sudah mengimbau ke masyarakat agar tidak menggunakan travel tersebut untuk perjalanan mudik. Karena banyak faktor negatif. Contohnya, tidak adanya asuransi Jasa Raharja di sana karena tak ada tiket," terangnya.

    Lantas, bagaimana antisipasinya? Dia mengaku masalah travel gelap dikoordinasikan dengan Ditlantas Polda Lampung dan satlantas masing-masing polres. Sebab, menurut Idrus, kewenangan di jalan raya merupakan milik pihak kepolisian. ''Ya, kami koordinasi dengan pihak kepolisian. Karena yang memiliki wewenang di jalan kan mereka," kata dia.

    Idrus juga mewanti-wanti akan ada sanksi bagi travel gelap yang terjaring razia. Sanksi itu bisa berupa tilang hingga pengandangan mobil. "Ya bisa tilang dan sampai penahanan kendaraan. Nanti kan biasanya ada di ekspose kepolisian mengenai operasi ketupat," kata dia.

    Terpisah, adanya tarif batas atas angkutan lebaran menuai respon pemerintah daerah. Salah satu Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Nantinya, tarif angkutan lebaran di Lambar akan disesuaikan dengan Peraturan Guburnur Lampung No 4/2015 tentang pengaturan tarif batas atas dan batas bawah angkutan penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi.

          "Tarif angkutan lebaran kita sesuaikan saja dengan peraturan gubernur, meski surat secara resminya belum kita terima hingga saat ini dari pemprov," ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan Infokom (Dishubinfokom) Lambar Saipuloh kepada Radar Lambar (grup Radar Lampung) kemarin. (abd/lus/rnn/p5/c1/wdi)

Di Pasar Murah, Wali Kota Dipuji

Posted: 14 Jul 2015 12:45 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Pasar murah tahap tiga yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung di 20 kecamatan diserbu warga kemarin (13/7). Suasana semarak terlihat di lokasi. Terlebih, pasar murah ini digelar menjelang hari raya Idul Fitri.

Ini adalah bentuk kepedulian Wali Kota Herman H.N. kepada masyarakatnya guna membantu meringankan beban mereka. Apalagi, menghadapi kenaikan harga menjelang Lebaran, perusahaan retail yang terlibat dalam pasar murah memberikan potongan harga 20-30 persen.

Kemarin, orang nomor satu di lingkup Pemkot Bandarlampung ini juga memberikan kebutuhan pokok secara gratis kepada warga. Yakni berupa beras, minyak, dan gula.

''Secara teknis, pasar murah ini digelar di tempat yang berbeda sebagai upaya pemerataan. Sehingga, pasar murah ini dapat dijangkau oleh seluruh warga Bandarlampung," kata Herman di sela-sela pasar murah kemarin.

Sementara, kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah kemarin terdiri dari beras, gula, minyak goreng, tepung, dan lain-lain. "Semoga ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Dan terimakasih kepada semua pengusaha dan perusahaan yang sudah membantu pelaksanaan pasar murah ini," imbuhnya.

Pada kesempatan kemarin, Herman juga meminta maaf kepada warganya. "Saya beserta jajaran pemerintahan meminta maaf jika tahun ini ataupun selama 5 tahun pemerintahan saya. Mudah-mudahan amal kita selama Ramadan ini diterima. Bantuan ini juga mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban ibu bapak sekalian," katanya.

Firmansyah, kepala bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Industri dan Perdagangan Bandarlampung, menambahkan, pemkot membagikan total 20 ton beras, 2,8 ton gula pasir, dan 2.800 liter minyak. Per kecamatan mendapatkan 1 ton yang terbagi dalam 200 kantung beras. Per kantung berisi 5 kilogram.

Dia juga mengapresiasi kerjasama para perusahaan retil selama ini. Sejak gelaran pasar murah pertama, partisipasi retil semakin baik. Ini dibuktikan penambahan posko di tiap lokasi pasar murah.

Sementara, Asisten II Sekretariat Kota Bandarlampung Pola Pardede mengatakan, pada gelaran ketiga ini, terdapat peningkatan sebesar kurang lebih seribu orang. Setelah pada pasar murah kedua diikuti 12 ribu warga, kali ini mencapai 13 ribu orang.

Ucapan terima kasih juga hadir dari warga yang menerima bantuan wali kota. Yakni Siti Marwah (86). ''Alhamdulillah. Saya merasa diperhatiin sama pemimpin, dimanusiain, dan dingertiin sebagai masyarakat kecil. Bantuan ini sangat membantu saya," ucapnya. (goy/c1/dna)

Banpol PP Kecolongan

Posted: 14 Jul 2015 12:42 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Memasuki hari-hari terakhir Ramadan, pengawasan terhadap tempat permainan biliar maupun hiburan sepertinya mengendur. Buktinya, Ketua Komisi I DPRD Bandarlampung Dedi Yuginta mengaku mendapat laporan salah satu tempat permainan biliar di Jl. Letjen Suprapto, Tanjungkarang Pusat, pada Sabtu (11/7) telah buka.

    ''Saya dapat laporan buka. Bagaimana Banpol PP (Badan Polisi Pamong Praja, Red) ini? Kok bisa kecolongan?" tanyanya.

    Dedi menyarankan agar lokasi tempat permainan biliar atau hiburan yang bandel dicabut izinnya. Sebab ia menilai dalam permasalahan ini adanya pembiaran dari pemerintah. Sehingga lokasi tersebut masih berani beroperasi.

    Sementara, mendengar kabar tersebut, Wali Kota Herman H.N. berjanji akan menutup lokasi itu selama setahun ke depan. Namun setelah pihaknya mendapatkan bukti bahwa lokasi itu masih tetap buka selama Ramadan.

"Jika memang terbukti melanggar akan ada sanksi tegas. Nanti laporan ini akan ditindak lanjuti Banpol PP," ujarnya.

Bila terbukti masih beroperasi, maka tempat billiar itu diduga melanggar Surat Edaran (SE) 435/940/IV.39/2015 tentang Penertiban Tempat Hiburan Selama Bulan Ramadan.

    Padahal H-1 Ramadan hingga H+3 Lebaran, Pemkot Bandarlampung melarang pengusaha hiburan malam beroperasi.

Terpisah Kepala Banpol PP Cik Raden mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan itu. Dia mengakui jika pihaknya memang membutuhkan laporan dari masyarakat seperti ini.

    "Kami berterima kasih atas laporannya karena kami juga butuh kerjasama dari masyarakat. Nah menindaklanjutinya kami akan segera melakukan sidak nanti. Waktunya kami rahasiakan," janjinya.

    Sementara pantauan Radarlampung, kemarin (13/7), aktivitas tempat billiar tersebut terlihat lenggang dan gelap dari luar. Papan pengumuman bertuliskan tutup juga masih terpajang. (yay/p5/c1/whk)

 

Kuota Elpiji 3 Kg Ditambah

Posted: 14 Jul 2015 12:42 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Warga Bandarlampung dipastikan tidak mengalami kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) seperti yang terjadi pada beberapa daerah di Provinsi Lampung. Hal ini dipastikan Sales Executive PT Pertamina (Persero) Lampung Subbidang Elpiji III Anca La Egah kepada Radar Lampung kemarin (13/7).

Dikatakan, pihaknya sudah mengantisipasi agar kelangkaan elpiji 3 kg tidak terjadi di Bandarlampung dengan menambah kuota.

''Sejak Selasa (7/7), kami sudah menambah kuota elpiji 3 kg di Bandarlampung sebanyak 72.240 tabung. Sehingga keseluruhan di kota ini tersedia 144.740 tabung. Sebab sebelumnya, kuota di Bandarlampung hanya 72.500 tabung," jelasnya.

    Namun, lanjut dia, jika ada beberapa warga yang merasa kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg, hal itu disebabkan karena warga membelinya di pedagang eceran yang kebetulan stoknya sedang kosong.

    Anca menegaskan, pihaknya tidak dapat mengontrol pedagang eceran untuk selalu mengisi stok elpiji. Sebab pihaknya sebatas menyalurkan ke agen penjualan saja.

"Nah, kalau ada pedagang eceran mereka tidak punya stok barang, mungkin dari proses distribusinya yang sedikit bermasalah," katanya.

    Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. juga memastikan jika warga Bandarlampung tidak akan kekurangan gas elpiji 3 kg hingga Lebaran.

    "Pasti aman, warga tidak perlu khawatir. Sudah disiapkan semuanya oleh Pertamina," tegasnya.

Sementara, menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan gas elpiji 3 kg mulai meningkat. Nurasia, pengecer elpiji 3 kg di Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur mengaku dalam dalam sehari bisa menjual 3-4 tabung elpiji 3 kg.

"Makanya sempat kosong, tetapi sudah lancar lagi sekarang," katanya. (yay/cw8/c1/whk)

Wali Kota Ajak Dukung Nabila-Mumuy

Posted: 14 Jul 2015 12:41 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Penampilan Nabila dan Mumuy, peserta Akademi Sahur Indonesia (Aksi) Indosiar asal Lampung yang telah masuk lima besar, ternyata juga menyita perhatian Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. Mantan Kadispenda Lampung ini mengajak warga untuk mendukung penampilan keduanya sebagai perwakilan Lampung dalam acara tersebut.

    Ajakan untuk mendukung Nabila dan Mumuy bahkan disampaikannya juga saat rapat bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD), lurah, dan camat di gedung Semergou Pemkot Bandarlampung kemarin (13/7).

    Terlebih saat ini keduanya telah memasuki tahap lima besar. Sehingga warga Kota Tapis Berseri harus turut memberikan dukungan agar mereka dapat keluar menjadi juaranya.

    ''Targetnya juara 1 dan 2 ya! Intinya sapu bersih. Makanya, ayo ramai-ramai kita dukung," ajaknya.

Dia menjelaskan cara untuk mendukung keduanya sangat mudah, yakni dengan hanya mengirimkan SMS. ''Ketik Aksi spasi Nabila atau Aksi spasi Mumuy kirim ke 98888 bagi pengguna Telkomsel atau 97288 bagi pengguna Indosat dan XL," ucapnya.

    Aksi nyata untuk mendukung kedua putra-putri Lampung tersebut juga dilakukan Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandalampung. Yakni dengan menyebarkan brosur di jalan-jalan protokol.

    ''Kami kerahkan sekitar 50 personel untuk membagikan brosur kepada warga untuk memberikan dukungan serta tata cara mengirimkan SMS-nya. Kami tempatkan di beberapa titik, seperti Bundaran Radin Intan, setiap traffic light yang ramai dilewati masyarakat." ujar Kepala Banpol PP Bandarlampung Cik Raden kemarin. (yay/p5/c1/whk)

 

Kasus Penelantaran Bayi Kian Marak, Pemerintah Harus Tegas

Posted: 14 Jul 2015 12:36 AM PDT

BANDARLAMPUNG – Kasus penelantaran bayi yang kian marak di Bandarlampung menandakan kesadaran perlindungan anak masih sangat kurang. Salah satu faktor yang mendorong peristiwa itu adalah kemiskinan. Demikian disampaikan sosiolog asal Universitas Lampung (Unila) Bartoven Vivit Nurdin kepada Radar Lampung kemarin (13/7). Menurutnya, faktor kemiskinan sangat holistik. Termasuk pendidikan yang kurang serta etika dan moral yang menurun.

''Kemiskinan itu dekat dengan kebodohan. Dia (pelaku) sudah kalap mata sehingga mungkin sengaja membuang anaknya. Norma-norma sosialnya sudah sangat menyimpang. Itu sudah termasuk suatu kejahatan," geramnya.

    Dia mengatakan, pemerintah harus bersikap tegas dalam menyikapi kasus penelantaran anak. Sebab, setiap anak yang dilahirkan merupakan aset negara dan bangsa. Maka sudah seharusnya negara melalui pemerintah daerah memberikan perlindungan penuh.

    "Maksudnya tegas begini, contohnya seperti di Amerika. Di sana anak yang ditinggalkan di dalam mobil saja selama satu jam, orang tuanya langsung ditangkap. Artinya, begitu besar perlindungan negara terhadap anak-anak," jelasnya.

    Selain ketegasan dari pemerintah, juga diperlukan kepedulian sosial. Harus adanya kesadaran dan kontrol sosial dari masyarakat saat melihat kejadian ini seperti terjadi di sekitar.    

"Jangan malah ada pembiaran, masyarakat juga harus care tentang masalah ini. Bahkan kalau perlu di tingkat RT dan RW harus ada pengawas yang menangani masalah seperti ini," tegasnya.

    Terpisah, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. juga turut prihatin dengan adanya kasus penelantaran bayi yang marak terjadi di kota ini. Dia berharap pihak terkait yang mengetahui atau menemukan bayi telantar untuk dapat menyerahkan ke pihak yang bertanggung jawab.

    "Bisa diserahkan ke panti asuhan. Karena, kalau adopsi itu kadang ngeri, nanti malah dijual atau dibunuh. Mereka itu dilindungi undang-undang," katanya usai pertemuan di depan Gedung Semergou kompleks Pemkot Bandarlampung kemarin.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung Syarif Hidayat mengatakan, tindakan penelataran anak sebagai suatu penyakit sosial karena adanya penyimpangan moral.

    "Yang harus dipahami kenapa orang tua sampai membuang bayi. Bisa karena malu karena mungkin hasil hubungan gelap atau tidak kemampuan orang tua. Nah, makanya butuh perencanaan keluarga," katanya.

    Sementara, si bayi harus tetap mendapatkan hak pengasuhan dan kasih sayang. Makanya perlu adanya lembaga yang melayani seperti panti asuhan

atau orang tua asuh yang mengadopsi bayi tersebut.

    "Masalahnya di sini proses pengadopsian kan memang tidak mudah. Sehingga mungkin banyak yang terjadi di luar sana, banyak orang tua yang mengangkat anak atas dasar kemanusiaan," lanjutnya.

    Selama hal tersebut tidak komersialkan, menurutnya hal tersebut masih wajar. Terlebih dalam hukum Islam, boleh mengangkat anak asal tidak menghapus nasabnya. Artinya tidak mengusai secara keseluruhan.

    "Nah, adanya proses adopsi tersebut artinya ada kekuatan hukum yang melindunginya. Sehingga urusan yang berkaitan dengan masa depan si anak dapat dilancarkan dan tidak terganjal karena masalah hukum," pungkasnya.

    Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Bandarlampung Imam Santoso mengatakan, saat ini bukan budaya adopsi di masyarakat yang minim namun karena prosedur adopsi itu sendiri yang rumit.

    Dia menilai, banyak masyarakat yang sebenarnya sangat ingin mengadopsi anak. Hanya saja seringkali mereka seringkali mengurungkan niat karena prosesnnya yang tergolong ribet.

    "Kalau saja prosesnya bisa diringkas, yakinlah pasti banyak yang berminat untuk mengadopsi anak-anak itu," katanya kemarin.

    Karena sulitnya proses adopsi tersebut, maka banyak pihak yang menyalahgunakan. Bahkan anak-anak yang terlantar menjadi korban trafficking karena tidak memiliki perlindungan hukum.

    "Jadi menurutnya malah terbalik, karena proses adopsi yang susah, makanya banyak anak-anak yang terlantar," pungkasnya. (yay/c1/whk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar