Jumat, 04 Desember 2015

Lampung Lumbung Udang Nasional

Lampung Lumbung Udang Nasional


Lampung Lumbung Udang Nasional

Posted: 03 Dec 2015 10:25 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pemain utama ekspor udang ke Amerika pada tahun 2014 dan 2015 masih menempatkan India dan Indonesia di urutan pertama dan kedua. Untuk Indonesia, penyumbang ekspor terbesar adalah Lampung dan Sumatera Selatan. Demikian diungkapkan Arianto Yohan, assistant vice president head of production and sales food processing division PT Central ProteinaPrima, dalam simposium di ballroom Emersia Hotel, Bandarlampung, kemarin.

Keuntungan ini disebabkan pemain utama lain, seperti Eropa dan Thailand, tengah mengalami penurunan. Untuk eksporter Eropa karena anjloknya kuota tangkapan udang laut. Sedangkan Thailand diawali munculnya isu tentang perbudakan, baik di pabrik pengolahan maupun sumber tepung ikan yang dipergunakan.

Di bagian lain, dengan digelarnya simposium yang menjadi agenda rutin tahunan ini diharapkan mampu menumbuhkan produksi-produksi budi daya udang dengan baik, khususnya di Lampung.

''Untuk target ekspor CP Prima di tahun 2015  yakni sebanyak 21 ribu ton dan hingga kini sudah dapat terealisasi 85%. Indonesia mengekspor udang ke Amerika, Eropa, Jepang, Australia, Tiongkok, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Sementara untuk target 2016 diperkirakan naik 10-15%,'' ujarnya.

''Untuk menjaga kualitas udang tetap baik, yang utama yakni jarak tempuh, dan suhu harus dibawah 4 derajat celcius, jika semua itu dilakukan dalam pengiriman udang, maka udang akan tetap segar, dan dalam kualitas yang baik,'' jelasnya.

    Dalam simposium juga membahas tentang microsporidia, yakni parasit enterocytozoon hepatopenael (EHP), dan isu penyakit  baru (microsporidia, EHP) dan El-Nino diprediksi memberikan dampak sangat besar untuk budidaya udang.

    Vice President Corporate Communication PT Central ProteinaPrima Frahma Alamiarso mengatakan parasit microsporidia merupakan parasit yang banyak menyerang inang (ikan, kepiting, udang, dan lainnya), perkembangan parasit umumnya didalam sitiplasma sel inang melalui peningkatan jumlah inti dan pembentukan spora. Sedangkan EHP termasuk dalam kelompok microsporidia bentuk parasit ini oval, menginveksi seluruh sel epitel hepatopankreas kecuali sel F, ditemukan dalam bentuk plasma dan atau spora dalam sel inang.

    Untuk mengantisipasi udang terinfeksi EHP yakni dengan budidaya sesuai dengan SOP yakni biosecuriti (sterilisasi dan desinfeksi), persiapan lahan yang baik, tandonisasi atau waduk, benur bebas penyakit, kecukupan kencir (oksigen terlarut), manajemen kualitas air (kestabilan plankton dan WQ), manajemen pakan, panen partial.

    ''Dalam kesimpulan udang yang terinfeksi EHP mengalami pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan negative RHP, keberadaan EHP didalam tubuh udang dapat mempermudah terjadinya infeksi lanjutan yang akan memperparah kondisi kesehatan udang yang dapat menimbulkan terjadinya kematian atau panen dini, penerapan SOP yang benar kan dapat mencegah atau mengurangi efek infeksi EHP,'' terangnya. (pms2/c1/ary)

Polda Mutasi Besar-besaran

Posted: 03 Dec 2015 10:18 PM PST

BANDARLAMPUNG - Polda  Lampung melakukan mutasi besar-besaran. Sejumlah perwira menengah (pamen) dan perwira pertama (pama) dipindahtugaskan. Mulai yang bertugas di lingkungan polda, polres, hingga polsek di berbagai tempat di derah ini.

Mutasi itu berdasarkan Surat Telegram Kapolda Lampung Nomor: STR/38/XI/2015 tanggal 27 November 2015 tentang Pemberhentian dari Jabatan Lama dan Pengangkatan dalam Jabatan Baru di Lingkungan Polda Lampung.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan tentang pemutasian tersebut. ''Ini merupakan upaya penyegaran yang dilakukan Polda Lampung," katanya kemarin (3/12). (dna/c1/adi)


Taat Pajak atau Bayar Denda Besar

Posted: 03 Dec 2015 10:14 PM PST

BANDARLAMPUNG - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Bengkulu dan Lampung akan menggelar Dialog Perkembangan Pajak pada Sabtu (5/12) di Hotel Novotel Bandarlampung. Kegiatan akan diikuti 300 wajib pajak. Para peserta itu diprioritaskan pada wajib pajak (orang pribadi), yakni wajib pajak pemilik toko-toko besar. Lalu wajib pajak pemilik yayasan dan wajib pajak pemilik hotel atau rumah kos. Kemudian wajib pajak pemilik restoran dan wajib pajak lainnya yang memiliki usaha menegah ke atas.

"Kami akan menyampaikan kemudahan apabila wajib pajak menyampaikan atau memberitahukan dan melaporkan harta kekayaan yang mereka miliki sejak sekarang. Atau mereka tidak pernah memasukan SPT sama sekali, maka nanti itu semua akan merepotkan mereka sendiri. Sebab nantinya akan ada biaya pajak dan denda yang cukup besar," jelas Kakanwil DJP Bengkulu dan Lampung Ridha Handanu.

Selain itu, juga akan disampaikan tentang peraturan pajak terbaru kepada wajib pajak. Ini sangat penting untuk wajib pajak, karena mereka dapat mengetahui dan mengerti tentang arti dan manfaat pajak sebenarnya.  "Jika masyarakat taat pajak, sudah pasti negara maju.  Jika negara maju, sudah pasti rakyatnya akan sejahtera di semua bidang, baik ekonomi ataupun bidang yang lainnya," ujarnya.

Sementara itu, ditahun 2015 ini DJP kantor wilayah Bengkulu dan Lampung, memiliki target Rp8,9 triliun, dan hingga saat ini sudah dapat terealisasi 65,40% atau Rp5,8 triliun. Capaian target hingga Desember nanti diperkirakan mencapai 85,4%.

"Tahun lalu kami memiliki target Rp5,9 triluin, dan dapat terealisasikan 97,81%, yakni sebesar Rp5,8 triliun," katanya. (pms2/c1/adi)

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar