Minggu, 06 Desember 2015

Pengidap HIV-AIDS di RSUDAM Bandarlampung Meningkat

Pengidap HIV-AIDS di RSUDAM Bandarlampung Meningkat


Pengidap HIV-AIDS di RSUDAM Bandarlampung Meningkat

Posted: 05 Dec 2015 08:55 AM PST

radarlampung.co.id- Pasien pengidap penderita Human Immunodeficiency Virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDAM) dr. H Abdul Moeloek Bandarlampung meningkat. Data yang diperoleh di RSUDAM jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2014 mencapai 167 orang. Sementara hingga Sabtu (5/12), menjadi 218 atau bertambah hingga 51 orang yang menjalani perobatan rutin di rumah sakit plat merah tersebut.

Pembina Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dr. Hery Djoko Subandryo yang juga Direktur Utama RSUDAM, saat peringatan Hari AIDS sedunia di RSUDAM digelar oleh Penggiat Peduli HIV/AIDS dan Lions Club Bandarlampung mengatakan, penderita atau orang yang terinfeksi AIDS menjalani perobatan di RSUDAM meningkat tiap tahunnya.

"Oleh karenanya, kita bersama-sama melakukan pencegahan dini terhadap penyakit tersebut. Hal itu dimaksudkan agar penularan dapat tertekan sedini mungkin," ujarnya.

Meningkatnya kasus HIV/AIDS setiap bulannya, kata dia mendorong KPA dan Penggiat Peduli HIV/AIDS dan Lions Club untuk terus secara kontinyu melakukan komunikasi dan memberikan informasi serta edukasi bagi masyarakat, terutama pada kelompok yang rentan penularan AIDS.

Dengan begitu, masyarakat dengan penuh kesadaran datang memeriksakan diri ke RSUDAM dan atau klinik-klinik yang menyediakan fasilitas pemeriksaan HIV/AIDS.

"Ini tanda positif dari penyebarluasan informasi yang gencar dilaksanakan RSUDAM Bandarlampung. Nah kami berharap masyarakat bisa memeriksakan status kesehatannya untuk memastikan tidak terinfeksi penyakit ini," ajaknya.

Kegiatan sosial yang digelar Penggiat Peduli HIP/AIDS dan Lions Club Bandarlampung dengan tema "Perilaku Sehat" di lingkungan RSUDAM Bandarlampung, juga dihadiri  Sekretaris KPA dr. Wirman, para dokter di Poli VCT, perwakilan BPJS, dan puluhan penderita dan atau terinfeksi AIDS.

M. Syarifuddin dari Lions Club Bandarlampung menjelaskan, organisasi internasional ini  bergerak di bidang pelayanan sosial yang terdapat lebih di 200 negara. Selain itu Lions Club Bandarlampung menggandeng para penggiat peduli HIV/AIDS menggelar serangkaian kegiatan sosial. "Kita cegah penularannya, tapi jangan jauhi orangnya," katanya.

Kegiatan sosial bagi penderita AIDS/HIV dalam peringati hari AIDS sedunia di RSUDAM menggelar serangkaian kegiatan diantaranya sosialisasi kepada sejumlah pasien di rumah sakit, pemakaian pita merah, dan membagi-bagi bunga kepada pengunjung rumah sakit. (ozy/adi)

Geger Bau Bangkai, Ternyata Bunga

Posted: 05 Dec 2015 03:52 AM PST

radarlampung.co.id-  Warga Griya Sukamenanti, Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung geger. Pasalnya, kawasan yang dikenal dengan lokasi penambangan batu ini ditemukan bunga yang mirip bunga bangkai berdiameter sebesar kepala orang dewasa di lahan kosong milik Hendrik (43).

Edo (28), penjaga kompleks perumahan tempat bunga berwarna merah marun gradasi ungu menuturkan, bunga itu ditemukan tumbuh begitu saja. Sebelumnya, Edo tidak tahu kalau ada bunga bangkai yang tumbuh.

"Saya tersadar ketika kemarin ada warga yg rumahnya tepat menghadap lahan kosong itu, seperti sibuk mencari aroma bangkai. Warga tersebut mengira ada bangkai tikus. Setelah dicari dari sumber bau, ternyata bunga itu yang mengeluarkan aroma,'' kata Edo kepada Radar Lampung, Sabtu sore (5/12).

Edo engatakan, sebelum ini tidak pernah ditemukan bunga bangkai jenis apapun dan baru ditemukan kali ini. Penemuan bunga bangkai atau Amorphophallus Titanium Becc itupun baru pertama kalinya di perumahan itu.

Bunga bangkai itu, kata Edo, juga tumbuh bersanding dengan sejumlah tanaman dan rerumputan liar. Tingginya lebih kurang 35 cm. Dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. "Jadi ramai karena banyak warga yang ingin tahu" katanya.

Apnita (30), warga yang kali pertama melihat bunga bangkai itu, mengaku, dirinya sempat penasaran dengan sumber bau tak sedap itu. "Begitu dicari ternyata berasal dari bunga. Tapi begitu sudah tahu, kini tak terusik lagi. Sebab jarang-jarang melihat keberadaan bunga tersebut," tambahnya. (ary)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar