Kamis, 17 Desember 2015

Warga Kotabaru-Kemenhub Kembali Tegang

Warga Kotabaru-Kemenhub Kembali Tegang


Warga Kotabaru-Kemenhub Kembali Tegang

Posted: 16 Dec 2015 10:53 PM PST

BANDARLAMPUNG – Gejolak pembangunan tembok beton di kiri-kanan rel oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali terjadi. Kemarin (16/12), giliran warga Gang Purnawirawan, Kotabaru, Tanjungkarang Timur, tepatnya di bawah fly over Jl. Gadjah Mada–Ir. Djuanda yang bersitegang dengan anggota TNI yang ditugasi mengamankan jalannya pembangunan tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Lampung, ketegangan bermula saat dua truk hendak menurunkan bahan material tepat di depan salah satu rumah warga setempat yang mengaku bernama Heri.

''Mereka tahu-tahu menurunkan batu di depan rumah. Saya tanya ini atas seizin siapa? Tetapi, mereka bersikeras mau menurunkannya," ujar Heri.

Karena ditolak, dua petugas TNI yang mengamankan jalannya pembangunan adu mulut dengan Heri. Kedua aparat ini menegaskan pembangunan harus tetap dilakukan.

Adanya adu mulut itu memantik reaksi warga lainnya. Sehingga, warga akhirnya berkumpul dan berusaha mencegah truk menurunkan material. Bahkan, beberapa ibu rumah tangga yang emosi pun sempat memaki-maki kedua petugas berseragam loreng tersebut.

"Soalnya yang paling tidak masuk akal, mereka bilang jika pengembang sudah dikejar kontrak. Jadi pekerjaannya harus dikebut. Saya heran, ini hanya sekadar kejar target proyek atau memang untuk kepentingan masyarakat," tandas Heri.

Humas Forum Komunikasi Masyarakat Bersatu (FKMB) Kotabaru-Rawalaut, Hendro, mengatakan, pihaknya sudah sangat kecewa dengan tindakan petugas.

Sebab, menurutnya saat ini belum ada solusi dan kesepakatan yang dicapai setelah dilakukan beberapa kali mediasi. Namun Kemenhub rupanya acuh dan tidak peduli dengan keluhan warga.

"Kita lihat rumah-rumah di gang ini, semuanya menghadap rel. Nah jika memang jadi di tembok, tidak ada jalan masuk untuk rumah mereka. Apa orang Kemenhub berfikir sampai ke sana?" tandasnya.

Dia menjelaskan, alasan utama mereka memprotes adanya pembangunan tembok itu, karena akan memutus silahturahmi yang sudah terjalin sejak 1969.

"Jika tembok tiga meter itu terbangun, siapa yang bisa jamin dan mengontrol keadaan di dalamnya? Bisa jadi malah jadi tempat transaksi narkoba atau orang-orang asal lempar sampah ke dalam sana. Karena tertutup dari luar," katanya.

Pada dasarnya, pihaknya selalu mendukung setiap progam pembangunan pemerintah. Selama hal itu memang membawa kebaikan untuk masyarakat. Sebaliknya, jika malah membawa kerugian, mereka tegas akan menolak.

Ke depannya, mereka akan terus melakukan perlawanan apabila pembangunan terus dilakukan. Baik perlawanan di lapangan maupun dengan meminta bantuan Pemkot Bandarlampung atau pihak lainnya.

Pantauan Radar Lampung, upaya penghadangan warga berhasil. Kedua truk tersebut tidak jadi menurunkan bahan material di lokasi tersebut. Namun mereka menurunkan di Jl Mas Mansur dan Jl Gajah Mada.

Sebelumnya. pembangunan tembok beton di bantaran rel juga nyaris berujung ricuh, Kamis (10/12). Kondisi ini dipicu oleh aksi para pekerja yang kembali melanjutkan pembangunan tembok beton,

Puluhan warga di sekitar areal pembangunan di Kotabaru, Enggal, nampak berjaga di sepanjang rel. Awalnya mereka hendak memprotes aksi para pekerja itu. Beruntung mereka masih bisa menahan diri karena khawatir keadaan menjadi tak terkendali.

Akhirnya warga memutuskan mengundang Komisi III DPRD Kota Bandarlampung. Langkah ini sekaligus untuk meminta penjelasan terkait hasil mediasi di Kemenhub, Selasa (8/12).

"Kami menghindari keadaan yang memanas. Jadi kami menunggu pihak yang bisa menengahi kami," ucap salah seorang warga, Hendro kala itu.

Guna meredam suasana tegang, warga sepakat untuk berkumpul di salah satu rumah warga, Aang. Tidak lama, Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung Muchlas E Bastari datang ke lokasi.

Namun setelah mendapatkan penjelasan hasil mediasi, warga kecewa. Selain tidak membuahkan hasil yang menguntungkan, petisi yang mereka buat kepada pemerintah pusat juga diabaikan.

Kendati demikian, warga tetap bersikukuh untuk menolak pembangunan tembok tersebut. Kali ini mereka akan meminta bantuan dari berbagai pihak lain untuk membatalkan pembangunan tersebut.

"Kami tetap menolak. Kami meminta bantuan dan mengumpulkan semua pihak. Setelah akan kami sampaikan keluhan kami ke pemerintah daerah," lanjutnya.

Sementara, Muchlas berharap agar kebijakan pembangunan tembok beton dipertimbangkan kembali. Terlebih hal itu sudah menimbulkan keresahan masyarakat. "Belum ada keputusan dari pusat. Kami sudah negosiasi, supaya jaraknya dimundurkan. Tapi itu melanggar undang-undang," jelasnya. (yay/p5/c1/whk)

Evaluasi Kinerja Banpol PP, Pemkot Harus Tegas

Posted: 16 Dec 2015 10:26 PM PST

BANDARLAMPUNG – Komisi I DPRD Bandarlampung bakal memanggil Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) untuk mengevaluasi kinerja satuan penegak peraturan daerah tersebut. Pemanggilan terkait beberapa kasus yang terjadi. Terutama kasus pelecehan pekerja seks komersial (PSK) oleh oknum Banpol PP.

Ketua Komisi I Dedy Yuginta mengatakan, permasalahan tersebut harus dibuktikan dengan jelas. Bila benar, pemkot harus tegas.

''Kalau oknum PNS, tunda kenaikan pangkatnya. Kalau oknumnya honorer, berhentikan! Selain itu, pemkot juga ikut menyelidiki untuk membuktikan kalau tuduhan tersebut tidak benar," tandasnya kemarin (16/12).

Dia menyoroti beberapa kasus yang menimpa Banpol PP belakangan ini terjadi karena lemahnya pengawasan terhadap anggotanya. "Pengawasan Banpol PP ini lemah, jadi harus ditingkatkan, ke depan setiap komandan regu itu tidak bisa lepas dari anggotanya, jangan beri mereka keleluasaan sendiri," ujarnya.

Kemudian untuk upaya razia PSK, pihaknya mendukung hal itu. Supaya tindakan prostitusi tidak semakin merajalela. "Kita dukung untuk razia PSK, kalau tidak di razia bisa merajalela dan bebas berkeliaran di kota ini," tukasnya.(yay/p5/c1/whk)

Dipagar, Petugas Parkir Pasar Tugu Meradang

Posted: 16 Dec 2015 10:18 PM PST

BANDARLAMPUNG – Puluhan tenaga kerja sukarela (TKS) yang mengelola lahan parkir di Pasar Tugu, Tanjungkarang Timur (TkT), meradang. Sebab, lahan parkir mereka diambil alih pengembang PT Prabu Makmur. Kemarin (16/12), mereka sengaja berkumpul di depan Pasar Tugu dan berencana nglurug ke kantor pengembang untuk bertemu sang direktur Fery Sulistyo alias Alay. Mereka juga memasang spanduk yang bertuliskan ungkapan protes.

Pantauan Radar Lampung, beberapa petugas dari Polsekta TkT ikut berjaga di lokasi tersebut. Sebab dikhawatirkan terjadi keributan.

Salah satu petugas parkir, Dairobi, mengatakan, mereka sudah lama tidak terima dengan tindakan pengembang yang terkesan semena-mena. Hal ini bermula ketika pihak pengembang nekat membangun pagar di depan Pasar Tugu.    

''Mereka (pengembang) nekat membangun tembok itu sejak November lalu, padahal belum ada kesepakatan," katanya kepada Radar Lampung kemarin.

Dia meneruskan, dengan adanya pembangunan tembok itu, para petugas parkir tidak dapat lagi mengais rezeki di lokasi tersebut. Padahal selama ini, lahan parkir dikelola secara gotong royong dengan warga setempat.

''Kami berbagi rezeki lah dengan masyarakat di sini. Lagi pula setiap harinya kami juga setor kok ke Dinas Perhubungan. Kami punya surat resminya," ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada 20-an orang yang ikut mengelola parkir Pasar Tugu. Setiap harinya mereka menyetorkan Rp50-70 ribu per orang. Sehingga, menurutnya, PT Prabu Makmur tidak berhak mengambil alih lahan parkir.

Dairobi mengakui sebelumnya pengembang telah memanggil mereka untuk mediasi. Namun, pertemuan itu tidak dihadiri Dinas Perhubungan.

''Pembangunan tembok ini secara sepihak. Secara tidak langsung juga mengusir kami. Aksi protes ini sudah yang ketiga. Hari ini (kemarin), kami harus ketemu dengan alay. Minta keputusan," ungkapnya.

Bahkan, mereka pun siap memperjuangkan hak mereka dan membawa masalah hingga Komisi II DPRD Bandarlampung.

Terpisah, Alay mengatakan, pemagaran yang dilakukannya itu telah mendapat persetujuan pemkot. ''Saya tidak gila. Tak mungkin saya membangun pagar kalau tidak ada izin dari pemkot. Saya juga sudah mengajak sekretaris kota dan asisten meninjau lokasi, dan mereka setuju," katanya saat ditemui di kantor Kelurahan Tanjungagung kemarin. 

''Nantinya, para tukang parkir saya pekerjakan dan saya gaji. Jadi jangan khawatir kehilangan pekerjaan," tambahnya.

Alay juga mempersilakan jika tukang parkir ingin mengadu ke DPRD Bandarlampung. ''Silakan sampaikan ke dewan. Jika dewan meminta untuk dibongkar pembangunan pagar tembok itu, saya akan bongkar," janjinya. (yay/p5/c1/whk)

Ketua Peradi Bandarlampung, M. Ridho Terpilih Aklamasi

Posted: 16 Dec 2015 10:03 PM PST

BANDARLAMPUNG – Gerbong kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Bandarlampung bergerak. Kemarin (16/12), Muhammad Ridho terpilih menjadi ketua DPC Peradi Bandarlampung menggantikan Abi Hasan Muan.

Diketahui, Abi sudah menjabat dua periode sebagai ketua DPC Peradi Bandarlampung dan saat ini menjadi Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi.

Ridho terpilih menjadi ketua DPC Peradi Bandarlampung periode 2016-2021 pada Musyawarah Cabang (Muscab) III Peradi Bandarlampung 2015 di Balroom Hotel Marcopolo kemarin (16/12).

Direktur Lembaga Advokasi Masyarakat (LAM) ini terpilih secara aklamasi setelah dua calon lainnya yaitu Ansyori Bangsaradin dan Edwin Hanibal mengundurkan diri.

Seusai terpilih, Ridho mengatakan akan menjadikan Peradi Bandarlampung lebih solid, lebih maju dan lebih besar. "Saya juga akan menjadikan Peradi Bandarlampung sebagai nuwo balak atau rumah besar advokat di Lampung. Dan saya bersama-sama pengurus juga akan meningkatkan tata kelola organisasi, hubungan dengan penegak hukum dan memberikan perlindungan terhadap anggota lebih baik lagi," ujarnya.

Ridho melanjutkan, program utamanya adalah konsolidasi organisasi kemudian menjalin kerjasama dengan penegak hukum lainnya. "Karena Profesi advokat ini merupakan profesi yang mulia," tambahnya.

Sementara, Sekretaris Pelaksana Muscab III Peradi Bandarlampung Wahrul Fauzi Silalahi menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 advokat se-Lampung.

"Muscab III DPC Peradi Bandarlampung ini merupakan momentum dalam rangka konsolidasi para advokat di Lampung untuk memperkuat nilai organisasi Peradi dan juga meningkatkan profesionalitas. Sehingga dapat terbentuk soliditas dan solidaritas sesama advokat di Lampung, dan pada akhirnya dapat menjaga profesi advokat yang merupakan profesi yang terhormat atau officium nobile dan memajukan DPC Peradi Bandarlampung," ujarnya. (rls/gie/p5/c1/whk)

Siap-Siap, Pedagang PKOR Direlokasi

Posted: 16 Dec 2015 09:54 PM PST

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengimbau pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik kafe di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim, Bandarlampung, mensterilkan area tersebut. Asisten IV Bidang Administrasi Umum Hamartoni Ahadis mengatakan, pihaknya telah membahas rencana penertiban wilayah PKOR Wayhalim tersebut dalam rapat pada Selasa (15/12) lalu.

''Rapat itu dihadiri oleh berbagai unsur. Juga mengundang khusus untuk pemilik kafe yang ada di wilayah PKOR," ungkapnya kemarin (16/12).

Rapat itu, lanjut Hamartoni, sebagai salah satu bentuk pemberitahuan kepada para pedagang dan pemilik kafe yang ada di wilayah PKOR Wayhalim bahwa nantinya dilakukan penataan serta pensterilisasian di kawasan PKOR.

Sementara keputusan penertiban PKOR Wayhalim, menurut Hamartoni, dilakukan lantaran dari waktu ke waktu perkembangan pedagang serta kafe yang ada di wilayah tersebut dinilai meresahkan masyarakat yang tinggal di sekitar area itu.

Diharapkan, tahun depan kawasan yang sejatinya merupakan sarana olahraga masyarakat itu dapat kembali pada fungsi awalnya. Karenanya, Hamartoni mengharapkan pedagang maupun pemilik kafe bisa melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang telah mereka bangun, baik yang sudah dibangun secara permanen maupun semi-permanen.

"Yang jelas ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, kalau kita lihat sekarang kan tidak ada lagi tempat bagi masyarakat umum untuk berolahraga, karena sudah dipadati oleh pedagang. Nah, nantinya diharapkan setelah dilakukan penataan, fungsinya bisa kembali sebagai sarana masyarakat untuk berolahraga," tukasnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Lampung Achmad Saefullah menyebutkan, dari pendataan yang telah dilakukan pada bulan November 2015 lalu, tercatat sekitar 450 orang pedagang yang ada di PKOR Wayhalim, Bandarlampung.

"Itu baru pendataan secara global, ya. Karena saat pendataan kemarin masih ada yang tidak ada ditempat, sementara yang tercatat baru 450 itu," sebutnya kepada Radar Lampung.

Melain telah melakukan pendataan, Achmad mengatakan, pihaknya juga bersama Pemprov telah melayangkan surat pemberitahuan tentang penataan, dan realokasi kepada pedagang yang ada di PKOR Wayhalim pada Senin (30/11) lalu.

"Kalau untuk respon, dari masyarakat sendiri cukup bagus, dan kalau untuk pedagang sendiri, mereka hanya berharap agar bisa dipindahkan ketempat yang layak," tambahnya.

Menurut Achmad, pihaknya baru akan melakukan pendataan ulang setelah adanya kepastian tentang lokasi baru yang akan ditempati oleh para pedagang yang ada di PKOR Wayhalim. Sementara itu, tanggal kepastian dilakukannya realokasi masih belum dapat ditetapkan, karena masih menungu lokasi pasti yang harus ditempati oleh para pedagang tersebut.

Proses realokasi sendiri, menurutnya, akan dilakukan bersama dengan Tim Terpadu yang akan dibentuk bersama dengan Pemprov Lampung. Tim tersebut nantinya akan terdiri dari pihak Pemprov Lampung, TNI dan Polri, serta pembinaan dari pihak Kecamatan dan kelurahan setempat. Pemprov Lampung juga akan segera melakukan pemagaran disekitar PKOR Wayhalim.

"Yang utama respon dulu. Artinya kami merespon dari pengaduan masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya café di PKOR Wayhalim. Warga hanya menghawatirkan, kalau adanya cafe dan warung remang-remang di PKOR ini bisa menjadi tempat transaksi narkoba, dan transaksi prostituasi terselubung," jelasnya lagi.

Kendati akan dilakukan penertiban, Achmad mengatakan, respon yang ditimbulkan oleh para pemilik café tersebut sudah cukup baik. hal itu tersebukti dari laporan bahwa hingga kemarin sudah mencapai 70 persen cafe serta warung remang-remang yang disebutkan, beralih menjadi tempat kuliner biasa.

"Respon dari pedagang sudah bagus sejauh ini. Kami harapkan untuk penertiban ini, dengan tindakan preventif atau dengan himbauan saja sudah cukup, dan tidak perlu dengan tindakan yang represif," pungkasnya. (ega/p3/c1/ary)

Investasi Selamatkan Bumi

Posted: 16 Dec 2015 08:56 PM PST

BANDARLAMPUNG - PT Global Agro Bisnis (GAB) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengadakan seminar program penghijauan Green Warrior bertajuk Gerakan Amankan Bumi di Hotel Amalia tadi malam. Panitia penyelenggara acara tersebut, Erna, mengatakan, seminar dilaksanakan untuk mengajak masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus berinvestasi.

Menurut Erna, banyak keuntungan yang didapat dengan mengikuti program yang dinamakan Gerakan Amankan Bumi ini. "Tidak hanya mengenai penjagaan lingkungan saja tapi juga kita dapat berinvestasi dengan hasil yang cukup fantastis disini," kata dia.

Narasumber pada seminar itu, Ir. H. Muhammad Thalib memaparkan, bisnis ini merupakan bisnis multimanfaat dengan menggunakan produk kayu jambon. Meskipun kayu itu mauk kelompok kayu kelas 4, namun proses tumbuhnya lebih cepat ketimbang kayu lainnya.

"Produk pohon yang dipilih Jabon. Rata-rata bisa tumbuh 5-10 cm per bulan. Jika 5-6 tahun, ketinggiannya bisa mencapai 25 meter dengan volume kayu sekitar 0,9 kubik," paparnya.

Dia menambahkan, jika sudah tumbuh dengan tinggi maksimal, maka per batang bisa dihargai Rp1 juta. Investasi yang paling rendah adalah dimana paker warrior squad yang disediakan untuk 1 pohon, investor dengan harga Rp350 ribu.

"Ini satu pohon bisa dua kali panen. Nah, jika diasumsikan konsumen membeli sekitar harga Rp1 juta, untuk 5-6 tahun maka bagi hasil 70 persen untuk investor, jadi ada keuntungan dua kali lipat disini. Nah, tinggal dikalkulasikan jika dalam jumlah yang banyak," paparnya.

Tidak hanya itu saja, jika dapat mengembangkan 2 cabang agen green warior juga akan mendapatkan keuntungan. "Dalam 12 bulan kita bisa menerima reward bertaraf yang sangat fantastis. Per 15 orang, mendapatkan reward sebesar Rp2,5 juta. Jika rutin menambah, dari relasi kita beranak relasi, maka tidak menutup kemungkinan dalam satu tahun kita bisa memiliki tim relasi sebanyak 8.191 orang dan jumlah reward bisa mencapai 1,28 miliar," jelasnya.

Diketahui, acara semacam ini akan diselenggarakan kembali pada Januari 2014 mendatang. Bahkan, green warrior yang saat ini memiliki lahan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat dalam waktu dekat akan mengembangkan lahannya ke Lampung.

"Lahan kita memang ada di Sukabumi, tapi dalam waktu dekat, direncanakan akan dibuka di Lampung dan saat ini masih sedang dalam bahasan. Untuk itu kita adakan seminar di Lampung ini," tandasnya. (abd/c1/fik)

Kejar UAS, Mahasiswi Lakalantas

Posted: 16 Dec 2015 08:24 PM PST

radarlampung.co.id- Niat Fahyu (19) mengikuti ujian akhir semester (UAS) di kampusnya sekitar pukul 10.00, Kamis (17/12) terpaksa tertunda. Sebab, mahasiswi Fakultas Hukum UBL semester satu ini mengalami kecelakaan lalu lintas di Jl. Sultan Agung, Wayhalim Bandarlampung.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00. Fahyu yang hendak mengarah ke Jl.Z.A Pagar Alam dengan mengemudikan mobil KIA BM 1801 LR, tiba-tiba sampai di Jl. Sultan Agung, Way Halim, serempetan dengan sepeda Motor Honda Beat Warna putih yang dikendarai Anisa siti zulaiha (21) berboncengan dengan Devi (21), rekannya melaju dari arah yang sama. Keduanya, merupakan mahasiswi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, semester 7, jurusan Kimia.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Fahyu sempat menangis lantaran tak bisa mengikuti UAS. "Bisa-bisa saya ini tidak lulus, karena tak bisa mengikuti ujian di kampus," kata Fahyu seraya meneteskan air mata dan mengatakan ujian tersebut pukul 10.00.

Sebenarnya kata Fahyu, dirinya tidak menabrak motor tersebut. Namun kaca sepion motor itu yang menempel di bodi mobil saya, akibatnya jatuh. "Jadi, bukan saya yang menabrak motornya," kata fahyu

Sementara, Anisa, mengaku jika ia tiba-tiba ditabrak dari belakang. "Motor saya ditabrak, jadi bukan sepion saya yang nempel di mobilnya," ungkapnya.

Padahal, sambung Anisa, sepeda motor yang di kendarainya berada di posisi kanan. "Saya memang hendak mengambil laju kanan, tiba-tiba motor saya kena tabrak oleh mobil dari belakang," ujarnya. (mhz/adi)

Pemadaman Bergilir Hari Ini

Posted: 16 Dec 2015 07:43 PM PST

Jadwal Pemadaman Listrik Area Tanjungkarang
Kamis 17 Desember 2015, Pukul 18.00 WIB – 19.30 WIB
Hanura, PT. Hanjung, PT Noahtu, Tanjung Bintang Pasar, Serdang, Merbau Mataram, Giri Harjo, Tanjung Harapan Karang Pucung, Banjar Sari, Sinar Karya, Sumber Rejo, Galih Lunik.

Harga Mulyo, Ds. Serbajadi, Hajimena, Perum Polri Rajabasa dan sekitarnya (dsk), LPTP Negara Ratu, Negara Ratu, Tanjung Aman, Sarirejo Natar, Marga Taqwa, Batu Puru, Kota Dalam, Perum Sebalang.

Dusun Sebalang, Umbul Garem, Desa Bandar Dalam, Kalimati, Talang Baru, Campang Tiga, Suka Banjar, Sandaran, Desa Suak, Desa Budidaya, Suka Marga, PT. Multikarya Enginering, PT. Juang Jaya, Seloretno, Perum Mustika 2 Sidomulyo.

Jl. Nusantara, Kota Sepang, PKOR, Jl. Sultan Agung, Perum Way Halim, Perum Pujangga Alam, Perum BTN 3, Sebagian Jl. Ki. Maja, sebagian Pulau Batam.

Pukul 19.30 WIB – 21.00 WIB
Hotel Indra Puri, Central Plaza, Mall Kartini, Simpur Center, Jl. MS. Batubara, Jl. Yos Sudarso, Jl. Slamet Ryadi, Jl. Gatot Subroto, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Gajah Mada, Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Hayam Wuruk, Jl. P. Antasari, Jl. DR. Harun II, Jl. Soekarno Hatta, Jl. Putri Balau, Jl. Ridwan Rais, Jl. Jati, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Said.

Tanjung Sari, Pal Putih Simpang, Kertosari, Mulyosari, Bangun sari, Jembrana, Margabatin, Gunung Batu, Sumberrejo, Sumberjaya, Malangsari, Karang Anom, Kaliduren, batuagung, Karya Basuki, Katibung, Tanjungan, Cinta Maya, Babatan, Sukatinggi, Pardasuka, Umbul Kates, Umbul Bayur.

Kaya Tunggal, Sinar Palembang, Sinar Pasmah, Trans Tanjungan, PT. Indonesia Farming, PT. Suritani Pemuka, PT. Domus Jaya, Kota Kalianda, Pesisir, Way Belerang, Canti, Pesugihan dsk, Karang Anyar dsk, Jati Mulyo dsk, Perum Permata Asri, Tegineneng, Bekri, Masgar, Gunung Sugih baru dsk.

Pukul 21.00 WIB- -22.30 WIB
PT. Nestle, Srengsem, Gang Kobra dsk, Jl. Tirtayasa, P. Legundi, Karimun Jawa, P. Singkep, Perum Tirtayasa, Perum Bahtera, Abdi Negara, Sabah Balau, Permata Biru, Puri Hijau dsk, Bandara Branti, Candi Mas, Natar Induk, Suka Maju, Muara Putih, Merak Batin, Bumi Sari, Batu Ceper.

Hajimena, Rejosari, Way Tuba, Navigasi, PTP, Negara Batu, Rajawali, Tanjung Rejo, Tanjung Waras, Sukaraja, Palas Bangunan, Palas Aji dsk, Kota Kalianda, Pesisir, Way Belerang, Canti, Pesugihan dsk, Perum Way Halim, Jl. Ki Maja, Jl. S. Hatta, Jl. Sentot Alibasa, PKOR.

Jl. Sultan Agung, Jl. P. Damar, Perum Way Kandis, Jati Mulyo, Jl. Jayapura, Jl. Tirtaria, Begadang V, Jl. Ryacudu, Karang Anyar, Gg. Kenanga Kandis, Way Huwi dsk, Ds. Trimulyo, Ds. Suka Bandung, Ds. Suka  Jawa dsk, Tegineneng, Branti, Mandah, Haduyang, Sumber Sari, Padmosari, Banjar Negeri, Rulung Raya, Purwosari, Banjar Rejo, Rejo Mulyo, PT. Coverta, Pancasila, Talang Jarang, Banyuwangi dsk.

*Pola Pemadaman Sewaktu-waktu dapat berubah

(Sumber: PT PLN Distribusi Lampung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar