Senin, 04 Januari 2016

Akhirnya, Pedagang PKOR Tersingkir

Akhirnya, Pedagang PKOR Tersingkir


Akhirnya, Pedagang PKOR Tersingkir

Posted: 04 Jan 2016 01:22 AM PST

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung segera melakukan sterilisasi pada Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim, Bandarlampung, dari 450 pedagang kaki lima (PKL) dan pendiri kafe bulan ini. Sebelumnya, Asisten IV Bidang Administrasi Umum Pemprov Lampung Hamartoni Ahadis mengatakan, pihaknya akan melakukan relokasi kepada sejumlah pedagang yang ada di wilayah PKOR Wayhalim.

Namun, hal itu ditampik Kepala Bagian Pemanfaatan dan Pemeliharaan Aset Daerah Lampung Safrul Al Hadi. Menurutnya, pemprov tidak pernah menjajikan untuk memberikan lahan pengganti alias relokasi kepada sejumlah pedagang tersebut. Sebab, lahan yang dihuni para pedagang itu sejatinya memang milik pemprov.

''Sekarang begini, lahan itu milik pemprov yang dihuni oleh para pedagang di sana. Sekarang akan digunakan lagi oleh pemprov untuk kegiatan olahraga. Dulu para pedagang itu menggunakan lahan pemprov untuk dagang nggak minta izin kok," tandasnya kemarin (3/1).

Karenanya, menurut Safrul, pemprov hanya akan melakukan penataan kepada sejumlah pedagang. Ini agar wilayah PKOR bisa kembali pada fungsinya, yaitu sebagai pusat olahraga masyarakat. ''Karena saya tidak pernah dengar pemprov akan siapkan lahan pengganti untuk pedagang-pedagang itu," tambahnya.

Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan penataan tersebut, Safrul mengatakan bakal kembali dibicarakan dengan berkoordinasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lampung.

Terpisah, Kepala Satpol PP Lampung Achmad Saefulloh mengatakan, pihaknya siap melakukan penertiban di wilayah PKOR Wayhalim. Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui tanggal pasti dilaksanakannya penertiban tersebut.

"Kalau soal itu, kami siap melakukan penertiban dan pengamanan di PKOR, segera setelah mendapatkan informasi tentang waktu pelaksanaan dari Biro Aset Pemprov," katanya.

Terkait jumlah pedagang yang ada di PKOR hingga saat ini, ia mengaku, pihaknya masih menggunakan data bulan November 2015, yakni sebanyak 450 pedagang. Pendataan baru akan kembali dilakukan oleh Biro Aset nantinya. "Pendataan nanti kan biro asset yang lakukan, karena mereka yang mengerti lahan mana saja yang termasuk asset pemprov Lampung," katanya.

Sebelumnya, sterilisasi kawasan Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Wayhalim, Bandarlampung, dari pedagang kaki lima (PKL) diapresiasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.

Selain mendukung pembersihan PKL dan kafe remang-remang di sana, KONI juga mengusulkan pemprov menertibkan dan melarang pengguna gedung untuk hajat masyarakat atau resepsi pernikahan.

''Kalau ditertibkan jauh lebih bagus. Peruntukan PKOR ya memang buat olahraga. Kembalikan sesuai fungsinya. Karena selama ini masyarakat memanfaatkan gedung serbaguna menjadi tempat resepsi pernikahan dan sebagainya,'' terang Julian Manaf, kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Lampung, kemarin (20/12).

Tak ayal, sambung Julian, beberapakali para atlet atau olahragawan harus mengalah lantaran gedung olahraga tersebut digunakan sebagai tempat digelarnya pesta oleh masyarakat.

''Sebenarnya jika pada hari-hari biasa, bisa digunakan untuk olahraga. Tetapi jika hari Sabtu atau Minggu, harus mengalah karena gedung digunakan untuk acara resepsi pernikahan. Ini kan gedung olahraga bukan gedung resepsi,'' tandasnya.

Ia juga berpesan, jika benar akan ditertibkan, maka pengunaan sarana olahraga bagi masyarakat harus benar-benar dikelola secara maksimal. Perlu adanya perbaikan dibeberapa tempat bagi sarana olahraga tersebut. "Perlu adanya perbaikan dan penyesuain, misalnya untuk beladiri, maka perlu ada tambahan materas," tambahnya.

Kemudian, lanjut dia, fasilitas umum misalnya sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang perlu diperbaiki, mulai dari saluran air hingga tempat yang bersih.

''Jadi kalau saya pribadi sebagai Binpres-nya KONI setuju jika akan ada penataan dan pengembalian fungsi PKOR sebagai sarana olahraga. Ini juga penting untuk meningkatkan prestasi atlet," tukasnya.

Kendati menyetejui rencana Pemprov Lampung tersebut, Julian juga tidak menutup kemungkinan bagi para pedagang makanan yang masih ingin menjajakan dagangannya di PKOR. Tetapi tentunya atas izin pemprov dan melalui penataan tempat serta lokasi yang tepat.

''Tidak sesemrawut sekarang. Mungkin lokasinya dijadikan satu tempat berkumpulnya pedagang makanan dan ditata rapi. Terpenting, tidak ada lagi kafe remang-remang yang berdiri secara liar di PKOR, terlebih di malam hari,'' pungkasnya. (ega/c1/ary)

17 Kelurahan Ini Masuk Daerah Rawan Banjir

Posted: 04 Jan 2016 01:10 AM PST

BANDARLAMPUNG – Beberapa hari terakhir, hujan hampir tiap hari mengguyur Kota Bandarlampung. Di satu sisi, kehadiran musim penghujan ini amat disyukuri oleh warga yang sebelumnya memang cukup menderita setelah didera kemarau panjang. Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan kekhawatiran terjadinya berbagai bencana, terutama banjir.

Meski sejauh ini belum ada laporan serius mengenai masalah banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung tetap siaga. Berdasarkan catatan BPBD, masih ada beberapa daerah di kota ini yang tergolong rawan banjir. Jumlahnya cukup banyak, mencapai 17 titik.

Di antaranya Kelurahan Waylunik, Panjang; Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat; Kelurahan Garuntang, Bumiwaras; serta Kelurahan Gunungmas dan Pesawahan di Kecamatan Telukbetung Selatan. (Selengkapnya lihat grafis)

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Bandarlampung Wisnu mengaku, pihaknya saat ini telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya dengan melaksanakan patroli di berbagai daerah rawan banjir.

Dia juga menyatakan selalu siap berkoordinasi dengan satuan kerja (satker)  Pemkot lainnya untuk melaksanakan program pembersihan sungai atau kali.

Dirinya berharap, masyarakat juga dapat turut berperan aktif membantu dengan membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan ke dalam sungai. "Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang memang kesulitan atau melihat ada potensi penyebab banjir agar dapat segera menghubungi kami," tandasnya.

Senada, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Suhardi Syamsi mewakili Kepala BPBD Bandarlampung, Edy Heriyanto juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. "Meskipun hujan lebat akhir-akhir ini tidak berdampak pada banjir, tapi masyarakat juga harus tetap antisipasi dan waspada," ujarnya.

Terutama bagi para orang tua. Suhardi berpesan para orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya. Jangan sampai bermain di sungai dan drainase saat hujan lebat tiba. "Karena arus air di sungai atau di drainase saat ini cukup kuat. Takutnya terbawa arus," ucapnya, kemarin.

Pihaknya juga berharap agar warga ikut berperan aktif mengantisipasi datangnya banjir. Caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam sungai serta melakukan pola hidup bersih. "Sebisa mungkin warga bersama RT maupun lurahnya rutin membersihkan lingkungan agar sama-sama kita terhindar dari banjir," ungkapnya.

Selain banjir, lanjutnya, bencana lain yang menghantui selama musim penghujan ini adalah pohon tumbang dan tanah longsor. Untuk itu, Suhardi juga mengingatkan, agar saat hujan turun, warga atau para pengendara tidak berteduh di bawah pohon. "Khawatirnya pohon itu tumbang atau ranting-rantingnya yang rapuh patah sehingga menimpa warga. Berteduhlah di tempat yang aman seperti di halte atau di depan rumah atau ruko," sarannya.

Saat ini, sambungnya, cuaca memang sedang tidak menentu. Angin kencang dan gelombang laut tinggi juga terus mengintai.

"Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat Bandarlampung agar bersama-sama menjaga dan waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem ini. Terutama kalangan nelayan," kata dia, kemarin.

Dirinya berharap para nelayan bisa betul-betul memperhitungkan situasi dan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut. "Intinya, harapan kita masyarakat dapat waspada. Karena peralihan cuaca ekstrem dari musim panas ke penghujan ini perlu diantisipasi dengan serius sehingga bisa terhindar dari musibah baik pohon tumbang maupun tanah longsor," kata dia.

Ia juga menjelaskan, pihaknya siaga terhadap kemungkinan bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem. "Personil kami juga sudah ditempatkan dibeberapa kecamatan dan kantor induk BPBD. Kami akan pantau terus beberapa lokasi saat hujan lebat datang. Apabila memang ada bencana seperti banjir maupun kebakaran, langsung saja hubungi kami," tandasnya. (yay/ozy/p2/c1/fik)


Dewan Apresiasi Langkah Antisipasi Banjir Pemkot

MASALAH ancaman banjir ikut mendapat sorotan dari DPRD Bandarlampung. Lembaga legislatif ini mengapresiasi upaya-upaya antisipasi yang telah dilakukan Pemkot Bandarlampung, khususnya pada masa kepemimpinan Wali Kota Herman H.N.

Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung Muchlas E. Bastari mengaku cukup puas dengan upaya antisipasi banjir yang telah dilakukan pemkot. Terutama di daerah Kedaton dan Tanjungsenang. Menurut dia, kondisi drainasenya sudah cukup baik sehingga meminimalisasi potensi banjir.

''Dana sebesar Rp15 miliar yang digelontorkan pemkot pada 2015 lalu untuk membuka drainase terbukti cukup ampuh mengantisipasi banjir. Sejauh ini belum ada laporan serius tentang banjir meski hujan hampir setiap hari mengguyur," ujarnya kemarin.

Meski demikian, dia menyatakan, ke depan langkah-langkah antisipasi masih perlu dilakukan. "Masih ada satu titik yang belum tersentuh. Yakni  daerah Jalan Sam Ratulangi yang di samping Makorem," ungkapnya.

Muchlas juga tetap meminta Pemkot memperhatikan daerah pesisir yang berdekatan dengan pantai seperti di Telukbetung dan Panjang.

Selain itu, Muchlas juga mengimbau masyarakat ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan banjir. Di antaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai atau kali. Masyarakat juga, lanjutnya, bisa ikut berperan dengan membuka jalur air dan membersihkan aliran air secara rutin. Sementara untuk jangka panjang, Pemkot bisa membuatkan beberapa tanggul yang dapat menahan laju air.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Bandarlampung Fandi Tjandra menyatakan, saat ini masih ada beberapa titik yang dinilainya masih masuk dalam daerah rawan banjir. Salah satunya Kelurahan Bumiwaras di Telukbetung Selatan.

Hal ini berdasarkan pantauan dirinya yang beberapa kali masih melihat genangan air di beberapa ruas jalan. Hal itu, lanjutnya, bisa menjadi hambatan bagi para pengguna jalan.

"Masih ada beberapa lokasi yang drainasenya tersumbat, sehingga menimbulkan genangan air saat hujan," terangnya.

Karenanya, dia meminta pemkot untuk turun langsung dan memeriksa setiap ruas jalan, terutama ketika hujan deras turun. "Ya seharusnya mereka mengecek langsung ke lapangan. Awasi dan langsung ambil tindakan. Jadi tidak menunggu kejadian banjir besar saja, baru turun," tandasnya. (yay/p2/c1/fik)

Bengkel Las Knalpot Terbakar

Posted: 04 Jan 2016 12:47 AM PST

radarlampung.co.id-  Kebakaran kembali melanda di wilayah Bandarlampung. Kali ini bengkel las knalpot yang berada di Jl. Imam Bonjol, Kemiling Bandar Lampung yang terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Fauzi (45) warga setempat mengatakan, hanya dalam setengah jam, petugas damkar  berhasil memadamkan bengkel mlik Marno (34). "Beruntung Mas tidak angin tadi. Sehingga api tidak menjalar kemana-mana," kata Fauzi di lokasi, Senin (4/1).

Menurut Fauzi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.20. Api tersebut berasal dari ledakan tabung gas. "Tidak korban jiwa. Memang tadi juga masih jam waktu istrahat,"

Berdasar pantauan Radarlampung, terlihat warga setempat tengah membersihkan puing-puing bekas kebakaran. (mhz/adi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar