Kamis, 21 Januari 2016

Bidhumas Polda Silaturahmi dengan Jurnalis

Bidhumas Polda Silaturahmi dengan Jurnalis


Bidhumas Polda Silaturahmi dengan Jurnalis

Posted: 20 Jan 2016 11:12 PM PST

radarlampung.co.id - Bidang Humas Polda Lampung menggelar silaturahmi dengan jurnalis di Begadang Resto, Bandarlampung, Kamis (21/1). Acara dihadiri jajaran Bidhumas dan sejumlah wartawan dari sejumlah media massa yang bertugas meliput di Mapolda Lampung.

‎"Ramah tamah ini mendiskusikan tentang etika jurnalis dalam rangka menyukseskan program-program Polda Lampung Tahun 2016," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Kompol Bunyamin Rene.

Sementara, Kasubbid PID Bidhumas Kompol Hidayat mengapresiasi sinergisitas antara polri dan jurnalis selama ini.

"‎Kami dari organisasi polri tidak lepas dari bantuan dan promosi rekan-rekan jurnalis," ujar pria asal Sumatera Utara ini. (dna/adi)

Tunjangan Guru Terlambat, Kejati Puldata Sertifikasi

Posted: 20 Jan 2016 06:26 PM PST

BANDARLAMPUNG – Keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru triwulan IV/2015 dan insentif guru honorer di Kota Bandarlampung dibidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Kejati mengaku telah melakukan pengumpulan data (puldata).

Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Yadi Rachmat mengatakan, puldata diperlukan untuk menarik kesimpulan apakah akan ada penyelidikan atau tidak.

''Kami masih mengumpulkan data-data untuk selanjutnya naik ke tahap penyelidikan," kata Yadi kemarin (20/1).

Puldata tersebut, lanjut Yadi, bisa dari mana saja. Termasuk dengan melakukan analisis informasi dari media. ''Kami juga analisis berita di Radar Lampung. Masih kami pelajari dan analisis ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi," katanya.

Hasil dari puldata itu, kata Yadi, akan dilaporkan ke Kepala Kejati Lampung Suyadi. ''Nantinya sesuai instruksi pimpinan apakah ditindaklanjuti atau tidak temuan tersebut," ungkapnya.

Tak hanya itu, Yadi Rachmat mempersilakan jika ada guru yang ingin mengadu terkait persoalan sertifikasi dan insentif guru yang masih menunggak. ''Silakan adukan ke kami (Kejati Lampung, Red) jika memang adanya indikasi temuan penyimpangan beserta beberapa bukti indikasinya, karena Kejati bisa menyelidiki melalui temuan masyarakat," katanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Guru Nusantara (Perguntara) Ahmad Nurcholis mengaku Perguntara akan menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandarlampung Suhendar Zuber.

Pertemuan itu menurut Nurcholis untuk membahas insentif guru honorer yang belum dibayarkan.

"Kita mau berkoordinasi dengan Kadisdik, mbak. Kita harap dalam waktu dekat, kalau sampai Senin nanti Kadis belum bisa menemui kami. Kami bakal menyampaikan keluhan kami ke DPRD bahkan ke Penjabat (Pj.) Walikota Sulpakar," ujar dia, kemarin (20/1).

Suhendar juga menilai pemkot telah bertindak disriminatif dengan mengutamakan pembayaran sertifikasi para guru lebih dulu.

"Mereka ini guru honorer yang digaji 150 ribu per bulannya. Itu pun masih belum terhutang karena pemkot belum membayarkan gaji mereka selama 6 bulan. Nah untuk sertfikasi bagi guru yang sudah PNS malah jadi prioritas. Wajar jika guru honorer ini memberontak karena mereka merasa tidak diperhatikan," terangnya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan membayar tunggakan insentif bagi 7.484 guru honorer di Bandarlampung. Tapi syaratnya setelah pembayaran sertifikasi triwulan IV/2015 rampung.

Kepala BPKAD Trisno Andreas mengatakan insentif untuk ribuan guru honorer tersebut belum jadi fokus utama. "Kami fokus sertifikasi dulu. Ini juga belum lunas," ucap dia dalam pensan singkat yang dikirimkan ke Radar Lampung beberapa waktu lalu.

Karenanya, Trisno tak bisa memastikan kapan waktu pencairan insentif untuk ribuan guru honorer tersebut bisa dilakukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung Suhendar Zuber mengatakan, pihaknya telah berupaya keras untuk menyelesaikan persoalan ini satu per satu.

Terkait mangkraknya tunjangan insentif bagi honorer, diakui pihaknya akan mengurus secepatnya lantaran ini juga merupakan komitmennya. "Ini sedang kita koordinasikan dengan pemkot. Yang kita upayakan ini untuk banyak guru. Saya sudah seperti bola pingpong yang dioper sana sini. Mohon pengertiannya dan bersabar," ujarnya.

Diketahui, ada 7.484 guru honorer yang belum menerima insentif sejak 6 bulan terakhir. Rinciannya, 1.600 guru TK/RA, SD/MI (2.538 guru), SMP/MTs (1506 guru), SMA/MA (967 guru), dan SMK (864 guru). Ditambah 7 guru SDLB dan 2 guru SMP LB di Bandarlampung. (nan/c1/wdi)

Polisi Ungkap Identitas Korban

Posted: 20 Jan 2016 02:30 AM PST

radarlampung.co.id- Identitas mayat di Pasar Panjang Bandarlampung akhirnya diketahui bernama M. Jahri (42), warga Kampung Prancak, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Hal ini terungkap setelah Polsekta Panjang melakukan identifikasi korban yang diduga meninggal akibat serangan jantung tersebut.

Kapolsekta Panjang, AKP Aditya mengatakan di tubuh korban tidak ada bekas kekerasan.

Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moelok (RSUDAM) Bandarlampung untuk dilakukan visum.  "Jenazah dibawa ke rumah sakit umum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya, Rabu (20/1).

Ia juga membenarkan bahwa korban merupakan salah seorang pekerja di kapal. Korban datang ke pasar untuk membeli keperluan selama di kapal.

"Rencananya besok mereka mau berangkat ke Kalimantan. Namun terlebih meninggal dunia sebelum membeli keperluan kapalny," jelasnya. (ozy/adi)

Sulpakar Datang, Pedagang Curhat

Posted: 20 Jan 2016 12:30 AM PST

BANDARLAMPUNG – Penataan pasar adalah salah satu program penjabat (Pj.) Wali Kota Bandarlampung Sulpakar. Karena itu, dia bersama sejumlah pejabat pemkot menggelar tinjauan ke dua pasar. Yakni Pasar Bambu Kuning (BK) dan Pasar Tugu.

Alhasil, Sulpakar kebanjiran keluhan dari pedagang. Di Pasar BK, pedagang mengeluhkan fasilitas yang belum dipenuhi pihak pengembang PT Gunung Pesagi Mas.

Menurut Sven Pri, salah satu pedagang di lantai 1 Pasar BK, para pedagang telah berusaha memenuhi kewajibannya. Seperti membayar HGB (hak guna bangunan) sejak 2012 lalu. Yaitu sebesar Rp175 juta. ''Tetapi, semua hak kami seperti yang tercantum dalam perjanjian belum dipenuhi," katanya.

Sven mengaku mendengar informasi kalau PT Gunung Pesagi Mas sedang bermasalah dalam memenuhi hak-hak pedagang. Karenanya, dia berharap pemkot dapat membantu memediasi kedua belah pihak.

"Kami memang sudah dengar pengembangnya sedang bermasalah, tapi kami ini kan masih bisa diajak berkomunikasi. Makanya kami masih menempuh cara yang baik," tandasnya.

Sementara di Pasar Tugu, para pedagang yang berada di basement curhat soal turunnya omzet. Mereka menuding pedagang liar di pelataran parkir pasar penyebabnya.

''Ya pembeli pada ramai ke sana, tidak ada yang mau ke sini. Kami di sini sudah bayar mahal, tetapi tempatnya sepi. Mereka yang gelar di atas dibiarkan saja," keluh Sarinah, salah satu pedagang sayur.

Dia juga mengeluhkan sikap petugas Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) yang sekadarnya dalam penertiban pedagang liar tersebut. Sehingga pedagang masih dapat kembali berdagang dan akhirnya merugikan pedagang di basement.

Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan keberadaan mesin diesel untuk mati listrik dan penyedot udara.

Sulpakar langsung merespons curhat para pedagang di dua pasar tersebut. Untuk Pasar BK, lanjut dia, secara fisik kondisi pasar tersebut telah mengalami beberapa perubahan.

''Misalnya jika dulunya di pasar ini berdiri awning ilegal, kini telah dibongkar dan bersih. Selain itu, eskalator dan juga penataan parkirnya sudah berjalan baik. Dengan begitu, Pasar BK ini telah banyak mengalami kemajuan," paparnya.

Namun, Sulpakar tetap berharap penataan-penataan yang telah dilakukan ini mendapat dukungan dari semua pihak, baik itu pengembang maupun pedagang. "Saya minta pedagang jangan hanya menuntut hak-haknya saja. Tapi juga tetap memperhatikan apa yang menjadi kewajibannya," kata dia.

Mengenai air conditioner (AC) yang belum beroperasi, pihaknya telah meminta pengembang untuk segera mengoperasikan AC di ruangan lantai II.

''Tadi saya sudah bicara dengan pengembangnya. Kalau untuk AC akan langsung dihidupkan asalkan telah terjadi kesepakatan antara pedagang dan pengembang. Intinya pengembang siap, asalkan sama-sama memenuhi kewajiban," ujar dia.

Sementara terkait keluhan mengenai pedagang liar di Pasar Tugu, Sulpakar secar tegas meminta para pedagang yang masih berjualan di luar agar masuk ke dalam gedung.

''Kalau pedagang kaki lima (PKL) yang ada di luar gedung,  sudah lama kita tertibkan. Tapi kalau masih ada juga, akan kita imbau dulu biar masuk ke dalam. Kalau sudah dihimbau dan ingin pindah ke dalam, petugas Satpol PP kami siap membantunya. Dan kalau sudah diimbau masih juga bertahan, maka kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas," kata Sulpakar.

Untuk infrastruktur pendukung seperti mesin diesel dan penyedot udara, Sulpakar menyatakan pihak pengembang telah berjanji untuk menambahkannya. "Tapi kalau semua fasilitas telah ditambah, pedagang yang diluar harus segera masuk kedalam," tukasnya.

Yang jelas, tambah dia, selama kepemimpinan dirinya sebagai Pj walikota Bandarlampung, pihaknya ingin permasalahan tiga Pasar, yakni Pasar Panjang, Pasar Bambu Kuning dan Pasar Tugu bida terselesaikan dengan baik.

Sementara Budi Laksono, salah satu Direksi PT Gunung Pesagi pengembang Pasar Bambu Kuning, mengaku siap jika Pemerintah Kota (Pemkot) meminta untuk melengkapi semua sarana dan prasarana.

Namun, pihaknya juga meminta pedagang juga memenuhi kewajibannya kepada pengembang.

"Untuk eskalator sudah kita hidupkan. Tapi kalau untuk ac, kita meminta pertemuan dahalu antara pengembang dengan pedagang. Kalau sudah ada kesepakatan untuk pembayarakan harian pedagang, maka ac akan langsung kita nyalakan. Yang terpenting pertemuan dengan pedagang dulu, kalau sudah sepakat ya akan langsung di hidupkan," kata Budi ditemui di pelataran parkir Pasar Bambu Kuning.

Budi mengaku apa yang telah dilakukan oleh pihaknya, telah sesuai dengan kemauan pemerintah dan pedagang. Dan nantinya kalau telah selesai semua pembangunannya, Pasar Bambu Kuning ini akan menyerupai Mall. "Jadi nanti akan kita buat semi Mall, pengunjung juga akan nyaman kalau belanja di pasar ini," pungkasnya. (yay/p2/c1/wdi)

GADUH! Ada Mayat di Pasar Panjang

Posted: 20 Jan 2016 12:10 AM PST

radarlampung.co.id- Suasana Pasar Panjang Bandarlampung, mendadak gaduh. Ada mayat berjenis kelamin laki-laki, Rabu (20/1).

Belum diketahui penyebab kematian korban yang mengenakan baju warna putih dan celana pendek warna coklat tersebut. Namun dugaan sementara pria tersebut meninggal dikarenakan serangan jantung.

Neli (51) salah seorang pedagang menuturkan, sebelumnya meninggal diketahui korban datang ke pasar itu sekitar pukul 09.00 bersama dua rekannya. Hanya saja, temannya terlebih dahulu pulang dengan menggunakan angkutan kota (angkot).

"Korban sempat istrahat dulu disini, kemudian tiba-tiba jatuh. Waktu jatuh masih mendengar suara dengkuran suaranya, tidak lama kemudian sudah meninggal," ujarnya.

Menurut Neli, korban sepertinya merupakan pekerja di sebuah kapal. "Kalau saya dengar dari seorang temannya, dia itu sebagai juru masak di kapal dan saya baru pertama kali juga melihatnya," tuturnya.

Tak lama, petugas Inafis Polresta Bandar Lampung dan Polsekta Panjang datang ke TKP. (ozi/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar