Jumat, 15 Januari 2016

Deal, Rp119 M Masuk Lampung

Deal, Rp119 M Masuk Lampung


Deal, Rp119 M Masuk Lampung

Posted: 14 Jan 2016 11:38 PM PST

BANDARLAMPUNG - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Balai Besar Pelaksanaan Jalan III, melakukan penandatanganan kontrak kegiatan tahun anggaran (TA) 2016, kemarin (14/1).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan III Thomas Setiabudi Aden mengatakan, tahun ini penandatanganan dilakukan di Lampung. Sebab, provinsi ini mendapat anggaran sebesar Rp119 miliar lebih.

''Tahun ini penandatanganan dilakukan di Lampung. Karena saya lihat tahun ini Lampung siap menandatangani anggaran yang lebih besar dari empat provinsi lain yang masuk dalam daerah jalan III," ungkapnya di ruang rapat Hotel Grand Anugerah kemarin.

Sementara itu, jelas dia, untuk daerah jalan III terbagi dalam empat provinsi. Yakni Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, dan Bangkabelitung. Untuk nilai kontrak di tiga provinsi lain, yakni Sumsel senilai Rp10 miliar lebih, Bengkulu Rp85 miliar lebih, dan Bangkabelitung Rp27 miliar lebih.

Ia mengatakan, penandatangan tersebut dilakukan demi menindaklanjuti permintaan presiden Jokowi untuk melakukan percepatan lelang. "Sebab tahun lalu, kita baru mulai (lelang) pada Mei, dan Juni. Tahun ini, kami geber dimulai pada Januari," tukasnya.

Kemarin, total paket yang ditandatangani sebanyak 31 paket dengan nilai kontrak Rp242 miliar lebih. Sementara, paket yang telah ditandatangani untuk wilayah Lampung yakni preservasi Bukit Kemuning-batas Kota Bumi, dan Bukit Kemuning-Liwa dengan nilai kontrak Rp31.404.665.000; preservasi pemeliharaan preventif untuk jalan batas provinsi Bengkulu-Biha, dan Liwa-Gunung Kemala (Rp20.990.071.000).

Kemudian, preservasi rekonstruksi jalan Biha-Kota Agung (Rp28.859.057.000); core team (Rp7.675.497.500); dan perservasi rehabilitasi batas Provinsi Sumsel-Bukit Kemuning (Rp30.168.743.000)

''Di Lampung sudah ada lima PPK yang menandatangani kontrak. Kami berharap akhir November nanti untuk paket besar sudah selesai. Sedang paket kecil maksimum selesai pada Oktober 2016. Agar saat semua proyek telah rampung, kita bisa lelang lagi di bulan Januari. Sehingga ekonomi bisa terus berputar," pungkasnya. (ega/c1/ary)

DPRD Kritisi Proyek Dinas PU

Posted: 14 Jan 2016 11:36 PM PST

BANDARLAMPUNG – Terobosan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang fokus pada pembangunan infrastruktur jalan patut diacungi jempol. DPRD Lampung pun memberikan apresiasinya. Salah satunya dilontarkan anggota Badan Anggaran (Banang) Tony Eka Chandra. Menurutnya, sebelum M. Ridho Ficardo menjabat gubernur Lampung, banyak jalan rusak parah. Kini, setelah hampir dua tahun menjabat, keadaan jalan di provinsi ini sudah 70 persen dalam kondisi baik. ''Ini capaian yang positif,'' katanya.

Namun, lanjut sekretaris Komisi III DPRD Lampung itu, terobosan dan program bagus gubernur ternyata tidak diimplementasikan dengan baik oleh satuan kerja (satker). ''Banyak yang melakukan pekerjaan tidak maksimal,'' ujarnya.

Padahal, imbuh dia, infrastruktur merupakan parameter pertumbuhan ekonomi yang baik. ''Tetapi kondisi di lapangan, infrastruktur yang telah dibangun oleh Dinas Bina Marga (DBM) kualitasnya masih belum baik. Nah, aparat teknis yang bertanggung jawab atas itu ialah DBM, PPK, dan konsultan perencanaan. Termasuk konsultan pengawasan dan rekanan," paparnya.

Ketika fungsi pengawasan berjalan dengan baik, lanjut dia, maka dengan otomatis laporan hasil pemerikasaan (LHP) BKP terhadap kerugian Negara akan berkurang volumennya. Sebab, menurut dia, dalam rangka pencegahan kerugian Negara, aparat penegak hukum bersama dengan DPRD provinsi juga dapat melakukan pengawasan terhadap infrakstruktur.

''DPRD bisa memanggil Dinas PU beserta rekanannya, agar dilakukan perbaikan menurut hasil tinjauan DPRD jika kualitasnya belum memenuhi standar atau tidak sesuai spek yang ada dalam kontrak," tandasnya.

Terlepas dari itu, Tony mengatakan, anggaran infrakstruktur di tahun 2015 mencapai Rp1 triliun lebih. Sementara di tahun 2016, hanya digelontorkan dana sejumlah Rp600 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Lampung.

"Kalau saat ini sudah dalam keadaan 70 persen baik. sudah ditambahkan lagi dana sebesar Rp600 miliar, kami berharap di tahun mendatang kondisi jalan di provinsi Lampung sudah dalam keadaan yang lebih mantap," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi (pemprov) untuk segera melaksanakan program kerja 2016 secara cepat dan tepat sasaran.

Orang nomor satu di pemerintahan Lampung tersebut juga meminta agar segenap aparatur memaksimalkan kinerja di bidang pembangunan infrastruktur, pengadaan sarana dan prasarana pembangunan yang menunjang peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat.

Sebagai tidak lanjut dari instruksi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Lampung Budhi Darmawan mengatakan, hingga 2016, kondisi jalan di provinsi ini sudah mencapai 70 persen. Itu jika sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM).

Budhi juga mengatakan, masih mengusahakan agar persentase jalan mulus di Lampung bisa terus meningkat, meski anggaran yang diberikan untuk pembanguna infrakstruktur tidak sebesar tahun lalu.

"Kita masih terus usahakan agar bisa jadi 75 persen, walaupun anggaran yang diberikan menurun dari tahun sebelumnya. Kita tetap upayakan agar jadi 75 persen," tegasnya.

Sekadar diketahui, total anggaran pembangunan infrakstruktur yang diberikan pada 2015 mencapai Rp945 miliar. Namun, pada 2016 hanya diberikan sebesar Rp600 miliar. Kendati demikian, Budhi optimistis anggaran tersebut akan dapat meng-cover dana perbaikan jalan pada 2016.

Budhi mengatakan, gubernur telah meminta untuk mempercepat tender-tender. Karenanya, dalam waktu dekat segera mengumumkan rencana umum pengadaan (RUP). Prosesnya akan didahului perencanaan dan pengawasan. Serta, beberapa pekerjaan dengan jangka waktu panjang segera dilelang.

''Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini prosesnya mulai dari perencanaan dan pengawasan. Tetapi untuk keseluruhan akan kita lakukan secara bertahap mulai Januari," tandasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, untuk proses pengadaan telah mulai dilakukan. ''Untuk fisik yang akan kita dahulukan ada dua, dalam waktu dekat ini harus dilakukan. Tetapi yang lainnya juga tidak terlalu jauh dari itu. Segera kita lakukan pelelangan," paparnya. (ega/c1/ary)

Pariwisata Lampung Belum Satu Bahasa

Posted: 14 Jan 2016 11:31 PM PST

BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri menginginkan pariwisata Lampung menjadi sebuah industri. Karenanya perlu ada beberapa perbaikan, baik itu berupa akses maupun berbagai lini yang peduli dengan pariwisata Lampung.

''Pak Gubernur dan saya ingin pariwisata Lampung jadi industri. Karenanya, kami juga inginkan adanya perbaikan-perbaikan dari semua lini," ungkapnya saat ditemui usai rakor di ruang Abung kemarin (14/1).

Ia melanjutkan, dalam hal tersebut juga perlu adanya pembicaraan lebih lanjut dengan sektor-sektor yang membidangi pariwisata. Seperti pemilik hotel, pramuwisata, restoran, hingga tour and travel. Dia berkeinginan agar berbagai pihak tersebut bisa memiliki satu bahasa dan benar-benar mengetahui kondisi pariwisata di Lampung.

''Kalau bicara soal pariwisata, berarti melibatkan banyak pihak. Seperti hotel, pramuwisata, restoran, dan travel. Ini semua harus bisa satu bahasa dan paham bagaimana pariwisata," tukasnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk mengadakan rapat khusus guna membahas pariwisata secara teknis.

''Kalau pemerintah ini kan hanya bersifat mengarahkan, bahwa pariwisata Lampung itu harusnya seperti ini. Nah yang melakukan secara teknis ya hotel, pramuwisata, dan para pelaku bisnis pariwisata itu tadi. Karenanya, kami akan lakukan rapat kembali guna membahas ini secara teknis,"tandasnya.

Di samping itu, Tenaga Ahli Pemerintah Provinsi Lampung Bidang Pariwisata Idrus Djaendar Muda mengatakan, perlu adanya sikap peka dan peduli akan potensi-potensi pariwisata yang ada di Provinsi Lampung.

''Kita harus mempunyai sense of tourism. Langkah awal konkretnya adalah mengetahui potensi pariwisata yang ada," ujarnya. (ega/c1/ary)

Brigjen Ike Terima Pataka Wira Bhakti Ruwa Jurai

Posted: 14 Jan 2016 06:50 PM PST

radarlampung.co.id- Brigjen Edward Syah Pernong menyerahterimakan pataka Polda Lampung Wira Bhakti Ruwa Jurai kepada Brigjen Ike Edwin, di halaman Mapolda Lampung, Jumat (15/1).

Menurut Pernong yang kini menjadi Staf Ahli Kapolri, penyerahan pataka ini bukan hal yang seremonial. Tapi simbol Korps Bhayangkara dalam menunjukan keberanian, kesetiaan dan pengabdian di tanah Ruwa Jurai.

"Hari ini semangat itu, keberanian, pengabdian, kesetiaan sudah diemban Brigjen Ike Edwin sebagai kapolda Lampung," kata Pernong dalam amanatnya.

Maka itu, kata dia, seluruh jajaran Bhayangkara haris tegak lurus berdiri di belakang kapolda baru. Karena kehormatan tidak terpisahkan dari Korps ini. (dna/adi)  

Tamu di Mapolda Lampung Diperiksa Ekstra Ketat

Posted: 14 Jan 2016 05:52 PM PST

radarlampung.co.id- Polri telah menetapkan status Siaga 1 pascaledakan di Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Status ini juga berlaku di Polda Lampung.

Ketatnya pengamanan juga terlihat sebelum Upacara Parade dalam rangka serah terima pataka Polda Lampung Wira Bhakti Ruwa Jurai di mapolda, Jumat (15/1).

Tamu-tamu yang hadir diperiksa secara ketat oleh anggota provos di depan pintu masuk mapolda. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap jurnalis.

Dari pantauan radarlampung.co.id, jurnalis media online jejamo.com, Andi Apriyadi, menjalani pemeriksaan di depan pintu masuk. "Iya, tas saya diperiksa," ujar Andi. (dna/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar