Rabu, 06 Januari 2016

Pahami Filosofi Hidup dari Lakon "Karna Tanding"

Pahami Filosofi Hidup dari Lakon "Karna Tanding"


Pahami Filosofi Hidup dari Lakon "Karna Tanding"

Posted: 06 Jan 2016 07:25 AM PST

radarlampung.co.id- Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon "Karna Tanding" dalam rangka mensukseskan program Polda Lampung 2016 di lapangan mapolda, Rabu (6/1) malam berlangsung meriah.

Berdasar pantauan Radar Lampung, kursi di bawah tenda penuh terisi para undangan.

Pada kesempatan itu, terlihat Komandan Komandan Korem 043/ Garuda Hitam  Kolonel Inf. Joko P Putranto turut hadir. Sementara Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berhalangan hadir dan berwakil kepada Kadiskominfo Pemprov Sumarju Saeni.

"Di Indonesia salah satu budaya yang diidentikan dengan budaya dari suku Jawa adalah pewayangan yang merupakan filosofi kehidupan manusia. Tentang pertempuran antara hak dan bathil, tentang spirit perjuangan, keberanian, kesetiaan,kehormatan,dan akhlak serta pengorbanan," kata Kapolda Lampung Brigjen Edward Syah Pernong dalam sambutannya sebelum wayang kulit dimulai.

Menurut Pun, sapaan akrab Edward Syah Pernong, kegiatan ini terselenggara untuk memberikan motivasi kepada jajaran Polda lampung guna melestarikan budaya indonesia.

Sebab, sambung Pun, dari kisah pewayangan ini, lakon Karna Tanding merupakan sebuah lakon yang paling disukai dan dihayati secara mendalam.

Seusai sambutan sekitar pukul 21.00, Ki Dalang Supardi Romo Putro memulai pagelaran wayang kulitnya. (mhz/adi)

Siap-siap, Polri Rekrut 11.100 Calon Polisi

Posted: 06 Jan 2016 04:45 AM PST

radarlampung.co.id- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membuka penerimaan anggota polisi untuk tahun ini. Hal ini sesuai dasar Keputusan Kapolri Nomor Kep/1086/XII/2015 tanggal 4 Januari 2015 tentang Program Pelatihan (Prolat) Polri.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengatakan, tahun ini polri merekrut 11.100 calon polisi.

Rinciannya, penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), jumlah peserta didik sebanyak 300 orang, terdiri dari pria 250 dan wanita 50 orang. Pembukaan pendidikan pada 4 Agustus 2016 di Pendidikan Akpol Semarang, Jawa Tengah.

Selanjutnya, untuk penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), jumlah peserta Didik sebanyak 50 orang. Pembukaan pendidikan pada 7 Maret 2016 di Pendidikan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Jawa Barat.

Sulis—sapaan Sulistyaningsih—melanjutkan, untuk penerimaan Brigadir Polisi sebanyak 9.750 orang. Terdiri dari 600 polisi wanita (polwan) tugas umum (gasum); serta 9.150 pria yang terdiri dari 8.550 Bintara Gasum,450 Bintara Reskrim dan 150 Bintara Kepolisian Perairan (Polair). Pendidikan pada 10 Agustus 2016-7 Maret 2017.

Lama pendidikan Brigadir Polisi tujuh bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda, Sekolah Polwan (Sepolwan), Pusat Pendidikan (Pusdik) Gasum dan Pusdik Polair.

Sedangkan untuk Penerimaan Tamtama Brigade Mobil (Brimob) sebanyak 1.000 orang, terdiri 750 Tamtama Brimob dan 250 Tamtama Polair. Pendidikan selama lima bulan pada 19 Juli-15 Desember 2016 di Pusdik Brimob dan Pusdik Polair.

"Sehubungan dengan perihal tersebut, masing-masing Polres atau Pabanrim (Panitia Bantuan Penerimaan) anggota Polri 2016 akan segera mempersiapkan pelaksanaan kegiatan," ujar Sulis dalam rilisnya, Rabu (6/1).

Persiapan mulai dari sarana dan prasarana, pemasangan spanduk, baleho, brosur, selebaran dan pemutaran cakram padat atau compact disc (CD) sebagai sarana sosialisasi penerimaan anggota Polri 2016. Kemudian, agar melaksanakan sosialisasi ke SMA/sederajat dan mendata siswa klas XII yang berprestasi atau rangking 10 besar untuk dibina menjadi anggota Polri 2016.

"Para peminat yang akan mendaftar menjadi anggota Polri dapat dilakukan pembinaan, baik kesamaptaan jasmani, kesehatan dan psikologi, tanpa mengganggu persiapan ujian nasional calon siswa," pungkas Sulis. (dna/adi)

Nyambi Kurir Sabu, Pengantar Kue Diringkus

Posted: 05 Jan 2016 10:15 PM PST

radarlampung.co.id- Rifaldi Ramadhan (20) hanya bisa tertunduk dan mengaku menyesal di hadapan polisi.  Warga Jl. Ikan Kembung, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan (TbS) ini dibekuk polisi lantaran tertangkap tangan saat akan transaksi narkoba.

"Dari tangan tersangka, polisi menyita satu paket sedang narkoba jenis sabu-sabu yang terbungkus koran," terang Kanitnarkoba Iptu Herlan Arfa dalam ekpose di Mapolresta Bandarlampung, Rabu (6/1).

Penangkapan terhadap tersangka, kata Herlan, berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan di Jl. Antasari, Kelurahan Kalibalaukencana, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT) akan dilakukan transaksi narkoba.

Mengetahui hal tersebut, pada Selasa (5/1) polisi langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Sesampainya di sana, ternyata benar polisi berhasil mengamankan seseorang yang diduga memiliki sabu.

"Tersangka tidak bisa mengelak, setelah petugas berhasil menemukan narkoba yang terbungkus koran di tangannya. Dan langsung digelandang petugas ke Mapolresta Bandarlampung guna dimintai keterangan," terang Herlan.

Menurut Herlan, berdasar pemeriksaan polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari inisial KK (DPO). Yang rencananya hendak diantarkan kepada inisial LN (DPO) dan mendapat upah Rp50 ribu.

Terpisah, Rifaldi pria yang berprofesi sebagai pengantar kue itu, membantah ketika dikatakan sebagai pengedar. Ia hanya  mengaku hanya mengantarkan barang saja dari rekannya inisial KK.

"Saya tidak mengenal inisial LN. Saya hanya nganterin saja dan bukan pengedar. Setelah mengantarkan saya diberi upah 50 ribu," kata bapak satu ini.  (mhz/adi)

Galakkan Lagi KB, BKKBN Paparkan Program

Posted: 05 Jan 2016 09:41 PM PST

radarlampung.co.id- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mulai mengadakan evaluasi pada tahun 2016. Harapannya, agar program keluarga berencana (KB) bisa mulai digalakkan lagi.

Salah satunya dengan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menjelaskan, mulai dari kependudukan ada kuantitas yang harus dikendalikan agar tidak terjadi ledakan penduduk.

"Sebab, suksesnya ekonomi tidak akan ada artinya kalau masih ada ledakan penduduk yang tidak dapat dikendalikan," katanya dalam konferensi pers, Rabu (6/1).

Selain itu, dari segi kualitas penduduk ada mobilitas penduduk yang harus dikendalikan. Seperti, pengendalian variable kelahiran yang disebut KB.

Cara pengendaliannya, menurut Surya, yakni dengan menunda masa kelahiran, mensosialisasikan usia nikah minimal bagi wanita 21 tahun, dan pria 25 tahun.

"Untuk wanita minimal 21 tahun, ini juga penting untuk menekan angka kematian ibu saat melahirkan," ujarnya.

Lainnya, lanjut Surya, dengan memberi jarak kelahiran minimal 3 tahun. Itu dapat memberikan waktu bagi ibu untuk dapat memberikan asi eksklusif bagi bayinya.

Selain itu, BKKBN juga sedang menggalakan program kampung KB, untuk membangun desa dari pinggiran.

"Kampung KB itu merupakan program pembangunan langsung yang menyentuh kerakyatnya," tandasnya. (ega/adi)

Menteri Susi Beri Lampung 60 Kapal

Posted: 05 Jan 2016 08:55 PM PST

BANDARLAMPUNG – Kelompok nelayan mendapatkan perhatian lebih dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. Buktinya, Susi kembali berniat memberikan bantuan berupa ribuan unit kapal untuk kelompok nelayan yang ada di seluruh Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Setiato kepada Radar Lampung kemarin (5/1). ''Insya Allah, saat ini kami sedang mengusulkan agar Lampung bisa mendapatkan bantuan kapal untuk kelompok nelayan," katanya.

Dia menjelaskan, rencananya Menteri Susi menyerahkan bantuan sebanyak 3.000 unit kapal untuk kelompok nelayan di seluruh Indonesia. Sedangkan Lampung, lanjutnya, akan mendapatkan 60 unit kapal nelayan dengan ukuran 20 gross tonnage (GT).

"Ukuranya 20 GT biar bisa dipergunakan oleh nelayan. Saat ini masih dalam proses pengkajian, semoga saja (Lampung) bisa dapat 60 unit," ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya juga masih melakukan pengkajian ulang terhadap sejumlah kelompok nelayan yang benar-benar memenuhi kriteria dan dinilai harus benar-benar dapat membantu meningkatkan kualitas perikanan tangkap.

''Semua sedang kami kaji, bersabar saja. Tetapi yang jelas, Bu Susi bertekad bahwa nelayan harus dibantu dengan sebaik-baiknya," tukasnya.

Sementara saat disinggung tentang jenis kapal yang akan diberikan kepada nelayan tersebut, Setiato mengaku pihaknya juga masih mendiskusikan hal tersebut. Lebih jauh, ia mengatakan, itu juga masih menjadi perbincangan oleh kementerian. Sebab, secara teknis pemberian bantuan ini akan dilakukan oleh kementerian.

''Saat ini kita hanya tahu ukurannya. Nanti kita kaji lagi kira-kira jenis kapal apa yang mudah dioperasionalkan oleh nelayan," pungkasnya. (ega/c1/ary)

Wah, Gedung Pemkot Bakal 10 Lantai

Posted: 05 Jan 2016 08:51 PM PST

BANDARLAMPUNG – Diam-diam, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung punya ambisi untuk mempermegah kantor. Pemkot bakal merombak gedung. Dan tak tanggung-tanggung, gedung perkantoran pemkot akan dibuat menjadi 10 lantai.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam kemarin (5/1). Dia membenarkan jika kompleks perkantoran pusat pemerintahan Kota Tapis Berseri ini akan mengalami perombakan total.

''Ini merupakan program pembangunan di 2016. Karena memang sudah tercantum dalam APBD 2016, selain dari pembangunan dua fly over tentunya," terang dia.

Badri mengatakan alasan pihaknya berencana merombak gedung kantor Pemkot, lantaran volume aktivitas yang semakin padat dan mendesak. Nantinya diharapkan gedung baru itu akan menjadi icon pembangunan yang sudah dicapai pemerintah di kota ini.

"Pembangunan sudah mulai banyak dilakukan oleh Pemkot, jadi sudah seharusnya membangun kantornya lebih baik lagi. Ini akan menjadi icon kota kita," ungkapnya.

Terkait penggunaan gedung, Badri menuturkan akan diisi oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang selama ini terpisah. Sehingga dapat mempermudah koordinasi dan komunikasi antar Satker.

"Yang akan kita rombak itu gedung utama dan gedung BPKAD. Nantinya 10 lantai ini akan diisi BPKAD, BKD, Inspektorat, Sekretariat Daerah, ruang kerja wali kota. Gedung Semergou atau aula pertemuan akan dibuat di lantai dua, menjadi lebih luas dan lebih lapang," terangnya..

Terkait anggaran yang akan digelontorkan untuk renovasi gedung kantor, Badri mengaku belum mengetahui angkanya secara pasti. "Untuk tahap pertama itu sekitar Rp 30 miliar. Rinciannya ada di Dinas PU. Coba tanyakan saja ke mereka," pungkasnya.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Azwar, mengatakan belum memastikan anggaran pembangunan gedung prestisius itu.  "Anggaran belum bisa dipastikan karena kami sdengan menyusun perencanaannya," singkatnya. (yay/p5/c1/wdi)

Order Premium dan Solar Melonjak 2 Kali Lipat

Posted: 05 Jan 2016 05:46 PM PST

radarlampung.co.id- Polda Lampung mengklaim situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa (5/1) pukul 00.00. Memang ada laporan masyarakat tentang adanya kekosongan BBM jenis premium di beberapa SPBU di Bandarlampung.

Namun, kini sudah kembali normal dan Pertamina sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung.

"Pertamina melaporkan perkembangan stok BBM di SPBU Lampung. Penyaluran dari Terminal BBM Panjang berjalan sangat normal," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Angka pemesanan BBM sudah dua kali lipat dari angka normal. Oreder Premium dari SPBU biasanya hanya 2.000-an ton, sekarang hampir 4.000 ton. Begitu juga solar yang biasa 1.000-an ton sekarang lebih 2.000 ton.

Untuk stok di depot, kata Sulis—sapaan Sulistyaningsih, cukup untuk 14 hari kebutuhan se-Lampung dan dapat ditambah setiap pekannya. Dan karena armada mobil tangki jumlahnya tetap, maka otomatis pengiriman harus dilakukan bergantian.

"Jumlah SPBU se-Lampung ada 140. Di Bandarlampung hampir 35 dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Jadi tidak perlu khawatir tidak mendapatkan BBM pada hari ini dan seterusnya," ujar Sulis.

Dia menjelaskan, ada penundaan waktu pengantaran ke lokasi SPBU mengingat tingginya permintaan pengiriman pada satu hari dengan jumlah mobil tangki yang tidak bertambah.

Sedangkan waktu pengiriman juga sudah dipercepat. Biasanya mobil tangki bekerja sekitar pukul 06.00 pagi, pada Selasa (5/1) dimulai pukul 00.00.

"Dan di depot bekerja tanpa henti sampai saat ini, jadi tidak perlu khawatir," pungkas Sulis. (dna/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar