Senin, 18 Januari 2016

Personel Polda Lampung Penting Baca Ini!

Personel Polda Lampung Penting Baca Ini!


Personel Polda Lampung Penting Baca Ini!

Posted: 18 Jan 2016 08:59 AM PST

radarlampung.co.id - Pada masa kepemimpinannya, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin akan menyiapkan polisi di mana-mana. Jika perlu, dia akan berdiri di lapangan sehingga jajarannya segera mengikuti.

Ike mengatakan, pada pukul 07.00-09.00, seluruh jajaran kepolisian harus berada di lapangan. Mulai dari polisi lalu lintas (polantas), Sabhara, Babinkamtimbas, termasuk perwira yang berada di polda, polresta dan polsekta.

"Pagi hari macet. Jangan ada polisi yang menonton berita televisi, menonton sinetron, atau mengobrol. Yang apel kalau perlu hanya staf saja. Kapolda saja keluar pukul 05.30, itu kebiasaan saya. Jadi sekarang polisi ada di mana-mana," kata Ike ketika menyambangi Graha Pena Lampung--markas Radar Lampung--Senin (18/1) petang. Begitu juga sore hari pada pukul 16.30-19.30.

"Polisi yang tidak merasakan itu, berarti tidak menikmati menjadi polisi. Berdiri, kepanasan di lapangan itu kan memang pekerjaan polisi. Kalau mau ke salon, cukup sebulan sekali," selorohnya.

Mantan Wakapolda Sulawesi Selatan dan Barat ini melanjutkan, akan melakukan Operasi Sepanjang Masa. Dimana, sebanyak sembilan polsekta jajaran Polresta Bandarlampung akan beroperasi setiap dua jam.

Hal ini salah satunya untuk menekan angka kriminalitas terutama pencurian kendaraan bermotor. (dna/adi)

Paparkan Program PIIL Polisi

Posted: 18 Jan 2016 06:45 AM PST

radarlampung.co.id- Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengunjungi Graha Pena Lampung, Senin (18/1) petang. Mantan Wakapolda Sulawesi Selatan dan Barat ini didampingi pejabat utama Polda Lampung menyambangi markas Radar Lampung untuk memaparkan arah kebijakan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam sambutannya, Ike yang baru lima hari bertugas di kampung halamannya ini mengatakan, sejumlah program kerja sudah disiapkan. Diantaranya Program PIIL Polisi. PIIL merupakan akronim yang menggambarkan komitmen dan tugas pokok Polri. Yakni P=Profesional, I=Integritas, I=Iman dan Takwa, serta L=Law Inforcement.

"Piil Pesinggiri merupakan warisan nenek moyang orang Lampung. Piil itu artinya komitmen dan Pesenggiri adalah harga diri. Nah, kerja-kerja polisi akan menggambarkan kearifan lokal tersebut," kata Ike didampingi Wakapolda Lampung Kombes Bonifasius Tampoi.

Pada kunjungan itu, Kapolda dan jajaran disambut General Manager Radar Lampung Purna Wirawan dan jajaran. (dna/adi)

Kapolda Kunjungi Radar Lampung

Posted: 18 Jan 2016 02:36 AM PST

Tunjangan Sertifikasi IV/2015 Cair Hari Ini

Posted: 17 Jan 2016 11:15 PM PST

Dibayar Satu Bulan Dulu
BANDARLAMPUNG – Para guru di Kota Bandarlampung resah. Penyebabnya, tunjangan sertifikasi triwulan IV/2015 tak kunjung dibayar. Menjawab keresahan itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandarlampung angkat bicara.

BPKAD menyatakan, pencairan dana sertifikasi guru triwulan IV/2015 dimulai hari ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPKAD Trisno Andreas kepada wartawan kemarin.

Hanya, dia memastikan pencairan dana sertifkasi tersebut sementara untuk satu bulan saja. Sisanya, sebanyak 2 bulan, akan dibayar secara mengangsur.     ''Dana yang dipersiapkan mencapai Rp18 miliar untuk pembayaran satu bulan dulu yang diperuntukkan 3.000 guru," kata Trisno.

Menurut dia, SK pencairan sudah disetujui oleh Pj. Wali Kota Bandarlampung Sulpakar pada Jumat (15/1). ''Betul sudah ditandatangani Pak Wali Kota SK pencairannya. Besok (hari ini) tinggal disalurkan saja dari kas daerah kepada guru-guru yang berhak menerimanya," katanya.

Secara akumulatif di 2015, anggaran sertifikasi guru mencapai Rp212 miliar. Trisno menjelaskan, dana tersebut per triwulannya dibayarkan sekitar Rp53 miliar. "Per bulannya itu dana yang dikeluarkan sekitar Rp17-18 Milyar yang dicover untuk ribuan guru tadi," imbuh  dia.

Trisno menarget, pembayaran sertifikasi 2015 lunas pada februari 2016. Sementara, untuk sertifikasi triwulan I 2016 rencananya akan dibayarkan pada bulan april. "Itu paling lambat. Untuk itu, itu kami minta guru tetap bersikap positif dan menjaga situasi kondusif," tukasnya.

Sebelumnya, terkait pencairan triwulan IV/2015 ini sejumlah guru mengaku sudah dimintai tanda tangan pencairan. ''Kami bingung mengapa Dinas Pendidikan (Disdik) Bandarlampung meminta kami tanda tangan di kertas kosong. Padahal pada pencairan sertifikasi sebelumnya tidak pernah,'' ungkap salah satu guru SD yang menolak namanya dikorankan.

Senada disampaikan guru lainnya. Menurut dia, biasanya tanda tangan dibubuhkan di atas kertas yang sudah dilampirkan surat keputusan (SK) mengajar setiap guru. ''Makanya heran dengan sistem yang sekarang,'' bebernya.

Kepala Disdik Bandarlampung Suhendar Zuber mengaku belum mengetahui prihal tersebut. ''Mungkin guru salah paham, bisa jadi tandatangan yang dimaksud itu untuk pendataan guru. Jumlah gurunya kan banyak, jadi prosesnya harus cepat. Tapi kami akan segera melakukan croschek ke lapangan,'' katanya.

Terpisah, Sekretaris Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Parwono menyatakan, para guru memang menunggu pencairan sertifikasi triwulan IV/2015. Menurut dia FMGI menunggu komitmen dari pemerintah untuk melunasi sertifikasi triwulan IV/2015.

''Kita masih nunggu ini kok mbak. Kalau nantinya mereka belum mencairkan, kita bakal menanyakan ini ke Disdik lagi. Kita minta informasi ke mereka. Terkait ancaman guru yang mau nglurug, saya nggak bisa melarang itu. Yang penting kita lihat iktikad baik dari mereka dulu," tutupnya. (nan/p2/c1/wdi)

BRT Buka Jalur Antasari-Pahoman

Posted: 17 Jan 2016 10:41 PM PST

BANDARLAMPUNG - Kabar baik bagi warga di sekitaran Jl. P. Antasari–Pahoman, Bandarlampung. Bus rapid transit (BRT) bakal membuka kembali satu koridor yang melayani jalur tersebut. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandarlampung I Kadek Sumarta kemarin (17/1). Pembukaan satu koridor ini hasil kesepakatan antara pihak BRT dengan Persatuan Pengemudi dan Pengusaha Angkot Bandar Lampung (P3ABL).

''Sudah ada kesepakatan untuk membuka kembali satu koridor untuk jalur Ir. Sutami. Asalkan memang memenuhi komitmen awal," katanya.

Komitmen tersebut antara lain, tidak boleh menaikan dan menurunkan penumpang diluar halte. Mengetem hanya boleh dilakukan selama 10 menit. Sebab jeda antar keberangkatan BRT hanya selama 10 menit.

"Jalur BRT koridor Sutami ini, akan melewati daerah Pahoman, kemudian lewat Jalan Pangeran Antasari dan masuk kejalan Ir Sutami," lanjutnya.

Tadinya dari tujuh koridor yang tersedia, hanya tiga koridor yang dioperasikan. Sebelumnya ketujuh koridor itu adalah Rajabasa – Sukaraja; Korpri – Sukaraja; Kemiling – Sukaraja; Ir. Sutami – Tanjung Karang; Panjang – Citra Garden; Rajabasa – Citra Garden dan Rajabasa – Panjang.

"Sehingga jika ditambah dengan koridor sutami, aka nada empat koridor yang dibuka, yakni Korpri - Sukaraja,Kemiling- Sukaraja dan Rajabasa - Panjang," lanjutnya.

Dia menyebutkan ditutupnya koridor tersebut lantaran manajemen BRTmengalami kerugian. Selain itu keberadaan penumpang juga relatif sedikit.

Kemudian mengenai halte-halte BRT yang belum selesai dibangun. Pihaknya meminta pihak ketiga yang telah ditunjuk untuk segera melanjutkan pembangunannya.

"Secara bertahap akan dilanjutkan pembangunan halte. Khusus BRT pada koridor Sutami, karena belum ada satupun halte yang dibangun, Dishub berencana akan memasang rambu-rambu yang nantinya disepakati titik-titik dimana saja yang akan dipasang rambu, sampai pembangunan halte dilaksanakan oleh pihak ketiga," kata Kadek.

Dia juga berharap agar jalur BRT koridor Sutami ini bisa secepatnya beroperasi kembali. Karena memang masyarakat membutuhkan.

"Kita sudah banyak terima keluhan masyarakat mengenai hilangnya jalur BRT koridor Sutami ini. Mudah-mudah pihak BRT bisa cepat memulai kembali koridor Sutami ini," tutur Kadek. (yay/p2/c1/wdi)

SBSI Kawal Korban PHK PT Hanjung

Posted: 17 Jan 2016 10:29 PM PST

BANDARLAMPUNG – Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Bandarlampung mengambil sikap soal pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Hanjung beberapa waktu lalu. SBSI 1992 menyatakan bakal mengawal kasus tersebut. Ketua SBSI 1992 Bandarlampung Deny Suryawan mengatakan, sampai kemarin dirinya belum mendapat kejelasan masalah pesangon, upah, dan hak lain para mantan karyawan yang di-PHK.

''Kami akan siap membantu dan mengawal masalah ini hingga tahap pengadilan," katanya saat menghubungi Radar Lampung kemarin (17/1).

Hanya saja, upaya mereka itu dapat dilakukan apabila para eks karyawan tersebut datang dan meminta mereka untuk mengadvokasi masalah ini.

"Jika mereka kesulitan untuk mengadukan masalah ini kemana lagi, kami sangat siap untuk membantu," lanjutnya.

Deny menilai, sejauh ini permasalahan pemberian pesangon eks karyawan PT Hanjung ini terkesan berjalan ditempat. Bahkan cenderung lamban memberikan solusi. "Datang saja ke kantor kami, alamatnya di jalan tupai (bakti),  Gng Manggis No 61,Kedaton,"ujarnya.

Alasan lainnya, kata Deny, para karyawan tersebut juga banyak tidak  mendapatkan hak selama berkerja. Misal, meski berstatus kontrak, namun sebagian besar dari karyawan tersebut rata-rata bekerja lebih dari tiga tahun.

Sehingga sebagai perusahaan wajib melakukan timbal balik atas kinerja mereka. Kemudian alasan perusahaan yang sedang dalam kondisi merugi atau pailit, tidak dapat dijadikan dasar untuk menagguhkan pemberian pesangon.

"Yang menyatakan pailit itu hanya pengadilan, perusahaan tidak bisa menyatakan dirinya pailit untuk menghindari kewajiban memberikan hak karyawan,"terusnya.

Tetapi apabila perusahaan memang dalam keadaan pailit, perusahaan masih memiliki aset-aset yang bernilai, yang seharusnya bisa ditunaikan dan digunakan untuk membayarkan hak pesangon. (yay/c1/wdi)

Suplai Listrik Bertambah 30 MVA

Posted: 17 Jan 2016 10:28 PM PST

BANDARLAMPUNG - Gardu Induk (GI) Kotaagung, Tanggamus, pertengahan Januari ini mulai beroperasi. Harapannya, tegangan listrik untuk Kotaagung dan sekitarnya lebih baik. Manager Senior Public Relations PLN Agung Murdifi mengatakan, GI ini menyambung pasokan listrik dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pangelaran Kotaagung dobel sirkit.

Energine SUTT 150 kV yang panjangnya mencapai 79,3 kilometer sirkit (kms) ini resmi dilakukan 15 Januari 2016, sedangkan energize untuk line pertama telah dilakukan sejak 29 Desember 2015.

Selama ini drop tegangan listrik di wilayah Kabupaten Tanggamus, salah satunya disebabkan jauhnya pendistribusian listrik yakni dari GI Pagelaran Pringsewu ke Kota Agung. Dengan beroperasinya GI 150 kV Kota Agung, maka tegangan pelayanan di daerah Kota Agung dan sekitarnya akan menjadi lebih baik dari rata-rata 13,3 kV menjadi rata-rata 18,7 kV.

Seiring dengan membaiknya kualitas tegangan ini, maka kedepannya PLN akan mampu melayani desa-desa di Kota Agung dan sekitarnya yang masih belum bisa menikmati aliran listrik. Termasuk menyambung listrik untuk pelanggan industri yang selama ini belum bisa terlayani.

"Kami berharap dengan adanya GI Kotaagung ini akan meningkatkan rasio elektrifikasi dan meningkatkan pertumbuhan Industri di Lampung," kata Agung Murdifi dalam rilisnya ke Radar Lampung.

Beban puncak di daerah Kotaagung yang terdiri dari 20 kecamatan dengan 302 desa mencapai 8,56 megawatt (MW). Energi listrik di pasok dari Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Batu Tegi 2 x 14 MW.

Pengerjaan GI Kotaagung ini sempat mengalami kendala pembebasan lahan dan ruang bebas (Right of Ways/ROW). Namun, berkat dukungan penuh dari Pemerintah setempat, pembangunan GI dapat diselesaikan dan memperbaiki kualitas pasokan listrik setempat.

Secara umum, sistem kelistrikan di Provinsi Lampung memiliki daya mampu sekitar 540 MW dan tambahan pasokan dari sistem kelistrikan Sumatera sekitar 325 MW. Daya Mampu 865 MW tersebut memasok listrik untuk sekitar 1,7 juta pelanggan. Hingga 2019 nanti, PLN akan membangun senjumlah GI dan transmisi untuk memperkuat kelistrikan Lampung, antara lain GI Mesuji, GI Jatiagung, GI Liwa. (rls/c1/ary)

Kesbangpol Minta Laporkan Organisasi "Aneh"

Posted: 17 Jan 2016 10:05 PM PST

radarlampung.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Kesbangpol mengadakan rapat koordinasi membahas isu pergerakan paham radikal di wilayah Lampung.


Rakor dengan pihak terkait seperti bidang hukum pemprov dan pihak kepolisian daerah (Polda) Lampung itu bertempat di Ruang Abung, Senin (18/1).


Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Lampung Irwan Sihar Marpaung menghimbau kepada seluruh masyarakat Lampung untuk berhati-hati terhadap organisasi baru yang muncul di masyarakat.


"Harus dicermati benar-benar. Memang awalnya bagus, seperti ada kegiatan sosialnya, tetapi kemudian lama-kelamaan menyimpang. Nah, ini yang kemudian harus di laporkan masyarakat kepada kami (Kesbangpol, red)," ungkapnya.


Sejauh ini, lanjut dia, gerakan paham radikal yang terdaftar di Badan Kesbangpol Lampung hanya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).


"Sejauh ini yang terdaftar baru Gafatr. Karena yang paling tahu soal itu sebenarnya masyarakat. Makanya, jika masyarakat menemukan adanya organisasi baru yang "aneh", harap segera dilaporkan," katanya. (ega/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar