Rabu, 13 Januari 2016

Ridho Dilantik jadi Ketua Mabida Pramuka

Ridho Dilantik jadi Ketua Mabida Pramuka


Ridho Dilantik jadi Ketua Mabida Pramuka

Posted: 13 Jan 2016 01:20 AM PST

radarlampung.co.id- Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Adhyaksa Dault melantik Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Pramuka Lampung 2016-2020, di Balai Keratun, Bandar Lampung, Rabu (13/1).

Selain itu, juga dilantik Wakil Gubernur (Wagub) Bachtiar Basri sebagai Ka Mabidari dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lampung Idrus Effendi sebagai Ka Kwarda serta 321 pengurus Pramuka Lampung, diantaranya sebanyak 101 Mabida, 201 Kwarda, dan 19 DKD.

Ridho menyampaikan bahwa dari pramukalah ia banyak belajar mengenai kepemimpinan dan tanggung jawab. Untuk itu ia berharap, anggota pramuka benar-benar bisa memanfaatkan pramuka untuk menempa dan membentuk karakter dirinya.

Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter anak bangsa, Ridho inginkan lebih terbuka dan tidak mengekslusifkan diri, dan lebih mengayomi masyarakat terutama generasi muda agar fungsi Pramuka bisa membentengi generasi penerus terhindar dari perilaku menyimpang terutama narkoba.

Adhyaksa Dault yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengungkapkan, pramuka mempunyai proses pada setiap tahapan mendapatkan lencana. Sehingga pramuka tempat yang benar-benar baik tenpat menempa diri, dan siap memikul tanggung jawab. Dan akan melahirkan pemimpin-pemimpin bermental kuat.

Pelantikan ini selain dihadiri Forkopimda yang juga dilantik sebagai anggota Mabida Pramuka Lampung, juga dihadiri senior-senior Pramuka, pengurus Pramuka, dan ratusan anggota pramuka dari berbagai sekolah di Lampung. (ega/rls/adi)




Pohon Tumbang Telan Korban

Posted: 12 Jan 2016 11:38 PM PST

Pemkot Belum Beri Bantuan
BANDARLAMPUNG – Penjabat (Pj.) Wali Kota Bandarlampung Sulpakar pantas marah dengan jajarannya. Sebab, instruksinya saat rapat koordinasi (rakor) pada Senin (11/1) sepertinya tak diindahkan. Pada rakor tersebut, Sulpakar sempat berpesan agar satker terkait  mengantisipasi datangnya musim hujan. Salah satunya mewaspadai pohon tumbang.

Namun sekitar pukul 10.30 WIB kemarin (12/1), sebuah pohon kedondong di Jl. Yos Sudarso, Waylunik, Panjang, tumbang. Pohon setinggi 15 meter dan berdiamater 1,5 meter tersebut menimpa Edy Irawan (50) dan anaknya, Qeysa Nisa (9).

Saat itu, Edy bersama anaknya tengah melintas di jalan tersebut menggunakan motor Jupiter MX BE 3781 CS. Akibat kejadian ini, keduanya mengalami luka-luka sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Waras Bandarlampung. Sedangkan motor mengalami rusak berat pada bagian depan.

Lurah Waylunik Nurcahyo membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menilai tidak ada yang bisa menduga jika pohon tersebut akan roboh hingga menimbulkan korban.

''Saat itu korban dari Panjang menuju Tanjungkarang Pusat. Tiba-tiba pohonnya tumbang dan mengenai mereka," katanya.

Menurutnya, kemungkinan penyebab pohon tumbang adalah hujan deras beserta angin kencang yang terjadi tadi malam. "Mungkin tanahnya jadi lembek gara-gara hujan semalam," ucapnya.

Ke depan, kata dia, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, ia berjani segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) untuk memangkas pohon-pohon di wilayah tersebut.

''Saya akan melapor ke wali kota untuk meminta pohon-pohon di sepanjang Jl. Yos Sudarso secepatnya dirapikan," janjinya.

Sementara, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung Wisnu saat dihubungi kemarin sore mengatakan, pihaknya dibantu polisi tengah berupaya mengevakuasi pohon yang sempat menghalangi sebagian badan jalan.

"Kami pindahkan ke pinggir jalan dengan forklift dari pabrik sekitar. Sisanya kami potong dengan gergaji mesin. Tadi sempat macet, tapi sekarang sudah normal lagi," katanya.

Sementara, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Bandarlampung memastikan tidak menanggung pengobatan korban yang tertimpa pohon.

Sebab, menurut Kadisbertam Bandarlampung Zainuddin, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk memberi santunan terhadap korban tertimpa pohon.

"Tugas kami hanya mengevakuasi dan menebang pohon. Untuk santunan tidak ada, coba tanyakan ke BPBD atau Dinas Sosial," ujarnya singkat.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Bandarlampung Tole Dailami mengatakan, pihaknya juga tidak ada anggaran khusus untuk penanganan korban bencana pohon tumbang.

Dia menjelaskan, semua bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat harus melalui mekanisme nota dinas dari wali kota.

"Jika tidak ada instruksi dari wali kota, kami tidak berwenang memberikan bantuan dalam bentuk santunan tunai," kata dia.

 Untuk musibah yang menimpa Edy dan anaknya, Tole menyarankan agar camat dan lurah segera berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengeolaan Keuangan dan Aset Daerah) terkait pengajuan bantuan. (yay/p5/c1/whk)

Puskesmas Sukamaju Dibanjiri Lumpur

Posted: 12 Jan 2016 11:34 PM PST

Pasien Rawat Inap Terganggu
BANDARLAMPUNG – Puskesmas Rawat Inap Sukamaju yang berlokasi di Jl. R.E. Martadinata, Telukbetung Barat (TbB), Bandarlampung, terendam lumpur setinggi sekitar lima sentimeter kemarin (12/1). Pantauan Radar Lampung kemarin, halaman depan dan belakang puskesmas itu ditutupi lumpur. Sementara di dalamnya sempat terendam, namun sudah dibersihkan oleh petugas puskesmas.  

Menurut Kasubbag TU Puskesmas Sukamaju Linda, lumpur tersebut berasal dari bukit yang berada dekat puskesmas. Di perbukitan itu tengah dibangun perumahan.

"Setiap hujan deras, lumpur pasti turun ke sini. Di bukit itu kan sedang ada proyek pembangunan perumahan," kata wanita berhijab ini kemarin.

Dia  melanjutkan, akibat rendaman lumpur itu, warga yang hendak berobat dan keluarga pasien rawat inap terganggu. Terlebih lumpur juga menutup beberapa siring yang berfungsi sebagai saluran pembuangan.

"Akibat lumpur ini juga, tempat saluran pembuangan ruang persalinan terpaksa ditutup. Kalau seperti ini terus, bagaimana kami mau buang sisa limbah orang bersalin nanti? Anehnya, hingga saat ini pihak pengembang perumahan di atas bukit itu tidak ada tindakan sama sekali," keluhnya.

Padahal, lanjut dia, sejak ada aktifitas pembangunan proyek itu, lumpur terus membanjiri halaman puskesmas, rumah warga, dan drainase setiap hujan deras mengguyur wilayah itu.

"Kami mengharapkan adanya tindakan. Sehingga Lumpur itu tidak ada lagi," pintanya.

Senada dikatakan Dolimi (60), warga setempat. Menurutnya, masyarakat yang akan berobat ke puskesmas itu terganggu akibat lumpur tersebut.

"Baik sepeda motor maupun pejalan kaki banyak yang terpeleset. Saat ini, banjir lumpurnya sudah angat menghawatirkan sekali mas," kata dia.

Pria yang membuka warung bakso itu juga menilai, satuan kerja terkait seolah tutup mata terkait permasalahan ini. "Setahu saya, permasalahan ini sudah dilaporkan ke dinas terkait. Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Untuk itu, kami berharap ada tindakan dari dinas terkait," harapnya.(ozy/p5/c1/whk)

Siang Ini, Warga Kotabaru-Rawalaut Gelar Konpres

Posted: 12 Jan 2016 09:05 PM PST

radarlampung.co.id-  Ratusan warga pinggir rel, Kelurahan Kotabaru dan Rawalaut, Bandarlampung, mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) setempat.  Muhammad Ilyas, kepala Divisi Hak Sipil dan Politik LBH Bandarlampung, mengatakan, mereka mengadu terkait pembangunan tembok sejauh 6 kilometer (km).

"Hari ini puluhan bahkan ratusan warga yang mengalami intimidasi, hilangnya akses sosial, hak atas perumahan, hak untuk hidup tentram akan datang dan mengadukan permasalahan tesebut ke rumah rakyat, rumah pencari keadilan, LBH Bandarlampung dan meminta dampingan secara hukum," kata Ilyas, Rabu (13/1).

Menurut dia, pembangunan tembok dengan dalih keamanan yang tanpa sosialisasi tersebut, langsung bersentuhan dengan aktifitas sosial, pendidikan dan keagamaan masyarakat.  

Penolakan dan perjuangan masyarakat melalui wakil-wakil rakyat pun telah warga tempuh, tetapi belum membuahkan hasil.

"Dan malah intimidasi dari oknum-oknum yang menjadi backing pembangunan tembok tersebut mereka dapat. Parahnya Pemerintah Kota Bandarlampung terkesan acuh melihat warganya terjepit pembangunan tembok tersebut," ujar Ilyas.

Usai mengadu ke LBH, rencananya warga yang menjadi korban pembangunan tembok tersebut akan menggelar konferensi pers (konpres) pukul 14.00 siang ini. (dna/adi)

Besok, Kapolda Brigjen Ike Edwin Tiba di Lampung

Posted: 12 Jan 2016 06:37 PM PST

radarlampung.co.id- Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin yang baru dilantik Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada Senin (11/1), dijadwalkan tiba di provinsi ini, Kamis (14/1) besok.

"‎Penyambutan dan pisah sambut dengan kapolda sebelumnya, Brigjen Edward Syah Pernong, digelar selama dua hari," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih‎, Rabu (13/1).

Sulis--sapaan akrabnya--menjelaskan, penyambutan Ike Edwin di Bandara Raden Intan dijadwalkan Kamis‎ pukul 07.00.
Sedangkan upacara serah terima pataka polda pada Jumat ‎(15/1) pukul 07.00 dan pisah sambut di Hotel Novotel pukul 19.00.

‎"Acara pisah sambut dan ramah-tamah akan dihadiri gubernur dan raja-raja Gowa, Sulawesi," kata polwan berjilbab ini. (dna/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar