Kamis, 18 Februari 2016

Begini Jurus Gubernur

Begini Jurus Gubernur


Begini Jurus Gubernur

Posted: 18 Feb 2016 10:58 AM PST

radarlampung.co.id – Sebagai pintu gerbang, Provinsi Lampung menjadi wilayah vital pertumbuhan perekonomian Sumatera. Mau tak mau,  percepatan pembangunan di Lampung tak bisa ditawar-tawar lagi.

Berangkat dari gagasan ini, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo membeber senjata pamungkas untuk pembangunan Lampung dan turut serta dalam peran strategis di Sumatera.

Jurus ini dibeber gubernur saat menerima rombongan utusan staf ahli Kementerian Perhubungan Republik Indonesia  di ruang kerjanya, Kamis (18/2). 

''Salah satu konsentrasi Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung laju percepatan pembangunan di Lampung dan Sumatera yakni menguatkan aspek konektivitas antar wilayah,'' kata Ridho Ficardo seperti disampaikan Karo Humas dan Protokol Bayana, dalam siaran persnya yang diterima radarlampung.co.id, Kamis (18/2).

Yang sudah dilakukan, pertama adalah percepatan perluasan landas pacu dan pembangunan fasilitas pendukung bandara Radin Inten II, Lampung Selatan yang menjadi prasyarat menjadi bandara Internasional.

Kedua, pembangunan landas pacu bandara Pekon Serai. Tujuannya agar jenis pesawat berbadan besar bisa landing.  ''Hal ini terkait dengan upaya Pemerintah Provinsi Lampung mendorong sektor pariwisata di Pesisir Barat,'' kata Ridho lagi.

Yang terakhir adalah penambahan dan perluasan dermaga di Bakauheni hal ini menjadi suatu keharusan karena terkait dengan pembangunan jalan tol Sumatera.  ''Ini akan membawa dampak yang cukup signifikan bagi penambahan arus kendaraan di Bakauheni,'' paparnya. (ary)

Ridho Backup Pemkot

Posted: 18 Feb 2016 10:48 AM PST

radarlampung.co.id – Sinkronisasi program kerja pemerintah pusat, provinsi dengan kebutuhan pembangunan kabupaten kota juga menjadi program utama Pemerintah provinsi.

Pemprov melihat Bandarlampung sebagai ibukota provinsi terus menggeliat. Ini ditandai dengan munculnya kemacetan dibeberapa ruas jalan pada jam-jam tertentu.
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo memastikan turut serta membantu  memecahkan problem kemacetan di Bandarlampung.

Salahsatu faktor yang paling jelas terlihat adalah kereta Babaranjang yang melintas tengah kota Bandarlampung. ''Ini sudah kita sikapi dengan menyiapkan jalur rel pengalihan agar tidak masuk ke kota Bandarlampung.

Pemrov Lampung juga tengah merancang konsep kereta api Bandarlampung-Bandara Radin Inten II berjenis commuter,'' kata M. Ridho Ficardo.

Nantinya, kereta akan transit pada stasiun-stasiun kecil yang dilalui. ''Besar harapan hal ini juga akan mengurangi beban jalan karena adanya pengalihan penggunaan moda transportasi ke kereta api,'' tutupnya.

Kabag Humas Pemprov Lampung Heriyansyah menambahkan dalam kesempatan yang sama staf ahli bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan Kementerian Perhubungan ini sebagai bentuk sinergi  pemerintah pusat dengan kebutuhan pembangunan di daerah.

 ''Hadir dalam audiensi ini staf ahli bidang logistik multi moda dan keselamatan perhubungan, staf khusus kementerian perhubungan bidang antar lembaga M. Atok Urrahman, staf ahli pemerintah provinsi bidang pemerintahan Rimir Mihardi, kepala dinas perhubungan Idrus Effendi, serta para pejabat eselon pada kementerian perhubungan dan dinas perhubungan Lampung,'' pungkas Heri. (ary)

Walah, Angkot Kota Mogok!

Posted: 17 Feb 2016 11:02 PM PST

radarlampung.co.id. - Masyarakat Bandarlampung, khususnya dari Rajabasa yang hendak ke pusat kota, harus mencari transportasi selain angkutan kota (angkot).

Ya, angkot yang biasa beroperasi dengan trayek Rajabasa-Tanjungkarang Kamis (18/2) hari ini mogok. Penyebabnya, Dishub Bandarlampung bakal merubah jalur trayek mereka. Sopir protes lantaran ini dinilai menyulitkan operasional mereka.

Kini, belasan angkot trayek Rajabasa-Tanjungkarang itu terparkir rapi di Lapangan Saburai. Ada juga beberapa angkot trayek Wayhalim, Ratulangi, dan Pahoman.

"Kami keberatan dengan trayek baru. Siang ini kami mogok untuk sebagai bentuk ketidaksetujuan kami," ujar Daud, perwakilan pengemudi kepada Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin. Dang Ike --panggilan akrab Kapolda-- saat itu memang sedang "ngantor" di Lapangan Saburai. (sur/ade)

Kapolda Kaget, Ada Brimob Makan Gaji Buta Dua Tahun

Posted: 17 Feb 2016 09:00 PM PST

radarlampung.co.id - Budaya titip absen tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa. Di satuan Brimob polda Lampung ternyata juga ada.

Ini terungkap pada laporan yang dilakukan M. Ridwan di tenda pelaporan program excellent police service, di Lapangan Saburai, Bandarlampung, Kamis (18/2).

Menurut Ridwan, anggota Brimob itu adalah Bripka Andi Supriyadi. Dari penuturan Ridwan, selain anggota kepolisian, Andi juga merupakan rekan bisnisnya.

"Meski statusnya sebagai anggota brimob, tapi ia sering kemana-mana bareng saya. Meninggalkan kewajibannya sebagai anggota brimob untuk urusan bisnis dan lain-lain," ujar Ridwan di hadapan Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin.

Edwin pun dibuat geram atas laporan tersebut. Pasalnya, selama dua tahun terakhir menjadi anggota, gaji yang bersangkutan tetap tersalurkan meski meninggalkan kewajibannya. Artinya, ujar Edwin, oknum brimob tersebut telah makan gaji buta.

"Periksa. Ini menyangkut jiwa kedisiplinan yang memang wajib kita tegakkan. Jangan ada titip absen dengan alasan jiwa korsa atau istilah wani piro," tegas Edwin. (sur/ade)

Mulai Hari Ini, Polisi Ngantor di Saburai

Posted: 17 Feb 2016 08:43 PM PST

radarlampung.co.id - Polda Lampung resmi me-launching program excellent police service, di lapangan Saburai, Bandarlampung. Program dengan nama lain "polisi ngantor di luar" ini dibuka langsung oleh Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin.

Di bawah tenda berukuran sekitar 4 x 10 meter, Edwin mendengarkan langsung laporan yang disampaikan masyarakat. Kapolda pun turut meminta pejabat-pejabat kepolisian mendampinginya. Tujuannya tidak lain untuk memberi penjelasan terhadap pengaduan-pengaduan masyarakat yang hadir.

Tidak hanya itu, program ini juga melayani sejumlah pelayanan samsat yang berlangsung selama jam kerja. "Kita ingin lebih dekat dengan masyarakat. Kita juga ingin memberikan layanan-layanan yang sempurna kepada masyarakat. Itu alasan program polisi ngantor di luar ini kita terapkan," ucap Edwin. (sur/ade)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar