Senin, 15 Februari 2016

Ingat, Polio Belum Ada Obatnya!

Ingat, Polio Belum Ada Obatnya!


Ingat, Polio Belum Ada Obatnya!

Posted: 15 Feb 2016 04:30 AM PST

radarlampung.co.id- Provinsi Lampung merencanakan pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada 8 Maret 2016. Lokasinya di Lapangan Waydadi Sukarame dan langsung dihadiri oleh Gubernur M. Ridho Ficardo dan Ketua TP PKK Yustin Ficardo. Pada saat yang sama di Kabupaten/Kota juga dilakukan pencanangan oleh para Bupati/Wali Kota masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung dr. Hj. Reihana, M.Kes menerangkan, PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan Polio kepada kelompok sasaran imunisasi anak di bawah 5 tahun (anak usia 0-59 bulan).

Ini dilakukan untuk mendapatkan imunisasi Polio tanpa memandang status imunisasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi program dan kajian epidemiologi.

Tujuan PIN Polio sendiri adalah untuk dapat menghilangkan/eradikasi Polio di dunia pada tahun 2020 dengan memastikan tingkat imunitas terhadap Polio di populasi dengan cakupan > 95%. Juga memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 s.d 59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus Polio yang disebabkan oleh virus Polio sabin.

Reihana menjelaskan poliomyelitis atau penyakit polio adalah penyakit yang sangat menular disebabkan oleh infeksi virus polio. Terutama pada anak-anak. Virus ini ditularkan dari orang ke orang, menyebar melalui  kontak dengan makanan, air atau tangan yang terkontaminasi dengan kotoran (tinja) atau sekresi tenggorokan dari orang yang terinfeksi.

"Virus ini akan menyerang sistem syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan," ujarnya.

Gejala awal polio adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher dan nyeri tungkai. Dalam sebagian kecil kasus bisa mengalami kelumpuhan. Tidak ada obat untuk mengobati polio, akan tetapi dengan kebersihan pribadi yang baik dan sanitasi publik yang baik dapat membantu mencegah penularan penyakit polio. Disamping itu langkah terbaik pencegahan polio adalah dengan vaksinasi atau imunisasi polio.

Agar Polio hilang di masyarakat, yang harus dilakukan adalah mensukseskan program imunisasi. Setiap bayi harus mendapatkan imunisasi dasar diantaranya adalah Polio. Idealnya imunisasi Polio diberikan 4 kali pada umur 0, 2, 4 dan 6 bulan, dan dapat diulang (booster) pada usia 18-24 bulan  serta usia 5 tahun. (sur/ade)

MUI Soroti Aksi Starbucks Dukung LGBT

Posted: 14 Feb 2016 09:15 PM PST

radarlampung.co.id - Kabar terkait aksi dukungan kedai kopi Starbucks Indonesia atas gerakan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) mengusik pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Umum MUI Bandarlampung Suryani M Nur menegaskan, tidak hanya prilaku LGBT, aksi dukungan atas gerakan LGBT pun diharamkan.

"MUI secara tegas menegaskan homoseksual serta apa pun itu yang masuk dalam cakupan LGBT haram. Tindak mendukung serta mempromosikannya juga haram," tegas Suryani, saat dikonfirmasi Radar Lampung Senin (15/2) siang.

Untuk itu, pihaknya mengharap agar manajemen starbucks Lampung tidak ikut mendukung LGBT. "Yang lurus-lurus saja lah. Jangan berikan dukungan untuk hal yang memang dilarang agama," cetus Suryani.

Menurutnya, perilaku LGBT sangat melanggar norma agama. Menurutnya, LGBT dapat merusak sisi religius bangsa ini. Terlebih, Islam melarang dengan keras adanya homoseksual dan perzinahan.

"Tidak perlu didukung. Sudah jelas LGBT itu diharamkan oleh agama. Juga bisa merusak religius bangsa ini," tegas dia.

Seperti ramai diberitakan, jaringan kedai kopi Starbucks Indonesia memastikan tetap sejalan dengan pihak manajemen pusat Starbucks di Amerika Serikat (AS) yang memberikan dukungan terhadap LGBT. Marketing Communications & CSR Manager, PT Sari Coffee Indonesia, selaku pemegang lisensi Starbucks Indonesia Yuti Resani mengatakan, pihaknya tetap menghargai keragaman dan kesetaraan dan berkomitmen sejalan dengan kebijakan manajemen Starbucks. (sur/adi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar